Tag Archive for: Batuk

Cara Alami Meredakan Batuk akibat COVID-19

Cara Alami Meredakan Batuk akibat COVID-19

Akurasi.id – Salah satu gejala umum dari COVID-19 adalah batuk terus-menerus. Batuk itu sendiri merupakan refleks tubuh untuk membersihkan debu, dahak, dan iritan lainnya dari paru-paru dan tenggorokan. Biasanya batuk akibat COVID-19 berupa batuk kering yang cukup parah, walaupun pada beberapa kasus batuk berdahak juga bisa terjadi. Karenanya perlu tahu cara meredakan batuk akibat covid-19.

Setelah pulih atau dinyatakan sembuh dari COVID-19 sekalipun, gejala batuk mungkin masih dirasakan oleh beberapa penyintas selama beberapa waktu dan tetap bertahan untuk waktu yang tidak bisa ditentukan.

Sering kali batuk akibat infeksi virus corona SARS-CoV-2 ini bisa bikin frustrasi karena tak kunjung berhenti. Nah, berikut ini ada beberapa cara alami yang bisa dilakukan untuk meredakan batuk akibat COVID-19 yang bisa kamu coba, dilansir dari laman idntimes.com, Kamis (19/08/2021).

  1. Melakukan teknik kontrol pernapasan

Cara pertama untuk meredakan batuk adalah dengan melatih pernapasan. Melakukan teknik kontrol pernapasan yang tepat baik untuk menormalkan pola pernapasan dan meningkatkan efisiensi otot-otot pernapasan, termasuk otot diafragma yang memiliki peran besar dalam pernapasan. Ini bertujuan agar pengeluaran energi saat bernapas menjadi lebih sedikit, iritasi pada jalan napas berkurang, mengurangi kelelahan, dan meredakan sesak napas.

Lebih spesifik, laporan berjudul “Management of post-acute covid-19 in primary care” dalam British Medical Journal menjelaskan bahwa orang yang bergejala batuk harus duduk dalam posisi tertopang dengan baik, serta menarik dan mengembuskan napas dengan perlahan.

Tarik napas melalui hidung, lalu embuskan lewat mulut. Lakukan teknik pernapasan ini dalam kondisi dada dan bahu relaks, serta biarkan perut mengembang. Teknik ini dapat dilakukan sepanjang hari dalam waktu 5-10 menit atau lebih lama.

Beberapa teknik pernapasan untuk meredakan batuk di antaranya pernapasan diafragma, menarik napas panjang dan lambat, pernapasan bibir mengerucut, dan teknik pernapasan dalam yoga.

  1. Meredakan batuk berdahak

Dahak merupakan cairan yang diproduksi sebagai bagian dari mekanisme pertahanan normal tubuh. Ini merupakan salah satu cara yang dilakukan paru-paru dan saluran udara agar tetap bersih. Meski telah sembuh dari COVID-19, tubuh mungkin masih memproduksi dahak, napas lebih berisik dari biasanya, dan mungkin sesekali masih merasakan sesak napas.

Menurut keterangan dari National Health Service (NHS), latihan pernapasan akan membantu membersihkan dahak secara efektif dan efisien guna mengatasi batuk berdahak. Ini cara melakukannya:

  1. Duduk tegak dan nyaman.
  2. Tarik napas dalam-dalam perlahan melalui hidung dan tahan di bagian atas selama 3 hitungan (jika bisa), kemudian lepaskan perlahan dari mulut. Ulangi langkah ini sebanyak 3-4 kali sebelum berlanjut ke langkah ketiga.
  3. Bernapas dengan lembut dan santai selama 20-30 detik (kontrol pernapasan).
  4. Ulangi langkah kedua dan ketiga sebanyak tiga kali.
  5. Tarik napas dalam-dalam perlahan melalui hidung, kemudian embuskan udara dengan cepat melalui mulut. Lakukan langkah ini sampai terdengar bunyi seperti “huff” saat mengembuskan napas.

Setelah sampai pada tahap kelima, ulangi kembali siklus pernapasan ini sebanyak 3-4 kali, sampai kamu merasa dahaknya telah berkurang atau hilang.

Kadang siklus ini bisa menyebabkan pusing. Bila kamu mengalaminya, berikan waktu yang cukup pada langkah ketiga, yakni saat mengontrol pernapasan menjadi lebih tenang. Kemudian, pada langkah kelima, melakukan “huff” harus dilakukan dengan embusan napas pendek atau tidak terlalu lama. Bila pusing berlanjut, berhenti melakukan siklus pernapasan ini.

  1. Menjaga tubuh tetap terhidrasi

Minum air yang cukup setiap harinya sangatlah penting untuk membantu meredakan batuk COVID-19 maupun batuk apa pun. Air dapat membuat tenggorokan menjadi lembap dan nyaman. Minumlah air sedikit demi sedikit sepanjang hari, jangan dilakukan sekaligus, untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Bila sudah mulai batuk, minumlah sedikit cairan. Biasanya, hanya diperlukan beberapa teguk saja untuk menghilangkan batuk, tetapi kadang perlu minum lebih banyak untuk mengendalikannya.

Melansir NHS, bila tidak ada air di sekitar kamu, cobalah menelan ludah berulang kali jika sedang batuk. Sebab, menelan ludah dapat memiliki efek yang mirip dengan meneguk air.

  1. Minumlah minuman hangat

Minum minuman yang hangat dapat melegakan tenggorokan, membuat tubuh tetap terhidrasi, dan memecah lendir yang mungkin ada di tenggorokan atau saluran napas bagian atas. Minuman hangat yang baik adalah teh, kaldu, madu, atau lemon.

Sedikit madu yang dipadukan dengan teh juga dapat meredakan sakit tenggorokan. Namun, madu tidak disarankan untuk anak yang usianya di bawah 1 tahun.

  1. Menghirup uap

Menghirup uap dapat menambah kelembapan pada tenggorokan dan hidung. Uap akan menenangkan sakit tenggorokan dan membuka saluran udara, sehingga kita akan lebih mudah untuk bernapas.

Cara melakukannya juga cukup mudah. Kamu bisa menuangkan air panas ke dalam mangkuk atau baskom, kemudian posisikan kepala di atas mangkuk untuk menghirup uap yang dikeluarkan. Menutup kepala dan mangkuk dengan handuk juga bisa dilakukan agar lebih nyaman.

Menggunakan uap dari pancuran air panas, pelembap udara, alat penguap, atau alat lainnya juga dapat digunakan.

  1. Berkumur dengan air garam

Melansir University of Maryland Medical System, air garam mungkin dapat membantu meredakan sakit tenggorokan. Caranya adalah dengan mencampurkan satu sendok teh garam dan satu gelas air hangat, aduk, lalu gunakan larutan tersebut untuk berkumur. Ingat, jangan ditelan, ya! Setelahnya, jangan lupa untuk disinfeksi wastafel setelah selesai.

Walaupun cara ini belum terbukti secara ilmiah, tetapi banyak orang yang melaporkan kondisinya membaik setelah melakukannya.

  1. Berhenti merokok

Menurut British Lung Foundation (BLF), berhenti merokok adalah salah satu cara terbaik untuk melindungi diri dari infeksi virus. Bahkan, manfaatnya bisa langsung terasa setelah berhenti merokok selama 24 jam!

BLF menyarankan, agar sukses berhenti merokok, carilah dukungan dari orang-orang terdekat. Kemudian, melakukan perawatan untuk berhenti merokok dengan bantuan dokter juga dapat meningkatkan peluang hingga tiga kali lipat untuk berhasil terlepas dari jerat rokok.

Penelitian dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menjelaskan bahwa merokok berhubungan atau berpengaruh terhadap peningkatan keparahan penyakit dan risiko kematian pada pasien COVID-19.

  1. Hindari hal-hal yang memicu batuk

Menurut NHS Inform, beberapa hal yang dapat memicu batuk adalah:

  • Lingkungan berasap
  • Penyegar udara
  • Lilin beraroma kuat
  • Parfum atau deodoran yang kuat

Batuk akibat COVID-19 mungkin bisa bikin frustrasi karena rasa tidak nyaman yang ditimbulkannya. Semoga dengan melakukan beberapa cara di atas bisa membantumu meredakan batuk akibat covid-19 tersebut.

Bila batuk tak kunjung membaik, atau makin parah, sebaiknya periksakan diri ke dokter agar bisa diperiksa secara menyeluruh dan mendapat penanganan yang tepat. (*)

Editor: Yusva Alam

Sulit Tidur Karena Asma, Ini Cara Mengatasinya

Sulit Tidur Karena Asma, Ini Cara Mengatasinya

Sulit Tidur Karena Asma, Ini Cara Mengatasinya

Asma yang kambuh pada malam hari dapat mengganggu kualitas tidur. (sehatq.com)

Akurasi.id, Bontang – Asma kambuh pada malam hari dapat menyebabkan sulit tidur. Padahal untuk sembuh dibutuhkan waktu tidur dan istirahat yang cukup. Batuk asma pada malam hari atau asma nokturnal memiliki gejala, seperti sesak dada, sesak napas, batuk, dan mengi yang dapat memengaruhi kualitas hidup di siang hari.

