Benarkah Melewatkan Sarapan Buruk bagi Kesehatan?

Benarkah Melewatkan Sarapan Buruk bagi Kesehatan?

Akurasi.id – Terdapat pro dan kontra terkait pentingnya sarapan. Banyak orang meyakini bahwa sarapan adalah waktu makan terpenting dalam sehari dan beberapa juga menganggap bahwa sarapan bisa membantu menurunkan berat badan. Namun benarkah melewatkan sarapan buruk bagi kesehatan?

Akan tetapi, di sisi lain ada juga yang menganggap bahwa sarapan sebenarnya tidak sepenting itu. Banyak orang yang tidak lapar atau tidak ingin makan pada pagi hari dan sarapan justru membuat pencernaan mereka jadi tidak nyaman.

Dilansir Healthline, panduan nutrisi sebenarnya masih menyarankan sarapan. Namun, banyak studi terbaru yang mulai mempertanyakan rekomendasi tersebut. Sebenarnya, apakah melewatkan sarapan buruk bagi kesehatan? Simak ulasan berikut untuk mengetahui faktanya.

  1. Kesehatan tidak hanya ditentukan lewat sarapan, karena banyak faktor lain yang berperan

Banyak studi yang mengatakan bahwa orang yang rutin sarapan pada umumnya memiliki pola hidup yang sehat. Mereka cenderung tidak mengalami berat badan berlebih atau obesitas, begitu pula dengan risiko penyakit kronis yang lebih rendah. Atas dasar ini, banyak ahli yang mengatakan bahwa sarapan mungkin memiliki manfaat kesehatan.

Namun, studi tersebut adalah studi observasional, artinya tidak bisa membuktikan hubungan sebab akibat. Penelitian memang menunjukkan bahwa orang yang sarapan memiliki kesehatan yang baik. Namun, studi tersebut tidak bisa membuktikan apakah sarapan adalah satu-satunya faktor penyebab.

Ahli menduga bahwa orang yang terbiasa sarapan memang memiliki keseluruhan pola hidup yang cenderung sehat. Misalnya, bisa jadi orang tersebut suka makan makanan yang tinggi serat mengandung nutrisi mikro lainnya. Sebaliknya, orang yang suka melewatkan sarapan bisa jadi punya kebiasaan buruk lainnya seperti merokok atau minum alkohol. Oleh karena itu, sebenarnya banyak faktor di luar sarapan yang memengaruhi.

  1. Sarapan tidak ada hubungannya dengan peningkatkan metabolisme tubuh

Banyak orang beranggapan bahwa sarapan bisa meningkatkan laju metabolisme. Sayangnya, ini adalah mitos. Metabolisme berhubungan dengan apa saja yang dimakan seharian, dan tidak berhubungan dengan waktu makan.

Studi mengatakan bahwa tidak terdapat perbedaan dalam pembakaran kalori selama 24 jam pada orang yang terbiasa sarapan dan yang tidak. Terlepas dari kebiasaan sarapan atau tidak, tubuh akan membakar kalori dalam jumlah yang sama.

  1. Melewatkan sarapan tidak membuat berat badan naik

Anggapan ini berasal dari pemikiran bahwa orang yang melewatkan sarapan tentu merasa lebih lapar pada siang hari. Ini membuat seseorang makan siang lebih banyak. Memang terkesan masuk akal, ya. Namun, pernyataan ini sebenarnya belum didukung dengan cukup penelitian.

Faktanya, banyak studi yang membuktikan bahwa melewatkan sarapan justru mengurangi asupan kalori harian sampai sebanyak 400 kalori dari total kebutuhan.

Suatu studi yang dilakukan oleh Dhurandhar E, et al., yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition tahun 2014 mengatakan bahwa tidak ada perbedaan berat badan antara kelompok orang yang sarapan dan yang tidak. Penelitian tersebut dilakukan selama 4 minggu pada 309 orang dengan obesitas.

  1. Melewatkan sarapan adalah bagian dari intermitten fastingdan memiliki manfaat kesehatan

Apakah kamu tahu metode diet intermittent fasting atau puasa berjangka? Metode diet ini biasanya dilakukan dengan menerapkan sistem 16:8, yang artinya puasa semalaman selam 16 jam dan periode makan selama 8 jam. Periode makan dalam sehari dilakukan di antara waktu makan siang hingga makan malam. Ini berarti seseorang harus melewatkan sarapan.

Banyak studi yang membuktikan bahwa intermittent fasting efektif dalam menurunkan asupan kalori harian, membantu penurunan berat badan, dan baik itu sistem metabolik.

Namun, perlu dicatat bahwa intermittent fasting tidak selalu baik atau bisa dilakukan semua orang. Ada orang yang merasakan manfaatnya, tetapi ada juga yang malah merasakan dampak negatif seperti pusing, lesu, hilang konsentrasi, dan penurunan gula darah.

  1. Sarapan adalah pilihan

Bukti yang jelas mengatakan bahwa tidak ada keistimewaan dari sarapan. Sarapan tidak menentukan status kesehatanmu. Yang terpenting adalah pola makan keseluruhan yang, dengan isi piring yang bergizi dan seimbang.

Pada akhirnya, sarapan adalah pilihan masing-masing orang. Jika kamu merasa lapar pada pagi hari, sarapan adalah pilihan yang cocok. Pilihlah makanan sehat yang tinggi protein untuk sarapanmu. Di sisi lain, jika kamu tidak biasa sarapan atau tidak merasa lapar pada pagi hari, tak perlu memaksakan diri untuk sarapan. Kalau kamu, tim sarapan atau tidak, nih? (*)

Editor: Yusva Alam

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *