Tag Archive for: Ramadan 2021

Waktu Tidur Singkat Selama Bulan Ramadan, Ini Cara Menjaga Pola Tidur

Waktu Tidur Singkat Selama Bulan Ramadan, Ini Cara Menjaga Pola Tidur

Dengan berpuasa tubuh akan melakukan detoksifikasi secara alami. Namun bila tidak di imbangi dengan pola hidup yang sehat selama berpuasa, proses detoksifikasi dalam tubuh juga tidak akan berjalan dengan maksimal. Selain menjaga pola makan anda juga bisa mengatur pola tidur. Kami akan memberikan cara menjaga pola tidur supaya tetap segar.

Waktu Tidur Singkat Selama Bulan Ramadan, Ini Cara Menjaga Pola Tidur

Cara Menjaga Pola Tidur. Foto: Ist/Net

Cara Menjaga Pola Tidur Saat Bulan Puasa Agar Tetap Segar.

Kurangnya waktu tidur akan menyebabkan beberapa masalah, seperti sakit kepala, mood swings, gangguan fungsi kognitif, dan kenaikan berat badan. Untuk mencegah hal itu, setidaknya ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengatur pola tidur. Berikut diantaranya.

Memperhatikan Makanan yang Dikonsumsi

Agar tetap fit dalam menjalankan puasa, tentunya anda harus rutin menjalankan sahur. Hal ini sangat penting guna penambahan energi selama berpuasa. Agar tidur anda bisa berjalan dengan lancar sebaiknya jauhi makanan yang berlemak atau olahan susu yang sulit dicerna.

Tidur Lebih Awal dari Biasanya

Cara menjaga pola tidur saat berpuasa yang kedua adalah dengan tidur lebih awal. Pada umumnya penyebab mengantuk pada pagi dan siang hari dikarenakan waktu tidur anda yang kurang. Ditambah lagi, jika anda harus menyiapkan makan sahur dan diharuskan bangun lebih pagi ketimbang anggota keluarga lainya. Karena itu, hentikanlah kebiasaan begadang agar pola tidur tetap terjaga.

Menciptakan Suasana Tidur yang Nyaman

Jika anda ingin puasa lancar dengan tubuh yang tetap prima, maka cobalah mendapatkan tidur yang nyaman dan berkualitas. Jangan begadang, matikan ponsel dan televisi, jangan biarkan apapun mengganggu waktu tidur. Agar tetap merasa nyaman anda bisa mematikan lampu untuk membuat suasana  lebih tenang.

Istirahat di Siang Hari untuk Mengisi Tenaga

Cara selanjutnya adalah dengan melakukan tidur siang. Ini bertujuan agar stamina anda bisa kembali sehingga anda bisa lebih positif. Anda bisa beristirahat selama 20-30 menit dalam porsi paling minim. Sedangkan waktu yang tepat melakukan tidur siang adalah jam 14.00-15.00. Karena waktu ini merupakan waktu seseorang mulai mengantuk.

Rutin Berolahraga Ringan Saat Puasa

Berolahraga tentunya sangat bermanfaat dan tidak bisa ditinggalkan jika anda ingin mendapatkan badan yang sehat dan bugar. Namun, apa berolahraga saat berpuasa bisa menyehatkan badan? Tentunya bisa, tapi jika khawatir soal rasa haus setelah berolahraga, makan lakukan olahraga ringan saja saat pagi hari, atau menjelang berbuka.

Itulah, cara menjaga pola tidur agar tetap segar saat menjalankan ibadah puasa. Tentunya hal ini akan membuat kegiatan puasa anda menjadi lebih lancar. Sehingga bisa menjalankan ibadah puasa dengan teratur.

Selama Ramadan Sering Begadang Menunggu Sahur, Hati-Hati, Ini Risikonya

Selama Ramadan Sering Begadang Menunggu Sahur? Hati-Hati, Ini Risikonya

Begadang menunggu sahur sebenarnya tidak baik untuk kesehatan tubuh kita. Selama Ramadan 2021 ini anda memang harus bisa bangun pagi untuk melakukan sahur.

Maka dari itu penyesuaian waktu tidur juga harus bisa anda atur. Jangan sampai tidak tidur hingga pagi karena menyebabkan dampak tidak baik.

Selama Ramadan Sering Begadang Menunggu Sahur, Hati-Hati, Ini Risikonya

thenationalnews.com

Ini Resiko Begadang di Malam Hari Menunggu Sahur

Selama Ramadhan kita memang harus melakukan sahur di seperempat malam menjelang subuh. Sehingga jam tidur kita juga akan berkurang, sebab diharuskan untuk bangun.

Namun ada sebagian orang yang justru tidak tidur sama sekali dengan banyak alasan. Padahal jika itu dilakukan bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Untuk tips sehatnya, sebaiknya anda harus bisa mengatur jam tidur sebaik mungkin. Kemudian, hindari begadang malam karena tidak baik dan bisa mengganggu segala aktivitas.

Berikut ini ada beberapa resiko yang dapat anda rasakan selama begadang tiap malam.

Imunitas Tubuh Akan Menurun

Resiko dalam melakukan kegiatan seperti begadang menunggu sahur ada yang bisa anda rasakan, yaitu imunitas pada tubuh akan semakin menurun. Bahkan jika kekurangan tidur maka lebih rentan terserang oleh penyakit.

Terlebih pada sistem saraf pusat berperan penting bagi manusia. Peran terseut sebagai mengatur respon imun dalam tubuh dan dapat terganggu jika kurang tidur.

Mengganggu Konsentrasi

Apabila anda kurang istirahat di malam hari, saat berkendara ini sangat membahayakan. Karena saat puasa pastinya rasa lapar dan mengantuk itu ada.

Sehingga bisa menyebabkan konsentrasi anda hilang tak terkendali. Bahkan ini bisa menyebabkan kecelakaan dan membahayakan diri anda dan orang lain. Begitupun dengan aktivitas lainnya.

Kepala Sakit

Efek kurang tidur adalah kepala akan terasa sakit sebelah dan bisa mengganggu aktivitas anda. Salah satunya penyakit migrain yang tentunya tidak akan membuat rasa nyaman.

Terlebih ketika bulan Ramadhan seperti sekarang ini yang harus melakukan puasa dan menunggu buka untuk minum obat. Jika tidak sedang puasa anda bisa meminum obat untuk meredakan sakit.

Begadang menunggu sahur di malam hari  itu memang banyak sekali dampak buruknya. Jika anda ingin memiliki tubuh yang sehat, sebaiknya hindari tidur terlalu malam apalagi sampai begadang.

Tak Hanya Segar, Berikut Manfaat Timun Suri Bagi Kesehatan

Tak Hanya Segar, Berikut Manfaat Timun Suri Bagi Kesehatan

Ada banyak sekali manfaat timun suri bagi kesehatan. Terutama pada saat Ramadan 2021, buah yang satu ini banyak dicari oleh banyak orang.

Karena selain hanya rasanya yang begitu menyegarkan, buah ini juga bisa anda jadikan sebagai minuman lebaran. Jadi tak heran jika buah ini banyak yang cari.

Tak Hanya Segar, Berikut Manfaat Timun Suri Bagi Kesehatan

thekitchn.com

Manfaat Timun Suri untuk Kesehatan, Terutama Bulan Ramadan

Timun suri merupakan buah musiman yang lebih identik ketika bulan Ramadan. Pasalnya buah ini slalu hadir ketika bulan suci Ramadan tiba.

Menurut sejumlah info kesehatan, bahwa buah yang satu ini sangat baik untuk tubuh. Selain memiliki banyak kandungan, juga cocok dikonsumsi ketika menjelang berbuka puasa.

Melancarkan Pencernaan

Rasa sembelit dalam perut merupakan salah satu gangguan pada pencernaan. Salah satu solusi yang paling tepat adalah dengan mengkonsumsi timun suri. Karena terdapat kandungan serat dan air yang baik untuk sistem pencernaan.

Sebagai Sumber Antioksidan

Manfaat timun suri selanjutnya adalah sebagai salah satu sumber antioksidan tinggi. Terlebih saat musim pandemi seperti sekarang ini, kita harus selalu mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin.

Pasalnya timun suri ini memiliki vitamin C tinggi. Lalu, juga sebagai sumber antioksidan tinggi yang mampu memperkuat dalam sistem imunitas tubuh. Sehingga akan terhindar dari berbagai penyakit.

Mencegah Penyakit Kardiovaskular

Kardiovaskuler merupakan salah satu penyakit yang berkaitan dengan gangguan jantung dan pembuluh darah. Timun suri memiliki senyawa asam linoleat yang bisa membantu dalam menurunkan penyakit jantung.

