Tag Archive for: Migrain

5 Macam Sakit Kepala Berkepanjangan Harus Diwaspadai

5 Macam Sakit Kepala Berkepanjangan Harus Diwaspadai

Akurasi.id – Sering kena sakit kepala? Mungkin bukan masalah kalau sakit kepalamu hanya sementara. Namun, kamu patut curiga kalau sakit kepalamu tak tertahankan dan kunjung reda. Bahkan sakit kepala berkepanjangan.

Dikhawatirkan sakit kepala itu adalah pertanda untuk sakit yang lebih parah. Dilansir dari Medical Dairy, ini lima gejala sakit kepala berkepanjangan berbahaya yang butuh penanganan medis segera. Dilansir dari idntimes.com, Rabu (06/10/2021).

  1. Migrain dengan aura atau gangguan penglihatan

Migrain berbeda dengan sakit kepala biasa, bahkan bisa dibilang jauh lebih buruk. Itu karena migrain bisa disertai mual, muntah dan sensitif terhadap cahaya serta suara. Bahkan, beberapa penderita migrain juga mengalami aura atau gangguan penglihatan sebelum, selama atau setelah migrain.

Bentuk aura sendiri bisa bermacam-macam. Sensasi visual tersebut dapat berbentuk kilauan atau bintik-bintik. Biasanya, orang yang mengalami aura memiliki risiko stroke dua kali lipat. Untuk itu, kurangi kebiasaan merokok dan gaya hidup yang kurang sehat ya.

  1. Sakit kepala mendadak seperti disambar petir (thunderclap)

Sakit kepala ini bisanya muncul secara mendadak dan memuncak dalam satu menit. Sementara itu, meredanya butuh waktu berjam-jam, bahkan berhari-hari. Sakit kepala seperti disambar petir ini bisa jadi yang terburuk yang pernah kamu rasakan dalam hidup.

Hal ini pun bisa jadi gejala penyakit yang mengancam jiwa, yaitu pendarahan otak. Gak hanya sakit kepala, kadang pun disertai dengan muntah dan pingsan. Penyebabnya sendiri adalah kurangnya suplai darah di kelenjar pituitari, pembekuan darah atau robekan arteri yang mengarah ke otak. Jika mengalaminya, segeralah cari bantuan medis.

  1. Sakit kepala dengan nyeri meningitis yang membuat leher terasa kaku

Sakit kepala ini disertai dengan leher kaku, nyeri otot, demam, muntah, ruam dan sensitif terhadap cahaya. Jika mengalaminya itu berarti kamu mungkin menderita meningitis.

Penyebabnya adalah virus atau bakteri pada meningen atau selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Kamu perlu waspada dengan meningitis karena nyawa taruhannya.

  1. Sakit kepala karena adanya tumor pada otak

Sakit kepala juga bisa disebabkan oleh adanya benjolan atau tumor di otak. Meski begitu gejala ini cukup langka. Menurut American Brain Tumor Association (ABTA), sakit kepala karena tumor tak merespons obat sakit kepala biasa atau pun setelah beristirahat.

Sakit kepala ini memburuk saat bangun pagi dan disertai muntah-muntah. Untuk mengetahui dengan pasti bahwa sakit kepalamu disebabkan oleh tumor otak, kamu perlu mendiagnosisnya dengan magnetic resonance imaging (MRI). Untuk itu, segeralah mengunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan segera.

  1. Sakit kepala terus-menerus setelah mengalami cedera

Kamu perlu waspada jika setelah mengalami kecelakaan pada bagian kepala, kepalamu terasa sangat sakit. Bisa jadi itu tanda bahwa kamu mengalami gegar otak atau cedera otak traumatis.

Dikhawatirkan kerusakannya jangka panjang. Sakit kepala seperti ini biasanya terjadi setelah adanya genangan darah atau cairan muncul di tengkorak. Adapun gejala-gejala yang muncul, seperti mual, muntah, dan aura.

Itulah macam-macam sakit kepala berkepanjangan yang harus diwaspadai. Jika kamu mengalami salah satu dari sakit kepala berkepanjangan di atas, segeralah pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan. Dengan begitu, kemungkinanmu untuk sembuh akan semakin tinggi. Namun, jangan juga panik ya. Tenangkan dirimu dan jangan lupa berdoa. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

 

 

 

Tips Mudah Mengobati Migrain, Dijamin Manjur!

Tips Mudah Mengobati Migrain, Dijamin Manjur!

Akurasi.id – Sakit kepala sebelah atau migrain dapat terjadi sewaktu-waktu. Rasa sakit yang menusuk nan mengganggu dari migrain bisa membuat kita senewen dan lekas marah. Nyeri yang ditimbulkannya sering kali menyiksa, migrain dapat mengganggu aktivitas harian bila dibiarkan. Begini tips mudah mengobati migrain! Mudah untuk dilakukan.

Kebanyakan orang mungkin langsung mencari obat pereda nyeri untuk mengatasi migrain. Akan tetapi, tahukah kamu kalau ada banyak cara lain untuk meredakan migrain? Bila belum tahu, intip di sini tips mudah mengobati migrain dengan cepat tanpa obat. Dilansir dari idntimes.com, Selasa (07/09/2021). Yuk, catat atau langsung bookmark!

  1. Beristirahat di ruang gelap yang sunyi

Jika migrain menyerang, cobalah beristirahat di ruang yang gelap dan tenang. Dilansir Mayo Clinic, pasien migrain biasa mengeluhkan sensitivitas terhadap cahaya dan suara. Hal ini didukung oleh penelitian di Amerika Serikat (AS) yang diterbitkan di jurnal Nature Neuroscience tahun 2010.

Sensitivitas cahaya dan suara pada pasien migrain disebabkan oleh sel-sel pengindraan cahaya di mata yang disebut intrinsically photosensitive retinal ganglion cell (ipRGC). Selain respons pupil mata pada cahaya, ipRGC juga mengatur siklus tidur dan bangun manusia.

Paparan cahaya pada ipRGC dapat mengirimkan rasa sakit ke otak, dan menurut peneliti, inilah alasan mengapa pasien migrain jadi sensitif terhadap cahaya. Setelah masuk ke ruangan gelap, migrain ditemukan membaik setelah 20-30 menit.

  1. Kompres panas atau dingin pada leher

Kompres dapat membantu meredakan migrain. Panas atau dingin, yang mana efektif untuk migrain?

Dilansir Everyday Health, kompres dingin dikatakan efektif untuk migrain karena menciptakan efek mati rasa dan mengalihkan otak dari sakitnya migrain. Mengutip WebMD, kamu disarankan untuk meletakan kompres dingin selama 15 menit. Jika menggunakan kompres es, gunakan handuk untuk membalut es agar tidak melukai kulit.

Meski jarang digunakan untuk migrain, kompres panas biasa digunakan untuk mengurangi sakit kepala yang diikuti otot tegang atau sinus. Selain kompres, kamu juga bisa mandi air hangat untuk mengurangi rasa sakitnya.

  1. Minum banyak air

Menurut American Migraine Foundation (AMF), sekitar satu dari tiga pasien migrain mengeluhkan kekurangan cairan atau dehidrasi sebagai pemicu utama. Oleh karena itu, menjaga kadar cairan tubuh dapat membantu menanggulangi hingga mencegah migrain.

Kamu disarankan untuk langsung minum air putih untuk mengurangi durasi nyeri migrain. Bila setelahnya gejala nyeri berkurang, berarti memang kamu kurang cairan! Tidak harus air putih sebenarnya, kamu juga bisa minum air dengan campuran irisan lemon atau jeruk nipis, atau jus murni tanpa tambahan gula.

  1. Pijat kepala

Sakit kepala identik dengan pijat kepala sebagai solusi. Menurut keterangan dari National Center for Complementary and Integrative Health, pijat memang dapat membuat otot relaks. Oleh karena itu, pijat bisa jadi pengendali nyeri di beberapa kondisi, termasuk sakit kepala. Bagaimana dengan migrain? Sayangnya, ini tergantung pada individu.

Beberapa pasien migrain sensitif terhadap sentuhan atau allodynia, sehingga pijatan justru bisa memperburuk kondisi. AMF memperingatkan allodynia dapat membuat sentuhan normal seperti menyisir kepala atau tidur jadi amat menyakitkan. Kalau begini, lebih baik konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan solusi terbaik.

  1. Relaksasi

Dilansir Mayo Clinic, stres dan migrain biasanya saling berkaitan. Oleh karena itu, mengatasi stres dengan relaksasi bisa menjadi solusi. Istirahat, me-time, latihan pernapasan diafragma, dan melakukan hobi bisa amat membantu pasien migrain, lo!

Salah satu upaya untuk menghilangkan stres adalah dengan meditasi. Menurut studi di AS yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Internal Medicine pada Maret 2021 lalu, meditasi ditemukan dapat mengobati gejala migrain.

Selain meditasi, WebMD juga menyarankan metode relaksasi lain seperti yoga atau gerakan-gerakan peregangan. Akan tetapi, jika kamu juga menderita kejang urat, konsultasikan ke dulu  berkonsultasilah pada dokter sebelum melakukannya untuk mengatasi migrain.

  1. Menghirup wewangian lavender atau peppermint

Mencium wewangian tertentu dapat membuat relaks dan menanggulangi gejala migrain. Menurut sebuah riset di Iran yang dimuat dalam jurnal European Neurology tahun 2012, menghirup minyak esensial lavender selama 15 menit dapat mengurangi keparahan migrain.

Selain lavender, kandungan mentol dalam minyak esensial peppermint juga dikatakan efektif untuk pasien migrain. Menurut studi di Iran dalam International Journal of Clinical Practice tahun 2010, mengoleskan minyak peppermint ke dahi atau pelipis dapat meredakan gejala migrain seperti nyeri kepala, mual, dan sensitivitas terhadap cahaya.

  1. Olahraga

Berlawanan dengan anggapan umum, olahraga tidak memicu migrain. Malah, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), olahraga teratur dapat mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur, dua hal yang amat membantu pasien migrain.

Olahraga menghasilkan senyawa endorfin yang memblokir sensasi sakit. Bukan olahraga berat, kamu bisa mencoba untuk joging, renang, atau bersepeda secara teratur. Namun, bila serangan migrain datang, segera hentikan olahraga, terutama olahraga berat, karena bisa bikin rasa sakit makin menjadi-jadi.

  1. Konsumsi jahe secukupnya

Dipakai turun-temurun, jahe (mentah, teh, atau suplemen) menyimpan berbagai manfaat kesehatan. Salah satunya ternyata adalah untuk mengobati migrain. Menurut sebuah studi di Iran yang diterbitkan di jurnal Phytotherapy Research tahun 2014, jahe diketahui mampu mengurangi keparahan dan durasi gejala migrain.

Dikombinasikan dengan obat migrain lain, jahe tidak menyebabkan interaksi dan malah membantu mempercepat migrain mereda. Ini ditemukan dalam sebuah penelitian di Brasil yang dimuat dalam jurnal Cephalalgia tahun 2020.

  1. Konsumsi kafein secukupnya

Dilansir Mayo Clinic, kafein—baik dalam bentuk suplemen atau makanan dan minuman— dapat digunakan untuk mengobati gejala migrain dini. Bahkan, kafein dikatakan dapat meningkatkan efek obat sakit kepala jika dikombinasikan.

Akan tetapi, konsumsi kafein ini mesti hati-hati. Karena bila konsumsinya berlebihan, justru akan membuat sakit kepala makin menjadi-jadi. Selain bisa bikin susah tidur, kafein malah bisa memicu sakit kepala, sehingga menambah intensitas migrain. Amannya konsultasikan dulu ke dokter.

  1. Hindari konsumsi makanan tertentu, baik sebelum atau saat migrain

Perlu diketahui, beberapa makanan dapat memicu migrain pada beberapa orang. Makanan-makanan tersebut adalah:

  • Makanan yang mengandung nitrat seperti hot dog, daging delibacon, dan sosis
  • Cokelat
  • Keju yang mengandung tyramine, seperti bluefetacheddar, keju parmesan, dan Swiss
  • Alkohol, terutama anggur merah atau red wine
  • Makanan yang mengandung monosodium glutamat (MSG)
  • Makanan yang sangat dingin seperti es krim atau minuman es
  • Makanan olahan
  • Acar
  • Kacang polong
  • Buah kering
  • Produk susu seperti yoghurt

Di sisi lain, makanan bisa jadi pertolongan pertama untuk migrain. Menurut berbagai penelitian, migrain kerap dikaitkan dengan kekurangan magnesium. Jadi, kamu dapat menambahkan asupan magnesium untuk menanggulangi migrain, bisa lewat makanan berikut ini:

  • Kacang-kacangan seperti almon, kacang brasil, kacang mete, dan selai kacang
  • Biji-bijian seperti wijen dan biji bunga matahari
  • Havermut
  • Telur
  • Pisang
  • Alpukat
  • Susu

Itulah beberapa tips mudah mengobati migrain dengan cara alami dan tanpa obat. Selain gaya hidup sehat, perhatikan tingkat stres dan sering-seringlah menyenangkan diri sendiri agar migrain tidak datang lagi! (*)

Editor: Yusva Alam