Posts

Ini Penyebab Kenapa Obat Tidak Boleh Diminum dengan Pisang

Ini Penyebab Kenapa Obat Tidak Boleh Diminum dengan Pisang

Akurasi.id – Saat mengonsumsi obat, beberapa orang biasa menggunakan pisang untuk mempermudah menelan obat. Faktanya, pisang tidak disarankan untuk dikonsumsi dengan obat-obatan, lo!

Mengapa demikian? Untuk tahu jawabannya, yuk, simak penjelasannya di bawah ini kenapa obat tidak boleh diminum dengan pisang!

  1. Mengonsumsi buah-buahan

Mengonsumsi buah menjadi salah satu pola hidup sehat yang baik untuk kesehatan. Namun, buah-buahan tertentu tidak disarankan digunakan bersamaan dengan beberapa obat-obatan.

Hal tersebut disebabkan adanya interaksi obat dan makanan yang dapat mengganggu kerja obat. Beberapa makanan harus dihindari ketika menggunakan obat karena menimbulkan interaksi obat, menurut laporan berjudul “Food and Drug Interactions” dalam Journal of Lifestyle Medicine tahun 2017.

Jadi, untuk mengetahui apakah obat yang kamu minum mengalami interaksi dengan beberapa makanan atau obat tertentu, jangan ragu untuk bertanya kepada apoteker.

  1. Pisang

Beberapa orang menggunakan pisang bersama dengan obat untuk memudahkan ketika menelan obat. Namun, penting untuk menghindari menggunakan pisang bersama obat-obatan karena pisang mengandung mineral yang dapat berinteraksi dengan obat.

Dijelaskan pada laman GoodRx, pisang merupakan buah yang tinggi potasium atau kalium. Potasium bermanfaat dalam menjalankan fungsi sel otot jantung dan menjaga jantung tetap berdetak. Selain itu, potasium juga berperan dalam menjalankan fungsi normal saraf dan menjaga kesehatan otot.

  1. Obat yang berinteraksi dengan pisang

Beberapa obat, seperti golongan angiotensin II receptor blockers (ARB) dan angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors, yang digunakan sebagai obat penurun tekanan darah meningkatkan kadar potasium dalam tubuh. Selain obat tersebut, ibuprofen dan naproxen juga diketahui dapat meningkatkan kadar potasium dalam tubuh.

Dilansir Cleveland Clinic, jika menggunakan obat golongan ACE inhibitor atau ARB, dokter biasanya akan melakukan pengecekan kadar potasium secara berkala. Selain itu, saat menggunakan obat tersebut juga disarankan menghindari makanan yang mengandung potasium, seperti pisang, jus jeruk, dan pengganti garam yang mengandung potasium.

  1. Interaksi obat dengan pisang

Beberapa obat tertentu mempunyai efek meningkatkan kadar potasium, jika digunakan bersama dengan pisang yang juga mengandung potasium, maka kadar potasium dalam tubuh akan makin tinggi.

Kadar potasium yang terlalu tinggi menyebabkan detak jantung menjadi tak beraturan, bahkan kemampuan jantung dalam berdetak menjadi menurun atau yang disebut dengan gagal jantung, seperti dijelaskan pada Journal of Lifestyle Medicine.

Jika mengalami kesulitan bernapas, nyeri dada, detak jantung tak beraturan, bingung, atau kelemahan otot, segera konsultasikan ke dokter, mengutip WebMD.

Selain pisang, hindari juga mengonsumsi obat bersama buah dengan kandungan potasium tinggi lainnya seperti jeruk.

  1. Yang harus dilakukan

Penting untuk mengetahui obat dan makanan yang tidak boleh digunakan bersama dengan obat yang hendak diminum agar tidak berinteraksi. Untuk mencegah timbulnya interaksi obat, maka hindari penggunaan pisang bersamaan dengan obat.

Adanya senyawa yang terdapat dalam pisang dapat berinteraksi dengan obat yang diminum. Maka, konsumsi obat disarankan menggunakan segelas air putih agar efek obat optimal dan tidak membahayakan tubuh.

Beberapa obat seperti obat penurun tekanan darah, obat anti radang, dan lainnya dapat berinteraksi dengan pisang menyebabkan kadar potasium makin tinggi. Kadar potasium yang terlalu tinggi dalam tubuh akan menimbulkan aritmia jantung atau detak jantung yang tidak beraturan. Jika kamu biasa menelan obat dan diminum dengan pisang, yuk, mulai ubah, biasakan menggunakan air putih agar tidak terjadi interaksi obat. (*)

Sumber: Idntimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

Tips Praktis, 5 Cara Mencegah Kanker Mulut

Tips Praktis, 5 Cara Mencegah Kanker Mulut

Akurasi.id – Pernah dengar kanker mulut? Memang, angka kematian akibat kanker mulut tidak lebih besar dibandingkan angka kematian lainnya. Terkadang, kanker mulut tidak terdeteksi di stadium awal. Seperti sebuah celengan yang jika sudah penuh tinggal dituai hasilnya, kanker mulut pun seperti itu.

Kanker ini lebih umum ditemui pada laki-laki daripada perempuan. Apalagi, beberapa ahli mengutarakan bahwa penderita kanker mulut sudah mulai merambah dewasa muda (usia 20-an dan 30-an). Untungnya, dengan perkembangan teknologi di bidang medis, kanker ini dapat diobati.

Meski tersedia pengobatan untuk kanker mulut, tetapi cara terbaik adalah dengan mencegah kanker berkembang. Apa saja cara mencegah kanker mulut? Intip di bawah ini, ya!

  1. Berkunjung secara rutin ke dokter gigi

Apakah yang kamu pikirkan saat berkunjung ke dokter gigi?

  • Gigi bersih?
  • Napas lebih segar?
  • Rongga mulut yang lebih sehat?

Semuanya benar, kok! Namun, apakah pernah terpikir olehmu bahwa kunjungan rutin ke dokter gigi dapat mencegah berkembangnya kanker mulut?

Karena bidangnya berkaitan dengan mulut, dokter gigi lebih sering mendeteksi kanker mulut pertama kali. Oleh karena itu, dengan rutin mengunjungi dokter gigi, kamu dapat mencegah atau mendeteksi kanker mulut lebih dini.

Dokter gigi mungkin akan merujukmu ke spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) atau spesialis bedah kepala dan tenggorokan. Selain pencegahan melalui dokter gigi, kamu juga dapat menjaga kebersihan rongga mulut dengan menggosok gigi dan flossing secara teratur.

  1. Hindari rokok

Kamu ingat pesan yang tertulis di setiap iklan rokok atau bungkus rokok? Intinya, bahkan produsen rokok pun telah memperingatkan bahwa merokok dapat merusak kesehatan. Salah satu akibatnya adalah kanker mulut.lustrasi peringatan tentang bahaya merokok

Baik perokok aktif ataupun pasif, kamu lebih rentan terhadap kanker mulut. Merokok dapat menyebabkan munculnya seriawan putih keabuan di rongga mulut.

Seriawan tersebut dinamakan leukoplakia dan ini bersifat karsinogenik. Jadi, kamu harus segera menjauhkan diri dari rokok dan asap rokok yang sama bahayanya untuk mulutmu.

  1. Hindari konsumsi alkohol berlebih

Sama seperti merokok, minuman beralkohol juga berbahaya bagi mulut. Makin tinggi kadar alkohol dan jumlah gelasnya, makin tinggi pula risiko kanker mulut.

Alkohol dapat menyebabkan tubuh lebih rentan terhadap kanker, salah satunya adalah kanker mulut. Apalagi, mulut adalah organ pertama yang “menyambut” cairan alkohol.

Menurut penelitian oleh National Institutes of Health, mereka yang mengonsumsi 3,5 liter alkohol per hari lebih memiliki kemungkinan dua hingga tiga kali lipat terkena kanker mulut. Risiko akan makin tinggi kalau kamu minum alkohol sambil merokok.

  1. Mendapatkan vaksin HPV

Bukan hanya untuk perempuan, laki-laki pun juga sangat disarankan untuk mendapatkan vaksin humanpapilloma virus (HPV). Terlebih saat usia laki-laki dalam rentang 40-50 tahun, mereka rentan terkena HPV16 yang menjadi faktor utama penyebab kanker mulut. Seperti yang ditekankan di awal, kanker mulut kadang memiliki gejala yang minimal. Saat sudah parah, baru makin tampak atau terasa gejalanya.

Bagi laki-laki, disarankan untuk mendapat vaksin HPV saat berumur 11 hingga 26 tahun, saat belum aktif secara seksual. Jika sudah divaksinasi HPV, kamu tidak perlu khawatir terhadap HPV. Namun, sebagai langkah pencegahan, para lelaki disarankan untuk mempraktikkan seks aman, yakni dengan kondom dan tidak gonta-ganti pasangan.

  1. Lindungi mulut dari paparan sinar matahari

Di tengah pemanasan global dan bolongnya lapisan ozon, sinar dan radiasi matahari makin berbahaya. Karena kanker mulut dapat dipicu oleh radiasi ultraviolet (UV) dari matahari, mereka yang sering bekerja di lapangan lebih rentan terkena kanker mulut. Jika kulitmu rentan terbakar matahari, kamu juga harus melindungi bibirmu karena bibir juga memiliki sensitivitas yang sama seperti kulitmu yang lain.

Disarankan agar kamu menghindari paparan sinar matahari mulai pukul 10 pagi hingga 2 siang. Gunakan lip balm dengan SPF saat kamu sedang berada di luar. Atau, kamu bisa menggunakan topi untuk menutupi wajahmu dari sinar matahari.

Demikianlah beberapa cara mencegah kanker mulut yang bisa kamu upayakan. Ingat, walaupun sudah tersedia pengobatan kanker, tetapi yang jauh lebih baik adalah dengan mencegahnya. (*)

Sumber: Idntimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

Cegah Pikun dengan 5 Aktivitas Harian Ini, Bikin Otak Tetap Sehat

Cegah Pikun dengan 5 Aktivitas Harian Ini, Bikin Otak Tetap Sehat

Akurasi.id – Berapa pun usiamu, menjaga otak tetap sehat adalah hal penting. Orang dengan otak yang sehat dan tajam memiliki peluang hidup yang lebih sehat dan produktif.

Dilansir University of Michigan Health, otak menghasilkan zat yang bisa meningkatkan kesehatan tubuh. Sebagai contoh, endorfin merupakan zat penghilang rasa sakit alami, dan gamma `globulin yang menguatkan sistem kekebalan tubuh.

Masih dari sumber yang sama, penelitian memperlihatkan bahwa apa yang dihasilkan otak dan tubuh sangat bergantung pada perasaan, harapan, serta pikiran. Jadi, ketika seseorang sakit namun mempunyai pikiran positif, sikap positif, dan semangat, maka otak akan memproduksi lebih banyak zat yang membuat tubuh cepat pulih.

Lantas, bagaimana caranya membuat otak tetap sehat dan berpikiran tajam? Tidak sulit, kok. Cukup dengan lima aktivitas harian yang simpel, kamu dapat menjaga kesehatan otak. Yuk, simak penjelasan berikut!

  1. Hindari multitasking

Multitasking membuat seseorang membagi perhatiannya. Ini membuatmu sulit fokus yang nantinya bisa mengganggu pekerjaan atau belajar. Makin banyak kamu mengerjakan tugas dalam waktu bersamaan, makin sedikit tugas yang selesai.

Studi menunjukkan, saat otak terus-menerus bolak-balik melakukan banyak tugas bersamaan, terlebih yang memerlukan perhatian dan sulit dikerjakan, risiko kesalahan dan tidak efisien jadi tinggi. Kondisi ini bisa mengganggu fungsi otak bahkan berbahaya, seperti dilansir Cleveland Clinic.

  1. Olahraga

Bukan hanya tubuh, olahraga pun berdampak baik pada otak. Mengutip Prevagen, penelitian menemukan bahwa olahraga bisa melancarkan aliran darah ke otak. Ini memungkinkan koneksi antara saraf di dalam otak bekerja lebih baik.

Penelitian pun mengatakan bahwa olahraga bisa merangsang kreativitas, meningkatkan memori, dan membantu otak mencari solusi. Studi lain dalam laman yang sama juga menemukan bahwa olahraga bisa meningkatkan fungsi otak.

