Tag Archive for: Gerd

7 Penyakit Ini Sering Dikira Serangan Jantung

7 Penyakit Ini Sering Dikira Serangan Jantung

Akurasi.id – Walaupun nyeri dada adalah salah satu gejala mencolok dari serangan jantung, tetapi tidak semua nyeri dada timbul karena masalah pada jantung. Ada pula beberapa penyakit yang bisa mengakibatkan ketidaknyamanan di dada, sehingga sering dikira serangan jantung.

Berikut ini akan dibahas beberapa penyakit yang sering dikira serangan jantung karena timbulnya gejala nyeri dada, yang telah dirangkum dari berbagai sumber. Dilansir dari idntimes.com, Jumat (08/10/2021).

  1. Costochondritis

Menurut sebuah tinjauan di jurnal American Family Physician tahun 2009, diperkirakan sekitar 13 hingga 36 persen orang dewasa yang datang ke ruang gawat darurat dengan keluhan nyeri dada akut didiagnosis dengan costochondritis, yakni kondisi peradangan di mana tulang rusuk bertemu dengan tulang rawan.

Umumnya, costochondritis disebabkan oleh infeksi virus hingga cedera dada. Orang yang mengalaminya biasanya merasakan jenis tekanan pada dinding dada dan kelembutan saat menekan area tersebut.

Diagnosis costochondritis dilakukan dengan memeriksa riwayat kesehatan pasien dan pemeriksaan fisik. Untuk nyeri dada akibat costochondritis, rasa sakitnya biasanya menghilang dalam beberapa hari atau minggu. Konsumsi obat penghilang nyeri yang dijual bebas juga dapat membantu.

  1. Pankreatitis

Pankreatitis akut adalah peradangan mendadak pada pankreas, yang terletak tepat di belakang perut. Salah satu gejalanya adalah nyeri perut hebat yang bisa menjalar hingga ke dada. Rasa sakit akibat pankreatitis terasa dalam dan intens.

Menurut National Institutes of Health, pankreatitis sering terjadi saat batu empedu memicu peradangan di pankreas. Saat individu didiagnosis dengan pankreatitis, ia mungkin harus mendapatkan perawatan di rumah sakit selama beberapa hari untuk mendapatkan antibiotik, cairan infus, dan obat pereda nyeri. Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan darah, CT scan, atau USG.

  1. Penyakit arteri koroner

Dikutip dari laman Health, penyakit arteri koroner ialah suatu jenis penyakit yang terjadi pada jantung sebagai akibat dari menumpuknya plak di arteri yang memasok darah ke jantung. Lama-lama, timbunan kolesterol yang menumpuk di dinding arteri dapat menghalangi aliran darah dan menyebabkan nyeri dada.

Penyakit arteri koroner dapat menyebabkan serangan jantung mendadak, gagal jantung, dan aritmia jantung. Apabila seseorang didiagnosis dengan penyakit arteri koroner, dokter mungkin akan menjadwalkan untuk operasi bypass.

  1. GERD

Gastroesophageal reflux (GERD) terjadi saat isi perut, termasuk asam lambung, naik ke kerongkongan. Menurut US Enviromental Protection Agency, asam lambung memiliki pH sekitar 2, berada di antara asam baterai dan cuka. Karena asam lambung sangatlah asam, maka ketika asam lambung naik ke kerongkongan, ini dapat menyebabkan sensasi terbakar di belakang tulang dada (heartburn).

Refluks asam sesekali cukup umum dan sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika kamu mengalaminya dua kali seminggu atau lebih, kamu mungkin menderita GERD.

Apabila tidak diobati, GERD dapat memicu asma, kemacetan dada, dan kondisi yang disebut kerongkongan Barrett, yang dapat meningkatkan risiko individu mengembangkan jenis kanker yang langka.

  1. Herpes zoster

Herpes zoster merupakan jenis infeksi virus yang biasanya menyebabkan ruam yang menyakitkan, tetapi juga dapat menyebabkan nyeri dada, menurut NJ Cardiovascular Institute. Bahkan, nyeri dada akibat herpes zoster dapat berkembang sebelum ruam muncul.

Nyeri dada yang terkait dengan herpes zoster sering terasa seperti nyeri yang tajam. Ruam mungkin muncul beberapa hari setelah individu merasakan nyeri dada.

  1. Fraktur atau ketegangan otot

Tulang rusuk yang memar atau patah, bersama dengan fraktur kompresi, dapat memicu nyeri dada. Individu yang mengalami kerusakan tulang umumnya mengalami rasa sakit yang hebat pada saat cedera.

Aktivitas fisik yang berat dapat menyebabkan otot dan tendon di sekitar tulang rusuk dan dada meregang. Regangan ini kemudian bisa memicu peradangan dan menyebabkan nyeri dada. Jika rasa sakit bertambah parah dengan aktivitas, itu mungkin karena otot yang sakit.

  1. Perikarditis

Dilansir Mayo Clinic, perikarditis ialah pembengkakan dan iritasi pada jaringan tipis yang mengelilingi jantung. Perikarditis kerap memicu nyeri dada yang tajam dan terkadang disertai gejala lainnya. Nyeri dada terjadi ketika lapisan perikardium yang mengalami iritasi saling bergesekan.

Perikarditis umumnya ringan dan dapat hilang tanpa pengobatan. Perawatan untuk kasus yang parah dapat melibatkan obat-obatan dan operasi. Semakin cepat perikarditis didiagnosis dan diobati, maka risiko komplikasi jangka panjang dapat dikurangi.

Memang, nyeri dada tidak selalu menandakan masalah jantung. Namun, sebaiknya segera temui dokter bila kamu mengalami nyeri atau ketidaknyamanan di dada. Nantinya, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya dan memberi penanganan yang tepat. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

 

 

 

7 Aktivitas Terlarang Penderita GERD

7 Aktivitas Terlarang Penderita GERD

Akurasi.idGastroesophageal reflux disease atau yang lebih dikenal dengan GERD adalah penyakit kronis yang terjadi saat asam lambung atau empedu mengalir ke saluran makanan dan mengiritasi lapisan. Salah satu gejala khas dari GERD adalah heartburn atau rasa perih pada dada. Ada aktivitas terlarang penderita GERD yang wajib dihindari.

Ini adalah kondisi yang dapat memengaruhi hidup. Dengan adanya GERD, individu mungkin perlu berhenti makan beberapa makanan favorit. Heartburn yang biasa dirasakan pasien GERD juga dapat mengganggu tidur, bahkan bisa mengganggu konsentrasi untuk bekerja dengan baik.

Untuk mencegah kekambuhan gejala, penting untuk mengetahui apa yang tidak boleh dilakukan alias pantangannya. Berikut ini akan dibahas beberapa aktivitas terlarang penderita GERD yang harus dihindari oleh individu dengan GERD. Dilansir dari idntimes.com, Senin (27/09/2021).

  1. Jangan makan terlalu banyak

Makan berlebihan akan memperbesar perut dan meningkatkan tekanan ke atas terhadap sfingter esofagus bagian bawah, suatu katup antara kerongkongan dan perut. Hal ini dapat menyebabkan heartburn atau nyeri ulu hati.

Menurut keterangan dari National Institute of Health (NIH), untuk mencegah heartburn, individu dengan GERD sebaiknya makan enam makanan dalam porsi kecil setiap hari daripada tiga kali tapi dalam porsi besar. Dengan begitu, perut tidak akan terlalu penuh dan mencegah produksi asam lambung yang berlebihan.

  1. Jangan makan terlalu cepat

Saat kamu makan dengan sangat cepat atau terburu-buru, ini akan membuat sistem pencernaan lebih sulit bekerja sebagaimana mestinya, menurut studi dalam Turkish Journal of Gastroenterology tahun 2013. Akhirnya, ini bisa menyebabkan masalah pencernaan dan meningkatkan risiko munculnya heartburn.

Beberapa tips yang bisa kamu terapkan untuk membantu makan dengan perlahan di antaranya:

  • Letakkan garpu dan sendok saat sedang mengunyah.
  • Kunyah makanan dengan baik sebelum ditelan.
  • Kunyah 20 kali atau hitung sampai 20 detik sebelum suapan berikutnya.
  • Gigit makanan dengan ukuran kecil.
  1. Hindari makanan pemicu

Beberapa makanan dapat menyebabkan heartburn saat dikonsumsi oleh individu dengan GERD. Salah satu alasannya karena beberapa makanan dapat membuat perut memproduksi terlalu banyak asam. Kadang, makanan tertentu juga bisa menyebabkan asam lambung kembali naik ke kerongkongan yang menyebabkan rasa perih.

Menurut NIH, beberapa makanan yang perlu dihindari penderita GERD adalah:

  • Gorengan
  • Daging tinggi lemak
  • Saus krim
  • Produk susu
  • Cokelat
  • Permen
  • Minuman berkafein
  • Minuman berkarbonasi
  • Alkohol
  • Makanan pedas
  • Buah sitrus
  • Produk berbahan tomat
  1. Jangan langsung berbaring setelah makan

Berbaring saat perut penuh dengan makanan dapat menyebabkan isi perut menekan sfingter esofagus bagian bawah lebih keras, meningkatkan kemungkinan makanan refluks.

Berdasarkan keterangan dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, kamu bisa mencoba kiat-kiat ini:

  • Makan malam maksimal dua hingga tiga jam sebelum tidur.
  • Jangan ngemil larut malam.
  • Jangan makan malam dengan porsi terlalu banyak.
  1. Jangan tidur dengan posisi datar

Berbaring datar dapat menekan isi perut ke sfingter esofagus bagian bawah yang menyebabkan ketidaknyamanan. Ada baiknya kamu tidur dengan posisi kepala lebih tinggi dari perut, dengan demikian gravitasi akan membantu mengurangi tekanan ini.

Kamu bisa mengangkat kepala dengan beberapa cara, di antaranya:

  • Tempatkan balok atau apa pun yang kokoh dan aman di bawah kasur di bagian kepala.
  • Kamu juga bisa menggunakan beberapa bantal di bawah kepala dan bahu untuk mengangkat kepala saat tidur.
  1. Jangan merokok

Jika kamu merokok, kamu harus segera menghentikannya. Sebab, studi dalam jurnal Missouri Medicine tahun 2018 menyebutkan bahwa merokok dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, salah satunya heartburn, yang utamanya berlaku untuk orang-orang dengan GERD.

Berikut adalah beberapa alasan merokok dapat memperparah gejala GERD:

  • Mengurangi produksi air liur: air liur dapat meredakan heartburn dengan memandikan kerongkongan dan mengurangi efek asam yang direfluks ke kerongkongan dengan mencucinya kembali ke perut.
  • Perubahan asam lambung: merokok bisa meningkatkan produksi asam lambung dan pergerakan garam empedu dari usus ke lambung.
  • Gangguan fungsi sfingter esofagus bagian bawah: merokok dapat melemahkan dan mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah, yang merupakan katup di persimpangan antara kerongkongan dan lambung. Apabila bagian ini tidak bekerja dengan baik, isi lambung dapat naik kembali ke kerongkongan.
  • Kerusakan pada kerongkongan: merokok dapat melukai kerongkongan sehingga lebih rentan terhadap kerusakan dari refluks asam.
  1. Jangan membiarkan stres berlarut-larut

Menurut studi dalam jurnal Digestive Diseases and Sciences tahun 2013, stres dapat menyebabkan perilaku yang memicu heartburn. Selama stres, rutinitas akan terganggu, sehingga kamu mungkin tidak mengikuti rutinitas normal dalam hal makanan, olahraga, dan obat-obatan.

Mengingat stres secara tidak langsung dapat menyebabkan mulas, penting untuk menemukan cara mengurangi stres. Cobalah metode relaksasi seperti latihan pernapasan, meditasi, terapi menulis, atau berolahraga.​

Jadi, untuk kamu yang memiliki masalah dengan GERD, pastikan kamu menjauhi semua hal untuk mencegah gejala yang tidak nyaman dan mengganggu aktivitasmu. (*)

Editor: Yusva Alam