Mitos Populer Penanganan Luka Ini Tak Bisa Dipercaya Lagi

Mitos Populer Penanganan Luka Ini Tak Bisa Dipercaya Lagi

Akurasi.id – Tak sedikit mitos populer penanganan luka yang justru memperlambat proses penyembuhan dan menyebabkan infeksi. Biar gak salah paham lagi, berikut ini penjelasan lengkapnya!

  1. Mitos 1: Mengoleskan pasta gigi pada luka bakar bertujuan agar cepat sembuh

Sebagian besar orang masih mengandalkan pasta gigi sebagai pertolongan pertama pada luka bakar. Padahal, ada berbagai bahan kimia dalam produk tersebut yang malah akan memperparah kondisinya.

Dilansir Healthline, kandungan sodium fluoride dalam pasta gigi akan memerangkap panas serta bakteri pada luka bakar. Akhirnya, kondisi ini membuat proses penyembuhan menjadi lebih lama serta menimbulkan infeksi.

Tak hanya pasta gigi, upaya pertolongan pertama dengan mengoleskan minyak atau mentega juga sama kelirunya. Sebab, tindakan ini hanya akan memperparah luka bakar serta memicu iritasi.

  1. Mitos 2: Luka kecil tak perlu diobati

Banyak orang yang memilih untuk mengabaikan luka kecil ketika mengalaminya. Alasannya, karena luka itu dianggap bisa sembuh dengan sendirinya. Faktanya, pernyataan ini hanyalah sekadar mitos belaka.

Dilansir Kids Health, meskipun hanya goresan kecil, luka tetap bisa menjadi jalur masuk ideal bagi bakteri. Tanpa perawatan yang tepat, akhirnya luka malah akan berpotensi mengalami infeksi. So, jangan abaikan luka kecilmu lagi, ya!

3.Mitos 3: Membasuh luka dengan air laut akan mempercepat proses penyembuhan

Air laut memang memiliki kandungan garam yang tinggi. Oleh sebab itu, banyak orang yang menganggap jika membasuh atau merendam luka terbuka di dalamnya dapat membersihkan kuman dan mempercepat proses penyembuhan luka.

Sayangnya, pernyataan ini merupakan suatu kesalahpahaman. MedicineNet menyebutkan jika air laut berpotensi mengandung sejumlah mikroba, seperti cacing, parasit, ataupun ameba yang dapat menimbulkan infeksi.

Alih-alih sembuh, kondisi ini bisa memperlambat proses penyembuhan bahkan memperparah luka. So, bila kamu ingin berlibur ke pantai namun memiliki luka. Maka, tunda dahulu sampai lukamu telah benar-benar sembuh.

4.Mitos 4: Luka yang dibiarkan terbuka akan lebih cepat kering

Banyak yang percaya jika luka akan lebih cepat sembuh apabila dibiarkan terbuka begitu saja. Sayangnya, tindakan ini justru malah memperlambat proses penyembuhan luka, lho. Pasalnya, luka yang terbuka lebih rentan terkena infeksi akibat kuman dan bakteri yang masuk.

Selain itu, perlu kamu ketahui bahwa kulit yang terluka sekali pun tetap harus terjaga kelembapannya. Menurut keterangan dari American Academy of Dermatology Association, kamu disarankan untuk mengoleskan petroleum jelly pada area luka secara tipis-tipis.

Hal ini bertujuan untuk mencegah bekas luka membesar, mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi rasa gatal. Oleh sebab itu, gunakan plester dan ganti secara berkala untuk menutupi luka setelah diobati.

  1. Mitos 5: Membersihkan luka harus menggunakan alkohol

Demi mencegah terjadinya infeksi, luka memang harus segera dibersihkan. Tepat sebelum diobati dan diberi plester atau perban. Namun, tak sedikit yang membersihkannya dengan menggunakan alkohol.

Mengutip WebMD, alkohol memang mampu membunuh kuman penyebab infeksi. Akan tetapi, zat ini terlalu keras sehingga menimbulkan sensasi terbakar dan perih di kulit. Akhirnya, kondisi itu dapat memicu iritasi serta memperlambat proses penyembuhan.

Sekarang kamu sudah mengetahui fakta-fakta sebenarnya, kan? Jangan lupa untuk selalu mengecek informasi yang telah didapatkan, ya. Ini demi mencegahnya agar tidak merugikan kamu atau orang lain di kemudian hari. Mulai saat ini jangan percaya lagi mitos populer penanganan luka yang berkembang di masyarakat sebelum mencari tahu jawaban ilmiahnya. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Idntimes.com

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.