Jangan Diabaikan Penyebab Bau Mulut Pada Anak

Jangan Diabaikan Penyebab Bau Mulut Pada Anak

Akurasi.id – Siapa bilang hanya orang dewasa saja yang bisa mengalami bau mulut? Kenyataannya, beberapa anak juga mengalami hal yang sama. Sayangnya, tak jarang beberapa orangtua tidak terlalu memperhatikan bau mulut pada anak. Padahal sejak usia dini anak harus tahu bahwa bau mulut merupakan salah satu tanda bahwa ia tidak menjaga kesehatan mulut dengan baik. Orang tua harus tahu apa saja penyebab bau mulut pada anak.

Kira-kira apa saja penyebab bau mulut pada anak? sehingga bisa memiliki bau mulut yang tidak sedap? Berikut adalah lima penyebab yang wajib diketahui. Simak hingga akhir, ya.

  1. Tidak rajin menyikat gigi

Melansir Webmd, bau mulut juga dikenal dengan nama haliostis. Kondisi ini sangatlah umum terjadi pada balita. Sama seperti orang dewasa, salah satu penyebab bau napas pada anak dikarenakan jarangnya menyikat gigi.

Biasanya, anak yang tidak memiliki kebiasaan untuk rajin menyikat gigi akan memiliki bau mulut yang tidak sedap. Belum lagi jika ditambah dengan penumpukan plak, tentu akan semakin memperparah bau mulut pada anak.

  1. Infeksi dan penyakit lainnya

Mengutip Colgate, bau pada mulut anak juga bisa menggambarkan kondisi kesehatan anak. Beberapa gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan bau mulut pada anak, yaitu:

  • Sinus dapat menyebabkan cairan berkumpul di saluran hidung dan tenggorokan. Kondisi ini sangat sempurna bagi bakteri dapat tumbuh dan berkumpul. Jika anak memiliki sinus, orangtua harus sangat peka. Karena tanpa pengobatan yang tepat, sinus bisa sangat menganggu aktivitas anak sehari-hari
  • Amandel yang membengkak dapat menyebabkan bakteri berkumpul dan menyebabkan bau asam infeksi. Kedua hal ini dapat menyebabkan bau mulut pada anak. Jika amandel anak terlihat bengkak dan memerah, segeralah pergi ke dokter
  • Diabetes, infeksi perut, gagal ginjal, gangguan hati dan kanker mulut juga dapat menyebabkan bau mulut pada anak. Apalagi jika anak harus menjalani kemoterapi, maka bisa menyebabkan tumbuhnya jamur pada mulut dan menyebabkan bau mulut. Oleh karena itu, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter gigi agar bisa mengurangi bau mulut pada anak.
  1. Mulut kering

Ketika kurang minum mulut akan memiliki bau yang tidak sedap. Hal ini dikarenakan, tidak adanya air liur cukup untuk menyingkirkan bakteri yang ada di dalam mulut. Oleh karena itu, sangat penting bagi orangtua untuk selalu rajin memberikan air mineral yang cukup pada anak.

Mengutip Healthline, anak-anak yang bernapas melalui mulut pada saat tidur akan memiliki peluang yang lebih tinggi untuk mengalami bau mulut daripada anak-anak yang tidak bernapas melalui mulut. Bernapas dengan mulut dapat membuat mukosa mulut menjadi kering sehingga menyebabkan penurunan kadar air liur di dalam mulut.

  1. Mengonsumsi makanan yang dapat menyebabkan bau mulut

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa makanan akan sangat mempengaruhi bau mulut, misalnya bawang merah dan bawang putih. Selain itu, sering makan makanan manis juga dapat membuat mulut anak menjadi bau.

Melansir Webmd, makanan manis dapat merusak gigi pada anak. Ketika gigi membusuk akibat kandungan gula yang tinggi, maka mulut anak akan menjadi bau. Tak hanya itu, gigi anak juga bisa menjadi rusak dan sulit untuk makan dengan nyaman.

  1. Konsumsi minuman manis sebelum tidur

Jangan membiasakan anak untuk minum minuman manis sebelum tidur! Lebih baik untuk memberikan anak minum air mineral daripada minuman yang mengandung gula. Sekalipun ingin minum minuman yang mengandung gula, misalnya susu. Berilah jarak beberapa menit dan ingatkan anak untuk menyikat gigi sebelum tidur..

Melansir Healthline, minum minuman manis sebelum tidur akan semakin memperburuk bau mulut pada anak. Tak hanya itu, kesehatan gigi anak juga akan terganggu nantinya dan bisa membuat anak merasa kesakitan.

Memang bukanlah hal yang mudah untuk membuat anak rajin merawat kesehatan mulut. Namun sebagai orangtua, kamu harus bisa membuat kebiasaan baik bagi anak. Jangan sampai bau mulut yang anak miliki berlanjut hingga ia dewasa. Karena bukan hanya ia akan dijauhi oleh orang sekitar saja, tetapi kesehatannya pun bisa terganggu pula. (*)

Editor: Redaksi akurasi.id

Sumber: Idntimes.com

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.