Dada Sakit saat Batuk? Kenali 8 Diantara Penyebabnya!

Dada Sakit saat Batuk? Kenali 8 Diantara Penyebabnya!

Akurasi.id – Dada sakit saat batuk sebetulnya sering terjadi, apalagi jika penyebabnya pilek atau flu biasa. Rasa sakit yang timbul pun berbeda-beda. Ada yang rasanya seperti ditusuk, berdenyut, dengan intensitas ringan hingga membuat seseorang kesakitan. Jika nyeri dibarengi gejala lain, khususnya demam atau susah bernapas, ada indikasi infeksi serius.

Gejala lain yang mungkin timbul berupa nyeri otot, badan lemas, batuk berlendir, serta mengi dan sulit bernapas. Biasanya kondisi ini tak perlu dicemaskan, kecuali nyerinya terus-menerus atau rasa sakitnya tak tertahankan. Jadi, kamu tetap harus tahu apa saja yang bisa bikin dada sakit saat batuk, sehingga tahu kapan harus ke dokter.

  1. Pleuritis

Kesulitan bernapas, baik napas biasa maupun saat tarik napas dalam-dalam, tentu bikin kamu khawatir, bukan? Menurut laporan dalam jurnal American Family Physician tahun 2017, kondisi ini disebut sebagai pleuritis (pleurisy). Kondisi ini mengacu pada radang pleura (membran yang menutupi paru-paru dan rongga dada).

Rasa sakitnya tajam dan bisa memburuk saat bernapas, bersin, atau batuk. Peradangan yang terjadi bisa bikin kamu sulit bernapas dan memicu batuk.

  1. Kelelahan pada otot

Dilansir Medical News Today, banyak otot yang terlibat saat kamu batuk, seperti di dada, punggung, dan perut. Batuk yang intens atau yang sudah berlangsung berhari-hari bisa menyebabkan kelelahan pada otot-otot tersebut. Akibatnya, timbul nyeri khususnya saat area yang terdampak dipijat.

Walaupun demikian, sulit untuk membedakan nyeri dada tersebut dengan jenis nyeri lainnya, misalnya akibat peradangan paru. Bila tidak yakin apa sumbernya, sebaiknya cek ke dokter.

  1. Pneumonia

Mengutip laman Healthline, pneumonia adalah infeksi di kantong udara paru-paru yang bisa disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur. Penyakit ini menyebabkan peningkatan produksi lendir yang memicu batuk. Bila batuk terus-terusan, tentunya akan menyebabkan nyeri dada.

Selain sakit di dada saat batuk, gejala pneumonia yang mesti tak boleh diabaikan adalah demam tinggi, menggigil, nafsu makan rendah, berkeringat, kelelahan, dan kebingungan.

  1. Asma

Peradangan yang terjadi pada asma menyebabkan penyempitan saluran udara, sehingga membuat kamu sulit bernapa serta menyebabkan batuk kronis pada beberapa orang.

Asma juga menyebabkan produksi lendir berlebih yang dapat memicu batuk. Nyeri dada biasanya terjadi setelah batuk. Kesulitan bernapas yang dirasakan adalah sesak napas.

  1. Asam lambung

Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah gangguan pencernaan yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Kondisi ini menyebabkan regurgitasi (naiknya asam ke tenggorokan atau mulut), mual, termasuk batuk. Gejala khasnya adalah heartburn, yakni sensasi terbakar di dada.

Mengutip Verywell Health, rasa sakit saat bernapas juga bisa dirasakan. Selain itu, GERD juga menyebabkan batuk kronis dan gejala lainnya yang bisa dengan mudah dianggap bersumber dari paru-paru.

  1. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) mengacu pada beberapa kondisi, termasuk bronkitis kronis dan emfisema, yang mengakibatkan saluran udara bengkak, meradang, dan terhambat. Penyakit ini bersifat progresif, yang artinya bisa memburuk seiring waktu.

Gejala utamanya adalah nyeri dada dan batuk. Beberapa penderita juga bisa mengalami napas pendek, sulit bernapas, mengi, kurang energi, dan peningkatan produksi lendir.

  1. Emboli paru

Emboli paru adalah bekuan darah yang bergerak ke paru-paru. Kondisi yang menyebabkan napas pendek, nyeri dada, dan masuk ini bisa berpotensi mengancam nyawa.

Adanya bekuan darah di paru-paru bisa terasa seperti serangan jantung dan penderitanya bisa mengalami batuk berdarah. Gejala lainnya yang harus diwaspadai meliputi kaki sakit atau bengkak, demam, berkeringat, pusing, dan rasa seperti ingin pingsan.

  1. Kanker paru

Bila mengalami batuk dan nyeri dada dalam jangka waktu lama dan penyebabnya bukan infeksi (seperti flu dan pilek), serta ada riwayat atau kebiasaan merokok, kanker paru harus diwaspadai. Apalagi juga timbul gejala seperti berat badan turun tanpa sebab, kelelahan, napas pendek, suara serak, mengi, hilang nafsu makan, dan merasa lemah.

Sebetulnya masih ada banyak lagi penyakit mungkin berkontribusi pada rasa sakit dada saat batuk. Walau seringnya bukan kondisi serius, tetapi kalau batuk tak kunjung sembuh, disertai nyeri dada, serta mengalami demam tinggi (39 derajat Celcius), kaki sakit atau bengkak, napas pendek, pusing, dan kelelahan, jangan tunda untuk pergi ke dokter.

Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, maka penyebab yang mendasarinya akan teratasi dan kamu akan cepat pulih! (*)

Sumber: Idntimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.