Jika Alami Perut Kembung, Cobain Tekan 5 Titik Akupresur Ini!

Jika Alami Perut Kembung, Cobain Tekan 5 Titik Akupresur Ini !

Akurasi.id – Gangguan fisik bisa datang kapan pun. Terutama gangguan pencernaan, gaya hidup dan pola makan yang salah bisa menyebabkan masalah seperti alami perut kembung, sakit perut, hingga sembelit.

Untungnya, gangguan pencernaan dapat ditangani secepatnya. Salah satu pengobatan tradisional yang banyak diandalkan adalah dengan menekan titik akupresur di tubuh. Berasal dari Tiongkok Kuno, menekan titik akupresur dapat meredakan perut kembung, sakit perut, hingga sembelit tanpa obat. Titik-titik mana saja yang harus ditekan?

Sekilas mengenai akupresur

Menurut pengobatan tradisional Tiongkok, titik akupresur terletak di seluruh tubuh, mengikuti jalur yang dijuluki “sistem meridian” atau jalur energi (经络/jingluo), saluran yang mengalirkan energi Qi. Setiap meridian memiliki fungsi sesuai dengan organ tubuh, dan setiap titik akupresur dinamai menurut lokasinya di sepanjang meridian.

Merangsang titik-titik akupresur berikut melalui terapi pijat dapat membantu meredakan perut kembung, sembelit, dan sakit perut. Selain itu, banyak dari titik-titik akupresur ini juga diyakini memengaruhi perut, usus, dan organ perut lainnya untuk meningkatkan kesehatan pencernaan.

Akupresur relatif aman. Namun, bila kamu mengalami kondisi tertentu, konsultasikan dengan dokter sebelum mencobanya. Menekan titik akupresur yang sensitif terlalu kuat dapat menyebabkan nyeri, memar, dan gejala lainnya.

  1. Zusanli (ST36)

Terletak di dekat tempurung lutut, titik 足三里/Zusanli (ST36) yang berarti “tiga li kaki” tersambung dengan sistem meridian perut dan diperkirakan memengaruhi:

  • Organ perut bagian atas.
  • Sistem saraf parasimpatis.
  • Energi utama.

Untuk memijat titik ini:

  • Letakkan dua jari pada titik Zusanli pada salah satu kaki.
  • Gerakkan jari dengan gerakan memutar menggunakan tekanan yang lembut namun kuat.
  • Pijat selama 2–3 menit dan ulangi pada kaki lainnya.
  1. Sanyinjiao (SP6)

Terletak dekat tulang pergelangan kaki bagian dalam, titik 三陰交/Sanyinjiao (SP6) yang berarti “tiga persimpangan yin” terhubung dengan meridian limpa dan diyakini memengaruhi:

  • Organ perut bagian bawah.
  • Sistem saraf parasimpatis.

Untuk memijat titik ini:

  • Letakkan satu jari (atau dua jika dirasa belum kuat) di titik Sanyinjiao pada satu pergelangan kaki bagian dalam.
  • Gerakkan jari dengan gerakan memutar menggunakan tekanan yang lembut namun kuat.
  • Pijat selama 2–3 menit dan ulangi pada titik Sanyinjiao di kaki satunya.
  1. Qihai (CV6)

Terletak di bawah pusar, 气海/Qihai (CV6) yang berarti “Lautan Qi“, terhubung dengan sistem meridian 任脈/Ren Mai yang berarti “tempat kelahiran”, dari pusar (atau rahim pada perempuan) hingga ke perineum, dan diyakini memengaruhi:

  • Organ perut bagian bawah.
  • Seluruh energi.

Untuk memijat titik ini:

  • Letakkan dua jari (atau tiga jika tidak terasa) di titik Qihai.
  • Dengan tekanan lembut, gerakkan jari dengan gerakan memutar. Jangan tekan terlalu keras karena area Qihai sensitif.
  • Pijat selama 2–3 menit.
  1. Zhongwan (CV12)

Terletak di atas pusar, 中脘/Zhongwan (CV12) secara harfiah berarti “tengah perut”. Sama seperti QihaiZhongwan juga ikut terhubung dengan Ren Mai. Oleh karena itu, titik Zhongwan memengaruhi:

  • Organ perut bagian atas.
  • Organ Yang, termasuk kandung kemih serta kantong empedu.

Untuk memijat titik ini:

  • Letakkan dua jari (atau tiga jika tidak terasa) di titik Zhongwan.
  • Tekan secara lembut dengan gerakan memutar. Jangan menekannya terlalu keras.
  • Pijat selama 2–3 menit.
  1. Weishu (BL21)

Terletak di sekitar punggung bagian bawah, titik 胃俞/Weishu (BL21) yang secara harfiah berarti “pengangkut perut” terhubung dengan sistem meridian kandung kemih dan diyakini memengaruhi:

  • Sakit perut.
  • Gangguan saluran pencernaan.

Untuk memijat titik ini:

  • Letakkan satu jari (atau dua jika kurang kuat) di titik Weishu.
  • Berikan tekanan lembut dengan gerakan memutar.
  • Pijat selama 1–2 menit.

Perhatian, jangan pijat titik Weishu jika kamu memiliki kondisi medis seperti piringan tulang belakang yang tergeser (slipped disc) atau tulang belakang yang lemah dan sedang mengalami cedera.

Apakah akupresur ampuh mengatasi masalah pencernaan?

Riset mengenai titik akupresur tidak sebanyak akupunktur. Namun, beberapa riset terkini mengungkapkan manfaat menekan titik akupresur terhadap masalah perut dan pencernaan.

Salah satu risetnya datang dari Iran dalam laporan berjudul “Effect of acupressure on constipation in patients undergoing hemodialysis: A randomized double-blind controlled clinical trial” dalam jurnal Avicenna Journal of Phytomedicine tahun 2019.

Penelitian selama 1 bulan tersebut mencoba menekan titik akupresur sebanyak tiga kali seminggu pada 70 pasien cuci darah dengan keluhan sembelit. Hasilnya, buang gas lebih nyaman dan fungsi pencernaan pun meningkat.

Kemudian, riset selanjutnya datang dari Tiongkok yang dimuat dalam jurnal Chinese Medicine tahun 2015. Penelitian selama 10 hari tersebut melibatkan para pasien kejiwaan yang mencoba menekan titik akupresurnya sendiri. Setelah ditindaklanjuti selama 2 minggu, pencernaan dan kualitas hidup para pasien pun meningkat.

Meskipun penelitian menunjukkan bahwa akupresur dapat memiliki efek positif pada gejala gangguan saluran pencernaan, penelitian lebih lanjut dan lebih dalam masih diperlukan untuk memastikan keuntungan dan kerugiannya.

Adakah cara lain untuk meredakan gangguan pencernaan tanpa obat?

Takut salah tekan tetapi kamu tetap tidak ingin konsumsi obat untuk sakit perut? Selain menekan titik akupresur, kamu pun dapat meredakan sakit perut dan gangguan pencernaan dengan pengobatan rumahan berikut:

  • Batasi makanan yang tidak dapat ditoleransi tubuh: Intoleransi dan alergi makanan dapat menyebabkan gejala tidak nyaman pada perut, seperti perut kembung, diare, sembelit, dan lainnya. Jika begitu, berhenti konsumsi makanan atau minuman tersebut.
  • Makan pelan-pelan: Saat makan terlalu cepat, kamu juga menghirup udara berlebih yang berubah menjadi gas. Makan dalam porsi kecil juga dapat membantu mengurangi kembung setelah makan.
  • Tingkatkan asupan serat: Asupan serat amat penting untuk kesehatan saluran pencernaan. Makan cukup serat dapat membantumu menghindari gejala sembelit dan melancarkan pencernaan.
  • Mengonsumsi prebiotik dan probiotik: Prebiotik dan probiotik bermanfaat untuk bakteri usus. Makan atau minum prebiotik dan probiotik dapat melancarkan kerja usus.

