Tips Cara Cepat Tidur Malam, Solusi Penderita Insomnia!

Tips Cara Cepat Tidur Malam, Solusi Penderita Insomnia!

Akurasi.idInsomnia bisa menyerang siapa saja. Para karyawan yang bekerja hingga mahasiswa. Karena kebiasaan begadang, banyak pikiran atau pekerjaan, seseorang lantas baru bisa tidur setelah lewat tengah malam atau bahkan menjelang pagi. Nah, di artikel ini kamu bakal menemukan 8 cara cepat tidur malam tanpa perlu minum obat tidur. Apa saja cara yang bisa dicoba?

  1. Mandi air hangat satu jam sebelum tidur malam.

Mandi air hangat bisa dilakukan sebelum kamu tidur malam. Mandi dengan air hangat akan membuat tubuh rileks. Selain itu, tubuh yang terkena air panas lalu terpapar suhu udara yang yang dingin bakal membuatmu merasa mengantuk.

  1. Hindari konsumsi kafein atau alkohol sebelum tidur.

Mengonsumsi kafein sebelum tidur malam bakal membuatmu terjaga. Maka dari itu, hindari minuman yang mengandung kafein dan alkohol.

  1. Makan berat paling tidak 4 jam sebelum tidur.

Waktu terbaik untuk makan berat adalah 4 jam sebelum tidur malam. Selain itu, makanan berlemak, cokelat, dan makanan pedas tidak akan tercerna saat kamu melahapnya beberapa jam sebelum tidur malam.

Cobalah untuk makan pisang, alpukat, kuning telur, dan bayam sebelum tidur. Makanan tersebut bakal menaikkan kualitas tidurmu.

  1. Konsumsi buah atau minuman hangat sebelum tidur.

Alih-alih mengonsumsi minuman yang mengandung kafein, kamu bisa minum susu yang berkalsium tinggi. Nah jika kamu merasa lapar, konsumsi minuman dan makanan yang ringan di perut. Misalnya saja segelas susu hangat, buah, atau yoghurt yang bisa jadi camilan tepat sebelum tidur malam.

  1. Gunakan aroma lavender.

Selain wanginya yang enak, aroma lavender juga bisa menenangkan syaraf dan membuat rileks. Studi tahun 2005 dari Wesleyan University mengatakan bahwa seseorang yang mencium aroma minyak lavender selama 2-3 menit bakal meningkatkan kualitas tidur. Selain itu, mereka bisa bangun pagi dengan kondisi badan lebih segar.

  1. Dengarkan musik berirama pelan.

Mendengarkan musik bisa jadi cara jitu membuatmu cepat mengantuk. Pilih musik beritme lembut dan putar dengan volume sedang. Menurut penelitian, musik dengan tempo lambat 60 hingga 80 beat tiap menit bisa meningkatkan kualitas tidurmu.

  1. Matikan lampu sejam sebelum tidur.

Tidur dengan lampu temaram atau lampu dimatikan bakal meningkatkan kualitas tidurmu. Nah, waktu ideal untuk mematikan lampu adalah sejam sebelum tidur malam. Coba deh mulai malam ini.

  1. Matikan semua gadget, komputer dan televisi.

Satu jam sebelum tidur matikan semua gadget, komputer, dan televisi. Ini membuatmu lebih rileks dan mengantuk. Selain itu, fokusmu juga tak terpancing untuk melihat sosial media.

Jadi sekarang sudah tahu kan cara cepat tidur malam? Mulai coba cara di atas malam ini ya! (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Idntimes.com

 

 

 

5 Gangguan Kesehatan akibat Kurang Konsumsi Serat

5 Gangguan Kesehatan akibat Kurang Konsumsi Serat

Akurasi.idSerat berperan penting dalam tubuh kita. Selain berfungsi untuk memelihara kesehatan sistem cerna, serat juga dapat menurunkan penyerapan kolesterol dan mengurangi kadar lemak darah. Oleh karenanya, serat dianjurkan untuk dikonsumsi setidaknya 3-4 porsi dalam sehari. Apabila kurang konsumsi serat tentunya berdampak buruk bagi tubuh.

Sayangnya, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 melaporkan bahwa hanya 2 dari 10 orang Indonesia yang mengonsumsi serat sesuai anjuran. Padahal, kekurangan serat bisa berdampak pada masalah kesehatan yang lebih serius.

Selain konstipasi atau sembelit, apa saja gangguan kesehatan yang bisa terjadi akibat kurang konsumsi serat? Yuk, cari tahu bersama!

  1. Meningkatkan risiko kanker kolorektal

Usus kita adalah rumah bagi triliunan mikoorganisme yang saling bersinergi untuk membantu proses pencernaan. Lebih lanjut, mikrobiota usus juga berpotensi mengurangi risiko kanker kolorektal atau kanker usus besar.

Sebuah studi dalam Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences tahun 2019 melaporkan bahwa kanker kolorektal berkaitan dengan rendahnya konsumsi serat pada penduduk di Asia.

Mikrobiota usus diketahui dapat melakukan fermentasi serat yang menghasilkan asam lemak rantai pendek. Senyawa ini berfungsi untuk memelihara dinding usus, mengurangi peradangan, serta berperan sebagai sumber energi untuk sel-sel usus. Karenanya, kekurangan serat dapat meningkatkan risiko perkembangan kanker kolorektal.

  1. Rentan terserang penyakit infeksi

Mikroorganisme memiliki reputasi buruk sebab dipercaya secara luas sebagai agen penyebab penyakit. Namun, mikroorganisme yang hidup di dalam usus justru berperan sebagai benteng pertahanan terhadap patogen, atau mikroorganisme penyebab penyakit yang sesungguhnya.

Dalam rasio atau jumlah yang tepat, mikrobiota usus dapat membantu sistem kekebalan tubuh dalam membasmi bakteri jahat dan parasit lainnya. Serat, dalam hal ini, berperan sebagai prebiotik atau makanan bagi mikrobiota usus agar dapat berada dalam rasio atau jumlah yang tepat. Dengan demikian, tubuh dapat terhindar dari risiko penyakit infeksi.

  1. Meningkatkan risiko penyakit degeneratif

Serat tak hanya berperan sebagai prebiotik bagi mikrobiota usus, melainkan juga mengurangi penyerapan kolesterol berlebihan di usus. Dilansir Harvard Health Publishing, konsumsi 25 gram serat setiap hari berpotensi menurunkan kadar kolesterol dan gula darah.

Lebih lanjut, serat dapat mengurangi peradangan atau inflamasi kronis dalam tubuh yang merupakan penyebab penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, dan hipertensi.

Mengutip MedicineNet, remaja yang mengonsumsi serat di bawah anjuran berisiko lebih tinggi untuk mengalami diabetes dan penyakit jantung.

  1. Berisiko mengalami gangguan kecemasan dan depresi

Saluran cerna sering kali dijuluki “otak kedua”. Ini karena saluran cerna manusia mempunyai sistem saraf enterik, yaitu kumpulan saraf yang dapat melakukan fungsi secara mandiri.

Sistem saraf enterik juga terhubung dengan otak manusia melalui gut-brain axis sehingga keduanya bisa saling memengaruhi. Ini menjelaskan mengapa kita mudah marah terutama saat sedang kelaparan.

Lebih jauh lagi, menurut sebuah penelitian dalam jurnal Nature Microbiology tahun 2019, sekitar 90 persen serotonin di dalam tubuh diproduksi oleh mikrobiota usus. Serotonin sendiri merupakan hormon yang memberikan rasa bahagia, senang, dan semangat. Menurunnya rasio mikrobiota usus dapat menurunkan produksi serotonin yang dikaitkan dengan kecemasan dan depresi.

  1. Mudah mengalami kenaikan berat badan

Serat dapat membantu mengontrol nafsu makan lantaran mampu memberikan rasa kenyang yang tahan lama. Karena tubuh kita tidak memproduksi enzim yang dapat mencerna serat, zat gizi ini hanya memenuhi rongga perut selama proses pencernaan berlangsung.

Lebih lanjut, makanan yang kaya akan serat juga utamanya mengandung total energi yang rendah. Bahkan, kandungan energi pada sayuran seperti selada dan mentimun hampir mendekati 0 kalori. Dengan demikian, mengonsumsinya dalam jumlah besar tidak akan menyebabkan kenaikan berat badan.

Demikian deretan permasalahan kesehatan yang dapat terjadi jika kamu tidak mencukupi kebutuhan serat. Rata-rata orang dewasa membutuhkan 28 sampai 30 gram serat setiap harinya. Kebutuhan ini dapat dipenuhi dari konsumsi sayuran dan buah-buahan sekitar 3 sampai 4 porsi.

Selain mengonsumsi serat yang cukup, kurangi makanan yang diproses (processed food), makanan cepat saji, dan makanan tinggi lemak. Ingatlah pepatah: “You are what you eat”. Apa pun yang kamu konsumsi akan memengaruhi kesehatan kamu di masa mendatang! (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Idntimes.com

 

 

 

Manfaat Minum Air Garam bagi Kesehatan

Manfaat Minum Air Garam bagi Kesehatan

Akurasi.idGaram merupakan bahan yang memiliki banyak manfaat, seperti untuk meningkatkan cita rasa masakan atau diaplikasikan ke tubuh untuk membantu eksfoliasi kulit dan mengatasi pegal-pegal. Air garam juga sering digunakan untuk kumur-kumur dan mengatasi berbagai masalah mulut, seperti tenggorokan gatal, bau mulut, mengatasi alergi, membersihkan gigi, dan sebagainya. Masih banyak lagi manfaat minum air garam bagi kesehatan.

Namun, ternyata air garam juga dapat dikonsumsi untuk meningkatkan kesehatan. Ya, di balik rasanya yang asin dan aneh, ternyata terdapat manfaat minum air garam sebagai berikut.

  1. Menggantikan natrium yang hilang

Natrium adalah salah satu elektrolit esensial yang berperan penting untuk fungsi otot dan saraf. Natrium memainkan peran dalam memastikan otot berkontraksi dan rileks, neuron menyala, bahkan membantu mengatur keseimbangan cairan tubuh, menurut MSD Manuals.

Air garam mengandung persentase natrium yang relatif tinggi. Banyak orang yang sengaja minum air garam setelah berolahraga atau melakukan aktivitas lain yang membuat tubuh berkeringat. Tujuannya adalah mengisi kembali simpanan natrium yang terkuras setelah tubuh melakukan aktivitas berat dan berkeringat. Dapat dikatakan, air garam lebih baik untuk hidrasi daripada segelas air biasa.

  1. Melancarkan pencernaan

Konsumsi air garam bisa sangat membantu pencernaan. Saat kita mencerna makanan, prosesnya dimulai di dalam mulut. Ini dimulai dengan air liur yang memecah makanan sehingga memudahkan sistem pencernaan untuk memprosesnya nanti. Saat dikonsumsi, air garam dapat memicu kelenjar ludah sehingga menghasilkan lebih banyak air liur. Ini membantu seluruh proses pencernaan.

Garam alami, seperti natrium klorida, juga terbukti membantu membantu produksi dan fungsi asam lambung. Minum air garam dapat membantu merangsang asam di perut yang memungkinkannya memecah makanan yang kamu konsumsi. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Gastroenterology pada 2012 menunjukkan bahwa kekurangan asam lambung menyebabkan masalah pencernaan dan kembung. Akibatnya, ini juga dapat menyebabkan refluks asam yang ditandai dengan perasaan mulas yang parah.

Minum air garam dapat mencegah semua masalah tersebut dengan membantu perut berfungsi sebagaimana mestinya. Garam membantu asam lambung mencerna makanan secara kimiawi yang membuatnya lebih mudah memproses makanan yang sulit dicerna, yang secara keseluruhan akan mengurangi perkembangan atau timbulnya masalah perut.

  1. Membuang lebih banyak racun

Secara umum, air minum membantu membersihkan tubuh dari racun berbahaya. Namun, menambahkan garam ke dalam air minum dapat meningkatkan manfaat ini. Ya, saat minum air, artinya kamu perlu buang air kecil lebih sering, yang meningkatkan keluaran racun. Sebelumnya juga telah diterangkan bahwa minum air garam dapat meningkatkan sistem pencernaan. Jadi, minum air garam dapat memungkinkan buang air besar lebih sering yang juga meningkatkan racun yang dapat dikeluarkan dari sistem.

Dijelaskan dalam laman Healthline, konsumsi air garam untuk detoks sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah bangun tidur. Air garam juga baik untuk dikonsumsi pada malam hari, tepatnya beberapa jam setelah makan terakhir. Namun, yang terbaik, detoksifikasi dengan air garam paling bagus dilakukan saat perut kosong.

  1. Membuat tubuh tetap terhidrasi

Kita semua tahu bahwa penting untuk minum banyak air agar tubuh tetap terhidrasi. Namun, dengan menambahkan garam ke dalam air, kamu akan mendapatkan manfaat yang lebih besar.

Dilansir laman The Joint, garam membantu tubuh menyerap air dan memungkinkannya untuk digunakan lebih efisien. Singkatnya, garam membantu tubuh menggunakan air yang diminum dengan cara yang lebih baik.

  1. Memelihara kelenjar adrenal 

Kelenjar adrenal memproduksi hormon yang penting untuk kehidupan. Ini termasuk hormon yang mengatur metabolisme dan tekanan darah. Sayangnya, sering kali adrenal kita terlalu terstimulasi dan tidak seimbang. Stres, pola makan yang buruk, dan kafeina memberikan dampak buruk pada adrenal yang dapat menyebabkan kelelahan, tekanan darah tinggi, penambahan berat badan, kelemahan otot, dan kemurungan.

Kalium dan natrium dalam garam laut membantu menyeimbangkan kelenjar adrenal dan mencegah disfungsi kelenjar adrenal. Dikutip dari laman Nourished, garam laut memiliki hingga 87 jenis mineral yang berbeda. Garam laut yang tidak dimurnikan bermanfaat untuk memelihara ginjal dan adrenal, mengurangi keinginan mengidam garam, membantu menyeimbangkan tekanan darah, membantu pencernaan, dan menenangkan sistem saraf.

Setelah mengetahui manfaat konsumsi air garam bagi kesehatan, kamu pasti langsung tertarik untuk rutin mengonsumsinya. Jika kamu tertarik untuk mengonsumsi air garam, cobalah minum maksimal satu gelas air garam per hari dan jangan menambahkan terlalu banyak garam. Selain itu, pilihlah garam laut atau garam himalaya, alih-alih garam meja. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Idntimes.com

 

 

 

7 Masalah pada Mata Disebabkan Kebiasaan Merokok

7 Masalah pada Mata Disebabkan Kebiasaan Merokok

Akurasi.idMerokok telah lama diketahui menyebabkan penyakit jantung dan kanker paru-paru. Namun, tidak banyak yang sadar bahwa merokok juga dapat menyebabkan berbagai masalah pada mata, bahkan hingga kehilangan penglihatan.

Asap rokok mengandung banyak racun yang tidak hanya merusak kesehatan dan mengiritasi mata, tetapi juga terbukti menyebabkan lesi di area otak yang memproses penglihatan. Selain itu, kecanduan tembakau telah terbukti meningkatkan risiko mengembangkan penyakit mata yang mengancam penglihatan.

Dirangkum dari laman American Academy of Ophthalmology dan Optometrists Network, inilah sederet masalah pada mata yang disebabkan oleh kebiasaan merokok.

  1. Degenerasi makula terkait usia

Degenerasi makula terkait usia dimulai dengan hilangnya penglihatan sentral yang membuat seseorang sulit membaca dan melihat detail halus. Seiring waktu, kehilangan penglihatan meningkat secara signifikan. Ada dua jenis degenerasi makula terkait usia, yaitu kering dan basah, dan jenis kering adalah yang paling umum.

Pada jenis kering, timbunan lemak terbentuk di bawah sel pengindraan cahaya di bagian retina. Masalah penglihatan pada degenerasi makula kering biasanya memburuk secara perlahan hingga menyebabkan kehilangan penglihatan.

Sementara pada jenis basah, pembuluh darah kecil di bawah retina bocor atau pecah. Kondisi ini mengubah penglihatan dan menyebabkan jaringan parut terbentuk. Jenis degenerasi makula basah sebenarnya kurang umum, tetapi lebih cepat berbahaya bagi penglihatan.

  1. Katarak

Katarak adalah masalah yang sangat umum terjadi pada orang lanjut usia. Biasanya, katarak juga semakin parah seiring bertambahnya usia.

Selain usia, merokok juga meningkatkan risiko terkena katarak. Katarak mengaburkan lensa mata yang menyebabkan penglihatan kabur dan membuat warna terlihat kusam, pudar, atau kekuningan. Katarak dapat diangkat dengan operasi.

  1. Glaukoma

Glaukoma adalah masalah mata yang utamanya disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam mata. Peningkatan ini biasanya disebabkan oleh penumpukan kelebihan cairan di dalam mata. Ada berbagai faktor yang menyebabkan glaukoma, salah satunya merokok.

Lapisan serat saraf retina secara signifikan dipengaruhi oleh merokok. Bagian mata ini bertanggung jawab untuk mengumpulkan data visual dari saraf retina mata, yang mengarahkannya ke saraf optik, membawa sinyal visual ke otak.

Merokok dapat secara signifikan membuat lapisan serat saraf retina lebih tipis daripada non-perokok. Lapisan yang menipis ini adalah gejala yang terkait dengan glaukoma serta beberapa kondisi mata lainnya.

  1. Penyakit Graves

Asap tembakau mengandung zat yang memengaruhi kelenjar tiroid beserta fungsinya. Salah satu komponen tembakau adalah sianida yang jika dihirup akan diubah menjadi zat kimia tiosianat. Tiosianat sendiri terbukti mengganggu fungsi tiroid.

Penyakit Graves merupakan suatu bentuk hipertiroidisme autoimun yang ditandai dengan pembesaran tiroid. Risiko penyakit Graves dua kali lebih tinggi pada perokok dibandingkan bukan perokok.

Selain itu, pada orang yang hidup dengan kondisi ini, merokok menyebabkan perkembangan penyakit yang lebih cepat, perburukan gejala, dan respons yang lebih buruk terhadap pengobatan tiroid. Salah satu gejala penyakit Graves adalah mata yang tampak melotot.

  1. Mata kering

Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia yang banyak di antaranya bersifat mengiritasi dan merusak mata. Karenanya, perokok memiliki risiko dua kali lebih besar terkena mata kering dibandingkan mereka yang tidak merokok.

Mengapa merokok meningkatkan risiko terjadinya mata kering? Setiap kali kamu berkedip, kelopak mata melapisi mata dengan lapisan pelindung air mata yang mencegah debu dan kotoran masuk. Namun, bahan kimia dalam rokok menyebabkan lapisan ini rusak. Tanpa cukup air mata untuk melindunginya, mata akan mengalami iritasi dan kering.

  1. Uveitis

Uveitis terjadi saat uvea mata, atau lapisan tengah, mengalami peradangan. Kebiasaan merokok meningkatkan risiko terkena uveitis lebih dari dua kali lipat.

Bahan kimia beracun yang terdapat dalam rokok yang memicu uveitis. Kondisi ini menyebabkan kerusakan pada retina dan iris dan dapat menyebabkan katarak, glaukoma, ablasi retina, bahkan kehilangan penglihatan permanen, jika tidak ditangani.

  1. Retinopati diabetik

Perokok yang juga memiliki diabetes berisiko terkena retinopati diabetik. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah di mata rusak yang menyebabkan penglihatan kabur atau terdistorsi hingga kebutaan.

Retinopati diabetik merupakan komplikasi diabetes yang memengaruhi mata. Kondisi ini dipicu oleh kerusakan pembuluh darah jaringan peka cahaya di bagian retina. Mulanya, retinopati diabetik tidak menimbulkan gejala atau masalah penglihatan ringan. Namun, jika terus dibiarkan, ini dapat menyebabkan kebutaan.

Jika saat ini kamu terlanjur merokok atau mulai mengembangkan gangguan di atas, tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki keadaan. Hindari rokok, terapkan gaya hidup sehat, dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan mata jangka panjang. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Idntimes.com

 

 

 

5 Kiat Sederhana Meredakan Stres

5 Kiat Sederhana Meredakan Stres

Akurasi.id – Dilansir Cleveland Clinic, stres yang dialami seseorang akan memicu peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, pikiran menjadi kacau, serta muncul emosi negatif seperti marah dan takut. Oleh sebab itu, stres selalu berasosiasi dengan ketidaknyamanan yang sebisa mungkin dihilangkan dengan segera. Penasaran mau tahu kiat sederhana meredakan stres?

Terdapat kiat sederhana meredakan stres yang bisa digunakan untuk yang sudah memuncak. Apa saja? Yuk simak penjelasan di bawah ini!

  1. Berlatih teknik pernapasan

Meredakan stres bisa dilakukan dengan cara mudah seperti mengatur napas. Pola pernapasan tertentu seperti slow breathing technique dapat dengan mudah membantu mengendalikan diri dan mereduksi stres.

Teknik pernapasan ini bisa dipraktikkan kapan pun dan di mana pun, bahkan di tengah situasi stress yang dialami, tanpa disadari orang di sekitarmu. Efek yang dihasilkan juga cepat bisa dirasakan, sehingga stress bisa dikendalikan dengan mudah.

  1. Rutin meditasi

Salah satu manfaat yang didapat dari rutin melakukan meditasi adalah untuk mengurangi stres. Dilansir Very Well Mind, bahkan hanya dengan meditasi beberapa menit dapat memberikan efek menenangkan dan kesadaran penuh, sehingga menurunkan level stres.

Meditasi juga dapat membantu seseorang untuk segera bangkit dari kekhawatiran masa depan dan kembali ke masa sekarang. Fokus menjalani hidup pada kondisi saat ini akan memberikan hasil maksimal pada aktivitas yang dijalani.

  1. Atasi stress dengan berolahraga secara teratur

Ketika stres, seseorang akan merasa kacau dan tidak nyaman. Perasaan tersebut muncul karena tubuh melepas hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Untungnya, kondisi ini bisa dilawan dengan rutin berolahraga, seperti aerobik.

Harvard Medical School melansir, latihan aerobik dapat menstimulasi produksi endorphin, yaitu hormon yang bekerja untuk meredakan rasa sakit dan meningkatkan mood. Oleh sebab itu, dengan berolahraga rutin, tubuh akan sering memproduksi endorphin sehingga lebih rileks.

