Wapada! 5 Jenis Penyakit Autoimun Ini Lebih Sering Menyerang Perempuan

Wapada! 5 Jenis Penyakit Autoimun Ini Lebih Sering Menyerang Perempuan

Wapada! 5 Jenis Penyakit Autoimun Ini Lebih Sering Menyerang Perempuan

Ilustrasi dokter dan pasien (pexels.com/MART PRODUCTION)

Akurasi.id – Jenis Penyakit autoimun atau yang juga dikenal sebagai autoimun merupakan penyakit yang cukup umum di dunia dan prevalensinya meningkat. Autoimun terjadi saat sistem kekebalan tubuh tidak mampu membedakan antara sel sendiri dan sel asing sehingga tubuh untuk menyerang sel-sel sehat.

Autoimun dapat terjadi pada laki-laki maupun perempuan, tetapi ada beberapa jenis penyakit autoimun yang lebih rentan menyerang perempuan. Di bawah ini akan dibahas beberapa jenis penyakit autoimun yang lebih rentan menyerang perempuan, dilansir dari idntimes, Senin (12/07/2021).

  1. Psoriasis

Psoriasis merupakan kondisi yang menyebabkan sel-sel kulit menumpuk lebih cepat daripada normalnya. Pada gilirannya, sel-sel berlebih ini membentuk sisik merah, keperakan, tidak merata, dan kadang menyakitkan.

Gejalanya bisa ringan berupa bintik-bintik kecil hingga parah yang menutupi area kulit yang luas. Hal ini dapat menyebabkan kuku menebal, bergerigi atau berlubang, dan nyeri sendi. Walaupun psoriasis lebih umum pada perempuan, laki-laki yang mengalami psoriasis memiliki gejala yang lebih parah.

  1. Rheumatoid arthritis

Reumatoid artritis (RA) terjadi ketika sistem kekebalan menyerang lapisan berbagai sendi di seluruh tubuh. RA menyebabkan sendi menjadi nyeri, kaku, bengkak, dan kelemahan otot, yang menyebabkan berkurangnya gerakan dan fungsi.

Hormon khas perempuan kemungkinan berperan dalam timbulnya masalah imunitas ini. Dari keseluruhan pasien RA, sebanyak 75 persen di antaranya adalah perempuan, biasanya mengembangkan kondisi antara usia 30 dan 50 tahun. Usia ini lebih muda daripada ketika laki-laki biasanya terkena RA.

  1. Multiple sclerosis (MS)

Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit yang menyerang otak dan sumsum tulang belakang. MS terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang lapisan pelindung di sekitar saraf. Perempuan yang didiagnosis dengan MS jumlahnya dua hingga tiga kali lebih banyak daripada laki-laki. Beberapa ahli berteori bahwa itu bisa jadi karena persentase lemak tubuh dan obesitas perempuan yang lebih tinggi. Hal ini terkait dengan peradangan, pemain kunci dalam pengembangan MS.

Seperti banyak penyakit autoimun lainnya, gejala yang ditimbulkan bisa sangat bervariasi. Namun, secara umum orang dengan MS biasanya merasakan:

  • kebanyakan orang dengan MS pertama kali melihat gejala berupa penglihatan kabur atau ganda;
  • kelemahan dan masalah dengan koordinasi, keseimbangan, berbicara, dan berjalan;
  • kelumpuhan;
  • tremor;
  • mati rasa dan kesemutan di lengan, kaki, tangan, serta kaki.
  1. Systemic lupus erythematosus

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau yang lebih dikenal dengan lupus menyerang dan merusak bagian tubuh mana pun, termasuk persendian, kulit, otak, paru-paru, ginjal, dan pembuluh darah. Sembilan dari sepuluh orang dengan lupus adalah perempuan dan umumnya berusia antara 15 hingga 44 tahun. Pada beberapa orang, lupus menyebabkan gejala ringan, sementara yang lain menghadapi risiko kesehatan yang serius, seperti penyakit ginjal, penyakit kardiovaskular, dan stroke.

Gen memiliki peran terhadap terjadinya lupus. Namun, faktor-faktor, seperti estrogen, lingkungan, obat-obatan, dan virus, juga bisa memicu terjadinya lupus. Gejala lupus biasanya meliputi:

  • sakit kepala, pusing, kejang, masalah ingatan, atau perubahan perilaku;
  • demam;
  • penurunan berat badan;
  • rambut rontok;
  • seriawan;
  • kelelahan;
  • ruam kupu-kupu di hidung dan pipi;
  • ruam di bagian tubuh lainnya;
  • sendi yang nyeri atau bengkak dan nyeri otot;
  • sensitivitas terhadap matahari;
  • nyeri dada.
  1. Penyakit Hashimoto

Penyakit Hashimoto juga dikenal sebagai tiroiditis Hashimoto. Kondisi ini paling sering muncul ketika tiroid tidak memproduksi cukup hormon tiroid meskipun dalam beberapa kasus kadar hormon tiroid normal atau bahkan meningkat.

Penyakit Hashimoto mempengaruhi perempuan sepuluh kali lebih banyak daripada laki-laki. Ini biasanya terjadi pada perempuan paruh baya dan berkembang perlahan seiring waktu atau secara bertahap merusak tiroid serta mengurangi kadar hormon tiroid. Gejala penyakit Hashimoto biasanya meliputi:

  • kelelahan tanpa alasan,
  • kulit kering,
  • wajah pucat dan bengkak,
  • sembelit,
  • kelemahan,
  • penambahan berat badan,
  • sensitivitas terhadap dingin,
  • nyeri otot dan sendi kaku.

Saat ini, tidak ada obat yang bisa benar-benar menyembuhkan penyakit autoimun, tetapi diagnosis dini dapat membantu pasien mulai mengelola kondisi sesegera mungkin. Selain itu, perempuan dan laki-laki dengan penyakit autoimun masih dapat menjalani kehidupan yang sehat, jadi tidak perlu terlalu khawatir jika kamu atau orang di sekitarmu didiagnosis dengan masalah ini. (*)

Editor: Yusva Alam

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.