5 Kebiasaan Sepele Pemicu Masalah Kesehatan

5 Kebiasaan Sepele Pemicu Masalah Kesehatan

5 Kebiasaan Sepele Pemicu Masalah Kesehatan

Beberapa kebiasaan ini sangat sepele, tapi bisa memicu berbagai masalah kesehatan. (Istockphoto/andresr)

Akurasi.id — Tak cuma merokok, ada beberapa kebiasaan buruk lain yang dikenal berbahaya untuk kesehatan. Beberapa kebiasaan ini sangat sepele, tapi bisa menjadi pemicu masalah kesehatan.
Kesehatan tubuh secara keseluruhan dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari. Apa pun yang Anda lakukan, makan, dan minum bisa memberikan dampaknya terhadap kesehatan.

Dilansir dari cnnindonesia.com, Rabu (23/06/2021) anda pun dapat menghindari pemicu masalah kesehatan tersebut. Belum terlambat untuk memperbaiki kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut dan segera mulai menjalani hidup yang lebih baik.

1. Ngemil saat tidak lapar

Banyak orang punya hasrat ingin mencamil makanan sesuatu, meski perut tidak terasa lapar. Kadang camilan hadir untuk mengusir rasa kantuk.

Namun, kebiasaan ini sesungguhnya tak baik untuk kesehatan. Kebiasaan ini justru dapat menyebabkan makan berlebih, yang pada akhirnya memicu kenaikan berat badan serta meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, dan kondisi kronis lainnya.

Mengutip The Healthy, dengan memperhatikan sinyal lapar dan beralih ke camilan sehat, Anda dapat meningkatkan nutrisi, mengendalikan hasrat, dan menghindari penurunan energi.
“Makanlah karena Anda lapar, bukan karena Anda stres, bosan, marah, dan sedih. Dan selesaikan makanan saat Anda merasa sedikit kenyang, bukan kekenyangan,” ujar ahli gizi Kristin Kirkpatrick.

2. Berjemur tanpa tabir surya

Kanker kulit merupakan salah satu jenis kanker yang harus diwaspadai. Penyebabnya adalah paparan sinar matahari berlebih, yang bisa memicu peradangan dan membentuk sel-sel kanker.
Untuk itu, selaku kenakan tabir surya dengan kandungan SPF saat Anda berada di luar ruangan. Lindungi tubuh Anda dari sengatan sinar matahari dengan topi, kacamata hitam, baju lengan panjang, dan celana panjang.

3. Sarapan saat tidak lapar

Tak ada istilah yang tepat untuk ‘melewatkan sarapan’. Studi di BMJ bahkan menunjukkan bahwa sarapan pagi belum tentu menjadi strategi yang baik untuk menurunkan berat badan. Kebiasaan ini justru diklaim dapat meningkatkan hasrat makan, yang pada ujungnya menambah berat badan Anda.
Untuk itu, Anda disarankan makan saat merasa lapar, termasuk soal sarapan.

4. Sering menggunakan obat painkiller

Jika tak digunakan dengan benar, obat painkiller atau penghilang rasa sakit yang dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan kecanduan opioid.

Efek samping dari NSAID atau obat anti-inflamasi nonsteroid yang dijual bebas bakal berpengaruh ke perut, seperti gangguan pencernaan hingga masalah yang serius seperti pendarahan di usus.

5. Menganggap makanan berlabel ‘nol lemak’ adalah aman

Banyak produsen makanan menggunakan label ‘nol lemak jenuh’ untuk mempromosikan produknya. Namun, Anda tak bisa begitu saja mempercayainya.

Ahli kesehatan, Barry A Franklin mengatakan, pemerintah Amerika Serikat (AS) mengizinkan label tersebut jika produk mengandung kurang dari 0,5 gram per porsi. “Banyak sekali yang mengandung 0,41 atau 0,49 gram lemak trans per porsi. Mengapa? Karena dengan itu, mereka bisa mencantumkan ‘nol lemak’ pada labelnya,” jelas Franklin, mengutip Eat This, Not That.

Padahal, seperti diketahui, Anda disarankan untuk mengonsumsi lemak trans tidak lebih dari 2 gram per hari. (.)

Editor: Yusva Alam

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *