Tag Archive for: Penyakit Alzheimer

Benar kah Viagra Bisa Cegah Alzheimer?

Benar kah Viagra Bisa Cegah Alzheimer?

Akurasi.id – Berbagai penelitian menemukan potensi viagra bisa cegah Alzheimer, bentuk demensia yang paling umum yang dapat menyebabkan penurunan memori dan kemampuan kognitif. Salah satunya adalah penelitian di Amerika Serikat yang diterbitkan baru-baru ini.

  1. Melibatkan 1.600 kandidat obat dan 7,23 data asuransi

Dipimpin oleh Cleveland Clinic, studi bertajuk “Endophenotype-based in silico network medicine discovery combined with insurance record data mining identifies sildenafil as a candidate drug for Alzheimer’s disease” yang dimuat dalam jurnal Nature Aging pada 6 Desember 2021 berfokus pada pengobatan untuk menghambat penyakit Alzheimer.

Selanjutnya, para peneliti menyaring lebih dari 1.600 obat yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer dan memiliki izin dari BPOM Amerika Serikat (FDA). Dari jumlah tersebut, para peneliti mendapatkan 66 obat yang berpotensi mengobati penyakit tersebut.

Dari hasil uji coba pada hewan dengan Alzheimer, sildenafil atau Viagra ditemukan paling menjanjikan. Setelahnya, para peneliti juga meneliti klaim asuransi obat dari 7,23 juta penduduk Amerika Serikat (AS). Terdapat potensi viagra bisa cegah Alzheimer.

“Ini adalah salah satu dari usaha-usaha kami yang mendorong pemakaian obat-obatan atau senyawa pengobatan lain yang berpotensi menjadi kandidat untuk uji klinis pengobatan penyakit Alzheimer,” ujar Jean Yuan, direktur program Translational Bioinformatics and Drug Development di bawah naungan National Institute on Aging (NIA) yang mendanai penelitian ini.

  1. Hasil: Viagra ampuh menurunkan risiko penyakit Alzheimer hingga 69 persen

Para peneliti AS menemukan bahwa mereka yang diresepkan “pil biru” memiliki risiko penyakit Alzheimer 69 persen lebih rendah. Hasil ini terlihat setelah para peneliti memantau partisipan selama 6 tahun dan tetap konsisten meski dipengaruhi oleh faktor risiko penyakit Alzheimer lainnya, seperti jenis kelamin, etnis, dan kondisi medis.

“Kami menemukan bahwa penggunaan sildenafil juga mengurangi risiko penyakit Alzheimer pada pasien penyakit arteri koroner, hipertensi, dan diabetes tipe 2, komorbiditas yang berhubungan erat dengan risiko penyakit tersebut,” kata pemimpin penelitian dari Cleveland Clinic, Feixiong Cheng, Ph.D.

Lalu, untuk membuktikan mekanisme sildenafil untuk penyakit Alzheimer, para peneliti menguji obat tersebut terhadap sel-sel saraf dari pasien. Ternyata, sildenafil memicu proyeksi saraf baru dan menurunkan akumulasi protein tau dalam sel.

  1. Masih sedikit obat untuk penyakit Alzheimer yang sudah memiliki izin edar

Penanda utama penyakit Alzheimer adalah pembentukan plak dari penumpukan protein bernama beta-amyloid dan tau. Oleh karena itu, memahami endofenotip dari penyakit Alzheimer dapat membuka wawasan mengenai mekanismenya dan membantu pembuatan obat yang sesuai.

Jumlah dan lokasi beta-amyloid dan tau pada otak dapat mencerminkan endofenotip Alzheimer. Akan tetapi, saat ini, belum ada obat anti-amyloid, anti-tau, atau obat Alzheimer yang mendapat izin FDA. Dalam satu dekade belakangan, berbagai uji klinis untuk obat tersebut gagal.

“Studi terbaru menunjukkan kombinasi amyloid dan tau adalah penyebab penyakit Alzheimer terbesar. Jadi, kami menduga bahwa obat yang menyasar endofenotip amyloid dan tau memiliki potensi keberhasilan terbesar,” ujar Feixiong lewat pernyataan resmi Cleveland Clinic.

  1. Belum bisa menjadi bukti kausalitas antara Viagra dan Alzheimer

Meskipun terdengar menjanjikan, tetapi para peneliti memperingatkan bahwa temuan studi tersebut bukan untuk menunjukkan kausalitas antara obat (terutama Viagra) dan risiko penyakit Alzheimer. Para peneliti menduga ada beberapa faktor lain yang bisa memengaruhi risiko penyakit Alzheimer dan penggunaan Viagra.

Selain itu, para peneliti mencatat bahwa data asuransi tidak mencakup informasi genetik. Tak diketahui apakah para pelanggan asuransi memiliki apolipoprotein E (APOE), protein yang meningkatkan risiko penyakit Alzheimer dan memengaruhi respons tubuh pasien terhadap pengobatannya.

Terakhir, obat sildenafil umumnya diresepkan untuk laki-laki. Oleh karena itu, studi ini belum bisa menentukan potensi manfaat sildenafil untuk perempuan dengan risiko Alzheimer.

  1. Namun, bisa menjadi bahan uji klinis untuk obat kondisi neurodegeneratif di masa mendatang

Meski begitu, setidaknya fondasi asosiasi antara penyakit Alzheimer dan Viagra sudah terbentuk. Dengan hasil yang menjanjikan ini, maka Feixiong menekankan kalau misi selanjutnya adalah untuk mengetes kausalitas dan manfaat obat terhadap penyakit Alzheimer.

“… Kami sekarang berencana untuk melakukan uji coba mekanistik dan uji klinis acak fase 2 untuk menguji kausalitas dan membuktikan manfaat klinis sildenafil untuk pasien Alzheimer,” kata Feixiong.

Para peneliti Cleveland Clinic juga tak ingin berhenti pada penyakit Alzheimer. Dengan hasil ini, Feixiong juga melihat bahwa pendekatan sildenafil dapat digunakan untuk mempercepat peramuan obat penyakit neurodegeneratif lain, seperti penyakit Parkinson hingga amyotrophic lateral sclerosis (ALS). (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Idntimes.com

 

 

 

Terapkan dari Sekarang, 8 Kebiasaan Cegah Alzheimer

Terapkan dari Sekarang, 8 Kebiasaan Cegah Alzheimer

Terapkan dari Sekarang, 8 Kebiasaan Cegah Alzheimer

Seorang wanita tua sedang berinteraksi dengan wanita yang lebih muda (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Akurasi.id – Alzheimer merupakan penyakit progresif yang merusak sel otak yang bertanggung jawab pada kemampuan mengingat, berpikir, dan berkomunikasi. Penyakit ini menjadi penyebab paling umum dari demensia – gangguan kemampuan berpikir dan bersosial yang berdampak pada terganggunya aktivitas harian – dengan kontribusi sebesar 60-70% kasus. Umumnya, Alzheimer dialami oleh mereka yang berusia di atas 65 tahun.

Diperkirakan ada sekitar 44 juta orang di seluruh dunia yang hidup dengan penyakit Alzheimer. Menurut laporan, jumlah tersebut akan terus berlipat ganda setiap lima tahun.

Sejauh ini, penyebab Alzheimer masih belum diketahui secara jelas. Maka dari itu, belum ada obat dan cara yang pasti untuk menghindari kondisi ini. Walaupun demikian, para peneliti sepakat bahwa sejumlah kebiasaan dan pola hidup sehat berikut ini bisa membantu mengurangi risiko terkena Alzheimer.

Dilansir dari idntimes, Kamis (01/06/2021), berikut 8 kebiasaan cegah alzheimer.

  1. Menerapkan diet Mediterania

Diet Mediterania adalah pola makan sehat yang mengutamakan konsumsi sayuran segar, buah-buahan, minyak zaitun dan biji-bijian. Sumber makanan hewani seperti daging merah dan produk dairy sama sekali tidak dilarang, melainkan dikonsumsi dalam jumlah yang terbatas.

