Terapkan dari Sekarang, 8 Kebiasaan Cegah Alzheimer

Terapkan dari Sekarang, 8 Kebiasaan Cegah Alzheimer

Terapkan dari Sekarang, 8 Kebiasaan Cegah Alzheimer

Seorang wanita tua sedang berinteraksi dengan wanita yang lebih muda (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Akurasi.id – Alzheimer merupakan penyakit progresif yang merusak sel otak yang bertanggung jawab pada kemampuan mengingat, berpikir, dan berkomunikasi. Penyakit ini menjadi penyebab paling umum dari demensia – gangguan kemampuan berpikir dan bersosial yang berdampak pada terganggunya aktivitas harian – dengan kontribusi sebesar 60-70% kasus. Umumnya, Alzheimer dialami oleh mereka yang berusia di atas 65 tahun.

Diperkirakan ada sekitar 44 juta orang di seluruh dunia yang hidup dengan penyakit Alzheimer. Menurut laporan, jumlah tersebut akan terus berlipat ganda setiap lima tahun.

Sejauh ini, penyebab Alzheimer masih belum diketahui secara jelas. Maka dari itu, belum ada obat dan cara yang pasti untuk menghindari kondisi ini. Walaupun demikian, para peneliti sepakat bahwa sejumlah kebiasaan dan pola hidup sehat berikut ini bisa membantu mengurangi risiko terkena Alzheimer.

Dilansir dari idntimes, Kamis (01/06/2021), berikut 8 kebiasaan cegah alzheimer.

  1. Menerapkan diet Mediterania

Diet Mediterania adalah pola makan sehat yang mengutamakan konsumsi sayuran segar, buah-buahan, minyak zaitun dan biji-bijian. Sumber makanan hewani seperti daging merah dan produk dairy sama sekali tidak dilarang, melainkan dikonsumsi dalam jumlah yang terbatas.

Selain membantu mencegah atau memperlambat perkembangan Alzheimer, diet ini juga bermanfaat untuk menurunkan risiko penyakit kronis lainnya, seperti penyakit jantung, diabetes, dan stroke.

  1. Rutin berolahraga

Rutin berolahraga sudah pasti menyumbang banyak manfaat kesehatan untuk tubuh, termasuk menurunkan risiko Alzheimer. Dalam hal ini, olahraga mampu meningkatkan aliran darah dan oksigen di otak yang membuat sel-sel otak lebih sehat.

Oleh karena itu, mulai jadikan olahraga sebagai salah satu kebiasaan baikmu. Cukup lakukan aktivitas fisik setidaknya 150 menit per minggu. Bersepeda, jogging, atau berjalan kaki cepat adalah beberapa opsi olahraga yang mudah untuk dilakukan.

  1. Aktif bersosialisasi 

Kalimat “Panjang umur orang yang menjaga silaturrahmi” memang ada benarnya. Hubungan sosial yang baik memberikan banyak dampak luar biasa, terutama bagi mental dan pikiran.

Berdasarkan hasil penelitian, hubungan sosial yang kuat dapat mengurangi risiko penurunan kognitif. Sebaliknya, hidup terisolasi dalam kesendirian menjadi sebagian faktor yang bisa memicu Alzheimer ataupun Dementia.

  1. Belajar hal baru

Menurunnya daya ingat dan kemampuan berpikir adalah gejala paling umum dari Alzheimer. Memberikan stimulasi kognitif adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk terus mengaktifkan sel-sel otak. Latih kemampuan berpikirmu dengan membaca, belajar hal-hal baru, mengembangkan hobi, dan hal-hal bermanfaat lainnya.

  1. Tidur yang cukup

Kebiasaan lainnya yang tak kalah penting adalah tidur yang cukup dan berkualitas. Pastikan kamu bisa beristirahat selama 7 sampai 8 jam setiap malam.

Penelitian membuktikan bahwa tidur yang berkualitas dapat membersihkan beta-amyloid dari otak. Beta-amyloid adalah sisa metabolisme yang terdapat dalam cairan di antara sel-sel otak (neuron). Penumpukan beta amiloid bisa menghambat komunikasi antar neuron dan berkaitan dengan gangguan fungsi otak, termasuk penyakit Alzheimer.

  1. Hindari stres

Stres berat juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab Alzheimer. Peneliti berpendapat bahwa stres yang berkepanjangan bisa mempengaruhi sistem imun pada otak. Hal ini berpotensi pada timbulnya gejala dementia.

Pastikan kesehatan mentalmu selalu terjaga. Meluangkan waktu untuk bersantai, tidur yang cukup, makan makanan bergizi, dan berpikir positif adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari stres.

  1. Berhenti merokok 

Apabila kamu seorang perokok, ada baiknya mulai berhenti dari sekarang. Racun yang terkandung dalam asap rokok dapat meningkatkan stres oksidatif dan peradangan, yang menurut penelitian, berkaitan dengan perkembangan penyakit Alzheimer. Tentu kamu tidak ingin dirimu dan orang di sekitarmu terkena dampak negatif dari kebiasaan buruk tersebut, bukan?

  1. Selalu gunakan seatbelt dan helm saat berkendara

Intinya, pastikan kepala terlindungi dari risiko benturan keras yang mungkin terjadi saat beraktivitas. Pasalnya, beberapa jenis cedera otak traumatis dapat meningkatkan risiko pengembangan Alzheimer atau jenis demensia lainnya di masa depan. Untuk menghindari risiko tersebut, salah satu yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengunakan seat belt dan helm saat berkendara.

Itulah sejumlah kebiasaan yang dapat membantu menghindari risiko atau cegah terkena Alzheimer. Yuk, mari jaga kesehatan mulai dari sekarang agar tetap sehat di masa tua. (*)

Editor: Yusva Alam

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.