  1. Jaga diri tetap optimis

Dilansir Very Well Mind, orang yang bersikap optimis dalam menghadapi suatu masalah cenderung merasa tidak terlalu stress. Optimisme membuat seseorang menjadi yakin bahwa kendali situasi ada pada mereka, sehingga ketika berusaha, maka keadaan bisa berubah lebih baik.

Selain itu, sikap optimis juga berdampak baik untuk kesehatan, membuka sudut pandang baru, dan dapat menuntun pada kesuksesan. Karenanya, penting untuk optimis di kala merasa stress.

  1. Identifikasi penyebab utama stres

Hal terpenting yang harus dilakukan untuk mengurangi stres adalah dengan menemukan faktor utama penyebab stres itu sendiri. Coba renungkan hal-hal yang mengganggu pikiranmu seperti pekerjaan, hubungan dengan pasangan, dan sebagainya.

Jika masalah utamanya sudah ditemukan, maka saatnya memikirkan solusi untuk mengatasi keadaan tersebut. Keberhasilan mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan akan menurunkan tingkat stres secara signifikan.

Semua orang pasti pernah mengalami stres. Namun, dengan langkah yang tepat, kondisi tersebut dapat dikelola dengan baik. Dengan begitu kondisi tersebut diharapkan tidak berlanjut menjadi masalah yang lebih kompleks. Tetap semangat, ya! (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Idntimes.com

 

 

 

7 Tips Mengatasi Kesulitan Berkonsentrasi

7 Tips Mengatasi Kesulitan Berkonsentrasi

Akurasi.id – Beraktivitas butuh konsentrasi penuh agar bisa berjalan atau selesai dengan baik. Namun, ada kalanya kita kesulitan untuk fokus, sehingga tanpa disadari produktivitas menurun. Bila tidak ditangani dengan baik, ini bisa memengaruhi performa kita di kelas maupun kantor. Berikut tips mengatasi kesulitan berkonsentrasi.

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kita kesulitan berkonsentrasi. Pekerjaan atau tugas yang menumpuk, jam kerja yang panjang, atau rasa lelah berkepanjangan punya andil dalam menurunkan konsentrasi.

Untuk mengembalikan konsentrasi seperti sedia kala, kamu bisa mencoba melakukan cara-cara di bawah ini dengan konsisten. Simak tips mengatasi kesulitan berkonsentrasi berikut ini sampai habis, ya!

  1. Tidur cukup

Barangkali, salah satu alasan yang membuat kamu sulit berkonsentrasi adalah karena kelelahan. Untuk mengatasinya, kamu butuh istirahat cukup. Idealnya, orang dewasa perlu waktu tidur sekitar 6 hingga 7 jam dalam sehari.

Selain frekuensi tidur, kualitas tidur juga tak kalah penting. Dikutip Healtline, tidur yang paling dalam atau tidur gelombang lambat (deep sleep) sangat penting lantaran dapat meningkatkan fungsi kognitif, khususnya dalam hal ingatan dan kreativitas.

Jika sulit tidur lebih awal, kamu bisa melakukan beberapa tips berikut ini:

  • Hindari tidur siang terlalu lama. Ini akan membuat tubuh sangat berenergi sehingga kamu akan sulit tidur saat malam hari. Durasi tidur siang yang dianjurkan adalah 15 sampai 30 menit.
  • Buat jadwal tidur yang konsisten. Tentukan jam tidur dan bangun tidur kamu, dan patuhi jadwalnya setiap hari. Ini membantu tubuh untuk mengatur jam biologisnya.
  • Hindari makan terlalu banyak dan olahraga berat sebelum tidur. Berolahraga serta mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung stimulan seperti kafein akan membuat tubuh kamu segar dan terjaga.
  1. Meditasi sebelum beraktivitas

Faktor lain yang dapat menyebabkan kamu sulit fokus adalah stres. Dilansir Livestrong, otak kita bekerja lebih keras untuk menghalau pikiran-pikiran negatif saat stres. Karenanya, kita mudah kehilangan konsentrasi saat melakukan sesuatu.

Melakukan meditasi minimal 5 sampai 10 menit pada pagi hari sebelum beraktivitas sangat disarankan untuk melatih konsentrasi. Sebuah studi dalam jurnal Mindfulness pada 2018 melaporkan bahwa meditasi selama 10 menit dengan bantuan aplikasi smartphone terbukti menurunkan kadar stres dan emosi partisipan.

  1. Konsumsi makanan bergizi

Pola makan yang sehat diketahui memiliki hubungan positif dengan kesehatan mental individu. Ini karena beberapa makanan mengandung nutrisi yang dapat melindungi tubuh dari berbagai faktor yang berpotensi memicu stres. Sebagai contoh adalah antioksidan, yang dapat menghambat atau menunda kerusakan sel akibat molekul stres oksidatif.

Sebuah studi terbaru yang terbit dalam Journal of Affective Disorders tahun 2021 mengungkap bahwa kandungan antioksidan, kalium, dan asam amino esensial argotionein yang tinggi dalam jamur berpotensi mengurangi gejala depresi individu.

Selain jamur, antioksidan juga bisa diperoleh dari buah dan sayur. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganjurkan konsumsi buah dan sayur sebanyak 300-400 gram, atau setara 4-5 porsi sehari. Pastikan juga kamu mengadaptasi pola makan seimbang untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, dan lemak harian, serta vitamin dan mineral penting lainnya.

  1. Menentukan skala prioritas

Melihat tumpukan pekerjaan atau tugas mendorong kita untuk segera menyelesaikannya dalam satu waktu sekaligus. Namun, itu justru berpotensi membuat kita kebingungan sehingga pekerjaan tidak bisa rampung seperti yang diharapkan. Oleh karena itu, kita perlu menyusun strategi serta skala prioritas pada pekerjaan yang akan diselesaikan.

Tugas dengan tenggat paling dekat harus dikerjakan terlebih dahulu. Selanjutnya, kamu juga bisa meneruskan menyelesaikan tugas yang paling mudah. Untuk pekerjaan sulit, kamu bisa mencicil dan memecahnya menjadi tugas-tugas kecil alih-alih mengerjakannya dalam satu waktu.

  1. Jangan melewatkan sarapan

Di hari-hari sibuk, sarapan menjadi kegiatan yang sering dilewatkan karena kita tak punya waktu mempersiapkannya. Padahal, sarapan memberi banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya untuk mempertajam konsentrasi.

Hal ini diperkuat dengan sebuah studi dalam International Journal of Gastronomy and Food Science tahun 2017, yang mengungkap bahwa sarapan dapat meningkatkan kapasitas kognitif seseorang. Anak-anak yang tidak terbiasa sarapan dilaporkan mengalami penurunan performa di bidang akademik.

Sarapan yang baik harus memenuhi setidaknya 20 hingga 25 persen kebutuhan energi harian. Rata-rata orang dewasa memerlukan 2.000 hingga 2.500 kkal per hari. Artinya, satu porsi sarapan mengandung 400 sampai 550 kalori, atau setara dengan sebuah roti lapis.

  1. Berolahraga ringan

Fakta bahwa olahraga memberikan manfaat bagi kesehatan telah banyak diketahui. Namun, tak semua orang melakukannya secara rutin atau malah tidak melakukannya sama sekali.

Saat berolahraga, sirkulasi darah menuju otak menjadi lebih lancar berkat jantung yang memompa darah lebih cepat. Oleh sebab itu, otak mendapat suplai oksigen dan sari makanan yang cukup, sehingga dapat berfungsi lebih optimal.

Olahraga intensitas sedang dapat memperkuat ingatan dan kemampuan belajar, sedangkan olahraga intensitas tinggi dapat meningkatkan kecepatan dalam memproses informasi. Ini diungkapkan melalui studi yang terbit dalam jurnal Frontiers in Physiology tahun 2018.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan olahraga setidaknya 30 sampai 75 menit setiap hari. Jika kamu baru memulai olahraga, mulailah dengan olahraga intensitas ringan seperti berjalan cepat atau senam aerobik.

  1. Menulis jurnal

Terakhir, kamu bisa mencoba untuk rutin menuliskan apa yang mengganggu pikiranmu di buku harian. Menulis jurnal, baik pada pagi maupun malam hari dipercaya dapat mengurangi beban dan membantu meluruskan pikiran yang sedang kusut.

Menata jadwal dan daftar kegiatan yang harus dilakukan selama sehari juga dapat membantu agar segala aktivitas kamu jauh lebih terorganisasi. Jangan lupa juga untuk menandai tiap poin kegiatan di dalam daftar setelah dilakukan. Ini terbukti dapat memberi kamu perasaan puas dan bahagia di penghujung hari.

Demikianlah beberapa cara untuk memulihkan fokus saat merasa sulit berkonsentrasi. Mulai praktikkan dan jadikan sebagai gaya hidup yang berkelanjutan. Akan tetapi, kalau cara-cara di atas tidak membantu dan kamu masih sulit fokus, baiknya konsultasikan dengan tenaga profesional seperti psikolog untuk mendapat penanganan yang tepat. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Idntimes.com

 

 

 

Tips Menahan Diri dari Fantasi Seks Berlebihan

Tips Menahan Diri dari Fantasi Seks Berlebihan

Akurasi.id – Setiap orang memiliki gairah seksual tersendiri yang berbeda-beda. Ada yang mungkin memiliki gairah yang wajar, namun justru ada pula yang cenderung hiper hingga berlebih. Berikut tips menahan diri dari fantasi seks berlebihan.

Gairah seksual ini biasanya berkaitan dengan fantasi yang dimilikinya. Sayangnya, fantasi seksual yang berlebihan akan menimbulkan dampak yang tidak baik bagi urusan ranjang. Untuk mencegah hal tersebut, kamu harus dapat menahan diri. Berikut beberapa tips menahan diri yang bisa kamu coba.

  1. Sering terbuka dengan pasangan

Keterbukaan bersama pasangan adalah hal utama yang harus senantiasa dijaga. Tentunya keterbukaan ini juga berkaitan dengan fantasi seksual yang dimiliki.

Melalui sikap saling terbuka, kamu dan pasangan bisa saling memahami satu sama lain. Cara ini dapat membuatmu dan pasangan bisa menahan diri dari fantasi seksual yang berlebihan.

  1. Mengalihkan pikiran

Terkadang cukup sulit menekan keinginan yang berkaitan dengan urusan ranjang. Hal ini semakin sulit apabila dorongan fantasi seksualnya cukup besar.

Untuk mencegah hal demikian, alihkan pikiranmu ke hal lainnya. Cara tersebut dapat membantumu menahan fantasi seksual yang ada.

  1. Tidak melakukan seks yang berisiko

Ada banyak sekali ragam fantasi seksual yang dimiliki orang-orang. Namun, tidak sedikit orang yang juga memiliki fantasi seksual yang justru berisiko.

Tentunya kamu harus dapat mencegah hal ini agar tak sampai terjadi. Hindari seks berisiko untuk keamanan dan kesehatanmu bersama pasangan.

  1. Lakukan banyak aktivitas positif

Ada banyak aktivitas yang mungkin sudah menjadi keseharian bagi orang-orang. Di antara aktivitas tersebut, tentunya ada yang memiliki sinyal positif yang baik untuk produktivitasmu.

Melalui aktivitas positif tersebut, kamu bisa memanfaatkannya untuk menahan fantasi seksual yang berlebih. Cara ini tentunya akan jauh bermanfaat untuk dirimu ke depannya.

