Mengenal Batu Ginjal Terbentuk dan Penyebabnya

Mengenal Batu Ginjal Terbentuk dan Penyebabnya

Akurasi.idBatu ginjal atau nefrolitiasis merupakan kristal yang terbentuk di dalam ginjal akibat tumpukan mineral dan garam yang tidak terbuang dengan baik. Kristal ini berukuran kecil, dan biasanya tidak meninggalkan dampak permanen bagi tubuh. Yuk kita mengenal batu ginjal! Agar dapat menghindari penyakit ini.

Meskipun demikian, batu ginjal bisa menimbulkan rasa sakit luar biasa karena keberadaannya dapat menyumbat saluran urine. Kadang, jika batu yang terbentuk berukuran besar, operasi diperlukan untuk mengeluarkannya.

Untuk mengetahui lebih lanjut seperti apa penyakit batu ginjal ini, mari mengenal batu ginjal serta berikut ulasannya, dirangkum dari dilansir dari laman idntimes.com, Sabtu (11/09/2021).

  1. Bagaimana batu ginjal terbentuk hingga bisa menimbulkan masalah?

Ginjal memegang banyak peranan di dalam tubuh, salah satunya adalah untuk menyaring darah guna membersihkannya dari racun, kelebihan mineral, dan sampah metabolisme. Limbah yang tersaring kemudian akan bercampur dengan urine, lalu mengalir ke kandung kemih, menunggu untuk dibuang.

Ketika ada banyak limbah yang dihasilkan namun hanya sedikit cairan yang masuk ke tubuh, maka sisa limbah yang biasanya berupa mineral dan garam akan mengendap dan memadat membentuk kristal. Kristal inilah yang dikenal sebagai batu ginjal.

Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi pada kristal yang terbentuk ini, yakni langsung terbuang bersama urine, atau tetap berada di dalam ginjal. Apabila tidak terbuang, kristal tersebut kemungkinan akan membesar dan semakin sulit untuk melewati saluran urine atau ureter.

Ureter yang tersumbat menyebabkan terhambatnya aliran urine dari ginjal menuju pembuangan. Hal ini akan menimbulkan rasa sakit, yang kita ketahui sebagai salah satu gejala dari penyakit batu ginjal.

  1. Ada empat jenis batu yang bisa terbentuk di dalam ginjal

Meskipun hanya berupa komponen yang memadat, batu ginjal memiliki jenis dan warna yang berbeda-beda. Ini bisa membantu dokter dalam mengidentifikasi penyebab pembentukan batu yang dialami.

Dengan mengetahui jenis dan warnanya, kamu juga bisa menghindari kemungkinan terjadinya pembentukan batu ginjal yang baru ataupun memperparah yang sudah ada. Inilah empat jenis batu ginjal berdasarkan materi pembentuknya:

  • Batu kalsium (calcium stone)

Kalsium merupakan komponen yang paling sering menjadi penyebab batu ginjal, dengan jenis yang paling umum adalah kalsium oksalat. Beberapa faktor seperti pola makan, kadar vitamin D yang tinggi, operasi usus, dan penyakit metabolik tertentu bisa meningkatkan kadar kalsium oksalat dalam urine.

Selain kalsium oksalat, batu ginjal juga bisa terbentuk dari kalsium fosfat. Jenis ini lebih umum terjadi pada kondisi metabolik tertentu, seperti asidosis tubulus ginjal.

  • Batu asam urat (uric acid stone)

Sama seperti kalsium, asam urat juga termasuk komponen yang sering menjadi pembentuk batu ginjal. Komponen ini cenderung sulit untuk larut dengan baik di dalam urine ber-pH asam, sehingga dapat dengan mudah mengendap dan mengkristal.

Batu asam urat lebih rentan dialami oleh orang yang kehilangan banyak cairan karena diare, mengonsumsi makanan tinggi protein, serta mengidap diabetes atau sindrom metabolik. Selain itu, riwayat keluarga juga bisa meningkatkan risiko pembentukan batu asam urat.

  • Batu struvite atau batu infeksi (struvite/infection stone)

Jenis ini termasuk jenis yang tidak umum atau jarang menjadi penyebab batu ginjal. Biasanya, pembentukan batu struvite lebih cenderung dialami oleh orang yang memiliki masalah infeksi saluran urine.

  • Batu sistin (cystine stone)

Batu sistin merupakan jenis yang paling jarang terbentuk. Pembentukan batu ini hanya dialami oleh orang yang memiliki kelainan cystinuria, yaitu kondisi banyaknya kandungan asam amino sistin di dalam urine, dan tidak dapat disaring oleh ginjal. Hal ini membuat sistin mengendap dan membentuk batu ginjal.

  1. Kekurangan cairan bukanlah satu-satunya penyebab batu ginjal  

Kurangnya asupan cairan memang merupakan penyebab batu ginjal, yang mana hal tersebut bisa membuat tubuh kesulitan dalam membuang kelebihan zat. Akan tetapi, kebiasaan atau pola makan tertentu juga bisa menjadi faktor penyebabnya.

Makanan dengan kandungan tinggi garam, gula, atau kalsium yang dikonsumsi dalam jumlah banyak dapat secara signifikan meningkatkan risiko seseorang mengalami batu ginjal. Selain itu, komponen lain seperti protein hewani bisa menyebabkan urine menjadi lebih asam, sehingga batu ginjal akan lebih mudah terbentuk.

Risiko yang sama terhadap batu ginjal juga dimiliki oleh orang yang memiliki faktor-faktor berikut ini:

  • Mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan
  • Memiliki riwayat keluarga yang mengalami batu ginjal
  • Obesitas atau kegemukan
  • Mengalami penyakit serta operasi pencernaan
  • Mengalami kondisi medis tertentu, seperti hiperparatiroid, infeksi saluran urine yang berulang, asidosis tubulus, dan cystinuria
  • Mengonsumsi suplemen atau obat-obatan tertentu, seperti vitamin C, suplemen diet, kalsium, serta obat migrain atau obat depresi
  1. Gejala-gejala yang tak boleh diabaikan  

Keberadaan batu ginjal umumnya tidak menimbulkan gejala atau rasa sakit. Ini karena batu ginjal bisa keluar dengan sendirinya bersama dengan urine. Namun, gejala akan muncul apabila batu ginjal yang terbentuk berukuran besar. Pada kondisi ini, beberapa tanda dan gejala yang bisa dikenali di antaranya:

  • Sakit yang hilang timbul di punggung bagian bawah, dan kadang rasa sakit muncul di sekitar perut, di bawah paru-paru
  • Buang air kecil lebih sering dari biasanya walaupun urine yang keluar hanya sedikit
  • Terasa sakit ketika buang air kecil
  • Urine berwarna gelap atau mengandung darah
  • Aroma urine tidak sedap dan tampak keruh
  • Mual hingga muntah
  • Demam dan menggigil

Gejala-gejala di atas dapat dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak. Untuk memastikannya, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

  1. Penanganan batu ginjal  

Bagi anak-anak maupun orang dewasa, minum banyak air putih biasanya sudah cukup untuk membantu membuang kristal yang terbentuk di dalam ginjal. Akan tetapi, cara ini tidak terlalu efektif untuk mengatasi batu ginjal yang sudah berukuran besar.

Untuk itu, beberapa prosedur biasanya akan dilakukan oleh dokter untuk mengeluarkan batu ginjal tersebut. Hal ini juga dilakukan untuk menghindari terjadinya infeksi dan hal-hal lain yang tidak diinginkan. Beberapa prosedur tersebut antara lain:

  • Extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL)

Prosedur ini dilakukan dengan cara memecah batu ginjal menjadi kepingan-kepingan kecil menggunakan paparan gelombang suara yang kuat, sehingga batu bisa keluar dengan sendirinya bersama urine. Dampaknya, metode ini akan menimbulkan rasa sakit, serta bisa menyebabkan kencing berdarah.

  • Percutaneous nephrolithotomy (PCNL)

Ini merupakan prosedur pembedahan yang dilakukan dengan membuat sayatan kecil pada tubuh bagian belakang atau samping. Pemecahan serta pengeluaran batu ginjal akan dilakukan secara langsung menggunakan teleskop kecil dan alat khusus melalui sayatan tersebut.

Kemudian, biasanya ginjal akan dipasangi tabung untuk mengaliri urine langsung ke kantung yang dipasang di luar tubuh. Ini merupakan prosedur terbaik untuk mengatasi batu ginjal berukuran besar.

  • Ureteroscopy (URS)

Prosedur ini mirip dengan PCNL. Hanya saja, dalam prosedur ini tidak diperlukan sayatan pada tubuh untuk memasukkan alat, melainkan alat langsung dimasukkan melalui bagian bawah tubuh menuju kandung kemih, lalu ke ureter, hingga ke ginjal. Kantung di luar tubuh pun tidak dibutuhkan karena semua alat bantu untuk mengalirkan urine dari ginjal akan dipasang di dalam tubuh.

  1. Rutin minum air putih adalah cara efektif untuk mencegah pembentukan batu ginjal

Air yang kita minum setiap hari sangat berguna untuk membuang racun yang ada di dalam tubuh. Semakin banyak air yang dikonsumsi, semakin encer pula konsentrasi limbah yang disaring oleh ginjal. Dengan demikian, limbah akan lebih mudah terbuang.

Jika urine tampak bening atau terang, artinya air yang dikonsumsi sudah sesuai untuk mencukupi kebutuhan tubuh. Namun, urine yang pekat menandakan kalau tubuh perlu lebih banyak cairan.

Dalam memenuhi kebutuhan cairan dan mencegah batu ginjal, para pakar menganjurkan untuk minum setidaknya 8 gelas air putih per hari, serta meningkatkan konsumsi sayur dan buah. Sayur dan buah sangat penting untuk menurunkan kadar asam dalam urine yang menjadi penyebab pembentukan kristal di dalam ginjal.

Selain itu, untuk mencegah batu ginjal, para pakar juga menganjurkan untuk menerapkan diet rendah garam dan rendah protein hewani, serta mengurangi atau membatasi konsumsi makanan tinggi oksalat seperti kacang-kacangan, cokelat, ubi, teh, bayam, dan okra.

Bagaimana sobat, sudah kah mengenal batu ginjal?

Mencegah terbentuknya batu ginjal akan jauh lebih baik daripada harus merasakan gejalanya dan pergi ke dokter untuk mengatasinya. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mulai menerapkan pola hidup sehat dengan makan makanan bergizi dan banyak minum air putih, ya! (*)

Editor: Yusva Alam

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *