health

8 Cara Tak Mudah Ngantuk Saat Belajar

8 Cara Tak Mudah Ngantuk Saat Belajar

8 Cara Tak Mudah Ngantuk Saat Belajar

Mengantuk menjadi hambatan saat ingin belajar. (courant.com)

Akurasi.id – Karena kelelahan atau kurangnya tidur yang cukup, rasa kantuk yang tiba-tiba muncul, memang suka mengganggu banget, apalagi saat waktu belajar. Wah, sudah pasti bikin kamu gagal fokus.

Kamu pernah atau bahkan sering mengalami mudah ngantuk saat belajar? Tapi bingung cara yang tetap sehat untuk membuatmu terjaga?

Dilansir dari idntimes, Jumat (25/06.2021), tips-tips jitu di bawah ini ampuh lho untuk mengatasi mudah ngantuk saat belajar, kira-kira apa saja ya? Lihat yuk!

  1. Mendengarkan lagu favorit

Yang ini ampuh banget lho untuk ngusir rasa kantuk kamu. Putar lagu favorit mu di sela-sela pembelajaran. Pilih lagu yang energetic agar semangat kamu bisa meningkat kembali.

  1. Peregangan kecil

Salah satu penyebab rasa kantuk yang datang, mungkin karena tubuh kamu kurang gerak. Beristirahatlah sejenak dan mulailah melakukan peregangan sekitar 5-10 menit. Mulai dari kepala sampai kaki, agar otot-otot kamu menjadi lebih relax dan bisa kembali fokus.

  1. Minum kopi

Kopi terbukti ampuh banget untuk mengusir rasa ngantuk. Sambil belajar, kopi bisa jadi teman kamu, agar kantuk dapat segera teratasi. Namun jangan terlalu sering mengkonsumsi minuman ini ya, kamu juga harus tahu batasan-batasannya agar kesehatan mu tetap terjaga.

  1. Pencahayaan yang lebih terang

Apakah cahaya di sekitar tempat belajar mu redup? Jika iya, pindah ke tempat dengan pencahayaan lebih terang bisa kamu lakukan. Namun bagi kamu yang memang menyukai belajar dengan cahaya redup, sebenarnya gak masalah kok. Yang paling penting, cari tempat dan posisi ternyaman mu saat belajar.

  1. Pilih waktu belajar yang tepat

Kalau soal waktu, setiap orang memiliki waktu belajar favorit, baik itu pagi, siang, sore atau bahkan malam hari. Sekarang kamu bisa cari tahu sebenarnya kapan waktu belajar yang sesuai dengan kamu. Hal ini dapat menjadi poin penting, agar kamu dapat fokus saat belajar dan gak ngantuk lagi.

  1. Jangan duduk bersandar

Posisi duduk lebih tegak sangat berpengaruh lho. Hal ini juga bikin kamu gak merasa malas saat belajar. By the way, jangan belajar di tempat tidur ya, alih-alih ingin belajar, rasa kantuk yang mucul malah tambah parah dan jadinya kamu ketiduran deh.

  1. Cuci muka dengan air dingin

Air dingin dapat membuang rasa kantuk mu jauh-jauh. Mata kamu akan lebih segar dan siap untuk kembali fokus belajar. Bisa banget kamu praktikin nih

  1. Makan beberapa permen

Saat mengunyah, otot-otot pada rahang akan bergerak. Dengan melakukannya, tanpa sadar, otak akan lebih berkonsentrasi dan hal ini dapat mengurangi rasa kantuk kamu. Permen dengan rasa manis juga dapat meningkatkan mood kamu agar lebih baik lho. Kalau kamu khawatir dengan efek camilan yang kurang sehat, kamu bisa menggantinya dengan buah atau sayur.

Jadi, nomor berapa nih yang sering banget kamu lakuin? Kalau memang kamu memiliki problem mengantuk saat belajar, ikuti tips-tips di atas ya! (*)

Editor: Yusva Alam

Kasus Covid-19 Melonjak Lagi, Dokter Sarankan Pakai Double Masker

Kasus Covid-19 Melonjak Lagi, Dokter Sarankan Pakai Double Masker

Kasus Covid-19 Melonjak Lagi, Dokter Sarankan Pakai Double Masker

Masker rangkap atau double mask memberikan proteksi maksimal hingga 85 persen dari ancaman paparan virus corona penyebab Covid-19. (iStockphoto/Kemal Yildirim)

Akurasi.id — Munculnya virus corona penyebab Covid-19 varian Delta membuat setiap orang ingin lebih terlindungi. Salah satu caranya adalah dengan pakai double masker.

Namun, benarkah penggunaan masker rangkap membuat seseorang lebih terlindungi?

Pada dasarnya, masker jadi salah satu cara untuk melindungi diri dari penularan Covid-19. Masker bisa menghalau droplet yang kemungkinan terkontaminasi virus SARS-CoV-2.

Kini, di tengah lonjakan angka kasus, sejumlah pihak menyarankan penggunaan masker rangkap sebagai bentuk perlindungan yang lebih optimal.

Dokter spesialis penyakit dalam, Eric Daniel Tenda menyarankan pakai double masker. Dijelaskannya,  penggunaan double mask bisa memberikan perlindungan optimal dari virus corona.

Penggunaan masker medis memberikan perlindungan sebesar 50-60 persen dari risiko terpapar Covid-19. Jika ditambah dengan masker kain di lapisan luar, maka perlindungan yang diberikan akan semakin besar, yakni 85 persen menurunkan risiko terpapar Covid-19.

“Double mask sangat disarankan, terutama di saat pandemi sekarang di mana varian Delta sudah ada di populasi kita. Double mask dengan masker medis dan masker kain itu dapat meningkatkan proteksi. Efektif bisa sampai 85 persen menurunkan risiko terpapar virus Covid-19,” kata Eric dilansir dari CNNIndonesia.com, Kamis (24/6/2021).

Masker medis harus digunakan secara benar. Masker harus menutupi hidung hingga dagu.

Selain itu, tali masker juga disarankan disilang (knot) agar tak ada celah virus masuk dari samping. Dengan menyilangkan tali masker, maka tak akan ada bagian longgar saat menggunakan masker. Menyilangkan tali masker juga meminimalisasi risiko virus masuk lewat samping tanpa tersaring masker.

“Pakai masker medis yang disimpul talinya supaya tidak ada celah terbuka. Kalau di kedokteran, kami pakai masker bedah yang disimpul supaya tidak terjadi kebocoran dari pinggir,” kata Eric.

Masker Kain Tiga Lapis Tak Disarankan

Eric juga tidak menyarankan penggunaan hanya masker kain tiga lapis saat kasus Covid-19 sedang melonjak. Masker kain memberikan perlindungan paling rendah dibanding masker lainnya.

Penggunaan masker kain dibolehkan jika dipakai untuk bagian luar masker medis. Masker kain juga harus dicuci setelah digunakan dan dijemur di bawah sinar matahari hingga kering.

Masker kain yang dibiarkan basah dalam jangka waktu lama memungkinkan risiko tumbuhnya jamur. Penggunaan yang terlalu lama justru berisiko terkena infeksi jamur.

Penggunaan dua masker ini juga tak disarankan dalam jangka waktu lama. Eric menyarankan penggunaan dua masker maksimal enam jam. Masker kain harus segera dicuci, sementara masker medis harus diganti baru.

“Masker harus diganti setiap enam jam. Apalagi kalau batuk, keringetan, maka masker jadi basah. Maka setidaknya diganti enam jam sekali,” tuturnya. (*)

Editor: Yusva Alam

Waspada, Ini Gejala Stroke Ringan

Waspada, Ini Beberapa Gejala Stroke Ringan

Waspada, Ini Gejala Stroke Ringan

Pusing atau vertigo tiba-tiba yang tak dapat dijelaskan bisa menjadi gejala stroke ringan (pexels.com/Kindel Media)

Akurasi.id – Bicara tentang stroke, ada satu hal yang mungkin tak banyak diketahui, yaitu stroke ringan atau mini-stroke. Kondisi dengan istilah medis transient ischaemic attack (TIA) ini dilabeli “ringan” atau “mini” karena gejalanya hanya berlangsung selama beberapa menit hingga 24 jam sebelum menghilang. Namun, ini merupakan tanda peringatan stroke karena TIA sering menandakan serangan stroke yang sebenarnya dan perlu ditanggapi dengan serius.

