Ragam Jenis Transfusi Darah yang Perlu Diketahui

Ragam Jenis Transfusi Darah yang Perlu Diketahui

Akurasi.idTransfusi darah merupakan prosedur menambahkan darah ke tubuh setelah seseorang mengalami cedera atau sakit yang menyebabkan kehilangan banyak darah. Pada transfusi darah, petugas medis akan mengalirkan darah melalui jarum atau tabung tipis ke dalam vena. Banyak ragam jenis transfusi darah yang perlu diketahui.

Jika tubuh kehilangan satu atau beberapa komponen darah, transfusi dapat membantu memasok apa yang hilang dari tubuh. Di bawah ini akan dijelaskan berbagai prosedur jenis transfusi darah yang telah dirangkum dari laman Medical News Today dan Aplastic Anemia and MDS International Foundation.

  1. Transfusi sel darah merah

Di dalam tubuh, sel darah merah bertugas membawa oksigen dari paru-paru, ke setiap bagian tubuh. Sel darah merah juga membawa karbon dioksida keluar dari organ dan jaringan kembali ke paru-paru. Paru-paru mengeluarkan produk limbah ini saat bernapas.

Sel darah merah merupakan salah satu jenis transfusi darah yang paling banyak dilakukan daripada bagian lain dari darah. Seseorang mungkin perlu menerima transfusi sel darah merah jika mereka kehilangan banyak darah, menderita anemia, atau memiliki kelainan darah.

  1. Transfusi trombosit  

Trombosit merupakan bagian sel dalam darah yang tugas utamanya membantu menghentikan pendarahan. Tanpa trombosit dalam jumlah yang cukup, ini menempatkan individu pada risiko tinggi mengalami pendarahan berbahaya.

Setiap unit darah memiliki sejumlah kecil trombosit. Pada transfusi trombosit, trombosit dikumpulkan melalui proses yang disebut apheresis. Selama apheresis, darah diambil dari donor kemudian dipintal untuk memisahkan darah menjadi komponen-komponennya. Hanya komponen yang dibutuhkan yang dikumpulkan dan sisa darah dikembalikan ke pendonor.

  1. Transfusi plasma  

Sel darah mengapung di dalam plasma, bagian darah berwarna kuning dan bening. Plasma mengandung 70 persen air dan faktor-faktor yang membantu membentuk gumpalan yang menghentikan pendarahan saat pembuluh darah rusak karena cedera.

Plasma mengandung protein yang penting untuk kesehatan dan membawa nutrisi ke jaringan di seluruh tubuh. Seseorang dapat menerima transfusi plasma jika mengalami luka bakar yang parah, infeksi, atau gagal hati.

  1. Transfusi granulosit  

Granulosit ialah jenis sel darah putih yang dibutuhkan tubuh untuk melawan infeksi bakteri dan jamur. Beberapa orang mungkin mengalami infeksi serius yang mengancam jiwa yang tidak merespons antibiotik yang tepat dan mereka mungkin memiliki tingkat granulosit yang rendah. Hal ini mungkin dapat terjadi karena penyakit atau pengobatan.

Orang-orang dengan kondisi tersebut mungkin memerlukan transfusi granulosit untuk jangka waktu yang singkat guna melawan infeksi. Granulosit dikumpulkan dari donor menggunakan apheresis. Yang terbaik adalah jika pasien menerima granulosit dari donor dengan golongan darah yang sama.

  1. Transfusi darah utuh  

Darah terdiri dari beberapa bagian berbeda, yang mencakup sel darah merah dan putih, plasma, dan trombosit. Darah utuh mengacu pada darah yang memiliki semua komponen ini.

Dalam beberapa kasus, individu mungkin perlu menjalani transfusi yang menggunakan darah utuh. Seseorang mungkin perlu menerima transfusi darah utuh jika mengalami perdarahan traumatis yang parah.

Sekarang kamu sudah tahu, transfusi darah tidak selalu melibatkan darah utuh. Terkadang, individu hanya memerlukan komponen tertentu dalam darah. Apa pun jenisnya, transfusi darah sangat membantu menyelamatkan nyawa. Jadi, kamu yang rutin atau setidaknya pernah mendonorkan darah, patut bangga. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Idntimes.com

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.