Mau Sehat? Hindari 6 Jenis Minuman Populer Ini

Mau Sehat? Hindari 6 Jenis Minuman Populer Ini

Mau Sehat? Hindari 6 Jenis Minuman Populer Ini

Minuman berenergi salah satu jenis minuman populer yang perlu dihindari. (pexels.com/AndreaPiacquadio)

Akurasi.id – Saat haus, kadang kita merasa air putih saja tak cukup atau kurang puas. Beberapa pilihan minuman populer yang sekilas tampak sehat, seperti jus buah, diet soda, atau minuman lainnya yang berlabel “all natural” atau “rendah kalori dipilih karena rasanya yang segar. Namun, apakah minuman seperti ini sehat?

Dilansir dari idntimes.com, Senin (21/06/2021), dengan alasan kesehatan, ini beberapa minuman populer yang perlu dihindari.

  1. Jus buah kemasan

Jus buah itu, kan, dari buah, jadi bukannya ini adalah minuman sehat? Banyak orang yang yakin kalau jus buah mengandung banyak vitamin dan mineral. Namun, kandungan gula yang tinggi juga harus dipertimbangkan.

Dilansir Eat This Not That!, banyak jus buah kemasan yang dijual di pasaran bergantung pada konsentrat encer yang dicampur dengan air untuk membentuk minuman, dan mengandung gula sebanyak soda karena kandungan gula tambahan dan jumlah gula alami dari buah.

Menurut penjelasan di laman Mayo Clinic, anak-anak disarankan untuk membatasi asupan jus buah per harinya karena kandungan gulanya yang tinggi. Makan jeruk segar dengan air putih menawarkan lebih banyak nutrisi ketimbang jus jeruk kemasan walau ada bulir jeruk atau pulp-nya. Bila kamu ingin minum jus buah, apalagi dalam bentuk kemasan, pikirkan ulang dan baca kandungan gulanya di kemasan.

  1. Minuman berenergi

Banyak yang merasa lebih berenergi atau energi lebih cepat pulih setelah minum minuman berenergi. Akan tetapi, minuman mengombinasikan gula dan stimulan, yang mana ini bisa berdampak buruk bila sering dikonsumsi.

Mayo Clinic sendiri telah memperingatkan orang dewasa untuk menghindari minuman ini karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan menyebabkan lonjakan tekanan darah.

Kafein yang ada dalam minuman berenergi pun tidak memberi manfaat signifikan, bahkan punya potensi menyebabkan stres pada sistem saraf.

  1. Diet soda

Kamu mungkin tahu kalau minuman bersoda tinggi gula. Makanya, banyak yang memilih diet soda, karena menganggapnya lebih sehat apalagi melihat label kemasan yang menuliskan label rendah atau tanpa gula.

Walaupun beberapa ahli mengatakan bahwa jenis minuman bersoda ini tidak menyebabkan kanker atau membahayakan lewat kandungan pemanis buatannya, tetapi diet soda tak akan membantumu untuk mempertahankan diet sehat.

Para ahli telah menemukan bahwa seperti minuman manis lainnya, diet soda juga berpotensi menyebabkan obesitas dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan, apalagi bila dikonsumsi terlalu banyak dan sering. Baiknya ganti minuman ini dengan air putih atau teh.

  1. Minuman olahraga

Minuman olahraga banyak dikonsumsi untuk menghidrasi dan memulihkan energi setelah berolahraga. Seperti halnya jus buah kemasan dan minuman berenergi, minuman olahraga juga mengandung banyak gula layaknya satu kaleng minuman bersoda, menjadikannya bukan pilihan tepat bila kamu sedang membatasi asupan karbohidrat.

Mengutip laman Harvard T.H. Chan School of Public Health, ada studi yang diikuti 4.100 perempuan dan 3.400 laki-laki selama 7 tahun sebagai bagian dari Growing Up Today Study II. Ditemukan bahwa semakin sering minuman olahraga dikonsumsi, semakin besar hubungannya dengan peningkatan indeks massa tubuh yang mengarah pada kelebihan berat badan atau obesitas, terutama pada anak atau remaja laki-laki.

Bukan berarti minuman olahraga lantas dijauhi. Mayo Clinic merekomendasikan beberapa jenis minuman olahraga ketimbang air putih, tetapi tidak semua minuman diciptakan sama. Sodium, gula, dan kalium punya peran penting dalam minuman ini. Pastikan untuk memilih minuman olahraga dengan kandungan yang tak lebih dari: 450 mg natrium, 30 gram gula, dan 225 mg kalium dalam botol 24 ons.

  1. Smoothie tinggi fruktosa

Smoothie memang bisa bermanfaat khususnya bila kamu ingin tambahan asupan nutrisi dalam pola makan sehari-hari. Meski demikian, tidak semua smoothie bisa membuatmu menjalani hidup yang lebih sehat.

Smoothie tinggi fruktosa mengandung lebih banyak gula daripada yang dibutuhkan karena banyaknya buah yang digunakan, yang mana ini bisa memberi tambahan gula yang tak perlu bila dibandingkan dengan smoothie yang berisi campuran buah dan sayur.

Smoothie tinggi fruktosa ini juga bisa menyebabkan kerusakan yang lebih banyak bila dikonsumsi untuk menggantikan makan besar, membuat asupan nutrisimu buruk dan tidak seimbang.

  1. Anggur merah

Sudah banyak penelitian yang membuktikan manfaat kesehatan anggur merah atau red wine. Akan tetapi, beralih ke minuman beralkohol untuk mendapatkan manfaat sehat bukanlah cara yang bijak, apalagi untuk kesehatan jangka panjang.

Penelitian telah menemukan hubungan antara konsumsi moderat red wine dan peningkatan kesehatan jantung. Namun, sebelum kamu buru-buru menuang red wine ke gelas, perlu diketahui bahwa kamu bisa mendapatkan manfaat yang sama dengan mengonsumsi buah anggur merah tanpa mendapat efek yang tak sehat dari alkohol, seperti mengembangkan masalah pada jantung atau peningkatan berat badan.

Sementara studi awal tampak menjanjikan, tapi perlu disadari apakah manfaat red wine lebih besar daripada risikonya untuk kesehatan? Sebaiknya pilih yang lebih aman. Mengganti red wine dengan buah anggur merah segar bisa membuatmu tetap mendapatkan asupan resveratrol yang menyehatkan tanpa efek tak diinginkan dari alkohol.

Itulah jenis minuman populer yang kerap dianggap sehat, tetapi sebaiknya kurangi, batasi, atau hindari konsumsinya. Minuman paling aman dan menyehatkan memang air putih, tapi kamu juga bisa menikmati minuman lainnya seperti teh dan kopi tanpa gula, air kelapa, dan masih banyak lagi. (*)

Editor: Yusva Alam

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.