Bibir Gelap dan Kusam? Walaupun Tidak Merokok? Ini Penyebabnya

Bibir Gelap dan Kusam? Walaupun Tidak Merokok? Ini Penyebabnya

Akurasi.id – Merasa resah dengan bibir gelap dan kusam, padahal tidak merokok? Dilansir dari idntimes.com, Senin (13/09/2021), penggelapan bibir bisa terjadi akibat hiperpigmentasi, yaitu ketika tubuh berlebihan dalam memproduksi melanin (pigmen pemberi warna pada kulit, rambut, dan mata).

Ingin tahu lebih detail penyebab bibir gelap dan kusam? Adakah cara untuk mengatasinya? Check this out!

  1. Terpapar sinar matahari

Sinar matahari yang mengenai kulit dan bibir bisa memicu tubuh untuk memproduksi lebih banyak melanin. Mengutip Medical News Today, melanin melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar ultraviolet (UV). Alhasil, kulit dan bibir menggelap dan kusam.

Memangnya, apa bahaya sinar UV? Menurut keterangan dari American Cancer Society, sinar UV menyebabkan kulit terbakar, penuaan dini, keriput, solar elastosis (kondisi degeneratif jaringan elastis di dermis akibat paparan sinar matahari berkepanjangan), actinic keratosis (kulit kasar, menebal, dan bersisik karena terpapar sinar matahari dalam waktu yang lama), bahkan kanker!

Untuk mencegah kerusakan pada kulit dan bibir, dianjurkan memakai tabir surya dan lip balm dengan sun protection factor (SPF) 30 atau lebih tinggi. Jangan lupa dioleskan ulang tiap beberapa jam sekali, ya.

  1. Dehidrasi atau kekurangan cairan

Saat sedang sibuk, terkadang kita lupa untuk minum air. Padahal, dampak dehidrasi sangat banyak, salah satunya adalah bibir kering dan kusam, dikutip UPMC Health Beat.

“Dehidrasi terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup air dan elektrolit untuk menjalankan fungsi normalnya dan menjaga keseimbangan cairan,” ungkap Beth Ann Callihan Ricci, DO, dokter dari Erie, Pennsylvania.

Dilansir LECOM Health, berdasarkan tingkat keparahannya, dehidrasi dibagi menjadi tiga. Dehidrasi ringan menyebabkan haus, bibir kering dan kusam, mulut kering, kelelahan, sakit kepala, cepat marah, warna urine lebih gelap, penurunan jumlah urine, kulit memerah, hingga kelemahan otot.

Sementara itu, gejala dehidrasi sedang ialah mata cekung, kulit tidak kembali saat ditekan, kram, nyeri atau kaku sendi, sakit kepala berat, dan tidak mengeluarkan air mata saat menangis. Gejala dehidrasi berat ialah bibir biru, lesu, napas cepat, tekanan darah rendah, kebingungan, kencing sangat sedikit atau bahkan tidak sama sekali, demam tinggi, hingga pingsan.

Satu-satunya cara yang efektif untuk mengatasi dehidrasi adalah mengganti cairan yang hilang. Untuk pencegahan, pastikan untuk meminum cukup air. Dalam sehari, laki-laki dewasa membutuhkan sekitar 3,7 liter air dan perempuan 2,7 liter.

  1. Terlalu banyak mengonsumsi kafein

Berapa gelas kopi yang kamu minum dalam sehari? Jika terlalu banyak, bibir bisa menjadi lebih gelap dan kusam! Berdasarkan studi yang dikutip PureSmile, kafein bisa berdampak pada bibir dan menyebabkan gigi menguning.

Salah satu kebiasaan buruk yang dilakukan oleh sebagian orang adalah langsung minum kopi setelah bangun tidur. Saat tidur, kita tidak minum air sekitar 8 jam, sementara tubuh terus-menerus kehilangan air melalui kulit saat terlelap.

Langsung minum kopi ketika bangun justru menarik air dari tubuh, mengingat kopi bersifat diuretik ringan. Alih-alih membuat bibir lembut dan lembap, malah bikin pecah-pecah, kusam, dan bersisik!

  1. Akibat obat-obatan tertentu

Siapa sangka, beberapa jenis obat bisa menyebabkan hiperpigmentasi. Ini termasuk obat antimalaria dan minocycline (antibiotik oral), mengacu pada studi yang diterbitkan di Journal of Community Hospital Internal Medicine Perspectives tahun 2014.

Penelitian tersebut mengungkap bahwa pigmentasi paling sering terjadi di bibir, kulit, gigi, gingiva, konjungtiva, dan sklera. Ini paling sering terlihat pada pasien yang menerima obat dengan dosis 100-200 mg per hari selama setahun.

Sementara itu, menurut studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Dermatology tahun 2001, obat lain yang menyebabkan perubahan pigmentasi kulit adalah amiodaronechlorpromazine, dan agen kemoterapi seperti bleomycin.

Mengutip Medical News Today, kulit seharusnya kembali ke warna aslinya setelah pengobatan selesai. Namun, pada sebagian orang, hiperpigmentasi bisa bertahan dalam waktu yang lama!

  1. Imbas beberapa masalah medis

Ternyata, beberapa masalah medis bisa menyebabkan hiperpigmentasi. Salah satunya ialah penyakit Addison, kelainan kelenjar adrenal di mana tubuh tidak bisa memproduksi dua hormon penting, yaitu kortisol dan aldosteron, dikutip Cleveland Clinic.

Akibatnya, timbul bercak gelap pada kulit, bibir, dan gusi. Gejala lainnya adalah sakit perut, diare, pusing, mual, muntah, kelelahan ekstrem, kehilangan selera makan, penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan, kelemahan otot, tekanan darah dan glukosa rendah, hingga haid yang tidak teratur.

Kondisi medis lain yang bisa menyebabkan hiperpigmentasi pada bibir adalah anemia, angiokeratoma, melanoma mukosa, sindrom lentiginosis familial, sindrom Peutz-Jeghers, sindrom Laugier-Hunziker, hingga infeksi HIV, dilansir eMediHealth.

Penyebab lainnya adalah reaksi alergi terhadap bahan kimia dalam kosmetik (seperti lipstik) atau pasta gigi, seperti cheilitis yang bisa menyebabkan penggelapan bibir. Bisa juga karena perubahan kadar hormon selama kehamilan yang bisa menyebabkan melasma, pemicu bercak gelap di bibir.

Nah, itulah beberapa penyebab bibir gelap dan kusam padahal tidak merokok. Semoga membantu, ya! (*)

Editor: Yusva Alam

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.