Sementara pada kandungan kaliumnya bagus dalam menjaga kestabilan tekanan darah. Karena hipertensi disebabkan oleh tekanan darah normal harus memerlukan perbandingan antara kalium dan natrium yang sesuai.

Mampu Mencegah Kanker

Menurut beberapa studi, bahwa buah timun suri ini memiliki sejumlah zat anti kanker. Khasiat tersebut berasal dari senyawa saponin yang sangat ampuh. Salah satunya untuk menghambat adanya pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh.

Setelah mengetahui berbagai manfaat timun suri bagi kesehatan, mungkin anda ingin segera membeli dan mengkonsumsinya. Pasalnya buah ini sudah mulai banyak yang jual di pasaran.

Panduan Merayakan Lebaran Sehat di Tengah Pandemi Corona

Panduan Merayakan Lebaran Sehat di Tengah Pandemi Corona

Panduan merayakan lebaran di tengah kondisi seperti saat ini memang perlu dipelajari oleh setiap orang. Sebaiknya tetap disiplin dan mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan arahan pemerintah. Mulai dari menahan diri untuk tidak mudik hingga tindakan konsumtif di tengah keramaian.

Intip Panduan Merayakan Lebaran dengan Aman

Merayakan lebaran di tengah pandemi memang menjadi sebuah tantangan. Banyak hal atau keinginan yang harus ditahan karena keadaan ini. Seperti halnya ritual mudik atau pulang kampung yang biasa dilakukan setiap tahun ketika lebaran.

Lalu menahan diri untuk tidak berbelanja di lokasi ramai sehingga menimbulkan keramaian. Berikut ini beberapa panduan atau tips untuk merayakan hari raya di tengah pandemi.

Menghindari Malam Takbir

Maksud dari menghindari di sini adalah tidak mendatangi kerumunan untuk merayakan kemenangan dengan takbir. Akan tetapi, lebih baik merayakan takbir di rumah bersama dengan keluarga. Masjid di sekitar rumah tentunya menggemakan takbir lewat pengeras suara. Sehingga tetap bisa bertakbir meskipun hanya di rumah.

Menjaga Jarak Saat Shalat Idul Fitri

Panduan merayakan lebaran selanjutnya adalah menjaga jarak. Seperti hari raya sebelum-sebelumnya. Shalat Idul Fitri biasa dilakukan secara berjamaah, baik itu di masjid maupun tanah lapang. Sebelum mengikuti shalat Idul Fitri, sebaiknya tetap menerapkan protokol kesehatan.

Seperti berwudhu dari rumah, sehingga tidak menimbulkan kerumunan di lokasi. Gunakan masker sesuai dengan standar. Jaga jarak dengan jamaah lain serta gunakan alat ibadah pribadi.

Tidak Berjabat Tangan Langsung

Salah satu media penularan Covid-19 adalah dengan berjabat tangan. Oleh sebab itu, hindari untuk melakukan jabat tangan dengan orang lain. Jabat tangan bisa diganti dengan senyuman dan salam yang berjarak.

Jangan mengobrol terlalu lama yang bisa menyebabkan kerumunan. Selain menjaga diri dan keluarga, mempelajari panduan merayakan lebaran dengan menjaga jarak juga menjadi pemutus penyebaran Covid-19.

Silaturahmi Melalui Media Sosial

Ketika tradisi mudik dilarang, bersilaturahmi dengan keluarga yang jauh atau di kampung halaman bisa memanfaatkan teknologi yang ada saat ini. Salah satunya adalah smartphone.

Manfaatkan aplikasi yang bisa menghubungkan dengan keluarga melalui video call. Sehingga meskipun tidak pulang kampung tetap bisa bersilaturahmi dengan keluarga jauh. Sesuai dengan aturan pemerintah tentang panduan merayakan lebaran.

Waspada! Ini Bahayanya Jika Langsung Tidur Setelah Sahur

 Waspada! Ini Bahayanya Jika Langsung Tidur Setelah Sahur

Selama anda menjalani ibadah puasa, siklus tidur anda pasti akan terganggu. Hal ini karena, anda harus banggun lebih pagi untuk melakukan santap sahur. Biasanya karena didorong rasa kantuk yang sangat. Kemudian, setelah makan sahur anda lebih memilih kembali melanjutkan tidur. Namun, tahukah anda kalau tidur sesudah sahur itu memberikan dampak buruk bagi tubuh. Maka dari itu, anda harus tahu bahayanya jika langsung tidur setelah sahur.

