7 Jenis Infeksi Selama Kehamilan yang Membahayakan Janin

7 Jenis Infeksi Selama Kehamilan yang Membahayakan Janin

Akurasi.id – Pada beberapa momen dalam hidup, kita pasti pernah mengalami infeksi, baik itu disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, atau cacing. Infeksi ini menyerang jaringan, berkembang biak, dan menghasilkan racun.

Individu menjadi lebih rentan terhadap infeksi selama kehamilan. Alasannya, saat hamil imunitas perempuan biasanya melemah, atau bisa juga karena kelelahan. Lebih lanjut, banyak infeksi ringan yang jika terjadi saat hamil dapat menyebabkan komplikasi serius, utamanya bagi janin yang dikandung. Karena alasan ini, perawatan yang tepat harus diambil untuk mencegah infeksi atau mengatasi infeksi yang terlanjur menyerang.

Dilansir dari laman idntimes.com, Rabu (18/08/2021), inilah beberapa jenis infeksi selama kehamilan yang bisa membahayakan janin.

  1. Hepatitis B

Virus hepatitis B dapat menginfeksi hati. Banyak pasien hepatitis B tidak menunjukkan gejala apa pun, tetapi pasien bisa menularkan virus kepada orang lain melalui hubungan seks atau kontak langsung dengan darah.

Apabila seorang perempuan terinfeksi hepatitis B selama kehamilan, maka ini dapat ditularkan ke bayi saat lahir. Terinfeksi hepatitis B saat hamil meningkatkan risiko kelahiran prematur. Bayi yang berisiko terkena hepatitis B harus diberikan vaksin saat lahir untuk mencegah infeksi dan penyakit hati yang serius di kemudian hari.

  1. Virus Zika

Apabila perempuan tertular virus Zika saat hamil, ini dapat menyebabkan bayi mengalami cacat lahir. Secara khusus, infeksi virus Zika ini dapat menyebabkan bayi memiliki ukuran kepala kecil yang tidak normal atau yang dikenal sebagai mikrosefali.

Virus Zika disebarkan oleh nyamuk. Kamu bisa mencegah gigitan nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk, pakaian panjang yang menutup seluruh tubuh, dan tindakan pencegahan lainnya yang diperlukan.

  1. Toksoplasmosis

Toksoplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit yang biasanya terdapat dalam kotoran kucing. Kucing mendapatkan parasit ini saat mereka makan burung atau hewan kecil lainnya.

Sebenarnya, ini merupakan penyakit yang ringan bagi kebanyakan manusia. Hanya saja, jika parasit ini berpindah dari perempuan hamil ke janin yang sedang berkembang, ini dapat menyebabkan cacat intelektual, kebutaan, atau masalah lainnya.

Ibu hamil perlu mengambil langkah-langkah untuk mencegah paparan parasit dengan meminta bantuan orang lain untuk membersihkan atau mengganti litter box. Atau, bisa juga dengan mengenakan sarung tangan karet saat menangani kotoran kucing atau saat berkebun.

Intinya, ibu hamil tidak boleh melakukan kontak langsung dengan kotoran kucing dan hewan lainnya.

  1. Sifilis

Ibu hamil yang terinfeksi sifilis dapat menularkannya ke janin. Infeksi sifilis telah dikaitkan dengan kelahiran prematur, lahir mati, dan kematian segera setelah lahir.

Bayi yang terinfeksi sifilis dan tidak diobati yang bertahan hidup lebih cenderung mengalami masalah di berbagai organ tubuh, seperti otak, mata, telinga, jantung, kulit, gigi, dan tulang.

Mengingat bahaya sifilis bagi bayi, maka semua perempuan hamil harus melakukan skrining untuk sifilis. Perempuan yang dianggap berisiko tinggi terinfeksi sifilis ini nantinya akan menjalani skrining lagi pada trimester ketiga.

  1. Listeria

Listeria atau listeriosis merupakan infeksi serius yang umumnya ditularkan kepada manusia setelah makan makanan yang terkontaminasi dengan jenis bakteri tertentu. Ibu hamil yang terinfeksi listeria dapat mengalami keguguran, lahir mati, kelahiran prematur, atau infeksi yang mengancam jiwa bayi baru lahir.

Listeria biasanya disebabkan karena makan keju lunak, susu mentah, daging mentah, produk segar, dan beku. Salah satu cara terbaik mencegah listeria adalah dengan memasak makanan hingga matang sebelum memakannya.

  1. Cacar air

Pada kebanyakan orang, infeksi cacar air tidaklah berbahaya. Namun, infeksi cacar air pada perempuan hamil bisa membahayakan baik sang ibu maupun janinnya. Karenanya, penting untuk segera mencari pengobatan sejak dini begitu ibu hamil terkena cacar air.

Sebenarnya, jika sebelumnya kamu sudah pernah terkena cacar air, ada kemungkinan 90 persen kamu kebal terhadap infeksi cacar air. Akan tetapi, apabila kamu tidak pernah menderita cacar air dan melakukan kontak dengan orang yang sedang mengidapnya, segera bicarakan dengan dokter.

  1. Klamidia

Apabila seorang perempuan terinfeksi klamidia saat sedang hamil, ini dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan komplikasinya. Jika perempuan hamil terinfeksi klamidia dan tidak diobati pada saat melahirkan, ini bisa memicu terjadinya infeksi mata atau pneumonia pada bayi.

Umumnya, bayi yang terinfeksi klamidia pada mata akan diobati secara rutin dengan salep antibiotik segera setelah lahir di rumah sakit. Pemberian salep ini dapat mencegah kebutaan akibat paparan bakteri penyebab klamidia.

Beberapa jenis infeksi selama kehamilan yang sebenarnya ringan bisa menjadi sangat berbahaya jika dialami oleh ibu hamil. Karenanya, perempuan yang sedang mengandung wajib melakukan usaha ekstra untuk menjaga kesehatan dan mencegah tertular penyakit apa pun. (*)

Editor: Yusva Alam

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.