6 Penyebab Sering Cepat Lapar walau Sudah Makan

6 Penyebab Sering Cepat Lapar walau Sudah Makan

Akurasi.id – Lapar adalah salah satu isyarat saat tubuh membutuhkan asupan makanan. Ini terjadi secara alami dan wajar. Namun, bagaimana jika kamu sering cepat lapar walau sudah makan? Apa penyebabnya?

Meskipun tidak terjadi pada hampir semua orang, tetapi kita tetap patut curiga karena mungkin saja ada masalah yang mendasarinya. Misalnya bisa menandakan gangguan kesehatan yang serius seperti diabetes, hepatitis, dan gangguan ginjal.

Dilansir dari laman idntimes.com, Selasa (30/08/2021), Inilah beberapa kemungkinan penyebab kamu sering cepat lapar walau sebenarnya sudah makan.

  1. Kurang tidur

Aktivitas yang padat membuat tubuh kita membutuhkan istirahat dan tidur yang cukup. Akan tetapi, beberapa orang cukup kesulitan untuk tidur yang cukup karena berbagai alasan. Padahal, tidur cukup juga dikaitkan dengan faktor dalam mengendalikan nafsu makan, lo!

Menurut sebuah laporan berjudul “Impact of sleep and sleep loss on glucose homeostasis and appetite regulation” yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Medicine Clinics tahun 2008, dijelaskan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan gangguan metabolisme glukosa dan peningkatan kadar insulin yang dapat meningkatkan risiko perkembangan diabetes.

Kurang tidur juga dikaitkan dengan perubahan hormon pengatur nafsu makan, leptin (hormon kenyang) dan grelin (hormon lapar), perubahan ini akan menunjukkan peningkatan nafsu makan yang dapat menyebabkan peningkatan asupan makanan dan penambahan berat badan.

  1. Kurang asupan serat

Mengonsumsi makanan dengan serat tinggi mampu membantu kita untuk merasa kenyang lebih lama. Ini karena makanan berserat tinggi memerlukan waktu yang lebih lama untuk dicerna. Karena itu, makanan berserat cocok untuk dikonsumsi saat sedang diet untuk menurunkan berat badan.

Kemampuan serat untuk menurunkan berat badan atau mengurangi kenaikan berat badan dapat memengaruhi dalam beberapa cara. Pertama, saat difermentasi di usus besar, serat mampu menghasilkan glucagon like peptide 1 dan peptide YY, yakni hormon yang berperan memicu rasa kenyang. Kedua, serat secara signifikan dapat menurunkan asupan energi.

  1. Tidak minum cukup air

Kita mungkin selalu lapar jika tidak meminum air yang cukup. Itu karena air memiliki sifat yang mampu mengurangi nafsu makan. Selain itu, kita juga mungkin salah mengira rasa haus sebagai rasa lapar. Air putih cukup berpotensi mengurangi nafsu makan bila dikonsumsi beberapa menit sebelum makan.

Menurut sebuah laporan dalam jurnal European Journal of Nutrition tahun 2015, dijelaskan bahwa minum 1-2 gelas air 30 menit sebelum makan terbukti dapat mengurangi asupan energi dan penurunan asupan kalori.

  1. Makan sambil menatap layar

Saat aktivitas cukup padat, kita sering kali terlalu fokus pada pekerjaan yang sedang kita kerjakan. Bahkan, beberapa kali harus kita makan sambil melakukan aktivitas lainnya seperti menatap layar komputer atau gadget.

Meskipun melakukan beberapa hal bersamaan bisa lebih efisien, tetapi makan sambil melakukan aktivitas lain bisa meningkatkan nafsu makan dan asupan kalori. Alasan utamanya karena makan sambil melakukan aktivitas lain membuat kesadaran kita tentang berapa banyak makanan yang dikonsumsi jadi berkurang.

Menurut sebuah laporan dalam jurnal The American Journal of Clinical Nutrition tahun 2013, makan dengan penuh perhatian dapat membantu seseorang untuk membatasi asupan makanan tanpa harus menahan asupannya. Ini mungkin sangat berguna bagi individu yang berusaha mempertahankan penurunan berat badan.

  1. Mengalami stres

Saat sedang stres, sering kali kita mengalami peningkatan nafsu makan, terutama pada makanan dengan kalori dan gula yang tinggi. Dilansir Harvard Health Publishing, kenaikan berat badan terkait stres terjadi akibat insulin dan tingkat kortisol yang tinggi. Efeknya, kita akan cenderung memakan makanan tinggi lemak dan manis secara berlebihan.

Setelah dicerna, makanan yang mengandung lemak dan gula memiliki efek umpan balik yang meredam respons dan emosi terkait stres. Ini karena adanya peningkatan insulin, kortisol, dan pelepasan hormon grelin.

  1. Makan terlalu cepat

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki kebiasaan makan dengan cepat memiliki nafsu makan yang lebih besar dan berlebihan, dibandingkan dengan mereka yang makan lebih lambat.

Dilansir Cleveland Clinic, saat kita makan, sinyal lapar harus berpindah dari usus ke otak kita. Sementara itu, otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mematikan keinginan makanan.

Jika seseorang mengonsumsi lebih banyak makanan dalam 20 menit sebelum mendapatkan sinyal kenyang, itu artinya ia makan berlebihan dan merasa sangat kenyang dan tidak nyaman.

Itulah beberapa penyebab kenapa seseorang bisa sering cepat lapar walau sudah makan. Istilah medis untuk kelaparan ekstrem seperti ini adalah polifagia. Jika kamu merasa lebih sering lapar, sebaiknya segera temui dokter untuk konsultasi dan mendapat penanganan lebih lanjut. (*)

Editor: Yusva Alam

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.