Tumbuh Gigi Bungsu, Apakah Harus Dicabut?

Tumbuh Gigi Bungsu, Apakah Harus Dicabut?

Akurasi.id – Apakah kamu pernah mendengar tentang gigi bungsu atau wisdom teeth? Ini adalah gigi yang tumbuh di gusi paling belakang dan merupakan gigi terakhir yang tumbuh. Menurut National Health Service (NHS), gigi bungsu biasanya tumbuh di akhir masa remaja atau di awal usia 20-an. Kondisi tumbuh gigi bungsu ini apakah perlu dicabut?

Problemnya, kadang ruang di mulut sudah penuh, sehingga gigi bungsu tidak bisa tumbuh dengan baik. Tak jarang, gigi bungsu muncul sebagian saja atau justru miring.

Lantas, apakah jika tumbuh gigi bungsu harus dicabut? Apa konsekuensinya jika tidak dicabut? Berikut penjelasannya dilansir dari idntimes.com.

  1. Apa itu gigi bungsu?

Gigi bungsu bukan fenomena langka. Biasanya, gigi bungsu tumbuh di bagian paling belakang mulut, bisa di rahang atas atau bawah. Bagi sebagian orang, gigi bungsu hanya sekadar gigi tambahan, tetapi beberapa beberapa orang lainnya ini bisa sangat menyakitkan.

“Gigi bungsu ini memang tumbuhnya paling terakhir atau paling bungsu. (Sebenarnya) sudah ada benihnya, tunggu waktunya saja dia tumbuh,” ujar drg. Liska.

Mengapa gigi bungsu banyak menyebabkan masalah? Mengingat tumbuhnya paling terakhir, ruang di mulut sudah penuh dari gigi yang muncul lebih dulu. Kemudian, ketika waktunya gigi bungsu tumbuh, hampir tidak tersisa tempat lagi.

  1. Apa gejala yang menyertai tumbuhnya gigi bungsu?

Jika ruang di mulut masih ada dan gigi bungsu tumbuh secara normal, tentu tidak akan menimbulkan masalah. Namun, situasi akan berbeda jika gigi bungsu tidak tumbuh dengan baik seperti miring atau mendesak gigi lainnya.

Menurut drg. Liska, gejala yang menyertai tumbuhnya gigi bungsu adalah muncul rasa sakit, yang menandakan adanya peradangan. Kemudian, muncul bengkak, yang berarti mulai ada infeksi.

“Setelah itu, kita kesulitan membuka mulut karena bengkak dan infeksinya sudah meluas. Kalau tidak bisa membuka mulut, berarti infeksinya sampai memengaruhi otot-otot,” terangnya.

  1. Kapan gigi bungsu harus dicabut?

Gigi bungsu tidak harus selalu dicabut. Menurut drg. Liska, jika gigi tumbuhnya bagus, tempatnya cukup, dan tidak ada keluhan, lebih baik dibiarkan saja. Yang dimaksud dengan “tumbuhnya bagus” adalah posisinya sudah betul di dalam lengkung rahang.

“Namun, jika hasil foto rontgen ternyata benih gigi bungsu tumbuhnya miring dan berpotensi mendorong gigi sebelahnya atau tidak ada tempat lagi di rahang, maka gigi bungsu akan diambil, meskipun belum ada keluhan,” ungkapnya.

American Dental Association menyatakan bahwa pencabutan gigi bungsu mungkin diperlukan jika kita mengalami nyeri atau rasa sakit, infeksi berulang, penyakit gusi atau kerusakan gusi yang luas, kerusakan gigi, hingga tumor dan munculnya kantung berisi cairan atau kista.

  1. Benarkah ada keterkaitan antara gigi bungsu dan penyakit jantung?

Ternyata, ada korelasi antara gigi bungsu dengan jantung. Ini berawal dari gigi bungsu yang tumbuh, tetapi tidak cukup ruang di mulut. Ini membuat gigi yang keluar hanya sebagian saja dan mengakibatkan infeksi atau bengkak.

Karena gigi tidak bisa tumbuh sempurna, gusinya akan menjadi longgar dan rawan menyebabkan penumpukan sisa makanan yang sulit dibersihkan. Lalu, terjadi peradangan gusi karena banyaknya bakteri.

Tidak berhenti sampai di situ, bakteri bisa masuk ke aliran darah yang mengarah ke jantung. Peradangan bisa menginfeksi lapisan dalam jantung dan menyebabkan stroke.

Ketika bakteri mencapai jantung, maka bisa menempel ke area yang rusak dan memicu peradangan. Dilansir Mayo Clinic, ini bisa menyebabkan endokarditis atau infeksi pada lapisan dalam jantung. Sementara itu, menurut American Heart Association, ini bisa menyebabkan aterosklerosis (pembuluh darah tersumbat).

  1. Seperti apa tahap demi tahap pencabutan gigi bungsu?

Penasaran, bagaimana tahap demi tahap pencabutan gigi bungsu? Pertama, kita akan diberi suntikan anestesi lokal untuk mematikan rasa di sekitar gigi. Lalu, gusi akan disayat kecil dan gigi dipotong kecil-kecil untuk memudahkan pencabutan.

Anestesi lokal akan bertahan kurang lebih 2-4 jam sebelum efeknya hilang. Setelah gigi berhasil dicabut, kita mungkin mengalami pembengkakan dan ketidaknyamanan yang berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu.

“Tapi sekali lagi, risiko itu kan bisa terjadi, bisa tidak. Dokter bedah mulut pasti akan mengusahakan yang terbaik supaya tidak terjadi cedera pada saraf, serta meminimalisir trauma dan luka,” jelas drg. Liska. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Idntimes.com

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *