Bolehkah Makan Sebelum Tidur? Ini Pertimbangannya!

Bolehkah Makan Sebelum Tidur? Ini Pertimbangannya!

Akurasi.id – “Eh, jangan makan sebelum tidur, nanti berat badan naik!”

Mungkin itu yang kamu sering dengar saat berniat bersantap sebelum tidur. Bukan rahasia kalau banyak orang yang menganggap makan sebelum tidur sama dengan mengundang kenaikan berat badan.

Akan tetapi, tidak jarang juga kamu melihat mereka yang suka makan sebelum tidur dan berat badannya tetap segitu-segitu saja. Maka, kamu pun bertanya-tanya, “Boleh gak, sih, makan sebelum tidur?” Bila itu pertanyaanmu, yuk, simak apa saja pertimbangannya lewat ulasannya berikut ini dilansir dari idntimes.com, Rabu (11/08/2021).

  1. Perlu diingat, makan sebelum tidur bukan jaminan berat badan anak naik

Dilansir The Healthy, pandangan umum tersebut ternyata salah. Seorang ahli gizi sekaligus penulis buku 30-Minute Weight Loss Cookbook, Mandy Enright, MS.,RDN.,RYT., mengatakan kalau informasi yang beredar di media mengenai risiko gemuk karena makan sebelum tidur ternyata salah besar. Sebenarnya, hal ini tergantung dari berbagai faktor.

“Sebenarnya, apa dan jumlah yang kita makan sama—atau malah lebih penting—daripada kapan kita makan,” kata Mandy.

  1. Konsep yang sudah berakar di masyarakat

Akan tetapi, konsep tersebut sudah telanjur beredar luas. Menurut ahli gizi terdaftar di Texas, Amerika Serikat (AS), Jennifer Fiske, banyak orang yang sudah keburu tidak mau makan pada larut malam karena takut gemuk.

“Alasan yang paling sering saya dapat adalah takut berat badan naik. Makan larut malam seringnya dikaitkan dengan kurangnya pengendalian diri dan kebiasaan makan junk food,” ujar Jennifer.

Jennifer menambahkan kalau banyak pasiennya percaya kalau makan larut malam berarti menjadi gemuk. Bahkan, banyak orang berpikir kalau risiko penyakit jantung karena peningkatan kolesterol atau diabetes karena buruknya regulasi insulin disebabkan oleh makan larut malam!

  1. Mengontrol waktu makan jadi cara kontrol berat badan yang makin populer

Anggapan lain yang utama mengenai kontrol berat badan adalah “kalori masuk vs kalori keluar”. Namun, seiring waktu, anggapan ini mulai bergeser seiring munculnya bukti mengenai hormon, tingkat stres, faktor genetik, dan faktor medis lainnya pada berat badan.

“Istilah penelitian baru yang dikenal sebagai chrono-nutrition mencuat selama lima tahun terakhir. Penelitian ini memantau bagaimana waktu makan memengaruhi berat badan, tekanan darah, gula darah, dan kolesterol,” kata ahli diet sekaligus pemilik Sound Bites Nutrition, Lisa Andrews, MEd., RD., LD.

Masa kini, Andrew justru mengatakan kalau mengubah waktu makan adalah kiat untuk mengontrol kadar gula darah dan berat badan, serta mengurangi risiko penyakit kronis.

Jadi, apakah masih boleh tidur setelah makan? Tidak ada larangannya, kok! Akan tetapi, hal ini bergantung dari kebiasaan makanmu sepanjang hari, apa yang kamu konsumsi saat itu, dan kebutuhan kalori pribadi. Nah, ini yang berbeda-beda pada tiap orang.

Sementara makan malam tidak selalu berarti menjadi gemuk, efeknya pada berat badan bergantung pada distribusi kalori harian. Contoh, kalau kamu makan 200 kalori sebelum tidur untuk mengisi kalori harian, ini tidak apa-apa. Beda halnya, kalau kamu menumpuk 200 kalori yang tidak diperlukan setiap malam; inilah yang membuat timbangan naik.

  1. Gigi berlubang sampai obesitas, kata penelitian soal makan sebelum tidur

Bagi banyak orang, makan sebelum tidur berarti akan melewatkan sarapan dan risiko makan berlebihan. Anggapan ini ternyata didukung secara ilmiah. Menurut penelitian di Jepang yang dimuat dalam Journal of Obesity tahun 2018 menemukan kalau hampir 20.000 perempuan Jepang yang makan larut malam akan melewatkan sarapan.

Selain melewatkan sarapan hingga obesitas, kebiasaan makan malam dikaitkan dengan risiko gigi berlubang. Anggapan ini terbukti dari riset yang dimuat dalam jurnal Community Dental Health tahun 2017. Melibatkan 128 perempuan usia 11-12 tahun, konsumsi gula ringan sebelum tidur meningkatkan risiko gigi berlubang pada para peserta studi. (*)

Editor: Yusva Alam

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *