5 Penyebab Obesitas pada Anak, Hati-Hati Ya Bun!

5 Penyebab Obesitas pada Anak, Hati-Hati Ya Bun!

5 Penyebab Obesitas pada Anak, Hati-Hati Ya Bun!

Banyak penyebab obesitas pada anak. Salah satunya sering mengkonsumsi fast food. (freepik.com/rawpixel.com)

Akurasi.id – Obesitas adalah kondisi yang menggambarkan seseorang memiliki berat badan berlebih dan penumpukan lemak di tubuh. Kalori yang masuk tidak terbakar karena minimnya gerak fisik sehari-hari atau dengan olahraga. Obesitas tak cuma bisa dialami orang dewasa, tetapi anak-anak pun bisa terkena penyakit ini.

Anak-anak yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) pada tingkat yang sama atau lebih tinggi dari 95 persen dari kawan sebayanya dianggap mengalami obesitas. Obesitas pada anak merupakan ancaman kesehatan yang serius. Mereka berisiko mengalami sejumlah kondisi kesehatan kronis. Kesehatan yang buruk yang berasal dari obesitas masa kanak-kanak dapat berlanjut hingga dewasa.

Beberapa masalah kesehatan baik secara fisik maupun psikologis yang dapat mengancam anak obesitas antara lain: diabetes tipe 2, gangguan metabolik, peningkatan kadar kolesterol, peningkatan tekanan darah, hipertensi, gangguan jantung, gangguan pernapasan, dan tak banyak yang menjadi korban perundungan atau bullying.

Orang tua tentu harus memperhatikan perkembangan anak. Bila anak sudah menunjukkan tanda-tanda seperti kelebihan berat badan yang mengarah pada kegemukan atau obesitas, segera ubah pola makan anak.

Dilansir dari idntimes, Senin (21/06/2021), perlu juga diketahui berbagai faktor atau penyebab obesitas seperti yang akan dipaparkan berikut ini.

  1. Faktor genetik

Riwayat keluarga, faktor psikologis, dan gaya hidup semuanya berperan dalam obesitas anak. Anak-anak yang orang tuanya atau anggota keluarga lainnya kelebihan berat badan atau obesitas lebih cenderung akan mengembangkan obesitas pula.

Akan tetapi, penyebab utama obesitas pada masa kanak-kanak adalah kombinasi dari makan terlalu banyak dan terlalu sedikit beraktivitas fisik.

  1. Jarang berolahraga

Tidak cukupnya aktivitas fisik dapat menjadi penyebab lain dari obesitas pada anak. Olahraga membakar kalori dan membantu mempertahankan berat badan yang sehat. Anak-anak yang tidak didorong untuk aktif bergerak atau berolahraga akan kecil kemungkinannya untuk membakar kalori ekstra melalui olahraga, waktu di taman bermain, atau bentuk aktivitas fisik lainnya.

  1. Sering mengonsumsi fast food

Konsumsi makanan cepat saji atau fast food menjadi salah satu faktor obesitas dalam beberapa tahun terakhir. Banyak keluarga, terutama saat kedua orang tua yang bekerja di luar rumah, memilih makanan cepat saji karena disukai anak-anak dan gampang disajikan.

Menurut laporan berjudul “Childhood obesity: causes and consequences” dalam Journal of Family Medicine and Primary Care tahun 2015, makanan cepat saji cenderung mengandung jumlah kalori yang tinggi dengan nilai gizi yang sangat rendah.

  1. Konsumsi minuman manis berlebihan

Sebuah penelitian berjudul “Childhood obesity: trends and potential causes” yang diterbitkan dalam jurnal Future of Children tahun 2006 meneliti anak-anak usia 9-14 tahun dari tahun 1996-1998. Dari situ, ditemukan bahwa konsumsi makanan dan minuman manis meningkatkan BMI dalam jumlah kecil selama bertahun-tahun.

Minuman manis yang sering kita temukan di pasaran adalah salah satu faktor potensial penyebab obesitas. Contohnya adalah minuman bersoda, minuman kalengan, jus buah kemasan, dan masih banyak lagi.

Sudah ada banyak penelitian telah meneliti bahwa konsumsi minuman manis secara terus-menerus akan menjadi faktor penyebab kelebihan berat badan. Minuman manis dan dingin memang menyegarkan, tapi di dalamnya terkadung asupan kalori yang lebih tinggi.

  1. Camilan dalam porsi berlebihan

Mengonsumsi makanan dan camilan dalam porsi besar, selain sering ngemil makanan berkalori tinggi, juga berkontribusi pada asupan kalori yang berlebihan. Ketidakseimbangan energi ini dapat menyebabkan penambahan berat badan, dan akibatnya adalah obesitas.

Itulah beberapa faktor atau penyebab obesitas pada anak. Orang tua mesti memperhatikan pola makan dan aktivitas anak. Jadilah contoh yang baik bagi anak agar ia pun bisa menerapkan pola hidup yang sehat. (*)

Editor: Yusva Alam

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.