Tag Archive for: Vitamin D

Ini 5 Manfaat Berjemur Pagi Hari

Ini 5 Manfaat Berjemur Pagi Hari

Akurasi.id – Salah satu cara yang bisa kalian lakukan agar tetap sehat di masa pandemi ini adalah dengan berjemur di pagi hari. Mau tau manfaat berjemur pagi hari?

Nah, ternyata berjemur di pagi hari ini memberikan beragam manfaat yang baik untuk tubuh, lho. Apa saja manfaat berjemur pagi hari untuk kesehatan tubuh? Simak ulasannya berikut ini. Dilansir dari idntimes.com, Rabu (25/08/2021).

  1. Mengurangi depresi

Dilansir dari Healthline, dengan kita rutin berjemur di pagi hari, maka resiko depresi dalam diri pun akan menurun, lho. Hal ini disebabkan karena cahaya matahari mampu menstimulus otak untuk memproduksi hormon serontonin.

Hormon serontonin merupakan salah satu hormon yang dapat memicu timbulnya perasaan tenang, senang, dan juga nyaman.

  1. Mendapatkan vitamin D yang baik untuk tubuh

Seperti kita ketahui, jika vitamin D merupakan salah satu vitamin yang terhitung sulit kita dapatkan dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Meskipun vitamin D bisa kita temukan dalam ikan maupun daging merah, namun jumlahnya pun masih kurang cukup banyak.

Oleh karenanya, sumber vitamin D terbaik bisa kita dapatkan dari sinar matahari. Vitamin D sendiri bermanfaat untuk menangkal berbagai macam penyakit.

  1. Meningkatkan imun tubuh

Mengutip dari jurnal BioMed Research International yang terbit pada tahun 2016 lalu. Jika kita rajin berjemur, imun dalam tubuh kita pun akan meningkat.

Hal ini dikarenakan sinar matahari pagi mengandung vitamin D, di mana untuk meningkatkan fungsi imun, maka perlu bantuan dari vitamin D untuk mengaktifkannya

  1. Meningkatkan kualitas tidur 

Siapa di sini yang sulit tidur dengan nyenyak? Eits, tidak perlu mahal-mahal untuk meningkatkan kualitas tidurmu, kok. Cukup dengan berjemur saja kalian akan mendapatkan manfaat yang luar biasa ini.

Menurut jurnal yang ditulis oleh seorang pskiatri di Iwaki City Medical Center bernama Keiko Ikemoto, disebutkan bahwa kebiasaan berjemur di pagi hari dapat membantu mengatur aktivitas biologis kita di dalam tubuh.

Karena ketika kita berjemur di pagi hari, maka otak kita akan melepaskan hormon melantonin dan meningkatkan produksi kortisol. Kortisol inilah yang membuat kita siap berkativitas seharian.

Nah, sebaliknya di malam hari otak akan memproduksi hormon melantonin yang akan membuat kita cepat mengantuk. Sehingga ritme tidur kita akan lebih teratur.

  1. Menguatkan tulang

Sudah pasti tahu, dong jika sinar matahari merupakan sumber vitamin D alami? Vitamin D ini ternyata juga berfungsi untuk menguatkan tulang kita, lho.

Tentunya, hal ini selaras dengan sebuah penelitian dari Harvard Medical School. Penelitian tersebut menyatakan, jika dua kunci utama tulang yang kuat adalah kalsium dan vitamin D. Vitamin D di sini berperan penting dalam proses penyerapan kalsium agar tulang kita kuat.

Itulah lima manfaat berjemur di pagi hari yang bisa kalian dapatkan. Sebelum berjemur, jangan lupa ya untuk menggunakan sun screen atau sun block terlebih dahulu, ya. Jangan lupa juga, jika berjemur di pagi hari ini cukup dilakukan selama 10 hingga 15 menit saja. (*)

Editor: Yusva Alam

 

Pro Kontra Vitamin D Mampu Usir Covid-19, Ini Fakta!

Pro Kontra Vitamin D Mampu Usir Covid-19, Ini Fakta!

Pro Kontra Vitamin D Mampu Usir Covid-19, Ini Fakta!

Vitamin D diketahui dapat membantu mempertahankan bahkan meningkatkan imunitas. (Multivitamin. – Bloomberg)

Akurasi.id – Vitamin D diketahui dapat membantu mempertahankan bahkan meningkatkan imunitas. Tidak heran jika suplemen vitamin ini banyak dicari masyarakat di masa pandemi Covid-19. Namun begitu masih terjadi pro kontra vitamin D di tengah-tengah masyarakat.

Belakangan beberapa penelitian mengklaim vitamin D berperan penting dalam proses pencegahan dan pengobatan Covid-19. Semua kemungkinan terbuka dari penelitian-penelitian yang dilakukan, namun belum ada cukup bukti untuk memastikannya.

Untuk wilayah dengan sinar matahari yang cukup sepanjang tahun seperti di Indonesia, biasanya masyarakat tidak akan kekurangan vitamin D. Sebaliknya, untuk wilayah yang kurang mendapatkan sinar matahari seperti di Inggris, masyarakatnya biasanya disarankan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D.

Jelang musim dingin, warga Inggris disarankan untuk mengonsumsi vitamin D. Bahkan, khusus musim dingin 2020, pemerintah Inggris memberikan suplemen vitamin D secara gratis untuk warganya yang berisiko tinggi terhadap Covid-19. Lalu, apakah berarti vitamin D dapat mencegah infeksi Covid-19? Ini yang masih menjadi pro kontra vitamin D.

Dilansir dari tempo.co, Rabu (14/07/2021), Tim peneliti Universitas Northwestern pernah menemukan hubungan antara kekurangan vitamin D dengan infeksi virus corona. Mereka juga menyatakan pasien dari negara-negara dengan tingkat kematian Covid-19 yang tinggi diketahui memiliki kadar vitamin D yang rendah. Tetapi, para peneliti memberikan catatan terhadap hasil penelitian tersebut. Mereka mengaku butuh penelitian lebih lanjut untuk menjelaskan hubungan antara tingkat infeksi virus dan vitamin D dari satu negara dengan negara lain.

Penelitian lebih lanjut sangat dibutuhkan sebab ada perbedaan kualitas perawatan kesehatan, tingkat tes, usia populasi, atau jenis virus yang berbeda di setiap negara.

“Intinya, belum cukup data untuk bisa mengatakan vitamin D dapat mencegah seseorang terinfeksi Covid-19,” jelas Profesor Zubairi Djoerban melalui laman Instagramnya.

Penelitian di India beberapa waktu belakangan menjadi topik hangat. Salah satunya National Herald India dengan judul “Vitamin D shows promising results in Covid-19 treatment: PGI doctors”. Dalam penelitian tersebut, tim dokter India menyatakan studi mereka membuktikan pemberian vitamin D mungkin sekali bermanfaat sebagai bagian dari Covid-19. Namun, mereka juga menyampaikan pemberian vitamin D sebelum diagnosis tidak mempengaruhi hasil pengobatan pasien.

“Artinya, vitamin D yang dikonsumsi sebelum pasien terdiagnosis Covid-19 dibanding dengan yang tidak mengonsumsi ternyata sama saja hasilnya,” jelas Zubairi.

Penelitian juga memuat apabila dosis vitamin D terlalu banyak akan ditemukan keracunan sebagai efek samping. Meski pemberian tambahan vitamin D sebesar 10-25 mikrogram setiap hari dapat memproteksi pasien terhadap infeksi akut saluran pernapasan, menurutnya belum ada cukup bukti untuk mencegah Covid-19.

“Dari poin-poin tadi, saya memandang belum ada cukup bukti vitamin D mencegah seseorang terinfeksi Covid-19. Begitu juga untuk pengobatannya,” jelasnya.

Bahkan, Food Drug Administration (FDA) Amerika Serikat tidak mengeluarkan izin untuk vitamin D sebagai bagian dari pengobatan Covid-19. Zubairi menegaskan satu-satunya cara paling efektif untuk mencegah Covid-19 saat ini adalah dengan menerapkan protokol kesehatan. Saat ini, masih sulit mengetahui apakah vitamin D bisa mencegah dan mengobati Covid-19.

“Hasil beberapa penelitian belum konsisten. Asupan vitamin D tetap penting namun bukan dalam rangka mengobati Covid-19,” tuturnya. (*)

 

Editor: Yusva Alam

 

Agar Maksimal, Ini Lama Waktu Terbaik untuk Berjemur

Agar Maksimal, Ini Lama Waktu Terbaik untuk Berjemur

 

Agar Maksimal, Ini Lama Waktu Terbaik untuk Berjemur

ilustrasi berjemur. (shutterstock)

Akurasi.id – Waktu terbaik untuk berjemur masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Pasalnya, memilih waktu berjemur yang tepat memang diperlukan agar sinar matahari justru tidak memberikan dampak buruk.

Menurut dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, dr Adria Rusli, SpP(K), berjemur di pagi hari memang berdampak baik, beberapa di antaranya adalah untuk membunuh kuman dan memberikan vitamin D bagi tubuh.

“Berjemur itu kan sebenarnya, pertama mungkin bisa membunuh kuman-kuman yang ada di sekitar kita. Kedua membentuk pro vitamin E yang ada di tubuh kita menjadi vitamin D dengan bantuan sinar matahari,” jelas dr Adria, dilansir dari detik.com, Sabtu (19/06/2021)

Saat ingin berjemur, dr Adria menyarankan melakukannya di pagi hari antara pukul 07.00 atau 07.30 selama 30 menit hingga 1 jam saat matahari belum terlalu panas. Pasalnya, berjemur ketika matahari sudah panas berisiko merusak kulit dan membuat tubuh menjadi dehidrasi.

“Biasanya paling bagus itu setengah jam sampai satu jam. Dengan catatan jangan terlalu panas juga, nanti kulit kering, jadi dehidrasi, atau merusak kulit. Normalnya jam setengah tujuh, jam tujuh sampai setengah delapan cukuplah,” lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan oleh dokter spesialis kulit dan staf pengajar di Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK UNPAD/RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, dr R. M. Rendy Ariezal Effendi, SpDV, yang mengatakan berjemur bisa membantu tubuh mendapatkan vitamin D yang baik bagi daya tahan tubuh, tetapi juga bisa berdampak buruk.

dr Rendy menjelaskan dampak buruk berjemur berisiko dialami apabila sinar matahari sudah terlalu panas, seperti saat sudah memasuki pukul 10.00 WIB yang bisa mempengaruhi kesehatan kulit. Ini berlaku terutama jika berjemur dilakukan tanpa menggunakan tabir surya terlebih dahulu.

“Kalau tujuannya untuk mendapatkan vitamin D, anjuran berjemur di atas jam 10 bisa saja dilakukan. Tapi dari sisi kesehatan kulit, ada risikonya. Risikonya antara lain bisa flek atau tanning kalau tanpa pelindung seperti sunblock,” ujar dr Rendy kepada detikcom.

“Selain itu, paparan sinar UVB yang terus menerus dan berlebihan tanpa proteksi dapat meningkatkan risiko kanker kulit di kemudian hari,” tambahnya. Itulah sedikit penjelasan tentang Waktu Terbaik untuk Berjemur semoga bermanfaat. (*)

Editor: Yusva Alam