Sayangnya, banyak orang yang tidak tahu gejala stroke ringan. Padahal, mengetahui gejalanya bisa membuat seseorang cepat bertindak, mendapat pertolongan, dan mencegah serangan stroke yang diketahui bisa membahayakan nyawa.

Sebagai contoh, sebuah studi besar yang diterbitkan dalam jurnal Neurology tahun 2013, hanya 9 persen orang yang tahu definisi TIA dan gejalanya. Gejala stroke ringan sama dengan stroke pada umumnya, tetapi biasanya gejala hilang dalam waktu 24 jam.

Lewat survei telepon terhadap lebih dari 10.000 orang menemukan bahwa 3,2 persen orang mengalami gejala TIA tetapi tidak pernah menemui dokter tentang gejala tersebut. Di antara mereka yang terdiagnosis TIA, 16 persen menemui dokter lebih dari seminggu setelah mengalami gejala.

Banyak orang yang berpikir kalau gejala-gejala tersebut hilang dengan cepat, sehingga tak perlu dikhawatirkan. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Orang yang pernah mengalami gejala TIA berisiko tinggi mengalami stroke, terutama dalam beberapa hari pertama setelah TIA, dan dokter bisa membantu mereka mengurangi risiko tersebut.

Cuma dokter yang bisa memastikan apakah seseorang mengalami TIA atau stroke. Bila yang dialami adalah stroke, perawatan medis darurat dapat menyelamatkan hidup dan sangat meningkatkan pelang untuk rehabilitasi serta pemulihan yang sukses. Dilansir dari idntimes.com, Rabu (23/06/2021) berikut penjelasan terkait stroke ringan:

  1. Seberapa sering stroke ringan jadi tanda peringatan serangan stroke yang sebenarnya?

TIA disebabkan oleh gumpalan atau penyumbatan di otak. Penyumbatan ini bersifat jangka pendek. Gumpalan atau sumbatan ini biasanya larut dengan sendirinya atau lepas, dan gejalanya biasanya berlangsung dalam waktu yang singkat.

Menurut keterangan dari American Heart Association, statistik menyebut bahwa TIA terjadi sebelum sekitar 12 persen dari semua kasus stroke. Dalam sebuah penelitian, sekitar 12 persen orang yang mengalami gejala stroke ringan meninggal dalam waktu satu tahun.

Risiko mengalami stroke berat paling dalam 90 hari setelah TIA. Sekitar 9 persen hingga 17 persen pasien yang mengalami stroke ringan mengalami stroke dalam waktu 90 hari.

Nah, karena bisa berujung menjadi serangan stroke yang fatal, yuk, kenali apa saja gejala-gejala stroke ringan agar kita bisa cepat bertindak.

  1. Gejala umum stroke ringan yang harus kita ketahui

Berdasarkan laporan dalam jurnal Continuum tahun 2017, gejala TIA bisa berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam, tetapi menurut defisini gejala bisa hilang dalam waktu kurang dari 24 jam. Sebagian besar waktu, serangan stroke ringan berlangsung singkat, hanya beberapa detik atau menit.

Tercatat di sebuah laporan dalam Journal of Mid-Life Health tahun 2016, hingga sepertiga orang yang mengalami stroke ringan akan mengalami stroke berat. Sayangnya, banyak orang yang tidak mencari bantuan medis sehingga berisiko tinggi mengalami stroke.

Gejala stroke ringan dimulai secara tiba-tiba dan bervariasi tergantung pada bagian otak yang terkena. Misalnya, seseorang yang menderita stroke ringan di area otak yang mengontrol gerakan tangan dapat mengalami kesulitan menulis selama beberapa menit atau bahkan beberapa jam.

Seseorang yang mengalami stroke ringan dengan ukuran yang sama di batang otak—area otak yang menyimpan pusat keseimbangan gaya berjalan, kontrol suara, dan gerakan mata—mungkin merasa untuk sementara tidak dapat melanjutkan harinya karena vertigo, kesulitan berbicara, atau penglihatan ganda.

Stroke ringan paling terlihat ketika memengaruhi bagian otak yang mengontrol gerakan dan perasaan di wajah, lengan, atau kaki. Ini dapat memengaruhi kemampuan untuk memahami dan menghasilkan ucapan. Berikut adalah daftar gejala stroke ringan yang paling umum menurut American Stroke Association:

  • Kelemahan di wajah, lengan, dan/atau kaki pada satu sisi tubuh
  • Mati rasa pada wajah, lengan, dan/atau kaki pada satu sisi tubuh
  • Ketidakmampuan untuk memahami bahasa lisan
  • Ketidakmampuan untuk berbicara
  • Pusing atau vertigo yang tidak dapat dijelaskan
  • Kehilangan penglihatan pada satu atau kedua mata
  • Penglihatan kabur atau penglihatan ganda

Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, ada beberapa perbedaan antara stroke dan stroke ringan. Namun, perbedaan utamanya adalah gejala stroke ringan hilang sepenuhnya kurang dari 24 jam, sedangkan stroke meninggalkan gangguan fisik jangka panjang akibat kerusakan permanen pada otak.

  1. Gejala disfasia pada stroke ringan

Orang dengan stroke ringan mungkin untuk sementara tidak bisa berbicara, yang dilaporkan sebagai kesulitan mengingat kata-kata selama mengalami gejala tersebut. Masalah bicara lainnya mungkin termasuk kesulitan dalam mengucapkan kata atau kesulitan memahami kata-kata. Kondisi ini dikenal sebagai disfasia. Dilansir Healthline, disfasia kadang merupakan satu-satunya gejala stroke ringan.

Kesulitan dalam berbicara menunjukkan bahwa penyumbatan atau gumpalan darah yang menyebabkan stroke mini terjadi di belahan otak yang dominan.

  1. Gejala kebutaan sementara pada satu mata pada stroke ringan

Kadang stroke ringan bermanifestasi sebagai gangguan visual tertentu yang dikenal sebagai amaurosis fugax atau kebutaan monokular transien (transient monocular blindness atau TMB).

Pada TMB, penglihatan pada satu mata tiba-tiba menjadi redup atau kabur. Dunia tampak menjadi abu-abu atau objek terlihat buram. Ini bisa berlangsung selama beberapa detik atau menit. Paparan cahaya terang bisa memperparah gejala. Seseorang mungkin tak dapat membaca tulisan di kertas putih.

  1. Siapa saja yang berisiko mengalami stroke ringan?

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan TIA (dan stroke), meliputi:

  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Hiperlipidemia atau kolesterol tinggi
  • Merokok
  • Diabetes
  • Fibrilasi atrium
  • Konsumsi tinggi minuman beralkohol
  • Pola makan yang buruk (yang tinggi lemak jenuh, lemak trans, dan/atau garam)
  • Fisik yang tidak aktif
  • Kondisi genetik tertentu, seperti anemia sel sabit

Selain itu, menurut penelitian yang dilakukan tahun 2014:

  • Laki-laki lebih mungkin mengalami stroke ringan dibanding perempuan
  • Usia lebih tua juga lebih berisiko dibanding usia yang lebih muda
  • Stroke ringan paling sering dilaporkan pada hari Senin
  1. Pengobatan stroke ringan

Walaupun gejala stroke ringan bisa membaik dengan sendirinya, tetapi ini adalah tanda bahwa seseorang berisiko terkena stroke. Itulah kenapa walaupun gejala stroke ringan sudah hilang, sangat penting untuk segera menemui dokter bila mengalami gejala neurologis.

Kadang, seseorang bisa mengalami stroke dalam waktu 24 jam setelah stroke ringan pertama, dan kadang bisa berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelahnya. Masalahnya, kita tidak dapat memprediksi apakah dan kapan akan mengalami stroke bila pernah mengalami stroke ringan.

Rencana perawatan akan tergantung pada hasil pemeriksaan untuk TIA. Setelah dokter mendengarkan riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan menyeluruh, dokter mungkin akan menjalankan beberapa tes untuk menentukan apakah ada faktor risiko stroke pada pasien, seperti hipertensi, penyakit jantung, penyakit darah, kolesterol tinggi, atau faktor risiko lainnya.

Pengobatan akan disesuaikan untuk menurunkan kemungkinan pasien terkena stroke berdasarkan faktor risiko, dan mungkin termasuk pengobatan dengan obat pengencer darah.

  1. Cara mencegah stroke ringan

Pola makan sehat dengan meningkatkan asupan sayuran dan buah bisa jadi salah satu cara untuk mencegah stroke ringan dan stroke lainnya (freepik.com/pvproductions)

Stroke ringan dan stroke lainnya kadang tidak bisa dicegah. Namun, kita tetap dapat mengambil tindakan pencegahan untuk membantu mencegahnya, seperti:

  • Tidak merokok
  • Hindari asap rokok atau menjari perokok pasif
  • Terapkan pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayuran
  • Jaga berat badan tetap dalam batas sehat
  • Rutin olahraga
  • Batasi atau hindari alkohol
  • Kontrol diabetes
  • Batasi asupan lemak dan kolesterol, khususnya lemak jenuh dan lemak trans
  • Pastikan tekanan darah terkontrol dengan baik
  • Kelola stres dengan baik

Itulah berbagai gejala stroke ringan, mini-stroke, atau transient ischaemic attack yang perlu kita ketahui. Dengan mengenalinya, kita diharapkan bisa lebih waspada dan segera mencari bantuan ketika itu terjadi. Ingat, ini bisa menyelamatkan kita dari serangan stroke sebenarnya yang akibatnya sering kali fatal. (*)

Editor: Yusva Alam

 

5 Kebiasaan Sepele Pemicu Masalah Kesehatan

5 Kebiasaan Sepele Pemicu Masalah Kesehatan

5 Kebiasaan Sepele Pemicu Masalah Kesehatan

Beberapa kebiasaan ini sangat sepele, tapi bisa memicu berbagai masalah kesehatan. (Istockphoto/andresr)

Akurasi.id — Tak cuma merokok, ada beberapa kebiasaan buruk lain yang dikenal berbahaya untuk kesehatan. Beberapa kebiasaan ini sangat sepele, tapi bisa menjadi pemicu masalah kesehatan.
Kesehatan tubuh secara keseluruhan dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari. Apa pun yang Anda lakukan, makan, dan minum bisa memberikan dampaknya terhadap kesehatan.

Dilansir dari cnnindonesia.com, Rabu (23/06/2021) anda pun dapat menghindari pemicu masalah kesehatan tersebut. Belum terlambat untuk memperbaiki kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut dan segera mulai menjalani hidup yang lebih baik.

1. Ngemil saat tidak lapar

Banyak orang punya hasrat ingin mencamil makanan sesuatu, meski perut tidak terasa lapar. Kadang camilan hadir untuk mengusir rasa kantuk.

Namun, kebiasaan ini sesungguhnya tak baik untuk kesehatan. Kebiasaan ini justru dapat menyebabkan makan berlebih, yang pada akhirnya memicu kenaikan berat badan serta meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, dan kondisi kronis lainnya.

Mengutip The Healthy, dengan memperhatikan sinyal lapar dan beralih ke camilan sehat, Anda dapat meningkatkan nutrisi, mengendalikan hasrat, dan menghindari penurunan energi.
“Makanlah karena Anda lapar, bukan karena Anda stres, bosan, marah, dan sedih. Dan selesaikan makanan saat Anda merasa sedikit kenyang, bukan kekenyangan,” ujar ahli gizi Kristin Kirkpatrick.

2. Berjemur tanpa tabir surya

Kanker kulit merupakan salah satu jenis kanker yang harus diwaspadai. Penyebabnya adalah paparan sinar matahari berlebih, yang bisa memicu peradangan dan membentuk sel-sel kanker.
Untuk itu, selaku kenakan tabir surya dengan kandungan SPF saat Anda berada di luar ruangan. Lindungi tubuh Anda dari sengatan sinar matahari dengan topi, kacamata hitam, baju lengan panjang, dan celana panjang.

3. Sarapan saat tidak lapar

Tak ada istilah yang tepat untuk ‘melewatkan sarapan’. Studi di BMJ bahkan menunjukkan bahwa sarapan pagi belum tentu menjadi strategi yang baik untuk menurunkan berat badan. Kebiasaan ini justru diklaim dapat meningkatkan hasrat makan, yang pada ujungnya menambah berat badan Anda.
Untuk itu, Anda disarankan makan saat merasa lapar, termasuk soal sarapan.

4. Sering menggunakan obat painkiller

Jika tak digunakan dengan benar, obat painkiller atau penghilang rasa sakit yang dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan kecanduan opioid.

Efek samping dari NSAID atau obat anti-inflamasi nonsteroid yang dijual bebas bakal berpengaruh ke perut, seperti gangguan pencernaan hingga masalah yang serius seperti pendarahan di usus.

5. Menganggap makanan berlabel ‘nol lemak’ adalah aman

Banyak produsen makanan menggunakan label ‘nol lemak jenuh’ untuk mempromosikan produknya. Namun, Anda tak bisa begitu saja mempercayainya.

Ahli kesehatan, Barry A Franklin mengatakan, pemerintah Amerika Serikat (AS) mengizinkan label tersebut jika produk mengandung kurang dari 0,5 gram per porsi. “Banyak sekali yang mengandung 0,41 atau 0,49 gram lemak trans per porsi. Mengapa? Karena dengan itu, mereka bisa mencantumkan ‘nol lemak’ pada labelnya,” jelas Franklin, mengutip Eat This, Not That.

Padahal, seperti diketahui, Anda disarankan untuk mengonsumsi lemak trans tidak lebih dari 2 gram per hari. (.)

Editor: Yusva Alam

Olahraga hingga Latihan Pernapasan, 4 Tips Sehatkan Paru-paru

Olahraga hingga Latihan Pernapasan, 4 Tips Sehatkan Paru-paru

Olahraga hingga Latihan Pernapasan, 4 Tips Sehatkan Paru-paru

Latihan perapasan salahsatu cara untuk menjaga kesehatan paru-paru. (thinkstock)

Akurasi.id – Paru-paru memiliki fungsi yang sangat vital dalam menyediakan oksigen ke seluruh tubuh. Namun, organ ini cukup rawan mengalami berbagai masalah kesehatan.

Fungsi paru-paru cenderung akan menurun seiring bertambahnya usia. Misalnya, otot diafragma semakin melemah, kemudian elastisitas jaringan di paru-paru juga akan berkurang.

Apabila paru-paru mengalami gangguan, proses pernapasan pun akan menjadi terhambat sehingga suplai oksigen ke seluruh tubuh menjadi terganggu dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Dilansir dari detik.com, Rabu (23/06/2021) ada 4 tips sehatkan paru-paru yang bisa kamu coba, di antaranya sebagai berikut, seperti dikutip dari Healthline.

1. Latihan pernapasan

Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan melatih pernapasan. Kamu dapat mengambil napas dalam-dalam melalui hidung, kemudian keluarkan secara perlahan lewat mulut.

Kemanjuran latihan pernapasan ini pun telah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang telah diterbitkan dalam Indian Journal of Physiology and Pharmacology. Sebanyak 12 sukarelawan dalam penelitian itu melakukan latihan pernapasan selama 2, 5 , dan 10 menit.

Hasilnya, melakukan latihan pernapasan dalam beberapa menit dapat meningkatkan fungsi pada paru-paru.

Berikut langkah-langkah latihan pernapasan.

• Duduklah di suatu tempat yang tenang dan nyaman
• Tarik napas secara perlahan-lahan melalui hidung (hitung 1-2-3-4)
• Kemudian hembuskan napas secara perlahan melalui hidung (hitung 1-2-3-4-5-6-7-8).

2. Jangan merokok

Kebiasaan merokok dapat menyebabkan berbagai macam penyakit pada paru-paru. Beberapa di antaranya adalah asma, PPOK, dan kanker paru.
Setiap kali kamu merokok, ribuan bahan kimia akan masuk ke dalam paru-paru, termasuk nikotin, karbon monoksida, dan tar. Racun ini dapat meningkatkan lendir serta merusak jaringan di paru-paru, sehingga kamu akan menjadi lebih sulit untuk bernapas.

3. Berolahraga

Selain menghindari rokok, berolahraga secara teratur juga sangat penting untuk kesehatan paru-paru. Ketika berolahraga, paru-paru akan bekerja keras untuk memasok oksigen ke seluruh tubuh, sambil mengeluarkan karbon dioksida ke luar tubuh.
Dengan begitu, paru-paru akan menjadi lebih kuat dan sehat. Meski pada akhirnya kamu akan terkena penyakit paru-paru, namun olahraga dapat membantu memperlambat penyakit tersebut untuk berkembang.

4. Hindari polusi udara

Sama halnya seperti asap rokok, paparan polusi udara juga dapat merusak paru-paru. Kamu bisa melakukan beberapa langkah ini untuk menghindari paparan polusi udara, baik di dalam rumah maupun di luar rumah.

• Jadikan rumah sebagai zona bebas rokok
• Bersihkan perabotan rumah setidaknya seminggu sekali
• Buka jendela sesering agar sirkulasi udara di dalam rumah tetap terjaga
• Hindari berolahraga di dekat lalu lintas yang padat
• Menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Lakukanlah beberapa tips sehatkan paru-paru agar kesehatan paru-paru kamu tetap terjaga dengan baik. Apabila kamu memiliki cara lain untuk menyehatkan paru-paru, share di komentar ya. (*)

Editor: Yusva Alam

Serba-serbi Vaksin AstraZeneca dan Sinopharm

Serba-serbi Vaksin AstraZeneca dan Sinopharm

Serba-serbi Vaksin AstraZeneca dan Sinopharm

Ilustrasi penyuntikan vaksin (ANTARA FOTO/Soeren Stache/Pool via REUTERS)

Akurasi.id – Indonesia sudah memulai program vaksinasi sejak Januari 2021 lalu. Setelah berjalan sekitar 5 bulan, program vaksinasi telah mencakup 22 persen dari target 181,5 juta jiwa. Sejauh ini, Indonesia telah menggunakan tiga vaksin utama yaitu CoronaVac dari Sinovac, COVID-19 dari PT Bio Farma, dan vaksin Vaxzevria dari AstraZeneca.

Sementara Indonesia sudah memulai vaksinasi tahap empat untuk warga berusia 18 tahun ke atas, AstraZeneca pun jadi bahan perbincangan. Dalam waktu dekat, vaksin BBIBP-CorV dari Sinopharm juga akan masuk Indonesia untuk digunakan dalam skema vaksin Gotong Royong.

Akan tetapi, belakangan, masyarakat sempat ragu dengan AstraZeneca karena dapat menyebabkan efek samping parah. Dilansir idntimes.com, Selasa (22/06/2021), berikut apa saja yang perlu kita tahu tentang vaksin AstraZeneca dan Sinopharm?

  1. Kematian pada vaksinasi dengan AstraZeneca

Masyarakat sempat gempar dengan munculnya tiga kasus kematian pasca vaksinasi dengan AstraZeneca. Dijelaskan oleh ketua Komnas KIPI, Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp. A(K), M. Trop Paed., 2 dari tiga kasus tersebut bukan karena vaksin, melainkan karena infeksi COVID-19 dan pneumonia.

Mengutip keterangan tertulis yang diterima IDN Times dari Prof. Zullies Ikawati, PhD. Apt., dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), satu kasus pada Mei 2021 lalu yang melibatkan seorang laki-laki berusia 22 tahun di Buaran, Jakarta Timur, memang tengah diinvestigasi hubungan kausalitasnya dengan AstraZeneca. Autopsi telah dilakukan pada 24 Mei.

Dikarenakan tiga kasus tersebut, masyarakat menjadi sangsi dengan vaksin AstraZeneca. Terlebih, beberapa sumber memberitakan AstraZeneca dapat menyebabkan pembekuan darah atau trombosis hingga berakibat fatal.

  1. Memang ada hubungan kuat antara vaksin AstraZeneca dan trombosis, tetapi kecil kemungkinannya

Hasil evaluasi dari Badan Pengawas Obat Eropa (EMA), memang ada hubungan kausalitas kuat antara kejadian trombosis dengan vaksin AstraZeneca. Namun, Prof. Ikawati menekankan bahwa frekuensinya sangat jarang.

Per tanggal 5 Mei 2021, setelah penggunaan sebanyak 30 juta dosis vaksin AstraZeneca, telah tercatat 262 laporan trombosis dari Eropa, dan dari angka tersebut, 51 dinyatakan meninggal dunia. Jika dihitung, persentasenya amat kecil.

Oleh karena itu, EMA menilai bahwa terlepas dari kemungkinan reaksi trombosis pada vaksin AstraZeneca, manfaatnya masih jauh lebih besar dibandingkan risikonya. Sempat terhenti produksi dan distribusinya, AstraZeneca pun tetap jalan terus.

  1. Kenapa vaksin AstraZeneca bisa bikin trombosis?

Penyebab pastinya masih diinvestigasi. Namun, ada dugaan bahwa reaksi trombosis tersebut dapat dikaitkan dengan platform vaksin AstraZeneca, viral vector dengan Adenovirus. Beberapa penelitian mengungkapkan Adenovirus menghasilkan reaksi aktivasi platelet yang menyebabkan trombosis.

Hal ini ditemukan pada vaksin dengan platform Adenovirus yang sama dengan AstraZeneca, yaitu Johnson&Johnson (J&J). Sebanyak 28 kasus trombosis serius dari 8,7 juta vaksin J&J terjadi per Mei 2021. Sempat dihentikan penggunaannya di AS, J&J sudah kembali digunakan setelah dievaluasi kembali.

Selain platform vaksin, laporan Prof. Ikawati menduga adanya reaksi imun berlebih terhadap vaksin Adenovirus. Ketika vaksin berikatan dengan platelet, terjadi serangkaian reaksi imun sehingga terjadi trombosis.

Reaksi ini pada dasarnya bisa membaik dengan sendirinya. Namun, reaksi ini juga dapat berakibat fatal. Reaksi imun berlebih ini mirip dengan reaksi heparin-induced thrombocytopenia and thrombosis (HITT or HIT tipe 2) pada pasien terhadap obat antikoagulan heparin. Bukannya mencairkan darah, malah menyebabkan trombosis.

Selain HITT/HIT tipe 2, kejadian ini mirip dengan reaksi syok anafilaksis setelah pemberian antibiotik golongan penisilin. Kejadian ini jarang terjadi dan tidak selalu bisa diprediksi.

  1. Gejala trombosis yang harus diwaspadai

Trombosis akibat vaksin AstraZeneca yang dominan adalah cerebral-venous sinus thrombosis (CVST), terjadi pada pembuluh darah di sekitar kepala. Gejala-gejala umumnya adalah:

  • Sakit kepala hebat
  • Gangguan penglihatan
  • Mual dan muntah
  • Gangguan berbicara
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Pembengkakan pada kaki
  • Nyeri perut
  • Lebam di bawah kulit.

Jika terdapat gejala-gejala demikian, segera cari bantuan medis. Di Eropa, reaksi ini umumnya terjadi 3 – 14 hari setelah vaksinasi.

Kasus trombosis di Eropa sebagian besar terjadi pada penerima di bawah usia 40 tahun, dan kebanyakan adalah perempuan. Tetapi, jika pada suntikan pertama tak ada reaksi yang fatal, maka AstraZeneca tetap direkomendasikan untuk tetap komplet.

  1. Kenapa AstraZeneca sempat di-suspend?

Sekali lagi, perlu dicatat kalau kejadian fatal yang berhubungan dengan vaksin AstraZeneca amat jarang. Oleh karena itu, tindakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang menahan batch AstraZeneca CTMA457 adalah upaya investigasi agar jawaban transparan. Batch ini pun sudah kembali digunakan.

Kenapa hanya batch CTMA457 yang ditarik, bukan seluruh persediaan AstraZeneca? Analoginya, jika terjadi kecelakaan pesawat, maka yang ditinjau adalah pesawat yang mengalami kecelakaan, bukan menghentikan semua penerbangan sementara masih banyak orang yang membutuhkan.

Hasil investigasi BPOM RI menunjukkan kalau vaksin AstraZeneca dengan batch CTMA457 tidak bermasalah keamanannya, sehingga dapat digunakan lagi. Maka, kejadian KIPI hingga berakibat kematian tersebut bisa dikatakan bukan karena vaksin, melainkan karena faktor respons penerima terhadap vaksin.

  1. Apakah mereka dengan riwayat trombosis boleh menerima vaksin AstraZeneca?

Belum ada penelitian yang mengatakan kalau mereka dengan riwayat penyakit trombosis seperti deep vein thrombosis, stroke, hingga iskemia dapat mengalami trombosis akibat vaksin. Penerima vaksin dengan riwayat HITT/HIT tipe 2 dapat lebih berisiko. Akan tetapi, perlu dicatat kalau kejadian ini sangat jarang!

Namun, untuk lebih berhati-hati, Prof. Ikawati menyarankan mereka dengan riwayat penyakit trombosis atau HITT/HIT tipe 2 untuk mencoba vaksin selain AstraZeneca atau berkonsultasi dengan dokter sebelum menerima vaksinasi.

  1. Efikasi Sinopharm tergolong tinggi

BBIBP-CorV adalah vaksin Sinopharm yang datang dari Tiongkok. Telah menjalani uji klinis tahap ke-3 di berbagai negara, Sinopharm masuk ke dalam daftar Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Vaksin Sinopharm menggunakan platform yang sama dengan Sinovac, yaitu virus yang dimatikan atau inactivated. Saat diujikan di Uni Emirat Arab, efikasi vaksin Sinopharm mencapai 79 persen, dan dapat digunakan mulai dari 18 tahun hingga lansia. Dua dosis vaksin Sinopharm dapat diberikan dalam jeda waktu 21 hari.

  1. Efek samping ringan pada vaksin Sinopharm

Oleh karena memiliki platform yang sama dengan Sinovac, maka profil efek sampingnya pun juga mirip. Prof. Ikawati mencatat frekuensi KIPI vaksin Sinopharm tergolong amat jarang, yaitu 0,01 persen.

Efek samping yang umum dijumpai saat uji klinis pun juga tergolong lokal dan ringan yaitu nyeri atau kemerahan di lokasi suntikan. Efek samping sistemik yang dapat terjadi berupa sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, diare, dan patuk.

Perlu dicatat, efek-efek samping ini dapat segera membaik dan tidak membutuhkan pengobatan.

  1. Siapa yang bisa mendapatkan vaksin Sinopharm

Untuk sementara, WHO merekomendasikan vaksin Sinopharm untuk ibu hamil karena manfaatnya lebih besar dibandingkan risikonya. Ibu hamil disarankan untuk berkonsultasi sebelum mendapatkan vaksin Sinopharm. Hal ini dikarenakan data vaksin dengan ibu hamil masih terbatas.

Untuk ibu menyusui, efektivitas vaksin Sinopharm juga diharapkan serupa seperti halnya pada orang dewasa lainnya. Para ibu tidak harus berhenti menyusui setelah vaksin.

Mereka yang pernah terkena COVID-19 juga disarankan untuk mendapatkan vaksin. Setelah 6 bulan, para penyintas COVID-19 dapat mendapatkan vaksin Sinopharm tanpa harus khawatir kambuhnya gejala. Tetapi, mereka diharapkan menjalani tes PCR terlebih dahulu sebagai konfirmasi.

Mereka yang menderita infeksi human immunodeficiency virus (HIV) lebih berisiko terkena COVID-19. Karena vaksin Sinopharm bersifat non-replikasi, pasien HIV disarankan untuk dapat divaksinasi. Namun, sebelum mendapatkan vaksin, alangkah lebih baiknya mereka berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter.

Individu dengan riwayat anafilaksis terhadap komponen vaksin tidak disarankan untuk menerima vaksin Sinopharm. Selain itu, individu dengan suhu tubuh 38,5 derajat Celcius juga disarankan untuk menunda vaksinasi sampai suhu tubuh kembali normal. (*)

Editor: Yusva Alam

Jangan Lengah! Ini 7 Gejala Radang Usus Buntu pada Orang Dewasa

Jangan Lengah! Ini 7 Gejala Radang Usus Buntu pada Orang Dewasa

Jangan Lengah! Ini 7 Gejala Radang Usus Buntu pada Orang Dewasa

Ilustrasi sakit perut akibat radang usus buntu (chicagohealthonline.com)

Akurasi.id – Radang usus buntu atau apendisitis adalah kondisi darurat medis, jadi harus ditangani secepatnya agar tidak menyebabkan komplikasi berbahaya. Kita pun, khususnya orang dewasa, perlu tahu apa saja gejala radang usus buntu sehingga bisa mengantisipasi dan mencari bantuan medis.

Apendisitis atau peradangan usus buntu terjadi saat bagian dalam apendiks atau usus buntu tersumbat. Ini bisa disebabkan oleh berbagai infeksi, seperti virus, bakteri, atau parasit di di saluran pencernaan. Usus buntu juga bisa terjadi ketika saluran yang menghubungkan usus besar dan usus buntu tersumbat atau terperangkap oleh tinja. Kadang tumor juga bisa menyebabkan radang usus buntu.

Nantinya usus buntu akan terasa sakit dan bengkak. Pasokan darah ke usus buntu terhenti karena pembengkakan dan rasa sakit semakin parah. Tanpa aliran darah yang cukup, usus buntu mulai mati. Usus buntu bisa pecah (ruptur) atau mengembangkan lubang atau robekan di dindingnya, yang mana membuat tinja, lendir, dan infeksi bocor melewatinya dan masuk ke dalam perut. Ini bisa mengakibatkan peritonitis, yang merupakan infeksi serius.

Apendisitis biasa dialami semua usia, paling sering mulai dari anak-anak yang berusia lebih tua hingga orang dewasa usia 30-an. Kondisi ini paling sering terjadi pada dekade kedua kehidupan.

Dilansir dari idntimes.com, Selasa (22/06/2021) berdasarkan laporan dalam World Journal of Surgery tahun 2021, pada tahun 2019 diperkirakan ada 17,7 juta kasus (angka insidennya 228 per 100.000) dengan lebih dari 33.400 kematian (0,43 per 100.000).

Baik jumlah absolut maupun insidennya telah meningkat dari tahun 1990 hingga 2019 (+ 38,8 persen dan +11,4 persen, masing-masing). Jumlah kematian dan kematian per 100.000 menurun selama periode ini (−21,8 persen dan −46,2 persen, masing-masing).

Yang membuat radang usus buntu berbahaya adalah komplikasinya, yaitu usus buntu pecah atau ruptur. Ini bisa terjadi bila usus buntu yang meradang tidak segera diangkat. Pecahnya usus buntu bisa menyebabkan infeksi dalam perut atau peritonitis. Ini merupakan kondisi yang sangat serius dan bisa menyebabkan kematian bila tidak segera ditangani.

Mengingat radang usus bisa berakibat fatal bila tidak ditangani dengan tepat dan cepat, kita harus mewaspadai. Salah satunya adalah dengan mengetahui gejala usus buntu agar kita bisa segera mencari bantuan medis.

  1. Sakit perut di area pusar

Dilansir Health, nyeri radang usus buntu kadang muncul di perut bagian kanan bawah. Namun, tanda awal pertama biasanya berupa ketidaknyamanan dekat area pusar, yang lalu bisa berpindah atau menjalar ke bagian bawah perut.

Beberapa orang, termasuk anak-anak dan ibu hamil mungkin mengalami nyeri di area yang berbeda di perut atau di area perut samping.

Nyerinya juga akan memburuk bila kamu menggerakkan kaki atau perut, batuk atau bersin, atau saat mengalami goncangan (misalnya selama perjalanan di mobil yang melewati jalanan rusak).

  1. Nyeri memburuk dengan cepat

Bila rasa sakit sudah dialami di perut bagian bawah, nyeri yang dirasakan bisa sangat intens. Saking sakitnya, radang usus buntu bisa membangunkan tidur seseorang. Saat terjadi, keparahan nyeri akan meningkat dengan cepat—dalam hitungan jam.

  1. Demam ringan dan menggigil

Gejala radang usus buntu mungkin mirip dengan gastroenteritis atau flu perut, termasuk demam ringan, menggigil, dan gemetar.

Bila kamu mengalami sakit perut dengan demam 37,7 derajat Celcius, mungkin tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, bila demam mencapai 39,4 derajat Celcius dan sakit perut cukup parah sampai membuatmu tak bisa berdiri tegak, itu mungkin apendisitis.

  1. Mual, muntah, dan hilang nafsu makan

Mengutip laman Cedars Sinai, mual dan muntah dihubungkan dengan radang usus buntu, sementara diare lebih konsisten terjadi pada infeksi gastrointestinal.

Nafsu makan bisa berkurang atau menghilang bahkan bila ditawari makanan favoritnya. Biasanya gejala ini dialami akibat rasa sakit yang dirasakan hingga menyebabkan hilang selera makan.

  1. Konstipasi atau diare

Gejala ini umumnya tidak parah dan mungkin muncul setelah gejala sakit perut dirasakan. Akan tetapi, bila ada diare ringan, khususnya bila melihat banyak lendir dalam feses, selain merasakan gejala nyeri perut bagian bawah, segera periksa ke dokter.

  1. Perut kembung dan bergas

Beberapa makanan atau porsi makan yang terlalu banyak bisa menyebabkan perut kembung dan gangguan pencernaan. Namun, bila setelahnya kamu tidur dan ketika bangun tidur keesokan harinya masih mengalami sakit perut, atau rasa sakit memburuk, kamu mesti waspada.

Selain itu, waspada juga bisa mengalami perut kembung lebih dari dua hari, memiliki banyak gas yang disertai dengan sakit usus, atau kesulitan mengeluarkan gas.

Itu semua adalah gejala umum yang mungkin menandakan apendisitis jika terjadi bersamaan dengan tanda-tanda lain, seperti demam dan nyeri perut kanan bawah.

  1. Nyeri lepas tekan

Nyeri lepas tekan atau rebound tenderness terjadi saat kamu menekan bagian kanan bawah perut dan kemudian mengalami rasa sakit saat melepaskan tekanan. Bila memang terasa sakit, jangan tekan lagi perutmu, segera periksakan diri ke dokter khususnya bila disertai demam, mual, atau gejala lainnya.

Diagnosis radang usus buntu

Menurut keterangan dari National Health Service, diagnosis bisa sulit kecuali bila ada gejala khas, yang hanya ada pada sekitar setengah dari semua kasus.

Selain itu, usus buntu pada beberapa orang mungkin terletak di bagian tubuh yang sedikit berbeda, seperti:

  • Panggul
  • Di belakang usus besar
  • Di sekitar usus kecil
  • Dekat bagian kanan bawah organ hati

Beberapa orang juga mengalami gejala mirip radang usus buntu, tetapi penyebabnya adalah kondisi lain seperti:

  • Gastroenteritis
  • Sindrom iritasi usus besar yang parah
  • Konstipasi
  • Infeksi kandung kemih atau saluran urine

Dokter akan menanyakan seputar gejala, memeriksa perut, dan melihat apakah nyeri yang dirasakan memburuk setelah area sekitar usus buntu ditekan. Bila ada gejala khas usus buntu, dokter biasanya akan bisa langsung menegakkan diagnosis. Pada kasus ini, pasien akan langsung dirujuk ke rumah sakit untuk secepatnya mendapat pengobatan.

Pengobatan radang usus buntu

Berdasarkan keterangan dari Johns Hopkins Medicine,  radang usus buntu adalah kondisi darurat medis. Sangat mungkin usus buntu akan pecah dan menyebabkan infeksi serius yang bisa berakibat fatal. Untuk itu, pada hampir semua situasi, dokter akan merekomendasikan operasi untuk mengangkat usus buntu.

Usus buntu mungkin akan diangkat lewat operasi terbuka usus buntu atau menggunakan laparoskopi.

  • Metode operasi terbuka (tradisional). Pasien akan diberikan anestesi. Sayatan atau insisi dibuat di sisi kanan bawah perut, lalu dokter akan mengeluarkan usus buntu. Bila sudah pecah, maka tabung kecil (shunt) bisa ditempatkan untuk mengalirkan nanah dan cairan lain perut. Shunt akan dikeluarkan dalam beberapa hari bila dokter menganggap infeksi sudah hilang.
  • Metode laparoskopi. Setelah diberi anestesi, dokter akan menggunakan beberapa sayatan kecil dan kamera (laparoskop) untuk melihat ke dalam perut. Alat bedah ditempatkan melalui beberapa sayatan kecil. Metode ini sering kali bisa dilakukan bahkan jika usus buntu sudah pecah.

Bila belum pecah, pemulihan hanya akan makan waktu beberapa hari. Namun, bila usus buntu sudah pecah, waktu pemulihan akan lebih lama dan pasien akan butuh antibiotik.

Radang usus buntu adalah kondisi darurat medis yang butuh penanganan sesegera mungkin. Segera temui dokter atau cari pertolongan medis darurat bila kamu, orang dewasa lainnya, atau anak mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas tadi. Dokter akan bertindak untuk mengatasinya, mengurangi gejala, sekaligus mencegah komplikasi berbahaya. (*)

Editor: Yusva Alam

Waspada! Ini 5 Tanda Kamu Kekurangan Asupan Lemak Sehat

Waspada! Ini 5 Tanda Kamu Kekurangan Asupan Lemak Sehat

Waspada! Ini 5 Tanda Kamu Kekurangan Asupan Lemak Sehat

Salahsatu tanda kekurangan asupan lemak sehat adalah membuat individu selalu merasa kedinginan (pexels.com/cottonbro)

Akurasi.id – Menghilangkan lemak dari diet bukanlah pendekatan terbaik untuk menurunkan berat badan atau meningkatkan kesehatan. Sebab, lemak dibutuhkan untuk menyerap berbagai nutrisi penting dan tidak semua lemak sama. Lemak sehat, seperti omega 3, dibutuhkan untuk menurunkan peradangan dalam tubuh. Lemak sehat juga membantu kamu merasa puas setelah makan, yang dapat membantu menurunkan berat badan.

Untuk kesehatan yang optimal, jaga keseimbangan asupan lemak, karbohidrat, dan protein. Tidak hanya kuantitas yang penting, tetapi kualitas lemak makanan juga sama pentingnya. Sebagian besar asupan lemak haruslah dari lemak sehat dan batasi sebanyak mungkin lemak trans.