Sulit tidur karena asma bisa jadi masalah yang serius. Ketika Anda kurang tidur, tubuh bisa kelelahan di siang hari. Pada anak-anak, kondisi ini akan menyebabkan kesulitan belajar, berkurangnya rentang perhatian atau konsenstrasi, dan perubahan suasana hati. Sedangkan pada orang dewasa hal ini menyebabkan penurunan kinerja dan risiko kecelakaan.Menurut National Sleep Foundation, orang yang menderita asma nokturnal cenderung memiliki asma yang lebih parah. Semakin parah asma, maka semakin tinggi risiko kematian.

Penyebab asma kambuh pada malam hari

Belum dapat dipastikan penyebab asma kambuh pada malam hari, namun faktor-faktor berikut diperkirakan berkontribusi besar, yaitu:

  • Posisi berbaring saat tidur
  • Peningkatan produksi lendir
  • Peningkatan drainase dari sinus atau sinusitis. Selama tidur, saluran pernapasan cenderung menyempit, bahkan menyebabkan peningkatan resistensi aliran udara. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan drainase dari sinus. Akhirnya hal ini memicu asma pada orang yang memiliki saluran pernapasan yang sensitif.
  • Penurunan kadar hormon epinefrin yang membantu rileks dan memperlebar saluran pernapasan
  • Tingginya hormon histamin, yaitu senyawa dalam sistem kekebalan tubuh yang dapat memicu reaksi alergi
  • Respons yang tertunda dari paparan alergen pada siang hari.
  • Paparan alergen seperti tungau debu di kasur pada malam hari
  • GERD. Jika Anda sering merasa mual, refluks asam lambung yang naik melalui esofagus ke laring dapat memicu kejang bronkial. Terkadang, asam lambung akan mengiritasi bagian bawah esofagus dan menyebabkan saluran pernapasan menyempit.
  • Stres psikologis yang memengaruhi kualitas tidur
  • Udara di kamar yang terlalu dingin karena suhu AC yang rendah. Suhu yang dingin dan hilangnya kelembapan udara juga jadi pemicu batuk asma di malam hari.
  • Obesitas dan kelebihan lemak

Cara mengatasi batuk asma pada malam hari

Seperti asma biasa, tidak ada obat yang dapat menyembuhkan asma nokturnal. Kondisi ini adalah kondisi kronis yang harus dirawat jangka panjang. Salah satu perawatan yang terpenting adalah pengobatan steroid hirup yang dapat mengurangi peradangan dan gejala asma lainnya. Anda diharuskan menggunakan steroid hirup setiap hari jika Anda menderita asma di malam hari.Minum obat oral juga dapat membantu meringankan gejalanya. Bronkodilator kerja cepat juga dapat mengurangi batuk asma di malam hari.Cara lain untuk mengatasi asma nokturnal adalah dengan mengobati faktor-faktor yang mungkin menjadi penyebabnya. Berikut beberapa metode yang bisa Anda gunakan jika sulit tidur karena asma:

  1. Meminimalkan stres

Jika penyebabnya adalah stres, maka kelola stres dengan cara relaksasi, seperti yoga atau menulis jurnal. Jika Anda memiliki kondisi klinis, seperti gangguan kecemasan atau depresi, obat-obatan tertentu mungkin akan membantu.

  1. Obati GERD

Anda dapat mengurangi gejala GERD dengan menghindari makanan berlemak tinggi, mengurangi kafein, menghindari makanan pedas, dan makan di waktu yang sama setiap hari. Jika tidak membantu, hubungi dokter untuk pengobatan.

  1. Menjaga berat badan

Obesitas merupakan faktor risiko asma nokturnal dan GERD. Penting untuk Anda mengonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang. Memulai rutinitas olahraga juga dapat dilakukan untuk mencapai berat badan optimal.

  1. Hindari alergen

Tungau debu di kasur dapat memperburuk gejala batuk asma di malam hari. Oleh karena itu, cuci selimut dan sprei secara berkala akan sangat membantu.

Penulis/Editor: Yusva Alam