Ragam Jenis Cairan Infus yang Sering Digunakan Pasien

Ragam Jenis Cairan Infus yang Sering Digunakan Pasien

Akurasi.id – Pemberian cairan infus merupakan salah satu perawatan medis yang disediakan oleh rumah sakit pada pasien yang kehilangan cairan dan zat-zat makanan dalam tubuh. Perawatan medis ini dilakukan dengan cara mengaliri tubuh melalui selang dan jarum infus pada pembuluh darah. Mau tahu apa saja ragam jenis cairan infus yang sering digunakan pasien?

Pemberian cairan infus harus sesuai dengan aturan dokter dengan memperhatikan jenis dan jumlah cairan sesuai dengan kebutuhan pasien. Ada beberapa ragam jenis cairan infus yang sering digunakan oleh pasien dalam beberapa kondisi. Berikut ini jenis cairan infus dan fungsinya yang dapat kita simak penjelasannya. Dilansir dari idntimes.com, Jumat (24/09/2021).

  1. Cairan kristaloid

Cairan kristaloid merupakan cairan infus yang memiliki kandungan natrium klorida, natrium glukonat, natrium asetat, kalium klorida, magnesium klorida, dan glukosa. Cairan ini digunakan pada pasien dengan tujuan untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit, mengembalikan pH tubuh, menghindari dehidrasi dan dijadikan sebagai cairan resusitasi.

Ada beberapa jenis dalam cairan kristaloid, yakni cairan Saline, Laktat dan Dextrose. Semua cairan tersebut tentunya memiliki kandungan yang berbeda-beda tergantung pada kondisi pasien.

  1. Cairan koloid

Cairan koloid merupakan cairan yang memiliki kandungan molekul lebih banyak dibanding dengan cairan infus lainya. Umumnya cairan ini diberikan pada pasien yang menderita sakit krisis dan pasien yang telah melakukan operasi bedah. Cairan koloid juga memiliki berbagai jenis, termasuk cairan Gelatin, Albumin dan Dextran.

  1. Cairan asering

Cairan asering merupakan cairan yang diberikan pada pasien yang mengalami dehidrasi akibat shock hipovolemik dan asidosis, demam berdarah, trauma, luka bakar dan shock hemarogik serta dehidrasi berat. Kandungan dalam cairan asering ini adalah Na 130 mEq, Cl 109 mEq, Ca 3 mEq, K 4 mEq dan Asetat/garam 28 mEq.

Manfaat pemberian cairan asering pada pasien ini agar dapat menjaga suhu badan sentral pada anestesi dan insoflural terutama kandungan asetatnya yang sangat berguna bagi pasien yang telah melakukan operasi bedah. Selain itu cairan asering dapat meningkatkan tonisitas dan mengurangi risiko edema serebral.

  1. Cairan manitol

Cairan manitol merupakan cairan infus yang memiliki kandungan karbo, hidrogen dan oksigen (C6H14O6). Cairan ini memiliki banyak manfaat, yakni membantu menjaga tekanan intrakranial pada kondisi normal, memberikan peningkatan diuresis  pada pasien yang mengalami gagal ginjal dan membuat eksresi senyawa toksis menjadi meningkat.

Selain itu pemberian cairan ini sangat dianjurkan pada pasien yang sedang menjalani proses operasi prostat karena dapat melarutkan irigasi genitouriner sebelum operasi dilakukan.

  1. Cairan tutofusin ops

Cairan tutofusin ops merupakan cairan yang memiliki kandungan Natrium 100 mEq, Kalium 18 mEq, Kalsium 4 mEq, Sorbitol 50 gram, Klorida 90 mEq dan Magnesium 6 mEq. Kandungan tersebut memiliki manfaat yang sangat banyak bagi tubuh pasien, diantaranya memenuhi kebutuhan pasien akan air dan cairan elektrolit sebelum, sedang dan setelah operasi bedah dilakukan.

Cairan elektrolit tersebut dapat mencegah pasien dari dehidrasi dan memenuhi kebutuhan pasien akan makanan yang mengandung karbohidrat secara parsial.

Itulah lima jenis cairan infus yang sering diberikan pada pasien. Perlu diingat pemberian cairan infus ini tidak boleh sembarang karena dapat menyebabkan komplikasi berbahaya dan semuanya harus dilakukan dengan pengawasan dokter. (*)

Editor: Yusva Alam

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.