Waspada! Ini Bahayanya Jika Langsung Tidur Setelah Sahur

gulfnews.com

Ketahui Bahayanya Jika Langsung Tidur Setelah Sahur

Sahur merupakan salah satu sunnah dalam untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Manfaat makan sahur sebenarnya untuk membantu memberikan stamina saat anda menjalankan ibadah puasa, dari pagi hingga sore hari. Umat muslim biasanya makan sahur pada saat sepertiga ujung malam. Hal ini tentunya akan mengganggu siklus tidur, sehingga banyak orang yang memilih langsung tidur setelah melakukan santap sahur.

Namun, ternyata ada dampak buruk yang akan timbul bila anda melakukan hal ini. Agar anda tidak lagi melakukan hal tersebut, kami akan berikan informasi mengenai dampak buruk yang akan timbul kalau anda langsung tidur setelah sahur. Berikut diantaranya.

Sakit Tenggorokan

Saat anda langsung tidur setelah sahur, hal itu akan membuat asam lambung anda naik. Jika hal itu terus diulangi maka akan timbul radang tenggorokan.

Gerd

Saat tidur dengan posisi yang salah, akan membuat katup antara lambung dan tenggorokan tidak tertutup dengan sempurna. Sehingga asam lambung dapat dengan mudah naik ke tenggorokan.

Sembelit

Dengan tidur setelah makan akan menghambat pencernaan di dalam perut. Karena, butuh proses pencernaan selan 2-3 untuk dapat mencerna dengan benar.

Berat Badan Naik

Inilah salah satu penyebab, kenapa saat bulan Ramadhan, berat badan malah menjadi naik. Hal ini terjadi karena tubuh lebih banyak menyimpan lemak dibanding dengan yang dibakar. Dengan berpuasa aktivitas fisik akan berkurang sehingga lemak dalam tubuh akan menimbun.

Serangan Jantung

Anda tahu, ternyata seseorang makan berat serta langsung tidur tanpa menunggu proses pencernaan berakhir, memiliki resiko terkena serangan jantung hampir 3 kali lebih meningkatkan tekanan darah semalaman.

Nah, itulah bahayanya jika langsung tidur setelah sahur. Agar terhindar dari hal itu ada baiknya anda melakukan kegiatan yang lebih positif setelah sahur, seperti melakukan ibadah sholat subuh ke masjid, atau berolahraga kecil. Semoga artikel ini dapat membantu dengan baik mengenai masalah kesehatan yang anda cari.

Waspada, ini Kondisi Kesehatan yang Dilarang untuk Berpuasa

Waspada, Ini Kondisi Kesehatan yang Dilarang untuk Berpuasa

Puasa merupakan ibadah yang wajib dilakukan oleh semua umat muslim yang sudah memenuhi persyaratan. Namun ada juga orang yang dilarang untuk berpuasa karena kondisi kesehatannya kurang mendukung. Hal ini dikhawatirkan bisa berakibat fatal karena dipaksa untuk berpuasa.

Inilah Kondisi Kesehatan yang Dilarang untuk Berpuasa

Orang dengan Gangguan Pencernaan Akut

Seseorang yang memiliki gangguan pencernaan akut sebaiknya untuk tidak menjalankan ibadah puasa. Pada dasarnya, puasa memang bisa mengurangi kadar asam lambung dalam tubuh seseorang. Hanya saja, bau makanan bisa memicu kenaikan asam lambung.

Jika penderita sudah mengalami muntah dan keringat dingin, sebaiknya segera melakukan pengobatan rutin. Hal inilah yang mengakibatkan penderita gangguan pencernaan akut tidak diperbolehkan berpuasa.

Vertigo

Ada juga penderita vertigo yang sebaiknya tidak berpuasa. Pasalnya, puasa bisa memicu seseorang mengalami dehidrasi, kelaparan, tidur tidak cukup, dan aktivitas di bawah terik matahari secara langsung. Hal ini akan membuat penyakit vertigo kambuh.

Orang yang menderita vertigo dilarang untuk berpuasa karena membutuhkan istirahat yang cukup. Sakit kepala yang sudah tidak bisa dikendalikan akan semakin parah jika tidak diberi asupan makanan atau obat.

Penderita Gagal Ginjal Kronis

Seseorang yang mengidap penyakit gagal ginjal kronis biasanya harus cuci darah dan menerima donor. Hal ini tidak seharusnya berpuasa karena bisa berisiko tinggi pada kesehatannya.