Selama ribuan tahun hingga sekarang, dari Tiongkok Kuno hingga seluruh dunia, pengobatan titik akupresur telah diadaptasikan ke berbagai kondisi kesehatan. Meskipun tak banyak risetnya, beberapa penyintas pun bersaksi akan keampuhannya!

Salah satu kondisi kesehatannya adalah gangguan pencernaan, termasuk alami perut kembung dan sakit perut. Dari lebih dari 400 titik akupresur pada tubuh, sekitar 30 titik dipercaya dapat melancarkan saluran pencernaan dan mengurangi sakit perut yang diakibatkan gangguan pencernaan.

Itulah lima titik akupresur yang dapat kamu coba tekan untuk mengurangi gejala gangguan saluran pencernaan seperti alami perut kembung dan sakit perut yang tidak nyaman. Jika tidak mempan dengan titik akupresur atau obat, konsultasilah dengan dokter agar bisa diperiksa lebih lanjut dan mendapat penanganan yang tepat. (*)

Sumber: Idntimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

Bahayanya Obat Herbal Tradisional Dicampur Bahan Kimia Obat

Bahayanya Obat Herbal Tradisional Dicampur Bahan Kimia Obat

Akurasi.id Obat herbal tradisional maupun jamu menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menjaga tubuh tetap sehat. Baik jamu dalam bentuk jamu gendong maupun obat herbal berlogo jamu banyak beredar dan mudah didapat.

Karena berasal dari bahan herbal, penggunaannya dianggap lebih aman daripada obat modern dan dianggap tidak menimbulkan efek samping. Akan tetapi, ada jenis herbal tradisional, termasuk jamu, yang ternyata justru berbahaya bila digunakan terutama dalam jangka panjang. Mengapa begitu? Baca penjelasannya di bawah ini sampai habis, ya!

  1. Obat herbal tradisional

Berdasarkan peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM), obat herbal tradisional adalah bahan atau ramuan yang berasal dari bahan tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan turun-temurun sebagai pengobatan berdasarkan pengalaman.

Penggolongan obat herbal tradisional terdiri dari tiga golongan, yaitu jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka.

Ketiga golongan obat herbal tradisional tersebut membutuhkan bukti pendukung yang berbeda. Baik jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka tidak diperbolehkan mengandung bahan kimia obat.

  1. Jamu

Jamu adalah obat tradisional berbahan dasar herbal, yang diolah dalam bentuk serbuk seduhan, pil, maupun cairan. Di Indonesia, jamu diminum secara turun-temurun untuk tujuan mencegah penyakit dan menjaga kesehatan tubuh.

Yang membedakan jamu dengan herbal tradisional lainnya yaitu, jamu tidak membutuhkan bukti ilmiah dan uji klinis untuk dapat diedarkan sebagai jamu. Klaim khasiat obat herbal tradisional berlogo jamu membutuhkan bukti empiris atau penggunaan secara turun-temurun.

  1. Apa itu bahan kimia obat (BKO)?

Bahan kimia obat (BKO) adalah senyawa sintetis atau produk kimia yang berasal dari bahan alam yang digunakan sebagai pengobatan modern. Penggunaan BKO pada pengobatan modern harus memperhatikan indikasi, dosis, aturan pakai, dan berbagai peringatan dalam penggunaannya.

Meskipun BKO diperbolehkan pada obat modern, tetapi penggunaannya pada obat herbal tradisional, termasuk jamu, tidak diperbolehkan. BKO tidak diperbolehkan dalam semua obat tradisional karena peredarannya termasuk bebas, sehingga konsumen dapat menggunakannya setiap saat. Bila ada BKO dalam obat tradisional, termasuk jamu, maka ini dapat membahayakan tubuh terutama jika digunakan berlebihan dan jangka panjang.

  1. Obat herbal tradisional dengan campuran BKO

Karena obat herbal tradisional berasal dari bahan herbal, maka efek yang dirasakan tidak bisa langsung terasa atau instan. Namun, terdapat anggapan dalam masyarakat bahwa produk yang bagus adalah produk yang langsung berefek saat itu juga alias cespleng.

Adanya anggapan ini membuat beberapa oknum produsen berbuat “nakal” untuk menambahkan BKO ke dalam produknya. Harapannya, ketika dikonsumsi produknya akan memberikan efek instan dan lebih disukai masyarakat.

  1. BKO yang sering ditambahkan

Salah satu tugas BPOM adalah mengawasi peredaran obat-obatan, termasuk obat herbal tradisional. Pengawasan dilakukan mulai dari tahap sebelum produksi hingga pengawasan produk yang telah beredar di masyarakat.

Pengawasan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk melindungi masyarakat dari produk yang tidak aman. Dari hasil pengawasan tersebut, BPOM masih menemukan beberapa produk herbal tradisional yang mengandung BKO.

Mengutip keterangan dalam laman BPOM, contoh BKO yang ditambahkan dalam herbal tradisional yaitu obat golongan analgesik. Obat analgesik ditambahkan oknum nakal pada obat tradisional dengan klaim atau manfaat mengurangi pegal linu. Selain obat analgesik, kortikosteroid, obat penurun kadar gula, dan berbagai jenis obat juga ditambahkan pada obat herbal tradisional sehingga ini menyalahi peraturan.

  1. Mengapa tidak boleh menambahkan BKO?

Pemberian BKO dalam herbal tradisional sangat berbahaya bagi penggunanya karena tidak diketahui takaran dosis yang digunakan. Menggunakan obat herbal tradisional termasuk jamu yang mengandung BKO juga membahayakan kesehatan apalagi digunakan dalam jangka waktu lama. Selain itu, pemberian BKO juga dapat meningkatkan risiko efek samping baik yang ringan hingga yang berat seperti kerusakan organ.

Tak hanya itu, ada beberapa orang yang kontraindikasi terhadap obat-obatan tertentu sehingga dapat membahayakan penggunanya. Apabila obat herbal tradisional mengandung BKO dikonsumsi dengan obat lain, ini juga dapat menyebabkan interaksi obat sehingga berdampak buruk pada tubuh.

  1. Cara mengenali adanya BKO

BPOM melakukan pengawasan produk yang sudah beredar di masyarakat, salah satunya dengan cara sampling produk secara berkala. Adanya tambahan BKO pada obat herbal tradisional diidentifikasi melalui uji laboratorium.

Ada cara mudah dalam mengenali adanya BKO pada obat herbal tradisional termasuk jamu, yaitu adanya klaim pada produk yang dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit.

Selain itu, adanya efek yang terasa langsung alias cespleng juga patut diwaspadai, karena obat herbal tradisional dan jamu pada dasarnya mempunyai efek yang perlahan.

Obat herbal tradisional termasuk golongan jamu tidak diperbolehkan mengandung bahan kimia obat. Penambahannya oleh produsen nakal bertujuan agar produknya mempunyai efek yang instan, sehingga disukai masyarakat.