  1. Fokus pada stimulasi secara emosional

Bercinta tidak hanya persoalan hasrat dan kepuasaan semata. Lebih dari itu, bercinta juga merupakan cara pasangan dalam menyalurkan emosionalnya.

Tidak heran bila kamu tentu sebaiknya dapat memaksimalkan pada emosional. Jangan hanya terfokus untuk memperoleh kepuasaan fisik semata.

Melalui cara-cara di atas, kamu dapat menahan fantasi seksualmu yang berlebihan. Alihkan pikiranmu, ya! (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Idntimes.com

 

 

 

Jangan Diabaikan Penyebab Bau Mulut Pada Anak

Jangan Diabaikan Penyebab Bau Mulut Pada Anak

Akurasi.id – Siapa bilang hanya orang dewasa saja yang bisa mengalami bau mulut? Kenyataannya, beberapa anak juga mengalami hal yang sama. Sayangnya, tak jarang beberapa orangtua tidak terlalu memperhatikan bau mulut pada anak. Padahal sejak usia dini anak harus tahu bahwa bau mulut merupakan salah satu tanda bahwa ia tidak menjaga kesehatan mulut dengan baik. Orang tua harus tahu apa saja penyebab bau mulut pada anak.

Kira-kira apa saja penyebab bau mulut pada anak? sehingga bisa memiliki bau mulut yang tidak sedap? Berikut adalah lima penyebab yang wajib diketahui. Simak hingga akhir, ya.

  1. Tidak rajin menyikat gigi

Melansir Webmd, bau mulut juga dikenal dengan nama haliostis. Kondisi ini sangatlah umum terjadi pada balita. Sama seperti orang dewasa, salah satu penyebab bau napas pada anak dikarenakan jarangnya menyikat gigi.

Biasanya, anak yang tidak memiliki kebiasaan untuk rajin menyikat gigi akan memiliki bau mulut yang tidak sedap. Belum lagi jika ditambah dengan penumpukan plak, tentu akan semakin memperparah bau mulut pada anak.

  1. Infeksi dan penyakit lainnya

Mengutip Colgate, bau pada mulut anak juga bisa menggambarkan kondisi kesehatan anak. Beberapa gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan bau mulut pada anak, yaitu:

  • Sinus dapat menyebabkan cairan berkumpul di saluran hidung dan tenggorokan. Kondisi ini sangat sempurna bagi bakteri dapat tumbuh dan berkumpul. Jika anak memiliki sinus, orangtua harus sangat peka. Karena tanpa pengobatan yang tepat, sinus bisa sangat menganggu aktivitas anak sehari-hari
  • Amandel yang membengkak dapat menyebabkan bakteri berkumpul dan menyebabkan bau asam infeksi. Kedua hal ini dapat menyebabkan bau mulut pada anak. Jika amandel anak terlihat bengkak dan memerah, segeralah pergi ke dokter
  • Diabetes, infeksi perut, gagal ginjal, gangguan hati dan kanker mulut juga dapat menyebabkan bau mulut pada anak. Apalagi jika anak harus menjalani kemoterapi, maka bisa menyebabkan tumbuhnya jamur pada mulut dan menyebabkan bau mulut. Oleh karena itu, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter gigi agar bisa mengurangi bau mulut pada anak.
  1. Mulut kering

Ketika kurang minum mulut akan memiliki bau yang tidak sedap. Hal ini dikarenakan, tidak adanya air liur cukup untuk menyingkirkan bakteri yang ada di dalam mulut. Oleh karena itu, sangat penting bagi orangtua untuk selalu rajin memberikan air mineral yang cukup pada anak.

Mengutip Healthline, anak-anak yang bernapas melalui mulut pada saat tidur akan memiliki peluang yang lebih tinggi untuk mengalami bau mulut daripada anak-anak yang tidak bernapas melalui mulut. Bernapas dengan mulut dapat membuat mukosa mulut menjadi kering sehingga menyebabkan penurunan kadar air liur di dalam mulut.

  1. Mengonsumsi makanan yang dapat menyebabkan bau mulut

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa makanan akan sangat mempengaruhi bau mulut, misalnya bawang merah dan bawang putih. Selain itu, sering makan makanan manis juga dapat membuat mulut anak menjadi bau.

Melansir Webmd, makanan manis dapat merusak gigi pada anak. Ketika gigi membusuk akibat kandungan gula yang tinggi, maka mulut anak akan menjadi bau. Tak hanya itu, gigi anak juga bisa menjadi rusak dan sulit untuk makan dengan nyaman.

  1. Konsumsi minuman manis sebelum tidur

Jangan membiasakan anak untuk minum minuman manis sebelum tidur! Lebih baik untuk memberikan anak minum air mineral daripada minuman yang mengandung gula. Sekalipun ingin minum minuman yang mengandung gula, misalnya susu. Berilah jarak beberapa menit dan ingatkan anak untuk menyikat gigi sebelum tidur..

Melansir Healthline, minum minuman manis sebelum tidur akan semakin memperburuk bau mulut pada anak. Tak hanya itu, kesehatan gigi anak juga akan terganggu nantinya dan bisa membuat anak merasa kesakitan.