Dilansir dari idntimes.com, Selasa (22/06/2021), dengan kondisi kekurangan asupan lemak sehat, kamu akan mengalami efek samping berikut ini.

  1. Selalu merasa kedinginan

Tidak mendapatkan cukup lemak sehat dari makanan dapat memperburuk pengaturan suhu tubuh yang membuat individu selalu merasa kedinginan. Dijelaskan dalam laman SELF, gejala umum yang dirasakan orang dengan anoreksia nervosa adalah rasa dingin yang merupakan contoh dari regulasi tubuh yang buruk sebagai akibat dari makan terlalu sedikit kalori dan lemak sehat.

Alasan lain selalu merasa kedinginan adalah karena tiroid yang kurang produktif atau dari sirkulasi yang buruk. Jika kamu selalu merasa kedinginan, bicarakan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis lebih lanjut.

  1. Kesulitan berkonsentrasi dan mengalami kelelahan mental

Ada banyak alasan mengapa seseorang selalu merasa lelah secara mental dan sulit berkonsentrasi. Salah satu alasannya adalah karena kurangnya asupan makanan yang mengandung lemak sehat atau tidak mendapatkan cukup kalori secara umum.

Jika seseorang kurang mendapatkan energi dari makanan, fokus mental akan sulit. Selain itu, dijelaskan laman Calorie Secret, kekurangan omega 3 secara khusus juga dapat berdampak pada fungsi mental karena omega 3 adalah bahan pembangun otak dan sistem saraf pusat. Lebih jauh, lemak tak jenuh ganda, yang merupakan sumber asam lemak omega 3 dan 6, berperan penting dalam melindungi terhadap penurunan kognitif dan bahkan demensia.

  1. Kulit menjadi sangat kering

Kulit yang kering bukan selalu karena terik matahari, cuaca, atau kekurangan losion. Masalah kulit kering bisa jadi terkait dengan kurangnya lemak sehat dalam diet.

Dilansir laman The Healthy, semua sel kulit terbungkus dalam gelembung pelindung lemak yang membantu melindungi kulit dari kekeringan dan dehidrasi, juga membantu mencegah zat berbahaya di lingkungan. Jika penghalang kulit ini bermasalah, kulit akan terlihat dan terasa kering, dan bisa jadi lebih rentan terhadap ruam eksim. Dalam kasus yang parah, kulit bisa benar-benar dapat terlihat retak dan berdarah. Kabar baiknya, mengonsumsi lebih banyak makanan yang mengandung lemak tak jenuh dapat membalikkan keadaan ini.

  1. Defisiensi vitamin tertentu

Defisiensi penuh vitamin larut lemak jarang terjadi dan biasanya tidak terlihat di negara maju. Orang dengan masalah kekurangan gizi atau memiliki asupan makanan yang sangat terbatas secara kronis dapat mengalami kekurangan vitamin yang larut dalam lemak bersama dengan banyak kekurangan lainnya.

Defisiensi ini dapat terjadi akibat buruknya asupan vitamin atau karena tidak cukup makan lemak untuk menyerap nutrisi ini. Sebagai contoh, menurut Colorado State University Extension, individu yang membatasi asupan lemaknya secara berlebihan mungkin tidak mendapatkan cukup vitamin E.

  1. Mudah terserang penyakit

Kurangnya asupan lemak sehat dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan kamu lebih sering terserang penyakit. Ini karena tubuh membutuhkan lemak dari makanan untuk menghasilkan beberapa molekul yang merangsang aktivitas sel-sel kekebalan, menurut laman Healthline.

Asam lemak juga sangat penting untuk sel imun. Secara khusus, tubuh membutuhkan asam lemak omega-3, asam alfa-linolenat, dan asam linoleat, untuk tujuan ini.

Sah-sah saja jika kamu membatasi asupan lemak untuk tujuan tertentu. Namun, pastikan kamu tetap mendapatkan lemak sehat karena ini sangat penting untuk berbagai fungsi tubuh. (*)

Editor: Yusva Alam

Benar kah Terlalu Banyak Tidur Bisa Sebabkan Depresi?

Benar kah Terlalu Banyak Tidur Bisa Sebabkan Depresi?

Benar kah Terlalu Banyak Tidur Bisa Sebabkan Depresi?

Kebanyakan orang dengan depresi sering kali mengalami masalah dalam rutinitas tidur. (freepik.com/jcomp)

Akurasi.id – Tidur berkualitas adalah faktor penting untuk menjaga kesehatan fisik maupun mental. Menurut keterangan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), durasi tidur ideal per hari untuk orang dewasa adalah 7-9 jam dan 8-10 jam untuk remaja.

Kita tahu bahwa kurang tidur bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Lantas, bagaimana bila waktu tidur melebihi rekomendasi di atas? Ternyata, terlalu banyak tidur juga telah dikaitkan dengan sejumlah masalah, seperti risiko penyakit diabetes, jantung, serta bisa memicu depresi pada beberapa orang.

Menurut Sleep Foundation, kebanyakan orang dengan depresi sering kali mengalami masalah dalam rutinitas tidur. Mereka mungkin kesulitan untuk tidur dengan nyenyak, mengantuk pada siang hari, atau bisa juga terlalu banyak tidur.

Dilansir dari idntimes.com, Senin, (21/06/2021), berikut ini penjelasan tentang hubungan antara tidur berlebihan dengan depresi yang menarik untuk diketahui.

  1. Mengapa seseorang bisa tidur berlebihan?

Bagi penderita hipersomnia dan sleep apnea obstruktif, tidur berlebihan merupakan bentuk gangguan tidur yang cenderung mengganggu siklus tidur normal. Studi  yang dimuat dalam jurnal Dialogues in Clinical Neuroscience tahun 2008 memaparkan, kecenderungan tidur berlebihan rentan terjadi pada perempuan atau seseorang berusia di bawah 30 tahun yang mengalami depresi.

Penelitian dalam jurnal Current Sleep Medicine Reports tahun 2015 menjelaskan, oversleeping atau tidur berlebihan merupakan salah satu gejala dari depresi, bukan penyebab utama depresi itu terjadi.

Temuan tersebut diperkuat lewat penelitian dalam Journal of Affective Disorders tahun 2017 menyatakan, kebanyakan orang dengan depresi berat memiliki beberapa jenis gangguan tidur, salah satunya hipersomnia atau rasa kantuk berlebihan di siang hari (lebih sering dikaitkan dengan depresi atipikal).

  1. Tidur berlebihan dapat memperburuk gejala depresi

Gangguan tidur dapat berkembang jauh sebelum depresi itu hadir. Kendati demikian, para ahli belum bisa memastikan hubungan antara gangguan tidur dengan peningkatan risiko depresi.

Melalui penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS One tahun 2014, didapat temuan bahwa orang yang tidur lebih dari 8 jam per hari kemungkinan lebih banyak mengalami gejala depresi dibanding orang yang tidur selama atau kurang dari 8 jam per hari.

  1. Tidur berlebihan dapat mengganggu siklus tidur

Tidur terlalu sedikit maupun berlebihan, keduanya sama-sama memengaruhi ritme sirkadian (siklus alami tidur-bangun) tubuh. Hal ini dapat menyebabkan sel-sel tubuh kebingungan mengirimkan sinyal sehingga membuat tubuh kesulitan menanggapinya.

Ketika ritme sirkadian terganggu, seseorang bisa terbangun dari tidurnya dengan kondisi lelah atau merasa siap tidur hanya beberapa jam setelah bangun. Seiring waktu, jadwal tidur-bangun yang tidak konsisten dapat berimbas pada kebutuhan ideal waktu tidur yang terganggu.

  1. Tidur berlebihan merusak rencana esok hari

Ketika rencana esok hari telah disusun dengan matang, tapi karena insiden terlambat bangun tidur membuat semuanya menjadi kacau. Daftar tugas yang perlu diselesaikan hari itu menjadi terbengkalai hingga berimbas pada kemerosotan suasana hati. Merasa menyia-nyiakan waktu, orang yang bersangkutan mungkin merasa kesal hingga berujung pada frustrasi karena to-do list tidak selesai dengan baik.

Terlalu banyak tidur juga dapat membuat seseorang terpaksa membatalkan janji pertemuan atau menunda melakukan hal-hal yang disukainya. Kondisi ini tidak jarang menciptakan perasaan bersalah dan kecewa terhadap dirinya sendiri.

Bila ini tidak ditangani dengan bijak, orang tersebut mungkin akan berhenti menyusun rencana untuk esok hari, yang lama-lama bisa memicu rasa kesepian. Kemudian, pada titik tertentu, ini bisa berujung pada depresi.

  1. Strategi untuk mengatasi kebiasaan tidur berlebihan

Bagi sebagian orang, durasi tidur yang lama mungkin sudah jadi kebiasaan yang sulit untuk diubah. Namun, mengingat risiko kesehatan akibat tidur berlebih juga tak boleh dipandang sebelah mata, banyak orang mulai beralih ke penerapan pola hidup yang lebih sehat.

Dilansir Healthline, strategi sederhana berikut ini dapat kamu terapkan untuk membantu mengatasi kebiasaan tidur berlebihan:

  • Jangan melewatkan sarapan: sarapan ringan kaya akan protein dapat memberi dorongan energi untuk menjalani aktivitas di hari tersebut. Sarapan bergizi yang bisa kamu coba di antaranya adalah oatmeal dengan tambahan buah atau yoghurt, pisang atau apel dengan selai kacang, dan roti gandum bersama alpukat atau telur. Pastikan kebutuhan air putih terpenuhi untuk menghindari dehidrasi ringan.
  • Olahraga di pagi hari: menurut penelitian dalam British Journal of Sports Medicine tahun 2020olahraga pagi secara singkat dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan memori pada siang hari. Selain itu, olahraga juga dapat meningkatkan energi serta memperbaiki suasana hati. Kamu bisa melakukan yoga, jalan-jalan di area sekitar rumah, atau bernyanyi dan menari lagu favorit.
  • Berjemur di bawah sinar matahari: cahaya alami dari matahari pagi dapat membantu tubuh lebih berenergi. Jika suasana pagi hari tidak mendukung untuk berjemur, kamu dapat menyalakan lampu sebagai alternatif lainnya.

Tidur berlebihan akan berpengaruh pada kualitas hidup. Jika saat ini kamu tengah berjuang melawan kebiasaan tidur berlebihan dengan indikasi masalah kesehatan, maka berkonsultasi dengan ahlinya, dokter maupun ahli kesehatan mental, bisa dilakukan. Mereka bisa membantu proses diagnosis dan menetapkan perawatan yang tepat untuk mengelola kondisi tersebut. (*)

Editor: Yusva Alam

5 Penyebab Obesitas pada Anak, Hati-Hati Ya Bun!

5 Penyebab Obesitas pada Anak, Hati-Hati Ya Bun!

5 Penyebab Obesitas pada Anak, Hati-Hati Ya Bun!

Banyak penyebab obesitas pada anak. Salah satunya sering mengkonsumsi fast food. (freepik.com/rawpixel.com)

Akurasi.id – Obesitas adalah kondisi yang menggambarkan seseorang memiliki berat badan berlebih dan penumpukan lemak di tubuh. Kalori yang masuk tidak terbakar karena minimnya gerak fisik sehari-hari atau dengan olahraga. Obesitas tak cuma bisa dialami orang dewasa, tetapi anak-anak pun bisa terkena penyakit ini.

Anak-anak yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) pada tingkat yang sama atau lebih tinggi dari 95 persen dari kawan sebayanya dianggap mengalami obesitas. Obesitas pada anak merupakan ancaman kesehatan yang serius. Mereka berisiko mengalami sejumlah kondisi kesehatan kronis. Kesehatan yang buruk yang berasal dari obesitas masa kanak-kanak dapat berlanjut hingga dewasa.

Beberapa masalah kesehatan baik secara fisik maupun psikologis yang dapat mengancam anak obesitas antara lain: diabetes tipe 2, gangguan metabolik, peningkatan kadar kolesterol, peningkatan tekanan darah, hipertensi, gangguan jantung, gangguan pernapasan, dan tak banyak yang menjadi korban perundungan atau bullying.

Orang tua tentu harus memperhatikan perkembangan anak. Bila anak sudah menunjukkan tanda-tanda seperti kelebihan berat badan yang mengarah pada kegemukan atau obesitas, segera ubah pola makan anak.

Dilansir dari idntimes, Senin (21/06/2021), perlu juga diketahui berbagai faktor atau penyebab obesitas seperti yang akan dipaparkan berikut ini.

  1. Faktor genetik

Riwayat keluarga, faktor psikologis, dan gaya hidup semuanya berperan dalam obesitas anak. Anak-anak yang orang tuanya atau anggota keluarga lainnya kelebihan berat badan atau obesitas lebih cenderung akan mengembangkan obesitas pula.

Akan tetapi, penyebab utama obesitas pada masa kanak-kanak adalah kombinasi dari makan terlalu banyak dan terlalu sedikit beraktivitas fisik.

  1. Jarang berolahraga

Tidak cukupnya aktivitas fisik dapat menjadi penyebab lain dari obesitas pada anak. Olahraga membakar kalori dan membantu mempertahankan berat badan yang sehat. Anak-anak yang tidak didorong untuk aktif bergerak atau berolahraga akan kecil kemungkinannya untuk membakar kalori ekstra melalui olahraga, waktu di taman bermain, atau bentuk aktivitas fisik lainnya.

  1. Sering mengonsumsi fast food

Konsumsi makanan cepat saji atau fast food menjadi salah satu faktor obesitas dalam beberapa tahun terakhir. Banyak keluarga, terutama saat kedua orang tua yang bekerja di luar rumah, memilih makanan cepat saji karena disukai anak-anak dan gampang disajikan.

Menurut laporan berjudul “Childhood obesity: causes and consequences” dalam Journal of Family Medicine and Primary Care tahun 2015, makanan cepat saji cenderung mengandung jumlah kalori yang tinggi dengan nilai gizi yang sangat rendah.

  1. Konsumsi minuman manis berlebihan

Sebuah penelitian berjudul “Childhood obesity: trends and potential causes” yang diterbitkan dalam jurnal Future of Children tahun 2006 meneliti anak-anak usia 9-14 tahun dari tahun 1996-1998. Dari situ, ditemukan bahwa konsumsi makanan dan minuman manis meningkatkan BMI dalam jumlah kecil selama bertahun-tahun.

Minuman manis yang sering kita temukan di pasaran adalah salah satu faktor potensial penyebab obesitas. Contohnya adalah minuman bersoda, minuman kalengan, jus buah kemasan, dan masih banyak lagi.

Sudah ada banyak penelitian telah meneliti bahwa konsumsi minuman manis secara terus-menerus akan menjadi faktor penyebab kelebihan berat badan. Minuman manis dan dingin memang menyegarkan, tapi di dalamnya terkadung asupan kalori yang lebih tinggi.

  1. Camilan dalam porsi berlebihan

Mengonsumsi makanan dan camilan dalam porsi besar, selain sering ngemil makanan berkalori tinggi, juga berkontribusi pada asupan kalori yang berlebihan. Ketidakseimbangan energi ini dapat menyebabkan penambahan berat badan, dan akibatnya adalah obesitas.

Itulah beberapa faktor atau penyebab obesitas pada anak. Orang tua mesti memperhatikan pola makan dan aktivitas anak. Jadilah contoh yang baik bagi anak agar ia pun bisa menerapkan pola hidup yang sehat. (*)

Editor: Yusva Alam