  1. Tertawa lepas

Stres bisa membuat otak melepaskan hormon kortisol sehingga seseorang jadi sulit berpikir jernih. Seiring waktu, tingkat stres yang makin tinggi membuat memori otak jadi bermasalah.

Kalau sudah begini, tak ada salahnya untuk menghilangkan stres dengan tertawa lepas. Kamu bisa menonton acara komedi atau bercanda dengan teman. Dilansir HowStuffWorks, ada penelitian yang menyebutkan bahwa tertawa lepas berpengaruh positif pada hampir semua bagian otak.

  1. Mengenal orang baru

Mengenal orang baru bisa meningkatkan fungsi otak sama seperti saat kamu bermain teka-teki silang atau puzzle. Dijelaskan dalam laman WebMD, aktivitas ini bisa melatih keterampilan ingatan jangka pendek dan konsentrasi.

Obrolan yang ramah selama 10 menit pada orang baru juga bisa memperkaya otak. Mendengarkan sudut pandang orang lain dan menempatkan dirimu pada posisinya juga bisa membuat otak berpikir dengan cara yang baru. Jadi, tidak ada salahnya untuk lebih ramah dengan orang lain, kan?

  1. Mendengarkan musik

Selain membuatmu makin waspada, mendengarkan musik juga bisa memperbaiki suasana hati dan meningkatkan memori. Ini karena satu nada dan nada berikutnya membuat musik bersifat matematika, struktural, dan arsitektural, seperti hasil penelitian yang dicatat dalam laman Johns Hopkins Medicine. 

Masih dalam penelitian yang sama, musik dengan genre yang berbeda dari yang sering didengar bisa menantang otak berpikir kreatif, lo! Meski tidak menyenangkan pada awalnya, otak akan berjuang untuk memahami hal baru itu.

Itulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kesehatan otak. Selain melakukan beberapa aktivitas di atas, kamu juga perlu tidur yang cukup dan rutin mengonsumsi makanan yang baik untuk otak. Seperti ikan, sayuran hijau, dan buah-buahan. Selamat mencoba! (*)

Sumber: Idntimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

Saat Angin Duduk Menyerang, Begini Cara Mengatasi Secara Dini dan Efektif

Saat Angin Duduk Menyerang, Begini Cara Mengatasi Secara Dini dan Efektif

Akurasi.idAngin duduk atau penyakit dengan nama kesehatan angina/angina pektoris ini merupakan salah satu penyakit berbahaya yang kerap dianggap remeh. Penyakit yang menyerang dada ini menimbulkan nyeri hebat karena jantung kekurangan pasokan darah. Angin duduk menyerang dengan tiba-tiba.

Dalam keadaan tertentu, angin duduk menyerang siapa pun dan kapan pun. Namun jangan khawatir, IDN Times sudah merangkum dari beberapa sumber tentang beberapa tips atau cara mengobati dan mengatasi angin duduk secara dini dan efektif yang bisa kamu coba. Simak selengkapnya dibawah ini ya!

  1. Hentikan segala aktivitas yang sedang dilakukan

Sangat penting untuk menghentikan semua aktivitas yang sedang dilakukan ketika gelaja angin duduk ini mulai terasa. Hal ini untuk meminimalisir gerakan tubuh agar meringankan otot jantung yang tengah bekerja keras memompa darah.

  1. Segera cek ke dokter

Jika gejala angin duduk seperti nyeri di dada mulai kamu rasakan, sebaiknya langsung datang ke rumah sakit atau puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

  1. Konsumsi obat pengencer darah

Salah satu obat yang dapat dikonsumsi untuk mengatasi penyakit angin duduk ialah obat yang mengandung nitroglycerin. Kandungan zat tersebut berfungsi sebagai penurun tekanan darah dan dapat mengendurkan pembuluh darah.

  1. Konsumsi obat pelebar pembuluh darah

Selain itu, jika obat dengan kandungan nitroglycerin tidak dapat kamu temukan, cobalah konsumsi obat lain yang dapat melancarkan aliran darah seperti aspirin.

Selain membantu melancarkan aliran darah dan melonggarkan penyumbatan yang terjadi, aspirin juga dapat mengatasi nyeri pada jantung.

  1. Oleskan minyak angin di beberapa bagian tubuh

Tidak hanya cara medis, ada juga cara tradisional yang ampuh meredakan nyeri ketika angin duduk menyerang, yakni dengan mengoleskan minyak angin di bagian perut, dada, pinggan, dan punggung. Selain itu, tempatkan 2 botol air hangat di bagian ulu hati agar angin dapat keluar.

  1. Gunakan jaket hangat dan selimut tebal

Jika dirasa angin yang terperangkap dalam tubuh tetap tidak keluar, cobalah meningkatkan suhu tubuhmu hingga mengeluarkan keringat. Menggunakan jaket hangat dan selimut tebal bisa menjadi salah satu pilihannya.

  1. Lakukan posisi telentang

Melakukan posisi telentang merupakan salah satu hal dasar yang harus dilakukan ketika gejala angin duduk mulai menyerang. Posisi menghadap ke atas ini dapat membantu menghilangkan stres dan menambah konsentrasi untuk mengendalikan detak jantung.

Dengan mengetahui cara mengatasi angin duduk secara dini dan efektif setidaknya dapat memperkecil risiko bertambah buruknya keadaan yang dialami. Angin duduk memang bukan jenis penyakit berbahaya yang dapat dideteksi sedini mungkin.

Demikianlah tips kesehatan ini berakhir semoga dapat bermanfaat untuk kamu yang memang sedang membutuhkan informasi ini.  (*)

Sumber: Idntimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

Dada Sakit saat Batuk? Kenali 8 Diantara Penyebabnya!

Dada Sakit saat Batuk? Kenali 8 Diantara Penyebabnya!

Akurasi.id – Dada sakit saat batuk sebetulnya sering terjadi, apalagi jika penyebabnya pilek atau flu biasa. Rasa sakit yang timbul pun berbeda-beda. Ada yang rasanya seperti ditusuk, berdenyut, dengan intensitas ringan hingga membuat seseorang kesakitan. Jika nyeri dibarengi gejala lain, khususnya demam atau susah bernapas, ada indikasi infeksi serius.

Gejala lain yang mungkin timbul berupa nyeri otot, badan lemas, batuk berlendir, serta mengi dan sulit bernapas. Biasanya kondisi ini tak perlu dicemaskan, kecuali nyerinya terus-menerus atau rasa sakitnya tak tertahankan. Jadi, kamu tetap harus tahu apa saja yang bisa bikin dada sakit saat batuk, sehingga tahu kapan harus ke dokter.

  1. Pleuritis

Kesulitan bernapas, baik napas biasa maupun saat tarik napas dalam-dalam, tentu bikin kamu khawatir, bukan? Menurut laporan dalam jurnal American Family Physician tahun 2017, kondisi ini disebut sebagai pleuritis (pleurisy). Kondisi ini mengacu pada radang pleura (membran yang menutupi paru-paru dan rongga dada).

Rasa sakitnya tajam dan bisa memburuk saat bernapas, bersin, atau batuk. Peradangan yang terjadi bisa bikin kamu sulit bernapas dan memicu batuk.

  1. Kelelahan pada otot

Dilansir Medical News Today, banyak otot yang terlibat saat kamu batuk, seperti di dada, punggung, dan perut. Batuk yang intens atau yang sudah berlangsung berhari-hari bisa menyebabkan kelelahan pada otot-otot tersebut. Akibatnya, timbul nyeri khususnya saat area yang terdampak dipijat.

Walaupun demikian, sulit untuk membedakan nyeri dada tersebut dengan jenis nyeri lainnya, misalnya akibat peradangan paru. Bila tidak yakin apa sumbernya, sebaiknya cek ke dokter.

  1. Pneumonia

Mengutip laman Healthline, pneumonia adalah infeksi di kantong udara paru-paru yang bisa disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur. Penyakit ini menyebabkan peningkatan produksi lendir yang memicu batuk. Bila batuk terus-terusan, tentunya akan menyebabkan nyeri dada.

Selain sakit di dada saat batuk, gejala pneumonia yang mesti tak boleh diabaikan adalah demam tinggi, menggigil, nafsu makan rendah, berkeringat, kelelahan, dan kebingungan.

  1. Asma

Peradangan yang terjadi pada asma menyebabkan penyempitan saluran udara, sehingga membuat kamu sulit bernapa serta menyebabkan batuk kronis pada beberapa orang.

Asma juga menyebabkan produksi lendir berlebih yang dapat memicu batuk. Nyeri dada biasanya terjadi setelah batuk. Kesulitan bernapas yang dirasakan adalah sesak napas.

  1. Asam lambung

Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah gangguan pencernaan yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Kondisi ini menyebabkan regurgitasi (naiknya asam ke tenggorokan atau mulut), mual, termasuk batuk. Gejala khasnya adalah heartburn, yakni sensasi terbakar di dada.

Mengutip Verywell Health, rasa sakit saat bernapas juga bisa dirasakan. Selain itu, GERD juga menyebabkan batuk kronis dan gejala lainnya yang bisa dengan mudah dianggap bersumber dari paru-paru.

  1. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) mengacu pada beberapa kondisi, termasuk bronkitis kronis dan emfisema, yang mengakibatkan saluran udara bengkak, meradang, dan terhambat. Penyakit ini bersifat progresif, yang artinya bisa memburuk seiring waktu.

Gejala utamanya adalah nyeri dada dan batuk. Beberapa penderita juga bisa mengalami napas pendek, sulit bernapas, mengi, kurang energi, dan peningkatan produksi lendir.

  1. Emboli paru

Emboli paru adalah bekuan darah yang bergerak ke paru-paru. Kondisi yang menyebabkan napas pendek, nyeri dada, dan masuk ini bisa berpotensi mengancam nyawa.

Adanya bekuan darah di paru-paru bisa terasa seperti serangan jantung dan penderitanya bisa mengalami batuk berdarah. Gejala lainnya yang harus diwaspadai meliputi kaki sakit atau bengkak, demam, berkeringat, pusing, dan rasa seperti ingin pingsan.

  1. Kanker paru

Bila mengalami batuk dan nyeri dada dalam jangka waktu lama dan penyebabnya bukan infeksi (seperti flu dan pilek), serta ada riwayat atau kebiasaan merokok, kanker paru harus diwaspadai. Apalagi juga timbul gejala seperti berat badan turun tanpa sebab, kelelahan, napas pendek, suara serak, mengi, hilang nafsu makan, dan merasa lemah.

Sebetulnya masih ada banyak lagi penyakit mungkin berkontribusi pada rasa sakit dada saat batuk. Walau seringnya bukan kondisi serius, tetapi kalau batuk tak kunjung sembuh, disertai nyeri dada, serta mengalami demam tinggi (39 derajat Celcius), kaki sakit atau bengkak, napas pendek, pusing, dan kelelahan, jangan tunda untuk pergi ke dokter.

Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, maka penyebab yang mendasarinya akan teratasi dan kamu akan cepat pulih! (*)

Sumber: Idntimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

Cara Efektif Turunkan Gula Darah untuk Cegah Diabetes

Cara Efektif Turunkan Gula Darah untuk Cegah Diabetes

Akurasi.id – Tingginya gula darah adalah salah satu masalah yang berpotensi menyerang para Millennials dan Gen Z. Bagaimana tidak, kini ada banyak makanan dan minuman kekinian yang tinggi gula. Mulai dari boba, kopi susu, kue, biskuit, permen, dan lain-lain.

Semakin banyak gula yang dikonsumsi, semakin lemah hormon insulin kita. Zat yang diproduksi pankreas itu bertugas untuk mengatur gula darah normal dengan mengubahnya menjadi energi.

Ketika insulin berkurang, gula pun menumpuk dan meningkatkan risiko diabetes. Kamu pasti tidak mau itu terjadi, kan? Kamu bisa mencegahnya dari sekarang, kok!

Berikut ini IDN Times telah merangkum dari berbagai sumber, bagaimana tips atau cara efektif  turunkan gula darah yang efektif dan dengan metode alami sehingga kamu aman dan mudah untuk menerapkannya.

  1. Kurangi konsumsi karbohidrat

Cara pertama yang perlu dilakukan untuk menurunkan gula darah adalah dengan mengurangi porsi karbohidrat harian. Pasalnya, karbohidrat akan terurai menjadi glukosa dan akhirnya meningkatkan kadar gula dalam darah.

Tak hanya itu, jumlah karbohidrat yang terlalu banyak juga dapat mengganggu fungsi insulin. Akhirnya, risiko diabetes tipe 1 dan 2 pun meningkat.

  1. Pilih karbohidrat yang tepat

Ada dua macam karbohidrat yang biasa kita konsumsi, yaitu simpel dan kompleks. Apa perbedaannya? Dilansir dari Medical News Today, gula adalah zat pembentuk utama dari karbohidrat simpel. Makanan yang banyak mengandungnya adalah nasi, pasta, dan produk susu.

Untuk karbohidrat kompleks, gula di dalamnya terikat dengan satu sama lain sehingga tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk menguraikan. Oleh karena itu, karbohidrat kompleks lebih aman dimakan sehari-hari. Contohnya adalah kentang, ubi, pisang, dan gandum.

  1. Tingkatkan konsumsi makanan berserat

Serat memiliki banyak manfaat untuk tubuh kita, salah satunya adalah mengontrol kadar gula darah. Menurut studi dari American College of Cardiology (ACC) tahun 2019, konsumsi makanan berserat dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2.

Namun kamu harus berhati-hati, salah mengonsumsi serat dapat berakibat sebaliknya. Sebaiknya cari makanan yang mengandung serat larut. Misalnya, oat, kacang-kacangan, sayur, buah, dan kacang polong.

  1. Pastikan tubuh terhidrasi

Sekitar 60 persen volume tubuh terbentuk dari air. Oleh karena itu, kita harus mencukupi kebutuhan air setidaknya delapan gelas per hari. Air pun bisa membantu kita mengontrol kadar gula darah.

Dilansir dari WebMD, sebuah studi menemukan bahwa mencukupi kebutuhan air dapat mengurangi risiko hiperglikemia (gula darah tinggi) sebesar 21 persen dalam jangka waktu sembilan tahun. Bagaimana bisa? Ternyata air bisa melarutkan gula untuk dibuang bersama dengan urine dan keringat.

  1. Konsumsi larutan cuka apel

Jika kamu tidak memiliki masalah dengan asam lambung, coba untuk minum larutan cuka apel. Sudah banyak studi yang membuktikan khasiatnya terhadap gula darah. Jurnal dari Attikon University Hospital Yunani tahun 2014 mengatakan bahwa cuka apel mampu memengaruhi hati untuk menurunkan produksi gula darah.

Bagaimana cara mengonsumsinya? Cukup tambahkan satu hingga dua sendok teh cuka apel ke dalam segelas air. Atau kamu juga bisa menambahkannya ke dalam dressing salad agar rasanya tidak terlalu kuat.

  1. Rutin berolahraga

Aktivitas fisik ternyata juga ampuh untuk menurunkan tingkat gula darah dalam tubuh kita. Bagaimana bisa? Menurut penjelasan dari American Diabetes Association, ketika berolahraga, insulin meningkat dan dapat digunakan sepenuhnya oleh otot. Akhirnya gula darah pun berkurang.

Ada banyak jenis olahraga yang bisa kamu coba. Di antaranya jogging, lari, bersepeda, berenang, atau bahkan mendaki. Aktivitas fisik yang ringan pun boleh asal dilakukan secara rutin setidaknya 30 menit per hari.

  1. Pintar-pintar mengontrol stres

Stres sebenarnya sulit untuk dihindari. Setiap hal yang terjadi di hidup dapat membuat kita merasakannya. Padahal stres tak baik untuk kesehatan, salah satunya adalah dapat meningkatkan kadar gula darah.

Bagaimana bisa? Dilansir dari Diabetes.co.uk, stres memengaruhi tubuh untuk mengeluarkan hormon adrenalin yang bisa meningkatkan glukosa di berbagai organ. Alhasil, zat tersebut pun akan masuk ke dalam darah. Hal ini bisa berbahaya bagi penderita diabetes.

Oleh karena itu, penting untuk memiiki kemampuan mengelola stres. Coba hindarkan dirimu dari pemicunya, perbanyak olahraga, meditasi, dan coba curhat dengan orang terdekatmu.

  1. Perbanyak konsumsi makanan-makanan ini

Ada banyak makanan yang ternyata bisa menurunkan kadar gula darah. Apa sajakah itu? Berikut ini di antaranya:

  • Segala jenis buah-buahan;
  • Segala jenis kacang;
  • Bawang putih;
  • Brokoli;
  • Sayuran hijau;
  • Yogurt, dan lain-lain.

Demikianlah langkah-langkah atau cara turunkan gula darah secara efektif dan sederhana untuk diterapkan. Yuk, segera terapkan dalam keseharian agar kita tetap sehat di masa depan. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba, ya! (*)

Sumber: Idntimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

Waspada! 10 Gejala Kanker Ginjal Ini Sering Tidak Disadari

Waspada! 10 Gejala Kanker Ginjal Ini Sering Tidak Disadari

Akurasi.id – Menurut American Cancer Society, hampir 74 ribu kasus tentang kanker ginjal diprediksi naik selama 2019. Tak tanggung-tanggung, kanker ginjal bisa menyerang laki-laki atau perempuan dan merupakan salah satu dari 10 kanker yang paling sering ditemukan pada manusia.

Agar lebih teliti dalam mengenali gejalanya dan berikut ini telah di rangkum dari berbagai sumber ulasan mengenai beberapa tanda atau gejala kanker ginjal yang harus kamu ketahui sedini mungkin. Cek selengkapnya di bawah ini ya!

  1. Apa itu kanker ginjal?

Kita semua terlahir dengan dua ginjal, organ tubuh berbentuk seperti kacang yang berada di bawah tulang iga di sisi kanan dan kiri tulang punggungmu. Ginjalmu terdapat tabung kecil yang memfilter semua kotoran dari dalam darahmu dan mengubahnya menjadi urin, tugas utama dari ginjal.

Jika ada permasalahan di tabung kecil ini, kondisi bisa semakin parah dan memicu kanker ginjal. Yang paling sering ditemukan adalan kanker sel ginjal pada tabung kecil ini.

  1. Apa penyebab kanker ginjal?

Kadang kanker ginjal bisa diturunkan dari orangtua ke generasi-generasi selanjutnya. Tapi biasanya, kebiasaan merokok adalah penyebab utamanya, satu-satunya mengurangi peluang terkena kanker ginjal adalah dengan mengurangi rokok.

Faktor lain adalah kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, dan penggunaan obat dalam jangka panjang.

  1. Tonjolan di perut, samping, atau punggung bawah

Tapi biasanya kita gak akan sadar ketika sel-sel kanker bertumbuh di ginjal. Karena ginjal terletak di tempat yang sangat dalam, orang biasanya tak akan merasakan adanya tanda-tanda di tahap awal kanker.

Jarang sekali ditemukan pasien yang terdapat tumor di ginjalnya, jika ini terjadi, mungkin ini adalah tahap awal kanker ginjal.

  1. Terlihat ada sesuatu dalam hasil tes yang telah dilakukan

Meski jarang bisa dideteksi di tahap awal, bukan berarti kanker selalu bisa diketahui di akhir. Kini orang bisa melakukan MRI atau ultrasound untuk mengungkap apakah mereka memiliki tumor dalam ginjal mereka.

Karena semakin diketahui lebih awal, maka penanganan akan semakin efektif.

  1. Nyeri punggung samping yang hampir tak terasa

Terkadang, orang bisa merasakan sakit yang menjepit sebagai salah satu tanda kanker. Rasa sakit ini tak kunjung sembuh dan harus segera ditangani oleh orang yang memang ahli. Jangan pernah membuat diagnosa sendiri berdasarkan internet karena tak akan membantu.

  1. Terdapat darah di air seni

Melihat adanya darah dalam air seni merupakan tanda yang tak boleh diabaikan. Kamu harus memperhatikannya dengan serius dan segera melakukan tes.

Mungkin air seni yang berdarah bisa jadi infeksi saluran kencing, tapi jika darah itu karena kanker ginjal, bisa jadi kankermu sudah memasuki stadium lanjut.

  1. Kelelahan hebat dan turunnya berat badan

Kelelahan, kurangnya nafsu makan, dan berat badan yang berkurang drastis adalah tiga tanda ketika kanker ginjal sudah memasuki stadium akhir.

Meski pun banyak faktor yang menyebabkan berat badanmu turun drastis, jika kamu merasa tak mengurangi porsi makan namun berat badanmu turun drastis, mungkin sudah saatnya kamu memeriksakan diri ke dokter.

  1. Tekanan darah yang tiba-tiba meningkat

Jika biasanya tekanan darahmu norma dan kemudian kamu tiba-tiba mulai merasa tekanan darahmu naik, bisa jadi itu salah satu tanda kanker ginjal.

Ginjalmu seharusnya membantu mengatur keseimbangan air dalam tubuh dan tekanan darahmu dengan melepaskan hormon bernama renin.

  1. Anemia

Salah satu alasan kamu lelah bisa jadi karena sel darah merah di tubuh rendah. Hormon lain yang dilepaskan ginjal—erythropoeitin—memicu sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah.

Kamu butuh sel darah merah untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh, ketika oksigen tak menyebar, tubuhmu akan kelelahan.

  1. Demam yang tak disertai flu atau infeksi lain

Setiap kali temperatur tubuh naik, itu adalah indikasi bahwa sistem imunmu sedang bertarung melawan penyusup. Bisa jadi itu virus, bakteri, atau mungkin tumor.

Kalau tiap malam kamu berkeringat atau merasa demam, mulailah mengecek temperatur tubuh. Jika demammu tak diikuti oleh batuk-batuk, bersin, atau nyeri otot, sebaiknya cek ke dokter.

Seperti kanker lainnya, hal ini tergantung pada saat ditemukan. Jika masih dalam tahap awal, 90 hingga 95 persen bisa disembuhkan dengan perawatan invasif.

Tapi jika kanker sudah ditemukan dalam keadaan stadium lanjut dan metastatik atau menyebar, kemungkinan 10 hingga 20 persen pasien akan hidup selama lima hingga 10 tahun.

Demikianlah ulasan mengenai gejala kanker ginjal yang tanpa disadari orang sehingga kamu harus mengetahuinya sedari dini. Jangan sampai terlambat ya, semoga artikel kesehatan ini dapat bermanfaat! (*)

Sumber: Idntimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

9 Cara Efektif Membasmi Jerawat di Punggung

9 Cara Efektif Membasmi Jerawat di Punggung

Akurasi.idJerawat adalah salah satu musuh terbesar kita. Kulit terasa tidak nyaman, sakit saat dipegang, apalagi jika tak sengaja tergaruk atau bergesekan dengan pakaian. Jerawat bisa tumbuh di bagian tubuh mana saja, umumnya di area wajah, seperti di sekitar hidung, dahi, pipi, dan dagu. Namun, jerawat juga bisa tumbuh di badan, paling sering di punggung. Mau tahu cara membasmi jerawat di punggung?

Dilansir Everyday Health, jerawat di punggung biasanya disebabkan oleh ketidakseimbangan hormonal. Mandi yang kurang bersih juga bisa membuat bakteri menumpuk di sana dan menjadi meradang.

Tenang, bukan hanya kamu, kok, yang mengalaminya. Ada beberapa cara untuk menghilangkan jerawat di punggung yang mudah dan bisa kamu lakukan sendiri di rumah.

  1. Pastikan kamu selalu mandi setelah berkeringat

Setelah menjalankan aktivitas berat seperti berolahraga, kamu harus selalu mandi. Pasalnya, keringat dan minyak berkontribusi besar terhadap munculnya jerawat. Pastikan juga kamu menggosoknya dengan rata dan menyeluruh. Jangan biarkan ada spot yang tertinggal.

  1. Hindari pemakaian baju yang terlalu ketat saat olahraga

Keringat adalah salah satu alasan utama kita berjerawat. Selain itu, baju yang kita gunakan ternyata juga memegang peran yang besar, lo! Sebaiknya hindari baju yang terlalu ketat saat berolahraga atau melakukan aktivitas yang menimbulkan keringat.

Dilansir The Healthy, baju yang ketat dapat mengunci pori-pori dan folikel rambut. Akhirnya, kelenjar keringat dan minyak pun tak dapat mengeluarkan cairannya. Inilah asal muasal dari peradangan yang menyebabkan jerawat.

  1. Sebaliknya, berolahraga tanpa mengenakan baju pun juga akan menimbulkan masalah

Jika kamu berpikir bahwa solusi dari poin nomor dua adalah dengan menanggalkan pakaian, kamu salah besar. Justru berolahraga tanpa memakai baju dapat membuat kulit punggung terpapar debu dan kotoran. Setelahnya, pori-pori akan tersumbat dan berjerawat. Jadi, solusi terbaik untuk hal ini adalah dengan menggunakan baju yang longgar.

  1. Gunakan produk kulit berbahan tea tree oil

Tea tree oil adalah kandungan produk kulit yang selalu bisa diandalkan untuk mengatasi jerawat. Khasiatnya sudah terbukti melalui penelitian bertahun-tahun. Studi yang dipublikasikan oleh National Center for Complementary and Integrative Health menunjukkan bahwa minyak tersebut memiliki kandungan antibakteri dan jamur.

Cara kerjanya adalah dengan mengurangi pembengkakan dan peradangan. Ada banyak produk perawatan kulit yang mengandung tea tree oil, kamu hanya perlu mencari mana yang cocok untukmu dan pilih produk yang berkualitas.

  1. Usahakan ikat rambut agar tidak mengenai punggung

Rambut yang panjang membutuhkan perawatan ekstra. Tidak hanya itu, kamu juga harus mencegahnya agar tidak mengenai punggung, terutama saat sedang berkeringat. Dilansir Healthline, hal itu dapat memicu munculnya jerawat.

Selain itu, sebisa mungkin cegah sampo dan kondisioner agar tidak mengenai kulit punggung atau setelahnya bilas hingga bersih. Sebab, bahan kimia yang dikandungnya dapat menyumbat pori-pori kulit di punggung.

  1. Ganti seprai dan sarung bantal secara rutin

Ketika kita tidur, tanpa disadari sel kulit mati dan minyak tubuh tertinggal di seprai dan sarung bantal. Ketika dibiarkan terus-menerus, mereka akan menumpuk dan akhirnya membuat kulit menjadi kotor. Jerawat pun tak dapat dihindari.

Hal yang sama juga berlaku untuk handuk, bra, dan piama. Dilansir The Healthy, gantilah sesering mungkin, maksimal seminggu sekali.

  1. Jaga pola makan

 “You are what you eat” adalah ungkapan yang tepat untuk hal ini. Terlalu banyak makan makanan yang berminyak dapat membuat kita berjerawat. Oleh karena itu, jaga pola makanmu.

Studi dari American Academy of Dermatology menyarankan agar kita menghindari makanan yang tinggi akan glikemik. Mereka akan meningkatkan kadar gula darah dan membuat jerawat jadi lebih parah. Contohnya adalah roti, kentang, pasta, dan nasi. Sebaliknya, perbanyak konsumsi sayur, buah, protein, dan biji-bijian.

  1. Gunakan cuka apel sebagai obat luar dan dalam

Cuka apel dikenal kaya akan manfaat, salah satunya adalah untuk mengatasi masalah jerawat. Kamu bisa menggunakannya sebagai toner. Semprotkan cairan tersebut ke bagian punggung yang berjerawat, atau gunakan kapas untuk mengaplikasikannya.

Selain itu, kamu juga bisa menjadikannya obat dalam. Cukup larutkan 1–2 sendok makan cuka apel ke dalam segelas air. Minumlah setiap hari jika kamu tidak ada masalah dengan asam lambung.

  1. Eksfoliasi 1–3 kali dalam seminggu

American Academy of Dermatology mengatakan bahwa pori-pori di punggung sebenarnya lebih besar daripada di wajah. Itulah kenapa punggung lebih rentan tersumbat kotoran dan berjerawat. Cara untuk membersihkannya adalah dengan melakukan eksfoliasi.

Gunakan scrub dengan asam salisilat untuk menghilangkan sel kulit mati serta membersihkan pori-pori yang tersumbat. Lakukan prosedur tersebut 1–3 kali seminggu. Jangan lebih dari itu, ya, agar kelembapan kulit tetap terjaga.

Nah, mudah sekali, kan, cara-cara menghilangkan jerawat di punggung di atas? Pastikan kamu mencobanya jika tak ingin terus tersiksa karena jerawat punggung yang membandel! (*)

Sumber: Idntimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

Cara Meneteskan Obat Tetes Mata dengan Benar

Cara Meneteskan Obat Tetes Mata dengan Benar

Akurasi.id – Rasanya hampir setiap orang pernah menggunakan obat tetes mata, ya? Namun, tak sedikit yang merasa takut atau khawatir saat akan meneteskannya ke mata. Akhirnya, obat malah gagal masuk ke mata dan jatuh ke area wajah. Kalau sudah begini, obat akan terbuang sia-sia dan kamu tidak akan mendapatkan manfaat dari obat tersebut.

Tak hanya itu, sebagian orang juga masih sering menganggap remeh obat tetes mata, yang akhirnya obat dipakai sembarangan. Nah, untuk memastikan penggunaan obat tetes mata dengan benar, cobalah untuk mengikuti tipsnya di bawah ini.

  1. Baca resep dokter

Sebelum meneteskan obat mata, hal terpenting yang perlu dilakukan adalah dengan membaca instruksi pada resep atau kemasan obat dengan teliti. Perlu diingat, beda kondisi mata yang dialami, maka akan beda pula pemberian jumlah dosis yang diteteskan pada mata.

Apabila kamu harus menggunakan lebih dari satu obat tetes mata, berilah jeda selama 3 hingga 5 menit. Selain itu, jangan lupa beri tahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang kamu gunakan. Jika ada alergi, beri tahu juga kepada dokter yang menanganimu. Ini penting untuk memastikan keamanan obat dan supaya obat tetes mata bisa bekerja dengan efektif.

  1. Lakukan persiapan, seperti mencuci tangan hingga bersih

Harus selalu diingat, mata adalah salah satu bagian tubuh yang paling sensitif. Jadi, kamu harus lebih berhati-hati. Jangan lupa untuk melakukan persiapan seperti mengumpulkan obat-obatan yang akan kamu gunakan di dekatmu. Ini bertujuan agar kamu tidak kesulitan untuk meneteskan obat tetes mata.

Lalu, jangan lupa untuk mencuci tangan hingga bersih! Jangan sampai kamu menggunakan obat mata dengan keadaan tangan yang kotor. Pastikan tidak ada sisa kotoran menempel di tangan dan keringkan dengan benar.

  1. Meneteskan obat tetes ke mata

Beberapa orang mungkin akan merasa sedikit takut ketika akan meneteskan obat ke mata. Jika kamu juga mengalami hal ini, coba ikuti langkah-langkah di bawah ini:

  • Miringkan kepala sedikit ke belakang dan lihat ke arah atas. Beberapa orang merasa terbantu untuk lebih fokus jika ia melihat satu titik di langit-langit. Jika kamu rasa cara ini masih belum efektif, cobalah letakkan gambar atau benda yang bisa membuatmu lebih fokus untuk melihat ke atas.
  • Gunakan satu tangan untuk menarik kelopak mata ke bawah. Hal ini akan membantu mata lebih mudah menangkap tetesan obat.
  • Pegang botol di atas mata, usahakan untuk menempatkan obat  sedekat mungkin dengan mata.
  • Jangan sampai ujung obat penetes mata menyentuh mata atau kelopak mata. Ini dapat membuat botol obat menjadi tempat bakteri untuk berkembang.
  • Tekan botol  dengan lembut. Usahakan untuk tidak berkedip saat sedang meneteskannya. Pastikan obat tetes sudah masuk ke dalam mata dengan baik.
  1. Cara mengatasi tangan yang bergetar

Tangan yang bergetar bisa menyulitkan kamu untuk meneteskan obat mata dengan benar. Biasanya tangan yang gemetar ini akibat kamu merasa takut atau khawatir saat meneteskannya.

Agar kamu bisa lebih mudah meneteskan obat ke mata, cobalah untuk meletakkan tangan di wajah. Ini akan membuat tangan menjadi lebih stabil. Bila tangan masih gemetar, kamu bisa menggunakan beban pada pergelangan tangan dengan bobot yang tidak terlalu berat, sekitar 1-2 kilogram. Beban ini akan mengurangi gemetar di tangan.

  1. Simpan obat tetes mata kembali ke tempatnya lalu cuci tangan

Setelah selesai menggunakan semua obat mata, pastikan untuk meletakkan kembali obat ke tempat yang bersih. Biasanya, pada aturan pakai akan ditulis jenis tempat yang sesuai untuk obat tersebut. Jadi, jangan malas untuk membaca aturan pakai yang tertera pada kemasan obat.

Lalu, jangan lupa untuk mencuci tangan hingga bersih! Banyak orang melupakan hal yang satu ini. Padahal, ini sangat penting. Jangan sampai kamu menyentuh makanan atau benda lain tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Itulah tips meneteskan obat mata dengan mudah dan benar. Kuncinya adalah kamu harus tenang agar obat bisa masuk ke mata dengan tepat dan manfaat yang kamu dapat pun optimal (*)

Sumber: Idntimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

Punggung Mulai Sakit, Waspada Gejala Awal Batu Ginjal

Punggung Mulai Sakit, Waspada Gejala Awal Batu Ginjal

Akurasi.idBatu ginjal disebabkan oleh faktor makanan, kondisi kesehatan yang sering disepelekan, hingga penyakit turunan. Batu tersebut bisa terbentuk karena berasal dari sisa zat-zat limbah di dalam darah. Zat limbah tersebut akan mengendap seiring waktu dan mengkristal di dalam ginjal. Sebenarnya bagaimana sih gejala awal batu ginjal dan dapat menyerang di usia berapa? Berikut ulasannya:

  1. Alami sakit perut dan punggung

Dilansir dari Healthline.com, ini merupakan gejala awal batu ginjal yang paling umum terjadi. Nyeri biasanya terasa di perut bagian samping, punggung bagian bawah, pinggang, selangkangan, hingga testis. Jika rasa nyeri itu semakin kuat, sebaiknya segera periksa ke dokter.

  1. Terasa mual hingga muntah

Penyakit batu ginjal juga menimbulkan rasa mual sampai muntah. Gejala ini umum dimiliki oleh semua penyakit, termasuk batu ginjal.

  1. Sering dan sakit ketika buang air kecil

Sering buang air kecil juga jadi gejala awal munculnya penyakit ini. Biasanya juga diikuti oleh rasa nyeri karena batu ginjal berpindah ke kandung kemih. Batu ginjal dapat mengiritasi dan menyebabkan organ terasa terbakar. Gejala ini juga bisa jadi merupakan gejala medis dari infeksi saluran kemih atau penyakit menular seksual.

  1. Urine berubah warna menjadi keruh dan baunya tak sedap

Dilansir dari mayoclinic.org, warna keruh (kecokelatan atau kemerahan) terjadi karena batu ginjal melewati saluran kemih, dan merusak tabung kecil yang membawa urine keluar dari tubuh. Segera ke dokter jika kondisinya sudah seperti ini.

  1. Selalu gelisah

Gejala awal batu ginjal adalah penderita sering kesulitan tidur dan gelisah. Kondisi ini bisa saja terjadi karena penderita sulit menemukan posisi tidur yang tepat.

  1. Muncul gejala flu dan demam

Batu ginjal yang terjebak di saluran kemih menyebabkan terjadinya gejala flu seperti demam, menggigil, mual dan kelelahan. Mungkin kamu akan mengira itu hanya flu biasa, padahal tidak.

  1. Buang air kecil disertai darah

Dilansir dari kidneyfund.org, pendarahan ketika mengeluarkan urine atau hematuria terjadi karena batu ginjal dan ureter. Darah yang terekskresi bersama urine ini membuat warnanya menjadi gelap.

Itulah gejala awal batu ginjal yang jarang disadari penderitanya. Kalau sudah muncul tanda-tanda seperti, sebaiknya periksa ke dokter ya. Mencegah sedini mungkin lebih baik sebelum membesar. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Idntimes.com