Memang bukanlah hal yang mudah untuk membuat anak rajin merawat kesehatan mulut. Namun sebagai orangtua, kamu harus bisa membuat kebiasaan baik bagi anak. Jangan sampai bau mulut yang anak miliki berlanjut hingga ia dewasa. Karena bukan hanya ia akan dijauhi oleh orang sekitar saja, tetapi kesehatannya pun bisa terganggu pula. (*)

Editor: Redaksi akurasi.id

Sumber: Idntimes.com

 

 

 

5 Mitos Kolesterol Kurang Tepat, Perlu Diketahui Kebenarannya

5 Mitos Kolesterol Kurang Tepat, Perlu Diketahui Kebenarannya

Akurasi.id –  Banyak mitos kolesterol kurang tepat yang beredar di masyarakat. Saat mendengar kata “kolesterol”, banyak yang sering kali merujuk pada lemak jahat yang berbahaya. Banyak juga yang menganggap kondisi kolesterol tinggi cuma bisa dialami saat usia tua. Banyak banyak lagi miskonsepsi terkait kolesterol yang tersebar luas di masyarakat.

Di bawah ini akan dijelaskan beberapa mitos kolesterol kurang tepat beserta penjelasan akan kebenarannya. Simak agar kita nggak salah kaprah lagi, ya!

  1. Mitos: semua kolesterol itu buruk bagi tubuh

Menurut keterangan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), ada jenis kolesterol yang esensial bagi tubuh.

Kolesterol sebetulnya punya peran penting untuk membentuk hormon dan sel tubuh. Kolesterol dibawa melalui peredaran darah oleh suatu protein yang disebut lipoprotein. Nah, ada dua jenis lipoprotein, yaitu:

  • Low-density lipoprotein (LDL) atau yang dikenal sebagai kolesterol jahat. LDL adalah lipoprotein yang dominan di dalam tubuh. Kadar LDL yang tinggi akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
  • High-density lipoprotein (HDL) atau alias kolesterol baik. HDL adalah lipoprotein yang membawa kolesterol kembali ke hati. Organ hati kemudian akan membuang kolesterol ke luar tubuh.Tingginya level HDL akan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.
  1. Mitos: kadar kolesterol yang tinggi sering kali menimbulkan gejala

Kolesterol yang tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala. Biasanya seseorang tidak tahu punya kadar kolesterol tinggi hingga muncul masalah kesehatan serius seperti stroke atau serangan jantung. Inilah alasan pentingnya untuk kontrol kesehatan minimal tiap 5 tahun sekali.

Pada beberapa orang, kondisi kolesterol tinggi bisa ditandai dengan adanya pertumbuhan jaringan berwarna kuning pada kulit kelopak mata. Ini disebut dengan xantoma, yang merupakan akumulasi kolesterol di bawah kulit.

  1. Mitos: perempuan tidak perlu khawatir mengalami kondisi kolesterol tinggi

Dilansir Healthline, ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan kadar kolesterol pada perempuan, antara lain:

  • Kehamilan
  • Menyusui
  • Perubahan hormonal
  • Menopause

Jadi, perempuan pun tak luput dari ancaman kolesterol tinggi.

Banyak perempuan yang berisiko mengalami kolesterol tinggi dan tidak menyadarinya. Sekitar 45 persen perempuan di atas usia 20 tahun memiliki kolesterol total 200 mg/dl ke atas, yang dianggap tinggi. Namun, survei dari American Heart Association (AHA) menemukan bahwa 76 persen perempuan mengatakan mereka bahkan tidak tahu tentang arti nilai kolesterol mereka, mengutip Johns Hopkins Medicine.

Sebagai informasi, menurut Kementerian Kesehatan RI, kadar kolesterol total yang dianggap normal atau baik adalah <200 mg/dL, sedangkan bila nilainya >240 mg/dL digolongkan tinggi. Kolesterol total merupakan gabungan dari jumlah kolesterol baik, kolesterol jahat, dan trigliserida dalam setiap desiliter darah.

  1. Mitos: dewasa muda dengan berat badan ideal tidak perlu melakukan pemeriksaan kolesterol

Ini adalah salah satu mitos yang banyak dipercaya banyak orang. Perlu diketahui bahwa kolesterol tinggi bisa menyerang usia berapa pun. Orang yang tubuh atau berat badannya tampak ideal dengan usia kurang dari 40 tahun pun juga perlu rutin melakukan pemeriksaan kadar kolesterol.

AHA merekomendasikan pemeriksaan kolesterol pada orang tanpa faktor risiko. Orang tanpa riwayat keturunan kolesterol tinggi atau risiko lainnya, rekomendasi pemeriksaan kolesterol adalah sebagai berikut.

  • Pemeriksaan dilakukan sekali antara usia 9-11 tahun
  • Pemeriksaan dilakukan sekali antara usia 17-20 tahun
  • Pemeriksaan dilakukan sekali tiap 4-6 tahun pada orang berusia 20 tahun ke atas

Sementara itu, CDC merekomendasikan pemeriksaan kolesterol untuk lebih sering dilakukan pada kondisi berikut ini:

  • Punya penyakit jantung
  • Ada riwayat keluarga dengan penyakit jantung
  • Memiliki diabetes
  • Merokok
  1. Mitos: tidak perlu menjaga pola makan kalau sudah minum obat penurun kolesterol

Lagi-lagi, ini adalah anggapan yang salah! Kadar kolesterol dalam tubuh dipengaruhi oleh apa yang kamu makan dan produksi kolesterol oleh organ hati.

Beberapa obat-obatan penurun kolesterol seperti statin bisa menurunkan produksi kolesterol di organ hati. Namun, kadar kolesterol tetap bisa meningkat jika kamu tidak menerapkan pola makan gizi seimbang.

Setelah mengetahui kebenaran dari mitos seputar kolesterol di atas, jangan salah lagi, ya! Jagalah kadar kolesterol dengan menerapkan pola makan sehat bergizi seimbang, menjaga berat badan tetap ideal, rutin olahraga, tidak merokok, dan batasi konsumsi alkohol.

Bila kamu punya kolesterol tinggi, cara-cara di atas juga bisa dilakukan untuk menjaga kadar kolesterol tetap dalam batas normal serta ikutilah pengobatan dari dokter. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

Sumber: Idntimes.com