Orang yang cuci darah cenderung mengalami dehidrasi yang berlebih. Bahkan mengalami hiperviskositas yang bisa merusak fungsi ginjal.

Orang yang Memiliki Gangguan Pernafasan Akut

Ternyata seseorang dengan gangguan pernafasan akut juga tidak diperbolehkan berpuasa. Hal ini seperti penyakit asma atau PPOK yang membutuhkan pengobatan rutin dan tepat waktu. Jika penyakit ini asma ringan boleh berpuasa dan menggunakan inhaler untuk meredakannya.

Pasien yang Dirawat di Rumah Sakit

Kondisi terakhir yang tidak diperbolehkan berpuasa adalah seseorang yang sedang sakit dan menjalani rawat inap. Pasalnya, mereka menerima nutrisi dari infus. Selain itu, makan teratur bisa membantu pemulihan agar cepat sembuh.

Ketahui beberapa keadaan yang dilarang untuk berpuasa. Jangan paksakan diri jika memang kondisi kesehatan tidak memungkinkan.

Makan Mie Instan Setiap Sahur, Aman Kah? Ini Deretan Risikonya

Makan Mie Instan Setiap Sahur, Aman Kah? Ini Deretan Risikonya

Akurasi.id – Makan mie instan setiap sahur memang praktis, karena proses membuatnya cukup mudah dan cepat saji. Meski demikian, kebiasaan ini ternyata memberikan risiko bagi kesehatan tubuh. Sebab mie instan sendiri sebetulnya bukanlah makanan yang sehat.

Pada bulan Ramadhan 2021 seperti sekarang ini, banyak orang yang malas memasak menu makan sahur dan akhirnya konsumsi mie instan untuk menu sahur mereka. Tahukah anda? Makan mie instan saja akan menjadikan tubuh anda tidak memiliki energi yang cukup saat menjalankan ibadah puasa. Mengapa demikian? Ketahui risikonya di bawah ini.

Resiko Makan Mie Instan Setiap Sahur

Seperti yang kita ketahui, mie instan menggunakan bahan dasar berupa tepung yang mudah untuk dicerna. Dengan demikian, anda bisa cepat merasa lapar. Selain itu, bahan pengawet yang terkandung di dalamnya tidak baik bagi kesehatan tubuh anda.

Tubuh Akan Kekurangan Gizi

Benarkah konsumsi mie instan membuat tubuh kita kekurangan gizi? Jawabannya benar. Hal ini karena mie instan hanya memiliki kandungan nutrisi berupa karbohidrat. Oleh sebab itu, ketika anda sahur dengan mie instan, maka kebutuhan gizi tubuh anda seperti lemak, vitamin, dan protein tidak bisa terpenuhi.

Tubuh Mudah Kekurangan Cairan

Ternyata mie instan memiliki kadar garam yang cukup tinggi. Dengan demikian, ini akan memberikan efek buruk pada tubuh. Salah satunya adalah tubuh akan lebih mudah mengalami kekurangan cairan. Mengapa demikian?

Sebab garam mempunyai sifat yang bisa menarik cairan. Maka dari itu, saat anda berpuasa akan lebih mudah merasa haus sepanjang hari. Ketika anda merasa semakin haus, tentu ini menjadi pertanda bahwa tubuh anda semakin dehidrasi.

Bila anda mengalami dehidrasi, maka mulut akan terasa kering dan lengket. Selain itu, anda juga lebih mudah merasa lelah dan sakit kepala. Hal yang paling buruk anda bisa sampai tak sadarkan diri.

Bagaimana Jika Terpaksa Makan Mie Instan?

Ahli gizi dr Diana F Suganda, M Kes, SpGK menjelaskan bagaimana bila memang harus makan sahur menggunakan mie instan setiap hari karena kondisi darurat?

Jika terpaksa, maka anda bisa menambahkan berbagai bahan tambahan lain seperti sayuran dan telur. Kedua bahan tambahan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi dalam tubuh anda.

Dengan demikian, anda masih tetap bertenaga saat menjalankan ibadah puasa seharian meski sahur dengan mie instan. Akan tetapi, yang perlu anda ingat adalah jangan makan mie instan setiap sahur. Akan lebih baik bila anda sahur dengan menu makanan yang bisa memenuhi kebutuhan gizi harian anda.