Selain membantu mencegah atau memperlambat perkembangan Alzheimer, diet ini juga bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit kronis lainnya, seperti penyakit jantung, diabetes, dan stroke.

  1. Rutin berolahraga

Rutin berolahraga sudah pasti menyumbang banyak manfaat kesehatan untuk tubuh, termasuk menurunkan risiko Alzheimer. Dalam hal ini, olahraga mampu meningkatkan aliran darah dan oksigen di otak yang membuat sel-sel otak lebih sehat.

Oleh karena itu, mulai jadikan olahraga sebagai salah satu kebiasaan baikmu. Cukup lakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu. Bersepeda, jogging, atau berjalan kaki cepat adalah beberapa opsi olahraga yang mudah untuk dilakukan.

  1. Aktif bersosialisasi 

Kalimat “Panjang umur orang yang menjaga silaturrahmi” memang ada benarnya. Hubungan sosial yang baik memberikan banyak dampak luar biasa, terutama bagi mental dan pikiran.

Berdasarkan hasil penelitian, hubungan sosial yang kuat dapat mengurangi risiko penurunan kognitif. Sebaliknya, hidup terisolasi dalam kesendirian menjadi sebagian faktor yang bisa memicu Alzheimer ataupun Dementia.

  1. Belajar hal baru

Menurunnya daya ingat dan kemampuan berpikir adalah gejala paling umum dari Alzheimer. Memberikan stimulasi kognitif adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk terus mengaktifkan sel-sel otak. Latih kemampuan berpikirmu dengan membaca, belajar hal-hal baru, mengembangkan hobi, dan hal-hal bermanfaat lainnya.

  1. Tidur yang cukup

Kebiasaan lainnya yang tak kalah penting adalah tidur yang cukup dan berkualitas. Pastikan kamu bisa beristirahat selama 7 sampai 8 jam setiap malam.

Penelitian membuktikan bahwa tidur yang berkualitas dapat membersihkan beta-amyloid dari otak. Beta-amyloid adalah sisa metabolisme yang terdapat dalam cairan di antara sel-sel otak (neuron). Penumpukan beta amiloid bisa menghambat komunikasi antar neuron dan berkaitan dengan gangguan fungsi otak, termasuk penyakit Alzheimer.

  1. Hindari stres

Stres berat juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab Alzheimer. Peneliti berpendapat bahwa stres yang berkepanjangan bisa mempengaruhi sistem imun pada otak. Hal ini berpotensi pada timbulnya gejala dementia.

Pastikan kesehatan mentalmu selalu terjaga. Meluangkan waktu untuk bersantai, tidur yang cukup, makan makanan bergizi, dan berpikir positif adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari stres.

  1. Berhenti merokok 

Apabila kamu seorang perokok, ada baiknya mulai berhenti dari sekarang. Racun yang terkandung dalam asap rokok dapat meningkatkan stres oksidatif dan peradangan, yang menurut penelitian, berkaitan dengan perkembangan penyakit Alzheimer. Tentu kamu tidak ingin dirimu dan orang di sekitarmu terkena dampak negatif dari kebiasaan buruk tersebut, bukan?

  1. Selalu gunakan seatbelt dan helm saat berkendara

Intinya, pastikan kepala terlindungi dari risiko benturan keras yang mungkin terjadi saat beraktivitas. Pasalnya, beberapa jenis cedera otak traumatis dapat meningkatkan risiko pengembangan Alzheimer atau jenis demensia lainnya di masa depan. Untuk menghindari risiko tersebut, salah satu yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengunakan seat belt dan helm saat berkendara.

Itulah sejumlah kebiasaan yang dapat membantu menghindari risiko atau cegah terkena Alzheimer. Yuk, mari jaga kesehatan mulai dari sekarang agar tetap sehat di masa tua. (*)

Editor: Yusva Alam