Padahal, adanya bahan kimia obat ini dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti efek samping, interaksi obat, dan masalah jangka panjang lainnya seperti kerusakan organ. Jika kamu penyuka obat herbal tradisional, hati-hati dengan klaim produk dengan efek instan, ya. (*)

Sumber: Idntimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

Rutin Cuci Hidung Punya Manfaat Dahsyat, Begini Cara Melakukannya!

Rutin Cuci Hidung Punya Manfaat Dahsyat, Begini Cara Melakukannya!

Akurasi.id – Membersihkan rongga mulut dan telinga sudah bisa. Namun, bagaimana dengan hidung, seberapa sering kamu membersihkan atau rutin cuci hidung? Terlebih di masa pandemik COVID-19, kebersihan hidung termasuk bagian dari kebersihan diri. Pasalnya, rongga hidung yang kotor bisa menjadi sasaran empuk kuman penyakit.

Jarang membersihkan hidung dapat mengakibatkan inflamasi pada rongga hidung dan radang sinus (sinusitis), apalagi kalau alergimu sedang kambuh atau sedang pilek. Inflamasi tersebut membuat dinding sinus bengkak dan terus berair, sehingga mempermudah bakteri atau virus untuk menyusup dan menyebabkan infeksi.

Lewat artikel ini, mari mengetahui alasan pentingnya rutin cuci hidung serta cara melakukannya dengan benar!

1. Berbagai manfaat mencuci hidung secara rutin

Inilah manfaat yang akan kamu dapat bila rutin membersihkan hidung:

  • Membersihkan mukus (lendir) dan kotoran pada sinus, yaitu rongga kecil yang saling terhubung melalui saluran udara di dalam tulang tengkorak.
  • Meningkatkan kinerja bulu hidung (silia) agar bisa memfilter kotoran yang masuk ke hidung.
  • Mengeluarkan substansi asing dari rongga hidung.
  • Mengurangi pembengkakan dan inflamasi pada hidung.
  • Menjaga kelembapan sinus.
  • Meringankan gejala sinusitis (akut maupun kronis) dan alergi.

Nah, itulah manfaat-manfaat yang bisa kamu dapatkan dari mencuci hidung secara rutin atau sesuai dengan anjuran dokter.

Sekarang, bagaimana cara mencuci hidung yang benar? Apa saja yang dibutuhkan?

2. Cara membersihkan hidung? Pakai larutan air garam

Untuk membersihkan hidung, kamu butuh larutan saline atau air garam. Kamu bisa membelinya di apotek atau toko obat. Atau, kamu juga bisa membuatnya sendiri di rumah.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyatakan bahwa cuci hidung itu aman asal tidak menggunakan air keran. Pasalnya, air keran bisa dihuni mikroorganisme asing, seperti ameba parasitik Naegleria fowleri, yang malah akan menjadi penyakit bila sampai ke otak.

Bila ingin memakai air keran, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyarankan untuk merebusnya dulu selama 5 menit agar steril. Kemudian, diamkan hingga suhu air aman untuk digunakan. Setelah itu, kamu bisa melakukan langkah-langkah ini:

  • Campurkan 3 sendok teh garam tanpa yodium dengan 1 sendok teh soda kue.
  • Masukan 1 sendok teh campuran tersebut ke dalam 1 cangkir air yang sudah steril.

Voila, larutan air garam siap digunakan!

3. Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum mencuci hidung

Sebelum kamu mencuci hidungmu, perhatikan hal-hal ini:

  • Cuci tangan hingga bersih sebelum melakukan membersihkan hidung.
  • Bersihkan alat cuci hidung dengan air panas, sabun, dan air setelah digunakan dan keringkan.
  • Hindari menggunakan air yang terlalu dingin (terutama jika kamu baru saja menjalani operasi sinus) atau terlalu panas. Sesuaikan suhu air dengan suhu tubuh atau suhu ruangan.
  • Buang larutan air garam sesudah digunakan.
  • Tidak dianjurkan untuk bayi.
  • Jangan mencuci hidungmu jika ada luka wajah yang belum sembuh atau kamu tengah menderita gangguan neurologis dan muskuloskeletal yang membuatmu lebih berisiko menghirup cairan air garam secara tidak sengaja.

4. Seberapa sering kita harus mencuci hidung?

Bila gejala hidung tersumbat dan pilek menyerang, cuci hidung bisa dilakukan. Lakukan sekali sehari, atau bila memang cara tersebut efektif meringankan gejala, bisa dilakukan tiga kali seminggu.

Namun, jangan melakukannya terlalu sering. Dokter spesialis THT memperingatkan bahwa cuci hidung terlampau sering dapat meningkatkan risiko infeksi sinus dan menghalangi beberapa fungsi protektif selaput lendir yang melapisi saluran hidung dan sinus.

5. Cara mencuci hidung yang baik dan benar

Jika larutan garam sudah siap, siapkan alat pencuci hidung (neti pot). Kemudian, ikuti langkah-langkah ini:

  1. Di dalam kamar mandi atau di depan wastafel, berdirilah dengan kepala menengadah yang dimiringkan ke satu sisi. Jika kamu ingin membersihkan rongga hidung kanan, miringkan kepala ke kanan, dan sebaliknya.
  2. Dengan neti pot, tuang larutan garam secara perlahan ke dalam lubang hidung. Selama proses ini, bernapaslah melalui mulut.
  3. Biarkan larutan keluar bersama kotoran dari lubang hidungmu yang lain.
  4. Ulangi langkah 1-3 di lubang hidung yang berlawanan.
  5. Pelan-pelan, bersihkan dan tiup hidung dengan tisu setelah selesai. Jangan tekan hidung saat meniupnya karena dapat menyakiti gendang telinga.

Ingat, pastikan kamu memiringkan kepala ke sudut yang nyaman dan pas agar rongga hidung dan sinus benar-benar tercuci. Serta, pastikan larutan air garam tidak masuk ke bagian belakang hidung.

6. Efek samping yang bisa terjadi

Jika dilakukan dengan benar, cuci hidung amat menyegarkan dan bermanfaat. Meski begitu, ada beberapa efek samping yang mungkin akan kamu alami setelah melakukannya, meliputi:

  • Sensasi perih di hidung
  • Bersin-bersin
  • Telinga terasa penuh
  • Mimisan (jarang terjadi)

Bila rongga hidung terasa perih, kurangi kadar garam pada larutan yang kamu buat. Jika kamu baru menjalani operasi sinus, biasanya ada darah yang tercampur saat cairan keluar. Jangan takut, karena ini lumrah dan akan membaik dengan sendirinya.

7. Cara membersihkan peralatan cuci hidung yang baik dan benar

Alat cuci hidung harus dibersihkan dengan benar agar tidak menjadi sarang bakteri. Tentu saja air untuk mencuci neti pot harus steril. Begini langkah-langkah membersihkannya:

  • Masukkan air steril beserta sedikit sabun ke dalam neti pot.
  • Tutup neti pot dan kocok hingga seluruh bagian dalamnya bersih.
  • Buang airnya. Seluruh langkah ini bisa dilakukan 2-3 kali.

Bisa juga dibersihkan dengan alkohol 60 persen dan bilas dengan air. Untuk mengeringkannya, kamu bisa memanaskan neti pot dengan microwave selama 30 detik.

8. Bahaya cuci hidung jika tidak menggunakan air yang steril

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, air yang tidak steril dapat mengandung Naegleria fowleri. Ameba parasitik tersebut bisa menyusup ke otak dan menyebabkan meningitis ameba. Gejala awalnya mencakup:

  • Sakit kepala intens
  • Mual hingga muntah
  • Demam

Bila makin parah, gejala yang bisa terjadi adalah:

  • Kejang
  • Kaku leher
  • Halusinasi
  • Perubahan perilaku dan psikologis
  • Koma

Jika kamu mengalami gejala-gejala awal meningitis ameba beberapa hari setelah mencuci hidung, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

9 Jika cuci hidung tidak berjalan dengan benar, kapan harus ke dokter?

Jika gejala yang muncul setelah cuci hidung tidak membaik setelah 10 hari atau malah memburuk, lebih baik periksakan ke dokter spesialis THT. Karena, mungkin saja ada masalah yang butuh penanganan oleh dokter.

Jangan buang waktu, kamu mesti bergegas mencari pertolongan medis bila mengalami gejala-gejala berikut:

  • Demam hingga 39 derajat Celcius.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit kepala intens.
  • Keluarnya mukus yang terlalu hijau disertai dengan darah dan berbau tidak sedap.
  • Napas bengek.
  • Pandangan kabur.

Mulai sekarang rutinlah mencuci hidung. Selain dapat melegakan pernapasan, rutin cuci hidung dapat meringankan gejala hidung tersumbat dan inflamasi karena alergi, pilek, dan sinusitis yang dapat membuat hidung rentan terhadap infeksi virus dan bakteri.

Bila langkah-langkah cuci hidung di atas merepotkan, kamu juga bisa membeli nasal spray yang banyak tersedia di apotek atau toko obat dan praktis untuk digunakan. (*)

Sumber: Idntimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

Ini Penyebab Kenapa Obat Tidak Boleh Diminum dengan Pisang

Ini Penyebab Kenapa Obat Tidak Boleh Diminum dengan Pisang

Akurasi.id – Saat mengonsumsi obat, beberapa orang biasa menggunakan pisang untuk mempermudah menelan obat. Faktanya, pisang tidak disarankan untuk dikonsumsi dengan obat-obatan, lo!

Mengapa demikian? Untuk tahu jawabannya, yuk, simak penjelasannya di bawah ini kenapa obat tidak boleh diminum dengan pisang!

  1. Mengonsumsi buah-buahan

Mengonsumsi buah menjadi salah satu pola hidup sehat yang baik untuk kesehatan. Namun, buah-buahan tertentu tidak disarankan digunakan bersamaan dengan beberapa obat-obatan.

Hal tersebut disebabkan adanya interaksi obat dan makanan yang dapat mengganggu kerja obat. Beberapa makanan harus dihindari ketika menggunakan obat karena menimbulkan interaksi obat, menurut laporan berjudul “Food and Drug Interactions” dalam Journal of Lifestyle Medicine tahun 2017.

Jadi, untuk mengetahui apakah obat yang kamu minum mengalami interaksi dengan beberapa makanan atau obat tertentu, jangan ragu untuk bertanya kepada apoteker.

  1. Pisang

Beberapa orang menggunakan pisang bersama dengan obat untuk memudahkan ketika menelan obat. Namun, penting untuk menghindari menggunakan pisang bersama obat-obatan karena pisang mengandung mineral yang dapat berinteraksi dengan obat.

Dijelaskan pada laman GoodRx, pisang merupakan buah yang tinggi potasium atau kalium. Potasium bermanfaat dalam menjalankan fungsi sel otot jantung dan menjaga jantung tetap berdetak. Selain itu, potasium juga berperan dalam menjalankan fungsi normal saraf dan menjaga kesehatan otot.

  1. Obat yang berinteraksi dengan pisang

Beberapa obat, seperti golongan angiotensin II receptor blockers (ARB) dan angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors, yang digunakan sebagai obat penurun tekanan darah meningkatkan kadar potasium dalam tubuh. Selain obat tersebut, ibuprofen dan naproxen juga diketahui dapat meningkatkan kadar potasium dalam tubuh.

Dilansir Cleveland Clinic, jika menggunakan obat golongan ACE inhibitor atau ARB, dokter biasanya akan melakukan pengecekan kadar potasium secara berkala. Selain itu, saat menggunakan obat tersebut juga disarankan menghindari makanan yang mengandung potasium, seperti pisang, jus jeruk, dan pengganti garam yang mengandung potasium.

  1. Interaksi obat dengan pisang

Beberapa obat tertentu mempunyai efek meningkatkan kadar potasium, jika digunakan bersama dengan pisang yang juga mengandung potasium, maka kadar potasium dalam tubuh akan makin tinggi.

Kadar potasium yang terlalu tinggi menyebabkan detak jantung menjadi tak beraturan, bahkan kemampuan jantung dalam berdetak menjadi menurun atau yang disebut dengan gagal jantung, seperti dijelaskan pada Journal of Lifestyle Medicine.

Jika mengalami kesulitan bernapas, nyeri dada, detak jantung tak beraturan, bingung, atau kelemahan otot, segera konsultasikan ke dokter, mengutip WebMD.

Selain pisang, hindari juga mengonsumsi obat bersama buah dengan kandungan potasium tinggi lainnya seperti jeruk.

  1. Yang harus dilakukan

Penting untuk mengetahui obat dan makanan yang tidak boleh digunakan bersama dengan obat yang hendak diminum agar tidak berinteraksi. Untuk mencegah timbulnya interaksi obat, maka hindari penggunaan pisang bersamaan dengan obat.

Adanya senyawa yang terdapat dalam pisang dapat berinteraksi dengan obat yang diminum. Maka, konsumsi obat disarankan menggunakan segelas air putih agar efek obat optimal dan tidak membahayakan tubuh.

Beberapa obat seperti obat penurun tekanan darah, obat anti radang, dan lainnya dapat berinteraksi dengan pisang menyebabkan kadar potasium makin tinggi. Kadar potasium yang terlalu tinggi dalam tubuh akan menimbulkan aritmia jantung atau detak jantung yang tidak beraturan. Jika kamu biasa menelan obat dan diminum dengan pisang, yuk, mulai ubah, biasakan menggunakan air putih agar tidak terjadi interaksi obat. (*)

Sumber: Idntimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

Tips Praktis, 5 Cara Mencegah Kanker Mulut

Tips Praktis, 5 Cara Mencegah Kanker Mulut

Akurasi.id – Pernah dengar kanker mulut? Memang, angka kematian akibat kanker mulut tidak lebih besar dibandingkan angka kematian lainnya. Terkadang, kanker mulut tidak terdeteksi di stadium awal. Seperti sebuah celengan yang jika sudah penuh tinggal dituai hasilnya, kanker mulut pun seperti itu.

Kanker ini lebih umum ditemui pada laki-laki daripada perempuan. Apalagi, beberapa ahli mengutarakan bahwa penderita kanker mulut sudah mulai merambah dewasa muda (usia 20-an dan 30-an). Untungnya, dengan perkembangan teknologi di bidang medis, kanker ini dapat diobati.

Meski tersedia pengobatan untuk kanker mulut, tetapi cara terbaik adalah dengan mencegah kanker berkembang. Apa saja cara mencegah kanker mulut? Intip di bawah ini, ya!

  1. Berkunjung secara rutin ke dokter gigi

Apakah yang kamu pikirkan saat berkunjung ke dokter gigi?

  • Gigi bersih?
  • Napas lebih segar?
  • Rongga mulut yang lebih sehat?

Semuanya benar, kok! Namun, apakah pernah terpikir olehmu bahwa kunjungan rutin ke dokter gigi dapat mencegah berkembangnya kanker mulut?

Karena bidangnya berkaitan dengan mulut, dokter gigi lebih sering mendeteksi kanker mulut pertama kali. Oleh karena itu, dengan rutin mengunjungi dokter gigi, kamu dapat mencegah atau mendeteksi kanker mulut lebih dini.

Dokter gigi mungkin akan merujukmu ke spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) atau spesialis bedah kepala dan tenggorokan. Selain pencegahan melalui dokter gigi, kamu juga dapat menjaga kebersihan rongga mulut dengan menggosok gigi dan flossing secara teratur.

  1. Hindari rokok

Kamu ingat pesan yang tertulis di setiap iklan rokok atau bungkus rokok? Intinya, bahkan produsen rokok pun telah memperingatkan bahwa merokok dapat merusak kesehatan. Salah satu akibatnya adalah kanker mulut.lustrasi peringatan tentang bahaya merokok

Baik perokok aktif ataupun pasif, kamu lebih rentan terhadap kanker mulut. Merokok dapat menyebabkan munculnya seriawan putih keabuan di rongga mulut.

Seriawan tersebut dinamakan leukoplakia dan ini bersifat karsinogenik. Jadi, kamu harus segera menjauhkan diri dari rokok dan asap rokok yang sama bahayanya untuk mulutmu.

  1. Hindari konsumsi alkohol berlebih

Sama seperti merokok, minuman beralkohol juga berbahaya bagi mulut. Makin tinggi kadar alkohol dan jumlah gelasnya, makin tinggi pula risiko kanker mulut.

Alkohol dapat menyebabkan tubuh lebih rentan terhadap kanker, salah satunya adalah kanker mulut. Apalagi, mulut adalah organ pertama yang “menyambut” cairan alkohol.

Menurut penelitian oleh National Institutes of Health, mereka yang mengonsumsi 3,5 liter alkohol per hari lebih memiliki kemungkinan dua hingga tiga kali lipat terkena kanker mulut. Risiko akan makin tinggi kalau kamu minum alkohol sambil merokok.

  1. Mendapatkan vaksin HPV

Bukan hanya untuk perempuan, laki-laki pun juga sangat disarankan untuk mendapatkan vaksin humanpapilloma virus (HPV). Terlebih saat usia laki-laki dalam rentang 40-50 tahun, mereka rentan terkena HPV16 yang menjadi faktor utama penyebab kanker mulut. Seperti yang ditekankan di awal, kanker mulut kadang memiliki gejala yang minimal. Saat sudah parah, baru makin tampak atau terasa gejalanya.

Bagi laki-laki, disarankan untuk mendapat vaksin HPV saat berumur 11 hingga 26 tahun, saat belum aktif secara seksual. Jika sudah divaksinasi HPV, kamu tidak perlu khawatir terhadap HPV. Namun, sebagai langkah pencegahan, para lelaki disarankan untuk mempraktikkan seks aman, yakni dengan kondom dan tidak gonta-ganti pasangan.

  1. Lindungi mulut dari paparan sinar matahari

Di tengah pemanasan global dan bolongnya lapisan ozon, sinar dan radiasi matahari makin berbahaya. Karena kanker mulut dapat dipicu oleh radiasi ultraviolet (UV) dari matahari, mereka yang sering bekerja di lapangan lebih rentan terkena kanker mulut. Jika kulitmu rentan terbakar matahari, kamu juga harus melindungi bibirmu karena bibir juga memiliki sensitivitas yang sama seperti kulitmu yang lain.

Disarankan agar kamu menghindari paparan sinar matahari mulai pukul 10 pagi hingga 2 siang. Gunakan lip balm dengan SPF saat kamu sedang berada di luar. Atau, kamu bisa menggunakan topi untuk menutupi wajahmu dari sinar matahari.

Demikianlah beberapa cara mencegah kanker mulut yang bisa kamu upayakan. Ingat, walaupun sudah tersedia pengobatan kanker, tetapi yang jauh lebih baik adalah dengan mencegahnya. (*)

Sumber: Idntimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

Cegah Pikun dengan 5 Aktivitas Harian Ini, Bikin Otak Tetap Sehat

Cegah Pikun dengan 5 Aktivitas Harian Ini, Bikin Otak Tetap Sehat

Akurasi.id – Berapa pun usiamu, menjaga otak tetap sehat adalah hal penting. Orang dengan otak yang sehat dan tajam memiliki peluang hidup yang lebih sehat dan produktif.

Dilansir University of Michigan Health, otak menghasilkan zat yang bisa meningkatkan kesehatan tubuh. Sebagai contoh, endorfin merupakan zat penghilang rasa sakit alami, dan gamma `globulin yang menguatkan sistem kekebalan tubuh.

Masih dari sumber yang sama, penelitian memperlihatkan bahwa apa yang dihasilkan otak dan tubuh sangat bergantung pada perasaan, harapan, serta pikiran. Jadi, ketika seseorang sakit namun mempunyai pikiran positif, sikap positif, dan semangat, maka otak akan memproduksi lebih banyak zat yang membuat tubuh cepat pulih.

Lantas, bagaimana caranya membuat otak tetap sehat dan berpikiran tajam? Tidak sulit, kok. Cukup dengan lima aktivitas harian yang simpel, kamu dapat menjaga kesehatan otak. Yuk, simak penjelasan berikut!

  1. Hindari multitasking

Multitasking membuat seseorang membagi perhatiannya. Ini membuatmu sulit fokus yang nantinya bisa mengganggu pekerjaan atau belajar. Makin banyak kamu mengerjakan tugas dalam waktu bersamaan, makin sedikit tugas yang selesai.

Studi menunjukkan, saat otak terus-menerus bolak-balik melakukan banyak tugas bersamaan, terlebih yang memerlukan perhatian dan sulit dikerjakan, risiko kesalahan dan tidak efisien jadi tinggi. Kondisi ini bisa mengganggu fungsi otak bahkan berbahaya, seperti dilansir Cleveland Clinic.

  1. Olahraga

Bukan hanya tubuh, olahraga pun berdampak baik pada otak. Mengutip Prevagen, penelitian menemukan bahwa olahraga bisa melancarkan aliran darah ke otak. Ini memungkinkan koneksi antara saraf di dalam otak bekerja lebih baik.

Penelitian pun mengatakan bahwa olahraga bisa merangsang kreativitas, meningkatkan memori, dan membantu otak mencari solusi. Studi lain dalam laman yang sama juga menemukan bahwa olahraga bisa meningkatkan fungsi otak.

  1. Tertawa lepas

Stres bisa membuat otak melepaskan hormon kortisol sehingga seseorang jadi sulit berpikir jernih. Seiring waktu, tingkat stres yang makin tinggi membuat memori otak jadi bermasalah.

Kalau sudah begini, tak ada salahnya untuk menghilangkan stres dengan tertawa lepas. Kamu bisa menonton acara komedi atau bercanda dengan teman. Dilansir HowStuffWorks, ada penelitian yang menyebutkan bahwa tertawa lepas berpengaruh positif pada hampir semua bagian otak.

  1. Mengenal orang baru

Mengenal orang baru bisa meningkatkan fungsi otak sama seperti saat kamu bermain teka-teki silang atau puzzle. Dijelaskan dalam laman WebMD, aktivitas ini bisa melatih keterampilan ingatan jangka pendek dan konsentrasi.

Obrolan yang ramah selama 10 menit pada orang baru juga bisa memperkaya otak. Mendengarkan sudut pandang orang lain dan menempatkan dirimu pada posisinya juga bisa membuat otak berpikir dengan cara yang baru. Jadi, tidak ada salahnya untuk lebih ramah dengan orang lain, kan?

  1. Mendengarkan musik

Selain membuatmu makin waspada, mendengarkan musik juga bisa memperbaiki suasana hati dan meningkatkan memori. Ini karena satu nada dan nada berikutnya membuat musik bersifat matematika, struktural, dan arsitektural, seperti hasil penelitian yang dicatat dalam laman Johns Hopkins Medicine. 

Masih dalam penelitian yang sama, musik dengan genre yang berbeda dari yang sering didengar bisa menantang otak berpikir kreatif, lo! Meski tidak menyenangkan pada awalnya, otak akan berjuang untuk memahami hal baru itu.

Itulah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kesehatan otak. Selain melakukan beberapa aktivitas di atas, kamu juga perlu tidur yang cukup dan rutin mengonsumsi makanan yang baik untuk otak. Seperti ikan, sayuran hijau, dan buah-buahan. Selamat mencoba! (*)

Sumber: Idntimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

Saat Angin Duduk Menyerang, Begini Cara Mengatasi Secara Dini dan Efektif

Saat Angin Duduk Menyerang, Begini Cara Mengatasi Secara Dini dan Efektif

Akurasi.idAngin duduk atau penyakit dengan nama kesehatan angina/angina pektoris ini merupakan salah satu penyakit berbahaya yang kerap dianggap remeh. Penyakit yang menyerang dada ini menimbulkan nyeri hebat karena jantung kekurangan pasokan darah. Angin duduk menyerang dengan tiba-tiba.

Dalam keadaan tertentu, angin duduk menyerang siapa pun dan kapan pun. Namun jangan khawatir, IDN Times sudah merangkum dari beberapa sumber tentang beberapa tips atau cara mengobati dan mengatasi angin duduk secara dini dan efektif yang bisa kamu coba. Simak selengkapnya dibawah ini ya!

  1. Hentikan segala aktivitas yang sedang dilakukan

Sangat penting untuk menghentikan semua aktivitas yang sedang dilakukan ketika gelaja angin duduk ini mulai terasa. Hal ini untuk meminimalisir gerakan tubuh agar meringankan otot jantung yang tengah bekerja keras memompa darah.

  1. Segera cek ke dokter

Jika gejala angin duduk seperti nyeri di dada mulai kamu rasakan, sebaiknya langsung datang ke rumah sakit atau puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

  1. Konsumsi obat pengencer darah

Salah satu obat yang dapat dikonsumsi untuk mengatasi penyakit angin duduk ialah obat yang mengandung nitroglycerin. Kandungan zat tersebut berfungsi sebagai penurun tekanan darah dan dapat mengendurkan pembuluh darah.

  1. Konsumsi obat pelebar pembuluh darah

Selain itu, jika obat dengan kandungan nitroglycerin tidak dapat kamu temukan, cobalah konsumsi obat lain yang dapat melancarkan aliran darah seperti aspirin.

Selain membantu melancarkan aliran darah dan melonggarkan penyumbatan yang terjadi, aspirin juga dapat mengatasi nyeri pada jantung.

  1. Oleskan minyak angin di beberapa bagian tubuh

Tidak hanya cara medis, ada juga cara tradisional yang ampuh meredakan nyeri ketika angin duduk menyerang, yakni dengan mengoleskan minyak angin di bagian perut, dada, pinggan, dan punggung. Selain itu, tempatkan 2 botol air hangat di bagian ulu hati agar angin dapat keluar.

  1. Gunakan jaket hangat dan selimut tebal

Jika dirasa angin yang terperangkap dalam tubuh tetap tidak keluar, cobalah meningkatkan suhu tubuhmu hingga mengeluarkan keringat. Menggunakan jaket hangat dan selimut tebal bisa menjadi salah satu pilihannya.

  1. Lakukan posisi telentang

Melakukan posisi telentang merupakan salah satu hal dasar yang harus dilakukan ketika gejala angin duduk mulai menyerang. Posisi menghadap ke atas ini dapat membantu menghilangkan stres dan menambah konsentrasi untuk mengendalikan detak jantung.

Dengan mengetahui cara mengatasi angin duduk secara dini dan efektif setidaknya dapat memperkecil risiko bertambah buruknya keadaan yang dialami. Angin duduk memang bukan jenis penyakit berbahaya yang dapat dideteksi sedini mungkin.

Demikianlah tips kesehatan ini berakhir semoga dapat bermanfaat untuk kamu yang memang sedang membutuhkan informasi ini.  (*)

Sumber: Idntimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

Dada Sakit saat Batuk? Kenali 8 Diantara Penyebabnya!

Dada Sakit saat Batuk? Kenali 8 Diantara Penyebabnya!

Akurasi.id – Dada sakit saat batuk sebetulnya sering terjadi, apalagi jika penyebabnya pilek atau flu biasa. Rasa sakit yang timbul pun berbeda-beda. Ada yang rasanya seperti ditusuk, berdenyut, dengan intensitas ringan hingga membuat seseorang kesakitan. Jika nyeri dibarengi gejala lain, khususnya demam atau susah bernapas, ada indikasi infeksi serius.

Gejala lain yang mungkin timbul berupa nyeri otot, badan lemas, batuk berlendir, serta mengi dan sulit bernapas. Biasanya kondisi ini tak perlu dicemaskan, kecuali nyerinya terus-menerus atau rasa sakitnya tak tertahankan. Jadi, kamu tetap harus tahu apa saja yang bisa bikin dada sakit saat batuk, sehingga tahu kapan harus ke dokter.

  1. Pleuritis

Kesulitan bernapas, baik napas biasa maupun saat tarik napas dalam-dalam, tentu bikin kamu khawatir, bukan? Menurut laporan dalam jurnal American Family Physician tahun 2017, kondisi ini disebut sebagai pleuritis (pleurisy). Kondisi ini mengacu pada radang pleura (membran yang menutupi paru-paru dan rongga dada).

Rasa sakitnya tajam dan bisa memburuk saat bernapas, bersin, atau batuk. Peradangan yang terjadi bisa bikin kamu sulit bernapas dan memicu batuk.

  1. Kelelahan pada otot

Dilansir Medical News Today, banyak otot yang terlibat saat kamu batuk, seperti di dada, punggung, dan perut. Batuk yang intens atau yang sudah berlangsung berhari-hari bisa menyebabkan kelelahan pada otot-otot tersebut. Akibatnya, timbul nyeri khususnya saat area yang terdampak dipijat.

Walaupun demikian, sulit untuk membedakan nyeri dada tersebut dengan jenis nyeri lainnya, misalnya akibat peradangan paru. Bila tidak yakin apa sumbernya, sebaiknya cek ke dokter.

  1. Pneumonia

Mengutip laman Healthline, pneumonia adalah infeksi di kantong udara paru-paru yang bisa disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur. Penyakit ini menyebabkan peningkatan produksi lendir yang memicu batuk. Bila batuk terus-terusan, tentunya akan menyebabkan nyeri dada.

Selain sakit di dada saat batuk, gejala pneumonia yang mesti tak boleh diabaikan adalah demam tinggi, menggigil, nafsu makan rendah, berkeringat, kelelahan, dan kebingungan.

  1. Asma

Peradangan yang terjadi pada asma menyebabkan penyempitan saluran udara, sehingga membuat kamu sulit bernapa serta menyebabkan batuk kronis pada beberapa orang.

Asma juga menyebabkan produksi lendir berlebih yang dapat memicu batuk. Nyeri dada biasanya terjadi setelah batuk. Kesulitan bernapas yang dirasakan adalah sesak napas.

  1. Asam lambung

Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah gangguan pencernaan yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Kondisi ini menyebabkan regurgitasi (naiknya asam ke tenggorokan atau mulut), mual, termasuk batuk. Gejala khasnya adalah heartburn, yakni sensasi terbakar di dada.

Mengutip Verywell Health, rasa sakit saat bernapas juga bisa dirasakan. Selain itu, GERD juga menyebabkan batuk kronis dan gejala lainnya yang bisa dengan mudah dianggap bersumber dari paru-paru.

  1. Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) mengacu pada beberapa kondisi, termasuk bronkitis kronis dan emfisema, yang mengakibatkan saluran udara bengkak, meradang, dan terhambat. Penyakit ini bersifat progresif, yang artinya bisa memburuk seiring waktu.

Gejala utamanya adalah nyeri dada dan batuk. Beberapa penderita juga bisa mengalami napas pendek, sulit bernapas, mengi, kurang energi, dan peningkatan produksi lendir.

  1. Emboli paru

Emboli paru adalah bekuan darah yang bergerak ke paru-paru. Kondisi yang menyebabkan napas pendek, nyeri dada, dan masuk ini bisa berpotensi mengancam nyawa.

Adanya bekuan darah di paru-paru bisa terasa seperti serangan jantung dan penderitanya bisa mengalami batuk berdarah. Gejala lainnya yang harus diwaspadai meliputi kaki sakit atau bengkak, demam, berkeringat, pusing, dan rasa seperti ingin pingsan.

  1. Kanker paru

Bila mengalami batuk dan nyeri dada dalam jangka waktu lama dan penyebabnya bukan infeksi (seperti flu dan pilek), serta ada riwayat atau kebiasaan merokok, kanker paru harus diwaspadai. Apalagi juga timbul gejala seperti berat badan turun tanpa sebab, kelelahan, napas pendek, suara serak, mengi, hilang nafsu makan, dan merasa lemah.

Sebetulnya masih ada banyak lagi penyakit mungkin berkontribusi pada rasa sakit dada saat batuk. Walau seringnya bukan kondisi serius, tetapi kalau batuk tak kunjung sembuh, disertai nyeri dada, serta mengalami demam tinggi (39 derajat Celcius), kaki sakit atau bengkak, napas pendek, pusing, dan kelelahan, jangan tunda untuk pergi ke dokter.

Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, maka penyebab yang mendasarinya akan teratasi dan kamu akan cepat pulih! (*)

Sumber: Idntimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

Cara Efektif Turunkan Gula Darah untuk Cegah Diabetes

Cara Efektif Turunkan Gula Darah untuk Cegah Diabetes

Akurasi.id – Tingginya gula darah adalah salah satu masalah yang berpotensi menyerang para Millennials dan Gen Z. Bagaimana tidak, kini ada banyak makanan dan minuman kekinian yang tinggi gula. Mulai dari boba, kopi susu, kue, biskuit, permen, dan lain-lain.

Semakin banyak gula yang dikonsumsi, semakin lemah hormon insulin kita. Zat yang diproduksi pankreas itu bertugas untuk mengatur gula darah normal dengan mengubahnya menjadi energi.

Ketika insulin berkurang, gula pun menumpuk dan meningkatkan risiko diabetes. Kamu pasti tidak mau itu terjadi, kan? Kamu bisa mencegahnya dari sekarang, kok!

Berikut ini IDN Times telah merangkum dari berbagai sumber, bagaimana tips atau cara efektif  turunkan gula darah yang efektif dan dengan metode alami sehingga kamu aman dan mudah untuk menerapkannya.

  1. Kurangi konsumsi karbohidrat

Cara pertama yang perlu dilakukan untuk menurunkan gula darah adalah dengan mengurangi porsi karbohidrat harian. Pasalnya, karbohidrat akan terurai menjadi glukosa dan akhirnya meningkatkan kadar gula dalam darah.

Tak hanya itu, jumlah karbohidrat yang terlalu banyak juga dapat mengganggu fungsi insulin. Akhirnya, risiko diabetes tipe 1 dan 2 pun meningkat.

  1. Pilih karbohidrat yang tepat

Ada dua macam karbohidrat yang biasa kita konsumsi, yaitu simpel dan kompleks. Apa perbedaannya? Dilansir dari Medical News Today, gula adalah zat pembentuk utama dari karbohidrat simpel. Makanan yang banyak mengandungnya adalah nasi, pasta, dan produk susu.

Untuk karbohidrat kompleks, gula di dalamnya terikat dengan satu sama lain sehingga tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk menguraikan. Oleh karena itu, karbohidrat kompleks lebih aman dimakan sehari-hari. Contohnya adalah kentang, ubi, pisang, dan gandum.

  1. Tingkatkan konsumsi makanan berserat

Serat memiliki banyak manfaat untuk tubuh kita, salah satunya adalah mengontrol kadar gula darah. Menurut studi dari American College of Cardiology (ACC) tahun 2019, konsumsi makanan berserat dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2.

Namun kamu harus berhati-hati, salah mengonsumsi serat dapat berakibat sebaliknya. Sebaiknya cari makanan yang mengandung serat larut. Misalnya, oat, kacang-kacangan, sayur, buah, dan kacang polong.

  1. Pastikan tubuh terhidrasi

Sekitar 60 persen volume tubuh terbentuk dari air. Oleh karena itu, kita harus mencukupi kebutuhan air setidaknya delapan gelas per hari. Air pun bisa membantu kita mengontrol kadar gula darah.

Dilansir dari WebMD, sebuah studi menemukan bahwa mencukupi kebutuhan air dapat mengurangi risiko hiperglikemia (gula darah tinggi) sebesar 21 persen dalam jangka waktu sembilan tahun. Bagaimana bisa? Ternyata air bisa melarutkan gula untuk dibuang bersama dengan urine dan keringat.

  1. Konsumsi larutan cuka apel

Jika kamu tidak memiliki masalah dengan asam lambung, coba untuk minum larutan cuka apel. Sudah banyak studi yang membuktikan khasiatnya terhadap gula darah. Jurnal dari Attikon University Hospital Yunani tahun 2014 mengatakan bahwa cuka apel mampu memengaruhi hati untuk menurunkan produksi gula darah.

Bagaimana cara mengonsumsinya? Cukup tambahkan satu hingga dua sendok teh cuka apel ke dalam segelas air. Atau kamu juga bisa menambahkannya ke dalam dressing salad agar rasanya tidak terlalu kuat.

  1. Rutin berolahraga

Aktivitas fisik ternyata juga ampuh untuk menurunkan tingkat gula darah dalam tubuh kita. Bagaimana bisa? Menurut penjelasan dari American Diabetes Association, ketika berolahraga, insulin meningkat dan dapat digunakan sepenuhnya oleh otot. Akhirnya gula darah pun berkurang.

Ada banyak jenis olahraga yang bisa kamu coba. Di antaranya jogging, lari, bersepeda, berenang, atau bahkan mendaki. Aktivitas fisik yang ringan pun boleh asal dilakukan secara rutin setidaknya 30 menit per hari.

  1. Pintar-pintar mengontrol stres

Stres sebenarnya sulit untuk dihindari. Setiap hal yang terjadi di hidup dapat membuat kita merasakannya. Padahal stres tak baik untuk kesehatan, salah satunya adalah dapat meningkatkan kadar gula darah.

Bagaimana bisa? Dilansir dari Diabetes.co.uk, stres memengaruhi tubuh untuk mengeluarkan hormon adrenalin yang bisa meningkatkan glukosa di berbagai organ. Alhasil, zat tersebut pun akan masuk ke dalam darah. Hal ini bisa berbahaya bagi penderita diabetes.

Oleh karena itu, penting untuk memiiki kemampuan mengelola stres. Coba hindarkan dirimu dari pemicunya, perbanyak olahraga, meditasi, dan coba curhat dengan orang terdekatmu.

  1. Perbanyak konsumsi makanan-makanan ini

Ada banyak makanan yang ternyata bisa menurunkan kadar gula darah. Apa sajakah itu? Berikut ini di antaranya:

  • Segala jenis buah-buahan;
  • Segala jenis kacang;
  • Bawang putih;
  • Brokoli;
  • Sayuran hijau;
  • Yogurt, dan lain-lain.

Demikianlah langkah-langkah atau cara turunkan gula darah secara efektif dan sederhana untuk diterapkan. Yuk, segera terapkan dalam keseharian agar kita tetap sehat di masa depan. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba, ya! (*)

Sumber: Idntimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

Waspada! 10 Gejala Kanker Ginjal Ini Sering Tidak Disadari

Waspada! 10 Gejala Kanker Ginjal Ini Sering Tidak Disadari

Akurasi.id – Menurut American Cancer Society, hampir 74 ribu kasus tentang kanker ginjal diprediksi naik selama 2019. Tak tanggung-tanggung, kanker ginjal bisa menyerang laki-laki atau perempuan dan merupakan salah satu dari 10 kanker yang paling sering ditemukan pada manusia.

Agar lebih teliti dalam mengenali gejalanya dan berikut ini telah di rangkum dari berbagai sumber ulasan mengenai beberapa tanda atau gejala kanker ginjal yang harus kamu ketahui sedini mungkin. Cek selengkapnya di bawah ini ya!

  1. Apa itu kanker ginjal?

Kita semua terlahir dengan dua ginjal, organ tubuh berbentuk seperti kacang yang berada di bawah tulang iga di sisi kanan dan kiri tulang punggungmu. Ginjalmu terdapat tabung kecil yang memfilter semua kotoran dari dalam darahmu dan mengubahnya menjadi urin, tugas utama dari ginjal.

Jika ada permasalahan di tabung kecil ini, kondisi bisa semakin parah dan memicu kanker ginjal. Yang paling sering ditemukan adalan kanker sel ginjal pada tabung kecil ini.

  1. Apa penyebab kanker ginjal?

Kadang kanker ginjal bisa diturunkan dari orangtua ke generasi-generasi selanjutnya. Tapi biasanya, kebiasaan merokok adalah penyebab utamanya, satu-satunya mengurangi peluang terkena kanker ginjal adalah dengan mengurangi rokok.

Faktor lain adalah kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, dan penggunaan obat dalam jangka panjang.

  1. Tonjolan di perut, samping, atau punggung bawah

Tapi biasanya kita gak akan sadar ketika sel-sel kanker bertumbuh di ginjal. Karena ginjal terletak di tempat yang sangat dalam, orang biasanya tak akan merasakan adanya tanda-tanda di tahap awal kanker.

Jarang sekali ditemukan pasien yang terdapat tumor di ginjalnya, jika ini terjadi, mungkin ini adalah tahap awal kanker ginjal.

  1. Terlihat ada sesuatu dalam hasil tes yang telah dilakukan

Meski jarang bisa dideteksi di tahap awal, bukan berarti kanker selalu bisa diketahui di akhir. Kini orang bisa melakukan MRI atau ultrasound untuk mengungkap apakah mereka memiliki tumor dalam ginjal mereka.

Karena semakin diketahui lebih awal, maka penanganan akan semakin efektif.

  1. Nyeri punggung samping yang hampir tak terasa

Terkadang, orang bisa merasakan sakit yang menjepit sebagai salah satu tanda kanker. Rasa sakit ini tak kunjung sembuh dan harus segera ditangani oleh orang yang memang ahli. Jangan pernah membuat diagnosa sendiri berdasarkan internet karena tak akan membantu.

  1. Terdapat darah di air seni

Melihat adanya darah dalam air seni merupakan tanda yang tak boleh diabaikan. Kamu harus memperhatikannya dengan serius dan segera melakukan tes.

Mungkin air seni yang berdarah bisa jadi infeksi saluran kencing, tapi jika darah itu karena kanker ginjal, bisa jadi kankermu sudah memasuki stadium lanjut.

  1. Kelelahan hebat dan turunnya berat badan

Kelelahan, kurangnya nafsu makan, dan berat badan yang berkurang drastis adalah tiga tanda ketika kanker ginjal sudah memasuki stadium akhir.

Meski pun banyak faktor yang menyebabkan berat badanmu turun drastis, jika kamu merasa tak mengurangi porsi makan namun berat badanmu turun drastis, mungkin sudah saatnya kamu memeriksakan diri ke dokter.

  1. Tekanan darah yang tiba-tiba meningkat

Jika biasanya tekanan darahmu norma dan kemudian kamu tiba-tiba mulai merasa tekanan darahmu naik, bisa jadi itu salah satu tanda kanker ginjal.

Ginjalmu seharusnya membantu mengatur keseimbangan air dalam tubuh dan tekanan darahmu dengan melepaskan hormon bernama renin.

  1. Anemia

Salah satu alasan kamu lelah bisa jadi karena sel darah merah di tubuh rendah. Hormon lain yang dilepaskan ginjal—erythropoeitin—memicu sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah.

Kamu butuh sel darah merah untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh, ketika oksigen tak menyebar, tubuhmu akan kelelahan.

  1. Demam yang tak disertai flu atau infeksi lain

Setiap kali temperatur tubuh naik, itu adalah indikasi bahwa sistem imunmu sedang bertarung melawan penyusup. Bisa jadi itu virus, bakteri, atau mungkin tumor.

Kalau tiap malam kamu berkeringat atau merasa demam, mulailah mengecek temperatur tubuh. Jika demammu tak diikuti oleh batuk-batuk, bersin, atau nyeri otot, sebaiknya cek ke dokter.

Seperti kanker lainnya, hal ini tergantung pada saat ditemukan. Jika masih dalam tahap awal, 90 hingga 95 persen bisa disembuhkan dengan perawatan invasif.

Tapi jika kanker sudah ditemukan dalam keadaan stadium lanjut dan metastatik atau menyebar, kemungkinan 10 hingga 20 persen pasien akan hidup selama lima hingga 10 tahun.

Demikianlah ulasan mengenai gejala kanker ginjal yang tanpa disadari orang sehingga kamu harus mengetahuinya sedari dini. Jangan sampai terlambat ya, semoga artikel kesehatan ini dapat bermanfaat! (*)

Sumber: Idntimes.com

Editor: Redaksi Akurasi.id