9 Penyakit Paling Misterius dalam Sejarah Medis

9 Penyakit Paling Misterius dalam Sejarah Medis

Akurasi.id – Berbagai penyakit datang dan pergi dalam sejarah manusia. Namun, ada juga yang tetap ada hingga saat ini dan masih membuat manusia bertanya-tanya. Inilah daftar penyakit paling misterius dalam sejarah medis. Penasaran? Baca terus sampai habis!

  1. AIDS

Diketahui dunia pada 1981 lalu, acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) disebabkan oleh human immunodeficiency syndrome (HIV). HIV diduga pertama kali diketahui sebagai simian immunodeficiency virus (SIV) yang menjangkit primata non-manusia lalu berpindah ke inang manusia.

Seperti namanya, HIV/AIDS melumpuhkan sistem imun manusia sehingga tubuh jadi rentan terkena infeksi oportunistis. Sementara belum bisa disembuhkan secara permanen, pengobatan antiretroviral (ARV) bisa menjaga beban virus (viral load) rendah, sehingga mencegah komplikasi untuk para pasien HIV/AIDS.

  1. Penyakit Alzheimer

Sebagai salah satu bentuk paling umum dari demensia, penyakit Alzheimer adalah gangguan neurodegeneratif. Gejala yang paling umum adalah menurunnya kemampuan mengingat atau pikun yang kemudian berakhir pada penurunan fungsi tubuh secara keseluruhan serta kematian.

Beberapa penelitian mengemukakan bahwa penyebab utama Alzheimer, dari penumpukan plak amiloid di otak, cedera otak, depresi, hingga faktor gaya hidup. Namun, hingga saat ini, penyebab pasti dari penyakit yang dikaitkan dengan usia lanjut ini masih tidak diketahui secara pasti.

  1. Batuk pilek

Batuk pilek atau selesma adalah penyakit yang paling umum ditemukan pada manusia. Seperti namanya, gejala utama penyakit ini adalah batuk dan pilek, sakit kepala, sakit tenggorokan, malaise, dan demam. Bila imun sedang lemah, batuk pilek dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia.

Tercatat lebih dari 200 virus penyebab selesma, termasuk coronavirusrhinovirus, hingga adenovirus. Selain tidak ada vaksinnya, batuk pilek juga sebenarnya tidak ada obatnya. Sementara menjaga jarak dari pasien yang menunjukkan gejala batuk pilek dan menjaga kebersihan bisa mencegahnya, tetapi berbagai pengobatan hanya bisa meredakan gejala yang mengganggu.

  1. Pika

Pica atau pika adalah sebuah gangguan makan yang membuat seseorang makan sesuatu yang tidak lumrah. Misalnya tanah liat, abu rokok, serpihan tembok, dan lain-lain. Sementara pika sering dikaitkan dengan gangguan psikologis lain, beberapa ahli mengaitkannya dengan malnutrisi hingga anemia.

Jika dibiarkan, pika bisa berbahaya karena mengonsumsi benda-benda yang tidak lazim sangat berisiko untuk pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan. Hingga kini, penyebab pasti seseorang mengalami pika belum diketahui secara pasti.

  1. Autoimun

Gangguan-gangguan tubuh seperti, artritis reumatoid, multiple sclerosis, hingga lupus dimasukkan ke dalam kelompok gangguan autoimun. Kondisi autoimun adalah saat sistem imun tubuh yang seharusnya melindungi tubuh malah menyerang balik sehingga menyebabkan berbagai komplikasi fatal.

Sementara bentuk autoimun ada berbagai macam, satu hal yang pasti: autoimun tidak disembuhkan secara komplet. Berbagai pengobatan yang ada hanya dapat meredakan gejala.

Selain itu, penyebab pasti kondisi autoimun juga tidak diketahui. Namun, berbagai faktor risiko seperti paparan kimiawi hingga genetik diketahui dapat meningkatkan risikonya.

  1. Skizofrenia

Selain pika, skizofrenia adalah salah satu gangguan psikis yang tidak dapat dijelaskan. Skizofrenia umumnya ditandai dengan ketidakmampuan membedakan kenyataan dan fantasi, isolasi sosial, hingga menurunnya fungsi sosial pasien secara signifikan.

Hingga saat ini, skizofrenia sama sekali tidak diketahui penyebab pastinya. Akan tetapi, kombinasi faktor lingkungan, gaya hidup, dan genetik bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkannya. Pengobatan skizofrenia adalah dengan gabungan terapi obat antipsikotik, konseling, dan rehabilitasi sosial.

  1. Penyakit Creutzfeldt-Jakob

Penyakit Creutzfeldt-Jakob (CJD) adalah gangguan neurodegeneratif langka yang tidak dapat disembuhkan. Pada sapi, penyakit ini disebut sebagai “sapi gila” atau bovine spongiform encephalopathy (BSE) dan berakibat fatal. Dari gangguan memori, pasien CJD dapat mengalami koma hingga kematian dalam waktu setahun saja.

CJD sendiri disebabkan oleh sejenis protein bernama prion. Sebagian besar kasus CJD tidak diketahui penyebabnya dan tidak ada obat yang spesifik mengobatinya. Masalahnya, CJD tidak dapat dicegah. Jadi, jika seseorang memiliki riwayat CJD, lebih baik segera berkonsultasi dengan ahlinya.

  1. Sindrom kelelahan kronis (CFS)

Sindrom kelelahan kronis atau chronic fatigue syndrome (CFS) masuk ke dalam daftar penyakit paling misterius. Gejala CFS yang paling umum adalah rasa lelah sepanjang waktu. Saking parahnya, sindrom ini dapat membuat pengidapnya mengalami malaise dan tak mampu bangun dari tempat tidur.

Penyebab CFS tidak diketahui dan diagnosisnya hanya dengan mengeliminasi berbagai kemungkinan lainnya. Beberapa faktor seperti psikis, kelemahan imun, hingga kanker dapat memengaruhi risiko CFS. Tak ada pengobatan pasti untuk mengobati kondisi ini, hanya berfokus pada mengurangi gejala.

  1. Penyakit Morgellons

Penyakit paling misterius terakhir adalah Morgellons. Nama tersebut dicetuskan pada 2002 oleh Mary Leitao yang menolak diagnosis delusi parasitosis (delusi bahwa seseorang terinfeksi parasit) pada anaknya. Morgellons ditandai dengan kondisi kulit yang mirip luka dan pasien berpikir kalau serat pada luka tersebut mengandung parasit.

Akhirnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melakukan riset terhadap Morgellons pada tahun 2012. Hasilnya, tak ada parasit dan dari sampel luka. Serat pada luka tersebut adalah kapas yang menempel.

Itulah sembilan penyakit paling misterius di dunia medis. Percaya atau tidak percaya, dunia masih mencari jawaban dari sebagian besar penyakit dalam daftar ini. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Idntimes.com

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.