Benarkah Jahe Ringankan Gejala Covid-19? Ini Kata Ahli

Benarkah Jahe Ringankan Gejala Covid-19? Ini Kata Ahli

Benarkah Jahe Ringankan Gejala Covid-19? Ini Kata Ahli

Tidak ada bukti bahwa jahe bekerja melawan virus corona. (jawapos.com)

Akurasi.id – Saat awal pandemi Covid-19, jahe atau empon-empon dan rempah-rempah seringkali dikaitkan untuk meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh. Namun para ahli menegaskan tak ada bukti ilmiah bahwa jahe ringankan gejala Covid-19.

“Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan efektivitas jahe dalam memerangi Covid-19 meskipun terkenal populer di kalangan penyintas,” kata Ahli Kesehatan dr. Marlin McKay seperti dilansir darijawapos.com, Selasa (27/7/2021).

Pandangannya merujuk saran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang mengatakan meskipun jahe, lada hitam, dan madu memang memiliki khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan seseorang, namun tidak ada bukti bahwa jahe ringankan gejala covid-19. Tidak ada bukti ilmiah bahwa lada hitam, madu, dan jahe melindungi dari infeksi Covid-19.

“Namun secara umum, beberapa rempah-rempah dianggap memiliki khasiat yang mungkin bermanfaat bagi kesehatan,” kata WHO.

Kepala Pusat Penyakit Pernapasan dan Meningitis di Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) SA Prof Cheryl Cohen, membenarkan hal itu. “Sepengetahuan saya tidak ada bukti efek pencegahan spesifik jahe segar terhadap Covid-19,” katanya.

Laman Medical News Today juga menegaskan tidak ada konklusi yang membuktikan bahwa jahe dapat menghentikan atau menghilangkan pilek. Akan tetapi memang penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat membantu mencegahnya. Jahe juga dapat membantu memperbaiki gejala pilek.

Menurut satu ulasan, ada bukti bahwa jahe dapat mencegah masuk angin, mencegah atau meredakan sakit tenggorokan, mengurangi hidung tersumbat, mengurangi peradangan. Namun, para peneliti perlu mempelajari jahe lebih lanjut untuk mendukung bukti ini.

Jahe mengandung senyawa yang disebut gingerol dan shogaols. Sebuah studi laboratorium 2011 menemukan bahwa jahe menunjukkan efek antibakteri yang lebih tinggi daripada antibiotik terhadap Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes. S. pyogenes, atau bakteri penyebab faringitis streptokokus, radang tenggorokan.

Dalam studi tabung reaksi, jahe menampilkan sifat antivirus. Pada hewan, peneliti juga menemukan itu efektif melawan rasa sakit dan demam.

Jahe segar mungkin bermanfaat melawan virus pernapasan. Sebuah studi laboratorium 2013 menunjukkan bahwa jahe segar memiliki efek antivirus pada model infeksi pernapasan. Namun, saat ini tidak ada bukti bahwa jahe dapat melindungi terhadap SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19. (*)

Editor: Yusva Alam

Tidur Siang Malah Lemes? Ini Mungkin Penyebabnya

Tidur Siang Malah Lemes? Ini Mungkin Penyebabnya

Tidur Siang Malah Lemes? Ini Mungkin Penyebabnya

Ilustrasi tidur siang yang efektif (unsplash.com/Adrian Swancar)

Akurasi.id – Jika sedang lelah banyak dari kita yang berhenti sejenak dan mencuri waktu untuk tidur siang. Biasanya ini dilakukan setelah makan siang, antara jam 12 dan jam 2 siang), tidur siang dikatakan bisa mengisi ulang energi. Tapi kenapa ada yang tidur siang malah lemes?

Berarti, ada yang salah dengan tidur siangmu. Kamu perlu tahu bagaimana tidur siang bisa memengaruhi pola tidur dan kesehatan mental. Dengan begitu, manfaatnya bisa kamu rasakan. Dilansir dari idntimes.com, Senin (26/07/2021) berikut penjelasan dan kemungkinan penyebab tidur siang malas lemes.

Manfaat tidur siang

Dilansir Healhtline, tidur siang dapat:

  • Meningkatkan waktu reaksi
  • Meningkatkan kewaspadaan
  • Memperkuat penalaran dan logika
  • Mengurangi kantuk
  • Meningkatkan keawasan
  • Mengurangi kelelahan

Manfaat utama tidur siang bagi banyak orang adalah mengisi ulang energi dan memulihkan tubuh dari stres dan rasa lelah. Selain itu, manfaat tidur siang lainnya meliputi:

  • Menurunkan tekanan darah
  • Meningkatkan toleransi positif dan frustrasi
  • Meningkatkan memori dan kemampuan belajar

Kebablasan tidur siang malah berdampak negatif

Lupa menyalakan alarm, tidur siang bisa kebablasan. Meskipun menyimpan berbagai manfaat, tetapi tidur siang yang terlalu lama malah akan mengganggu jadwal dan pola tidur di waktu malam.

Menurut direktur medis Indiana Sleep Center, Abhinav Singh, M.D., tidur siang lebih dari 45 menit malah bisa membuatmu sulit tidur pada malam hari.

“Tidur siang yang lebih lama—lebih dari 45 menit—dapat mengganggu dorongan tidur alami dan membuat lebih sulit untuk tertidur di malam hari,” kata Abhinav kepada Healhtline.

Selain itu, Abhinav memperingatkan kalau kebiasaan tidur siang terlalu lama dapat membuat jadwal tidur berantakan. Karena tidur malam tidak cukup, tidur siang pun jadi lebih lama. Ini bisa menimbulkan masalah jangka panjang, baik untuk kesehatan maupun kinerja.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apakah tidur siangmu bermanfaat. Tidur siang sendiri dibagi menjadi tiga jenis. Coba cek, mana yang merupakan tidur siangmu?

  1. Power nap

Pakar tidur di Sleep Health Foundation, Carmel Harrington, PhD., mengatakan kalau tidur siang singkat atau power nap adalah yang paling ideal untuk beristirahat. Dengan durasi 20-25 menit, manfaat dari tidur siang jenis ini adalah:

  • Kognisi
  • Kapasitas pembelajaran persepsi
  • Memori dan penyimpanan informasi
  • Performa atletik

Agar power nap berhasil, kamu harus mengatur alarm agar tidak kebablasan dan memastikan cuma manfaatnya saja yang didapat. Setelah bangun, kamu akan lebih waspada dan memori pun lebih segar, sehingga kinerja meningkat.

  1. Tidur siang kafein

Sesuai namanya, tidur siang tipe ini dimulai dengan meminum kafein dari kopi atau teh. Lalu, kamu langsung masuk ke mode power nap, yaitu tidur selama 20-25 menit. Idealnya, saat bangun, efek kafein akan membuatmu lebih bersemangat, berenergi, dan awas.

Menurut penelitian di Australia yang dimuat dalam jurnal Academic Emergency Medicine tahun 2010, kafein dapat memblokir reseptor adenosin. Sekadar informasi, adenosin adalah senyawa yang dapat memicu rasa kantuk jika dibiarkan menumpuk di otak. Oleh karena itulah, kafein memang dapat mengusir rasa kantuk.

  1. Tidur siang panjang

Jika tidur siang kebablasan lebih dari 25 menit, kamu sudah memasuki fase tidur lelap. Bayangkan bangun dari tidur di pagi hari. Agak sulit dan butuh “mengumpulkan nyawa” dulu, kan? Perasaan tak mengenakkan tersebut bisa terjadi kalau tidur siang kebablasan.

Jika kamu merasa berat setelah tidur siang, kemungkinan besar kamu sudah tidur siang terlalu lama. Perasaan berat setelah bangun tidur siang yang panjang ini disebabkan karena inersia tidur, transisi antar tidur dan bangun. Inersia tidur di siang hari dapat:

  • Merusak kinerja
  • Mengurangi kewaspadaan
  • Membuatmu merasa lebih lelah dan kurang istirahat

Masalahnya, inersia tidur dapat terjadi berjam-jam setelah tidur siang kebablasan. Oleh karena itu, penting untuk mengatur alarm.

Menurut sebuah studi di Amerika Serikat (AS) yang dimuat dalam Journal of American College Health tahun 2014, mahasiswa yang suka kebablasan tidur siang berisiko mengalami gangguan tidur malam lebih parah. Tidur siang malah lemes

Hubungan antara depresi dan tidur siang

Harrington mengatakan kalau tidur siang dan depresi ternyata berhubungan. Karena tidur siang yang terlalu lama dapat mengganggu jam tidur malam, maka risiko mengalami depresi pun lebih besar. Selain itu, depresi juga memperparah masalah tidur.

“Depresi memiliki hubungan dengan tidur. Jika kamu memiliki masalah tidur, maka risiko mengalami depresi lebih besar. Jika kamu mengalami depresi, kamu juga lebih mungkin mengalami masalah tidur,” ujar Harrington.

Oleh karena itu, pasien depresi dan gangguan psikis lainnya disarankan untuk berpegang pada rutinitas tidur yang ketat. Mendapatkan tidur malam yang berkualitas lebih baik untuk para penderita depresi, dibanding menggantinya dengan tidur siang yang lebih lama!

Hubungan antara tidur siang dan depresi bersifat individual. Jadi, jika kamu khawatir kalau tidur siang dapat memengaruhi mentalmu, cobalah berkonsultasi dengan spesialis gangguan tidur, psikolog, atau psikiater.

Waktu untuk tidur siang yang optimal

Harrington menambahkan kalau waktu ideal untuk tidur siang adalah antara pukul 12 dan 2 siang. Dengan durasi 20-25 menit, kamu bisa memulihkan tubuh dan kembali siap beraktivitas selama 4 jam ke depan. Selain itu, Abhinav mengatakan kalau keinginan tidur siang saat masih pagi sebetulnya bisa mengindikasikan gangguan tidur.

“Keinginan untuk tidur siang lebih lama dari 60 menit kemungkinan besar menunjukkan kurang tidur secara kuantitatif dan kualitatif,” ujar Singh.

Jika kamu merasakan kantuk dan ingin tidur siang sebelum waktu ideal tersebut, kemungkinan besar kamu mengidap gangguan tidur tanpa sadar yang memengaruhi kualitas dan kuantitas jam tidur. Jadi, coba bicarakan dengan spesialis gangguan tidur agar kamu dapat menanganinya dengan tepat.

Tidur siang seharusnya dapat memulihkan tenaga. Biasanya, tidur siang dilakukan pada pukul 12-2 siang, dengan durasi idealnya selama 20-25 menit. Kalau tidur siang di atas jam 2 siang, dikhawatirkan itu akan mengganggu jam tidur malam. Jangan lupa untuk menyalakan alarm agar tidak bablas. Jika kebablasan, kamu malah lebih lelah dan jam serta kualitas tidur malam pun terganggu. Itulah kemungkinan penyebab tidur siang malah lemes. (*)

Editor: Yusva Alam

Tips Aman Menggunakan Toilet Umum Saat Pandemik

Tips Aman Menggunakan Toilet Umum Saat Pandemik

Tips Aman Menggunakan Toilet Umum Saat Pandemik

Ilustrasi simbol toilet pria wanita (Pexels/Tim Mossholder)

Akurasi.id – Menggunakan toilet menjadi hal umum yang dilakukan semua orang dalam memuaskan ‘panggilan‘ alamnya. Hal ini jelas berbeda jika seseorang sedang berada di luar rumah, sehingga nembutuhkan toilet umum sebagai tempatnya. Tentunya menggunakan toilet umum di tengah pandemik seperti ini tidak bisa sembarangan dilakukan begitu saja.

Kamu harus ekstra waspada dalam melakukan beragam pencegahan agar menggunakan toilet umum secara mendesak dapat dilakukan dengan aman. Bila suatu saat nanti kamu harus ke toilet umum saat pandemik, jangan lupa untuk melakukan beberapa tips berikut ini. Dilansir dari idntimes.com, Jumat (23/07/2021)

1. Jangan lupa tetap kenakan masker

Di mana pun kamu berada saat sedang di luar rumah, masker menjadi hal wajib yang harus kamu jaga. Jangan lupa kenakan masker, bahkan saat kamu sedang di dalam bilik toilet sekalipun.

Penggunaan masker secara tepat dan bersih, dapat membantumu dalam meminimalisir risiko penularan. Kamu dapat melindungi dirimu dan juga melindungi orang lain.

2. Menjaga jarak saat mengantre

Menggunakan toilet umum tentunya sama dengan saling berbagi tempat dan giliran dengan orang lain. Tak heran bila kemudian kamu harus mengantre sebelum akhirnya dapat menggunakan toilet umum.

Dalam mengantre, jangan lupa untuk tetap menerapkan prokes berupa menjaga jarak satu sama lain dengan taat. Cara tersebut akan mampu meminimalisir risiko penularan karena tidak saling berdekatan dengan orang lain.

3. Menutup wc saat sedang flush

Flush merupakan tindakan saat kamu memencet tombol wc untuk menyiram secara otomatis. Hal seperti ini pun harus kamu perhatikan terlebih dahulu. Sebelum melakukan flush, pastikan dirimu sudah menutup wc terlebih dahulu dengan rapat. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan dari percikan air atau udara yang dapat berisiko terhirup atau terkena bagian tubuh.

4. Rajin mencuci tangan

Sebelum masuk toilet dan sesudahnya, mencuci tangan merupakan hal yang wajib. Jangan sepelekan kewajiban penting yang satu ini saat menggunakan toilet umum.

Setelah rajin mencuci tangan, kamu pun juga harus ekstra berhati-hati untuk tidak menyentuh bagian muka ataupun bagian tubuh yang lainnya. Hal ini dapat mengurangi risiko penularan secara maksimal.

5. Gunakan tisu daripada mesin pengering otomatis

Dalam penggunaan toilet umum ataupun wastafel cuci tangan, biasanya selalu ada tisu dan mesin pengering otomatis yang tersedia. Pada umumnya orang lebih menyukai mesin pengering otomatis karena lebih praktis dan mudah.

Meski demikian, namun sebaiknya hindari penggunaan mesin pengering karena partikel udaranya dapat menaikkan risiko penularan. Lebih baik gunakan tisu kering yang masih baru agar tanganmu bisa kering dan tetap bersih.

Dengan menaati tips dan peraturan yang tepat pada saat menggunakan toilet umum, maka kamu pun dapat memastikan keamanan dan menjalankan protokol kesehatan dengan tepat. Jangan sepelekan tips di atas, ya! (*)

Editor: Yusva Alam

Begini Cara Meningkatkan Saturasi Oksigen bagi Pasien COVID-19

Begini Cara Meningkatkan Saturasi Oksigen bagi Pasien COVID-19

Begini Cara Meningkatkan Saturasi Oksigen bagi Pasien COVID-19

Ilustrasi cek saturasi oksigen. (Stanley Ng from Pexels)

Akurasi.id – Saturasi adalah jumlah kadar oksigen yang ada dalam darah. Dalam keadaan normal atau sehat, angka batas minimal saturasi oksigen adalah 95 persen hingga 100 persen. Bagi pasien covid-19, apabila dalam kondisi tidak normal dibutuhkan pengetahuan cara meningkatkan saturasi oksigen.

Dilansir dari bola.com, Kamis (22/07/2021) Saturasi oksigen seseorang dapat diukur dengan alat yang bernama oximeter. Pengukurannya dilakukan dengan cara menjepitkan oximeter pada jari tangan. Jika saturasi oksigen dalam darah kurang dari 95 persen, seseorang bisa mengalami gangguan atau kesulitan bernapas. Karenanya perlu tahu cara meningkatkan saturasi oksigen.

Pasien COVID-19 biasanya memiliki tingkat oksigen di dalam darah yang rendah. Hal ini dikarenakan sirkulasi oksigen pada pasien terhambat akibat adanya infeksi virus pada paru-paru. Kondisi tersebut yang mengakibatkan penumpukan cairan yang menyulitkan oksigen masuk ke tubuh.

Namun, tak perlu khawatir jika saturasi oksigen turun di bawah 95 persen. Ada cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan saturasi oksigen agar kembali ke level normal. Berikut ini rangkuman tentang cara meningkatkan saturasi oksigen bagi pasien COVID-19, seperti dilansir dari Instagram Kementerian Kesehatan, Rabu (21/7/2021).

Cara Meningkatkan Saturasi Oksigen

Melansir akun resmi Instagram Kementerian Kesehatan (Kemenkes), untuk tingkatkan saturasi dalam darah bisa dengan teknik proning. Proning merupakan cara meningkatkan oksigen pada pasien yang mengalami sesak napas secara efektif. Dalam dunia medis, dilakukan dengan posisi tengkurap.

Yap, untuk meningkatkan saturasi oksigen dilakukan dengan posisi tengkurap karena pada posisi tersebut oksigenasi disebut lebih mudah.

Berikut cara meningkatkan kadar oksigen dalam darah dengan teknik proning:

  • Pertama, berbaring tengkurap di atas alas. Pastikan menggunakan bantal di bawah leher, panggul, dan kaki. Lakukan posisi ini selama 30 menit.
  • Pada posisi kedua, berbaring menyamping. Pastikan alas dan bantal di bawah leher, panggul, dan dijepit di antara kedua kaki. Lakukan posisi ini selama 30 menit.
  • Selanjutnya, duduk dengan kaki selonjor lurus ke depan dan badan menempel dinding. Gunakan penyangga bantal dalam posisi duduk. Sama seperti dua posisi sebelumnya, lakukan ini selama 30 menit.

Catatan: selama melakukan teknik tersebut, upayakan berada di ruangan dengan sirkulasi udara yang baik.

Apabila teknik tersebut sudah sering dilakukan, tetapi belum bisa meningkatkan saturasi dalam tubuh, segera ke fasyankes terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. (*)

Editor: Yusva Alam

Vaksin Rekombinan China Ampuh Lawan Varian Delta? Ini Faktanya!

Vaksin Rekombinan China Ampuh Lawan Varian Delta? Ini Faktanya!

Vaksin Rekombinan China Ampuh Lawan Varian Delta? Ini Faktanya!

Ilustrasi penyuntikan vaksin. (ANTARA FOTO/Soeren Stache/Pool via REUTERS)

Akurasi.id – China belum selesai dengan vaksin COVID-19. Selain vaksin Sinovac dan Sinopharm, Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical Co. Ltd. (di bawah naungan Chonqing Zhifei Biological Product) bekerja sama dengan Institut Mikrobiologi Akademi Ilmu Pengetahuan China untuk menciptakan vaksin COVID-19 baru. Ampuh lawan varian delta?

Diberi kode ZF2001 dan dijual dengan nama ZIFIFAX atau RBD-Dimer, vaksin ini sudah melewati tahap uji klinis 1 dan 2. Kini, ZIFIFAX tengah menjalani uji klinis tahap ketiga dan sudah dipakai di Uzbekistan dan China karena dianggap ampuh lawan varian Delta. Apakah akan dipakai di Indonesia? Dilansir dari idntimes.com, Rabu (21/07/2021).

  1. Menggunakan teknik yang sama dengan Novavax

Vaksin ZF2001 buatan Anhui Zhifei dan Institut Mikrobiologi Akademi Ilmu Pengetahuan China ini adalah vaksin jenis rekombinan atau sub-unit protein. Dengan kata lain, vaksin tipe ini mengambil spike glycoprotein dari virus corona SARS-CoV-2, atau bagian kecil virus yang akan memicu kekebalan tubuh saat disuntikkan.

Saat mendengar jenis vaksin ini, mungkin sudah tidak asing lagi. Betul, ZF2001 menggunakan teknologi vaksin serupa dengan vaksin VX-CoV2373 buatan Novavax asal Amerika Serikat (AS). Selain itu, teknologi sub-unit juga digunakan pada vaksin hepatitis B dan pertusis.

ZF2001 disuntikkan tiga dosis dalam jeda waktu dua bulan. Dilansir South China Morning Post, Anhui Zhifei Longcom menetapkan target untuk memproduksi 1 miliar dosis vaksin ZIFIVAX per tahunnya.

  1. Dianggap ampuh melawan varian COVID-19 lain, termasuk Delta

Dikutip oleh Reuters pada Sabtu (17/7/2021) lalu, sebuah penelitian pada 16 Juli 2021 di Tiongkok menemukan vaksin ZIFIVAX menunjukkan potensi untuk melawan varian B.1.617.2 atau varian Delta, mutasi SARS-CoV-2 yang dominan secara global. Akan tetapi, efek keampuhan ZIFIFAX pada varian Delta terlihat “sedikit berkurang”.

Para peneliti dari Institut Mikrobiologi Akademi Ilmu Pengetahuan China menguji keampuhan vaksin buatan Anhui ini terhadap empat variant of concern (VoC) dan tiga variant of interest (VoI) mutasi SARS-CoV-2, yaitu:

  • B.1.1.7 (Alpha)
  • B.1.351 (Beta)
  • P.1 (Gamma)
  • B.1.617.2 (Delta)
  • B.1.429 (Epsilon)
  • B.1.525 (Eta)
  • B.1.617.1 (Kappa)

Fokus tertuju pada varian Delta yang dianggap paling cepat menular dibandingkan varian lainnya. Penelitian ini melibatkan 28 relawan yang telah disuntik tiga dosis ZIFIVAX.

Saat dites terhadap partikel yang mirip dengan varian Delta, efek penetralan (neutralizing effect) dari sampel serum dari relawan yang telah menyelesaikan tiga dosis ZIFIVAX terlihat efektif pada varian Alpha.

Meskipun para peneliti menemukan pengurangan sebesar 1,2 lipat, mereka kekeh kalau vaksin ini masih ampuh terhadap varian Delta. Selain itu, Reuters melansir bahwa sampel serum relawan yang menerima dosis ketiga dengan jeda yang lebih lama menunjukkan efek penetralan yang lebih besar terhadap varian-varian COVID-19.

“ZF2001 mempertahankan efek penetralan terhadap varian Delta yang baru-baru ini muncul dan sangat menular,” tulis para peneliti.

Studi ini dimuat dalam jurnal medRxiv dan belum menjalani ulasan sejawat (peer review). Oleh karena itu, para peneliti Akademi Ilmu Pengetahuan China memperingatkan bahwa butuh penelitian mendalam dengan data uji klinis tahap ke-3 dan skenario dunia nyata untuk melihat ZIFIVAX ampuh lawan varian Delta.

  1. Sudah melewati dua tahap uji klinis dengan hasil yang menjanjikan

Pada Juni 2020, Anhui Zhifei Longcom melangsungkan uji klinis tahap pertama untuk ZF2001 pada 50 orang dari usia 18-59 tahun di Chongqing. Sebulan kemudian, uji klinis pun berlanjut ke tahap 2 dengan 900 relawan di Hunan, dengan uji klinis tambahan pada Agustus yang melibatkan 50 relawan usia 60 tahun ke atas.

Uji klinis ZF2001 dibagi menjadi tiga kelompok yaitu dosis rendah, dosis tinggi, dan plasebo. Dimuat dalam jurnal The Lancet pada 24 Maret 2021, para peneliti menemukan hasil serokonversi atau keampuhan ZF2001 yang menjanjikan.

Diujikan dalam dua dosis, tingkat keampuhan ZF2001 adalah 76 persen (pada 114 dari 150 relawan kelompok 25 μg) dan 72 persen (pada 108 dari 150 relawan kelompok 50 μg). Sementara, dengan 3 dosis, tingkat keampuhan ZF2001 adalah 97 persen (pada 143 dari 148 relawan kelompok 25 μg) dan 93 persen (pada 138 dari 148 relawan kelompok 50 μg).

  1. Uji klinis tahap 3 sedang berlangsung

Pada Desember 2020, vaksin ZF2001 menjalani uji klinis tahap ketiga di beberapa negara. Melibatkan 29.000 relawan lintas negara, negara-negara yang setuju untuk menjadi lokasi uji klinis tahap ketiga vaksin Anhui Zhifei Longcom ini yaitu:

  • China: melibatkan 29.000 relawan—termasuk 750 relawan antara 18-59 tahun dan 250 relawan 60 tahun ke atas di China—dan 21.000 relawan antara 18-59 tahun dan 7.000 relawan 60 ke atas di luar China
  • Malaysia: dilaksanakan oleh MY E.G. Services Bhd (MYEG). Jika sukses, maka MYEG akan mendistribusikan ZIFIVAX di Negeri Jiran selama 3 tahun
  • Uzbekistan: dikonfirmasi oleh Reuters sejak Desember 2020, Uzbekistan setuju melangsungkan uji klinis tahap ketiga ZF2001 selama satu tahun dengan 5.000 relawan usia 18-59 tahun
  • Ekuador: mantan Menteri Kesehatan Ekuador, Juan Carlos Zevallos, mengonfirmasi uji klinis tahap ke-3 ZF2001 yang melibatkan 5.000 hingga 8.000 relawan
  • Pakistan: Badan Pengawas Obat Pakistan (DRAP) mengesahkan uji klinis tahap ketiga ZF2001 dengan 10.000 relawan di UHS Lahore, National Defense Hospital, dan Agha Khan Hospital

Indonesia juga menjadi target uji klinis tahap ketiga vaksin ini. Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (UNPAD) dilaporkan setuju melangsungkan uji klinis tahap ketiga untuk ZIFIVAX di Indonesia. Uji klinis ini dilaporkan mulai pada Maret 2021.

  1. Uzbekistan dan China sudah memberikan izin pemakaian darurat

Tidak sampai setengah tahun, Uzbekistan memberikan izin penggunaan darurat (EUA) untuk ZF2001 pada 1 Maret 2021. Pada bulan tersebut, Uzbekistan mendapatkan 1 juta dosis ZF2001 dan sudah memulai vaksinasi dengannya sejak April 2021. Per Juni 2021, sudah sekitar 6,5 juta vaksin ZIFIVAX yang disuntikkan di Uzbekistan.

Tak lama setelah Uzbekistan mengizinkan ZF2001, giliran China yang memberikan lampu hijau untuk ZF2001. Pada 15 Maret, China juga memberikan EUA untuk ZIFIVAX. Menurut Reuters, sudah lebih dari 100 juta vaksin buatan Anhui-Akademi Ilmu Pengetahuan China yang digunakan hingga saat ini. (*)

Editor: Yusva Alam

Vaksin Rekombinan China Ampuh Lawan Varian Delta? Ini Faktanya!

Vaksin ZIFIFAX Ampuh Lawan Varian Delta?

Vaksin Rekombinan China Ampuh Lawan Varian Delta? Ini Faktanya!

Ilustrasi penyuntikan vaksin. (ANTARA FOTO/Soeren Stache/Pool via REUTERS)

Akurasi.id – China belum selesai dengan vaksin COVID-19. Selain vaksin Sinovac dan Sinopharm, Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical Co. Ltd. (di bawah naungan Chonqing Zhifei Biological Product) bekerja sama dengan Institut Mikrobiologi Akademi Ilmu Pengetahuan China untuk menciptakan vaksin COVID-19 baru. Ampuh lawan varian delta?

Diberi kode ZF2001 dan dijual dengan nama ZIFIFAX atau RBD-Dimer, vaksin ini sudah melewati tahap uji klinis 1 dan 2. Kini, ZIFIFAX tengah menjalani uji klinis tahap ketiga dan sudah dipakai di Uzbekistan dan China karena dianggap ampuh lawan varian Delta. Apakah akan dipakai di Indonesia? Dilansir dari idntimes.com, Rabu (21/07/2021).

  1. Menggunakan teknik yang sama dengan Novavax

Vaksin ZF2001 buatan Anhui Zhifei dan Institut Mikrobiologi Akademi Ilmu Pengetahuan China ini adalah vaksin jenis rekombinan atau sub-unit protein. Dengan kata lain, vaksin tipe ini mengambil spike glycoprotein dari virus corona SARS-CoV-2, atau bagian kecil virus yang akan memicu kekebalan tubuh saat disuntikkan. benar kah ampuh lawan varian delta?

Saat mendengar jenis vaksin ini, mungkin sudah tidak asing lagi. Betul, ZF2001 menggunakan teknologi vaksin serupa dengan vaksin VX-CoV2373 buatan Novavax asal Amerika Serikat (AS). Selain itu, teknologi sub-unit juga digunakan pada vaksin hepatitis B dan pertusis.

ZF2001 disuntikkan tiga dosis dalam jeda waktu dua bulan. Dilansir South China Morning Post, Anhui Zhifei Longcom menetapkan target untuk memproduksi 1 miliar dosis vaksin ZIFIVAX per tahunnya.

  1. Dianggap ampuh melawan varian COVID-19 lain, termasuk Delta

Dikutip oleh Reuters pada Sabtu (17/7/2021) lalu, sebuah penelitian pada 16 Juli 2021 di Tiongkok menemukan vaksin ZIFIVAX menunjukkan potensi untuk melawan varian B.1.617.2 atau varian Delta, mutasi SARS-CoV-2 yang dominan secara global. Akan tetapi, efek keampuhan ZIFIFAX pada varian Delta terlihat “sedikit berkurang”. benarkah ampuh lawan varian delta?

Para peneliti dari Institut Mikrobiologi Akademi Ilmu Pengetahuan China menguji keampuhan vaksin buatan Anhui ini terhadap empat variant of concern (VoC) dan tiga variant of interest (VoI) mutasi SARS-CoV-2, yaitu:

  • B.1.1.7 (Alpha)
  • B.1.351 (Beta)
  • P.1 (Gamma)
  • B.1.617.2 (Delta)
  • B.1.429 (Epsilon)
  • B.1.525 (Eta)
  • B.1.617.1 (Kappa)

Fokus tertuju pada varian Delta yang dianggap paling cepat menular dibandingkan varian lainnya. Penelitian ini melibatkan 28 relawan yang telah disuntik tiga dosis ZIFIVAX.

Saat dites terhadap partikel yang mirip dengan varian Delta, efek penetralan (neutralizing effect) dari sampel serum dari relawan yang telah menyelesaikan tiga dosis ZIFIVAX terlihat efektif pada varian Alpha.

Meskipun para peneliti menemukan pengurangan sebesar 1,2 lipat, mereka kekeh kalau vaksin ini masih ampuh terhadap varian Delta. Selain itu, Reuters melansir bahwa sampel serum relawan yang menerima dosis ketiga dengan jeda yang lebih lama menunjukkan efek penetralan yang lebih besar terhadap varian-varian COVID-19.

“ZF2001 mempertahankan efek penetralan terhadap varian Delta yang baru-baru ini muncul dan sangat menular,” tulis para peneliti.

Studi ini dimuat dalam jurnal medRxiv dan belum menjalani ulasan sejawat (peer review). Oleh karena itu, para peneliti Akademi Ilmu Pengetahuan China memperingatkan bahwa butuh penelitian mendalam dengan data uji klinis tahap ke-3 dan skenario dunia nyata untuk melihat keampuhan ZIFIVAX terhadap varian Delta.

  1. Sudah melewati dua tahap uji klinis dengan hasil yang menjanjikan

Pada Juni 2020, Anhui Zhifei Longcom melangsungkan uji klinis tahap pertama untuk ZF2001 pada 50 orang dari usia 18-59 tahun di Chongqing. Sebulan kemudian, uji klinis pun berlanjut ke tahap 2 dengan 900 relawan di Hunan, dengan uji klinis tambahan pada Agustus yang melibatkan 50 relawan usia 60 tahun ke atas.

Uji klinis ZF2001 dibagi menjadi tiga kelompok yaitu dosis rendah, dosis tinggi, dan plasebo. Dimuat dalam jurnal The Lancet pada 24 Maret 2021, para peneliti menemukan hasil serokonversi atau keampuhan ZF2001 yang menjanjikan.

Diujikan dalam dua dosis, tingkat keampuhan ZF2001 adalah 76 persen (pada 114 dari 150 relawan kelompok 25 μg) dan 72 persen (pada 108 dari 150 relawan kelompok 50 μg). Sementara, dengan 3 dosis, tingkat keampuhan ZF2001 adalah 97 persen (pada 143 dari 148 relawan kelompok 25 μg) dan 93 persen (pada 138 dari 148 relawan kelompok 50 μg).

  1. Uji klinis tahap 3 sedang berlangsung

Pada Desember 2020, vaksin ZF2001 menjalani uji klinis tahap ketiga di beberapa negara. Melibatkan 29.000 relawan lintas negara, negara-negara yang setuju untuk menjadi lokasi uji klinis tahap ketiga vaksin Anhui Zhifei Longcom ini yaitu:

  • China: melibatkan 29.000 relawan—termasuk 750 relawan antara 18-59 tahun dan 250 relawan 60 tahun ke atas di China—dan 21.000 relawan antara 18-59 tahun dan 7.000 relawan 60 ke atas di luar China
  • Malaysia: dilaksanakan oleh MY E.G. Services Bhd (MYEG). Jika sukses, maka MYEG akan mendistribusikan ZIFIVAX di Negeri Jiran selama 3 tahun
  • Uzbekistan: dikonfirmasi oleh Reuters sejak Desember 2020, Uzbekistan setuju melangsungkan uji klinis tahap ketiga ZF2001 selama satu tahun dengan 5.000 relawan usia 18-59 tahun
  • Ekuador: mantan Menteri Kesehatan Ekuador, Juan Carlos Zevallos, mengonfirmasi uji klinis tahap ke-3 ZF2001 yang melibatkan 5.000 hingga 8.000 relawan
  • Pakistan: Badan Pengawas Obat Pakistan (DRAP) mengesahkan uji klinis tahap ketiga ZF2001 dengan 10.000 relawan di UHS Lahore, National Defense Hospital, dan Agha Khan Hospital

Indonesia juga menjadi target uji klinis tahap ketiga vaksin ini. Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (UNPAD) dilaporkan setuju melangsungkan uji klinis tahap ketiga untuk ZIFIVAX di Indonesia. Uji klinis ini dilaporkan mulai pada Maret 2021.

  1. Uzbekistan dan China sudah memberikan izin pemakaian darurat

Tidak sampai setengah tahun, Uzbekistan memberikan izin penggunaan darurat (EUA) untuk ZF2001 pada 1 Maret 2021. Pada bulan tersebut, Uzbekistan mendapatkan 1 juta dosis ZF2001 dan sudah memulai vaksinasi dengannya sejak April 2021. Per Juni 2021, sudah sekitar 6,5 juta vaksin ZIFIVAX yang disuntikkan di Uzbekistan.

Tak lama setelah Uzbekistan mengizinkan ZF2001, giliran China yang memberikan lampu hijau untuk ZF2001. Pada 15 Maret, China juga memberikan EUA untuk ZIFIVAX. Menurut Reuters, sudah lebih dari 100 juta vaksin buatan Anhui-Akademi Ilmu Pengetahuan China yang digunakan hingga saat ini. (*)

Editor: Yusva Alam

 

Sarah Gilbert Penemu Vaksin AstraZeneca Dapat Standing Ovation

Sarah Gilbert Penemu Vaksin AstraZeneca Dapat Apresiasi

Sarah Gilbert Penemu Vaksin AstraZeneca Dapat Standing Ovation

Nama Prof Sarah Gilbert mengundang perhatian publik dunia akhir pekan ini. (IST)

Akurasi.id – Nama Prof Sarah Gilbert mengundang perhatian publik dunia akhir pekan ini. Dia merupakan seorang ahli imunologi berkewarganegaraan Inggris penemu vaksin AstraZeneca.

Dia mendapatkan apresiasi besar dari banyak pihak, lantaran profesor vaksinologi di Universitas Oxford itu melepaskan hak patennya atas vaksin tersebut, sehingga bisa diproduksi dalam jumlah besar dan dengan harga murah.

Karena itulah, tidak berlebihan rasanya jika dia mendapatkan standing ovation di Lapangan Tengah Kejuaraan Wimbledon 2021 kemarin. Wimbledon sendiri adalah sebuah turnamen tenis terkemuka yang diselenggarakan selama sekitar dua minggu setiap tahunnya.

Dilansir dari Rmolbanten.com, Senin (19/07/2021), pada kesempatan itu, penemu vaksin AstraZeneca itu termasuk salah satu individu inspiratif yang diundang untuk menonton pertunjukan hari pertama pertandingan dari zona kerajaan Inggris.

Lantas, siapakah sebenarnya Sarah Gilbert?

Bermula Dari Malaria

Mengutip BBC, Sarah Gilbert merupakan wanita kelahiran Kettering, Northamptonshire pada April 1962. Ayahnya bekerja di bisnis sepatu sementara ibunya adalah seorang guru bahasa Inggris dan anggota masyarakat opera amatir lokal.

Setelah menyelesaikan gelar doktornya, dia mendapat pekerjaan di pusat penelitian pembuatan bir. Di sana dia mempelajari cara memanipulasi ragi pembuatan bir, sebelum kemudian beralih bekerja di bidang kesehatan manusia.

Dalam sebuah wawancara, Gilbert mengaku bahwa dirinya tidak pernah bermaksud untuk menjadi spesialis vaksin. Namun pada pertengahan 1990an, dia berada dalam pekerjaan akademis di Universitas Oxford dan melihat genetika malaria. Hal itulah yang membuatnya tertarik pada pekerjaan pada vaksin malaria.

Ibu Dari Anak Kembar Tiga

Karirnya yang cemerlang tidak lantas membuatnya lupa akan perannya menjadi seorang ibu. Dia mengaku bahwa hidupnya menjadi sedikit lebih rumit ketika dia melahirkan anak kembar tiga.

Meski begitu, dia menjalankannya dengan sebaik mungkin. Salah seorang putranya, Freddie, menggambarkan ibunya sebagai sosok yang selalu mendukung dan mengutamakan kepentingan anak-anak.

Gilbert sendiri mengaku bahwa dia membebaskan anak-anaknya untuk memilih jalan hidupnya masing-masing. Meski begitu, semua anaknya pada akhirnya memilih untuk belajar biokimia di universitas.

Rekam Jejak Pembuatan Vaksin

Dari Oxford, Dr Gilbert naik pangkat, menjadi profesor di Jenner Institute yang bergengsi di universitas. Dia membentuk kelompok penelitiannya sendiri dalam upaya untuk membuat vaksin flu universal, yang berarti vaksin yang akan efektif melawan semua jenis varian yang berbeda.

Pada tahun 2014, di memimpin uji coba pertama vaksin Ebola. Dan ketika virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) menyerang, dia pergi ke Arab Saudi untuk mencoba mengembangkan vaksin untuk bentuk virus corona ini.

Uji coba kedua vaksin itu baru saja dimulai ketika pada awal 2020, Covid-19 mulai menyebar kesejumlah negara di dunia. Pada saat itu, dia segera menyadari bahwa dia mungkin bisa menggunakan pendekatan yang sama.

Melawan Covid-19 Bukan Untuk Uang

Di masa pandemi Covid-19, dia dan sejumlah rekannya menghabiskan waktu beberapa minggu untuk membuat vaksin yang bekerja melawan Covid-19 di laboratorium.

Gilbert menggambarkan proses tersebut lebih sebagai serangkaian langkah kecil daripada menjadi momen terobosan besar.

“Sejak awal, kami melihatnya sebagai perlombaan melawan virus, bukan perlombaan melawan pengembang vaksin lain,” kata Gilbert awal tahun ini.

“Kami adalah universitas dan kami tidak berada di sini untuk menghasilkan uang,” tegasnya.

Nama Indonesia Di Deretan Tim Prof Sarah Gilbert

Di antara deretan ilmuwan yang berada di dalam tim Prof Sarah Gilbert, terdapat peran serta peneliti asal Indonesia. Dia adalah dr. Indra Rudiansyah, PhD, peneliti Biofarma yang sedang melanjutkan studi di University of Oxford.

BBCmengabarkan bahwa Indra sebelumnya juga pernah melakukan penelitian vaksin malaria.

Murid lain dari Gilbert di Oxford bergabung di dalam TFRIC-19 dan mengembangkan kit test PCR merah putih, mBio CoV-19 adalah Fara Rangkuti dari Nusantics. (*)

 

Editor: Yusva Alam

 

 

Kenali Obat Oseltamivir! Saat Ini Kosong Dimana-mana

Kenali Obat Oseltamivir! Saat Ini Kosong Dimana-mana

Kenali Obat Oseltamivir! Saat Ini Kosong Dimana-mana

Dahulu saat ramai flu burung dan flu babi, obat ini sempat populer dengan merek dagangnya, Tamifu. (Andhika Prasetia/detik.com)

 

Akurasi.id – Oseltamivir obat apa sih, sampai kosong di mana-mana setelah diborong untuk isoman COVID-19? Dahulu saat ramai flu burung dan flu babi, obat ini sempat populer dengan merek dagangnya, Tamifu. Yuk kenali obat oseltamivir!

Kenali obat oseltamivir. Dilansir dari detik.com, Sabtu (17/07/2021) dan dikutip dari protokol tatalaksana terbaru COVID-19, Oseltamivir adalah obat antivral yang digunakan untuk pengobatan dan pencegahan influenza atau flu tipe A dan B. Obat ini menghambat neuroamidase yang dibutuhkan oleh virus Flu untuk bereplikasi.

Pada COVID-19, Oseltamivir diberikan secara empiris pada awal masa pandemi karena sulitnya membedakan gehala COVID-19 dengan infeksi Flu. Saat ini, Oseltamivir dapat ditambahkan pada kondisi pasien dengan COVID-19 yang diduga terinfeksi influenza.

Oseltamivir juga ditemukan di beberapa paket obat Isoman COVID-19 untuk pasien bergejala sedang. Seharusnya hanya bisa didapat dengan resep dokter dan melalui pemeriksaan, tetapi resep isoman tersebut viral di media sosial sehingga banyak yang latah memborongnya meski belum periksa ke dokter.

Indikasi

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menyebut indikasi atau manfaat Oseltamivir sebagai berikut:

Terapi influenza pada dewasa dan anak usia 1 tahun atau lebih yang memiliki gejala influenza tipika, bila virus influnza sedang bersirkulasi dalam lingkungan. Oseltamivir dapat juga digunakan untuk mencegah terjadinya influenza pada dewasa dan anak di atas 13 tahun.

Peringatan

BPOM memberikan peringatan terkait penggunaan Oseltamivir pada pengidap gangguan fungsi ginjal, wanita hamil, dan menyusui.

Dosis

Menurut pedoman tatalaksana pengobatan COVID-19, Oseltamivir bisa diberikan pada pasien Isoman COVID-19 jika dicurigai ada koinfeksi dengan dosis:

  • < 1 tahun: 3 mg/kg/dosis tiap 12 jam
  • > 1 tahun BB < 15 kg: 30 mg tiap 12 jam
  • > 1 tahun BB > 15 kg: 45 mg tiap 12 jam
  • > 1 tahun BB 23-40 kg: 60 mg tiap 12 jam
  • > 1 tahun BB > 40 kg: 75 mg tiap 12 jam

Efek Samping

Beberapa efek samping Oseltamivir:

  • nausea
  • muntah
  • sakit perut
  • dispepsia
  • diare
  • sakit kepala
  • lelah
  • insomnia
  • pusing
  • conjungtivitis
  • epistaksis
  • ruam
  • jarang reaksi hipersensitif
  • sangat jarang hepatitis
  • sindroma Steven-Johnson.

Editor: Yusva Alam

 

Kenali Gejala Covid-19 Varian Delta dan Cara Bedakan dengan Flu Musiman

Cara Membedakan Covid-19 Varian Delta dengan Flu Musiman

Kenali Gejala Covid-19 Varian Delta dan Cara Bedakan dengan Flu Musiman

Ilustrasi. (kompas.com/gary lotulung)

Akurasi.id — Dokter spesialis paru dari RSUI dr. Gatut Priyonugroho, Sp.P menuturkan perbedaan virus Covid-19 varian delta dengan varian lain. Perbedaan itu antara lain pada tingkat penularannya.

Gatut menjadi narasumber dalam webinar dengan tema “Mengenal Lebih Dekat Covid-19 Varian Delta” yang digelar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) berkolaborasi dengan Rumah Sakit UI (RSUI) yang digelar Rabu (14/7).

Virus delta memiliki gejala hampir sama dengan varian lainnya. Gejala tersebut yaitu demam (94 persen), batuk (79 persen), sesak (55 persen), berdahak (23 persen), nyeri badan (15 persen), lelah (23 persen), sakit kepala (8 persen), rinorea (7 persen), batuk darah (5 persen), diare (5 persen), anosmia (3 persen), dan mual (4 persen).

Jika seseorang terkena Covid ringan, pada umumnya ia baik-baik saja (0,1 persen memberat). Gatut meluruskan kesalahpahaman di masyarakat bahwa penyintas Covid-19 (mereka yang sudah sembuh dari Covid-19) akan lebih kebal terhadap virus tersebut.

“Mereka yang pernah kena Covid-19 bukan berarti dia sudah menumbuhkan antibodi, tetapi itu juga tandanya dia terbukti rentan terkena Covid-19 karena virus itu cocok dengan tubuhnya sehingga mudah masuk,” kata dia, dilansir dari republika.co.id, Jumat (16/07/2021).

Cara membedakan dengan flu musiman

Kenali cara membedakan gejala Covid-19 akibat virus corona varian Delta. Pasalnya, gejala Covid-19 akibat virus corona varian Delta berbeda dengan sebelumnya. Bahkan, gejala Covid-19 akibat virus corona varian Delta mirip dengan sakit flu musimam.

Varian delta semakin mendominasi penularan Covid-19 di seluruh dunia. Varian virus corona B.1.617.2 atau Delta adalah varian virus corona yang ditemukan bermutasi pertama kali di India.

Setelah menyebabkan kekacauan dan tsunami Covid-19 yang parah di India, varian ini pun mulai mengancam kesehatan masyarakat dunia. Di Amerika Serikat, varian Delta menjadi strain virus corona dominan yang menginfeksi masyarakat di negara tersebut.

Sifatnya yang dapat menular dengan cepat atau lebih menular, bahkan jika dibandingkan dengan varian Alpha, varian Delta sekitar 50 persen lebih menular. Bahkan, di Indonesia, kali pertama varian Delta masuk ke negara ini, menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 yang tak terkendali di Bangkalan, Madura dan Kudus.

Melansir BBC, Rabu (14/7/2021), para peneliti mengatakan bahwa sakit kepala, sakit tenggorokan dan pilek sekarang menjadi gejala yang paling sering dilaporkan terkait infeksi Covid-19 di Inggris. Peneliti yang melakukan studi Zoe Covid Symptom, Prof Tim Spector, mengatakan bahwa orang yang tertular varian virus corona Delta bisa merasakan gejala ‘lebih pilek’ atau mirip flu musiman, dan gejala varian Delta ini banyak dilaporkan pada kelompok orang yang lebih muda.

Akan tetapi, kendati mereka mungkin tidak merasakan gejala atau sakit parah, namun tentunya mereka masih bisa menularkan virus dan membahayakan orang lain. Siapa pun yang mengira mungkin mengalami Covid-19, peneliti menyarankan agar tetap melakukan tes.

Seperti diketahui, gejala Covid-19 biasa, yang disebabkan oleh varian awal virus corona SARS-CoV-2, umumnya menurut NHS adalah sebagai berikut, dilansir dari kontan.co.id, Jumat (16/07/2021).

  • Batuk
  • Demam
  • Kehilangan bau (anosmia) atau rasa

Kendati demikian, Prof Spector mengatakan sekarang gejala-gejala Covid-19 biasa tersebut kurang umum pada orang yang terinfeksi virus corona varian Delta. Tampaknya gejala Covid-19 varian Delta ini cenderung mirip flu musiman.

Hal itu didasarkan oleh data yang diterima para peneliti di Zoe Covid Symptom, yang telah mencatat gejala Covid-19 Delta yang dialami oleh ribuan orang di sebuah aplikasi. “Sejak awal Mei, kami telah melihat gejala teratas pada pengguna aplikasi, dan mereka (gejala Covid-19 awal) tidak sama seperti sebelumnya (gejala varian Delta),” katanya.

Perubahan itu tampaknya terkait dengan peningkatan infeksi varian delta, yang kali pertama teridentifikasi di India. Jadi, apa saja gejala Covid-19 varian Delta ini?

Gejala Covid-19 varian Delta mirip flu musiman

Virus corona varian Delta yang menyebar di seluruh dunia, kini telah menyumbang 90 persen dari kasus Covid-19 di Inggris. “Demam tetap cukup umum, tetapi (gejala Covid-19) kehilangan penciuman tidak lagi muncul pada 10 gejala teratas,” kata Spector yang merupakan profesor epidemiologi genetik di King’s College London, Inggris.

Dilansir dari CNBC, Prof Spector mengatakan bahwa Covid-19 yang disebabkan oleh varian Delta saat ini, gejala yang dilaporkan mirip flu musiman yang buruk pada populasi orang muda. Baca juga: Gejala Covid-19 pada Bayi yang Harus Diwaspadai “Gejala nomor satu adalah sakit kepala, kemudian diikuti sakit tenggorokan, pilek dan demam,” ungkap Prof Spector.

Sedangkan gejala-gejala Covid-19 yang selama ini tampak khas, seperti kehilangan penciuman atau anosmia, sekarang jauh lebih jarang dilaporkan. “Orang-orang mungkin mengira mereka baru saja terkena flu musiman dan mereka masih pergi ke pesta dan mereka mungkin bisa menyebarkan virusnya pada enam orang lainnya. Kami rasa ini memicu banyak masalah,” jelas Prof Spector.

Prof Spector menyarankan bahwa orang muda, apabila mendapatkan gejala Covid-19 yang lebih ringan, mungkin hanya terasa seperti gejala pilek atau perasaan ‘tidak enak’ atau meriang seperti akan flu, tetaplah di rumah dan lakukan tes. Studi yang dilakukan para ilmuwan di Imperial College London React terhadap lebih dari 1 juta orang di Inggris, saat varian Alpha mendominasi, menemukan beberapa gejala tambahan.

Selain itu, gejala-gejala Covid-19 akibat varian Delta yang dilaporkan di antaranya sebagai berikut.

  • Menggigil
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot, tampak paling kuat di samping gejala klasik.

Itulah cara membedakan gejala Covid-19 Delta dengan sakit flu musiman. Sebenarnya, hanya dengan tes swab atau PCR untuk memastikan orang mengidap Covid-19. Oleh karena itu, di tengah pandemi Covid-19, orang harus segera isolasi mandiri jika mengalami kondisi badan yang tidak enak. (*)

Editor: Yusva Alam

 

Ketahui 6 Jenis Gigitan Serangga dan Cara Mengatasinya, Jangan Panik!

Ketahui 6 Jenis Gigitan Serangga dan Cara Mengatasinya

Ketahui 6 Jenis Gigitan Serangga dan Cara Mengatasinya, Jangan Panik!

Nyamuk menusuk kulit dengan alat mulut khusus untuk menyedot darah. (pexels.com/Pixabay)

Akurasi.id – Siapa yang benci serangga? Serangga bisa amat mengganggu, apalagi bila sampai menggigit. Gigitan serangan biasanya menimbulkan benjolan merah kecil yang terasa gatal. Benjolan akibat gigitan serangga dapat diobati dengan antihistamin. Karenanya perlu kita memahami jenis gigitan serangga.

Meskipun begitu, terkadang gigitan serangga dapat menimbulkan reaksi alergi seperti pembengkakan yang parah dan sesak napas. Jika hal itu terjadi, sebaiknya segera cari pertolongan medis.

Berikut ini akan dijelaskan beberapa jenis gigitan serangga dan cara mengatasinya, dilansir dari idntimes.com, Kamis (15/07/2021).

  1. Gigitan laba-laba

Ada ribuan jenis laba-laba di Indonesia, tetapi kebanyakan tidak berbahaya. Umumnya gigitan laba-laba akan menghasilkan benjolan merah yang sakit dan gatal.

Sebagian besar gigitan laba-laba tidak berbahaya dan dapat diobati di rumah. Dilansir Mayo Clinic, cara menangani gigitan laba-laba adalah sebagai berikut:

  • Bersihkan luka dengan sabun berbahan ringan dan air
  • Aplikasikan salep antibiotik tiga kali sehari untuk mencegah infeksi
  • Aplikasikan kompres dingin di tempat gigitan selama 15 menit tiap jam. Gunakan lap bersih
  • Bila memungkinkan, angkat area gigitan atau posisikan lebih tinggi
  • Minum obat pereda nyeri bila diperlukan
  • Bila luka gigitan gatal, antihistamin seperti diphenhydramine atau certirizine bisa membantu

Segera periksa ke dokter jika mengalami kesulitan bernapas dan rasa sakit yang parah di sekitar bekas gigitan laba-laba.

  1. Gigitan nyamuk 

Menurut keterangan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), saat nyamuk menggigit, ia menusuk kulit dengan alat mulut khusus untuk menyedot darah. Saat nyamuk sedang makan, ia menyuntikkan air liurnya ke dalam kulit. Tubuh akan bereaksi terhadap air liur tersebut yang mengakibatkan benjolan dan gatal-gatal.

Beberapa orang hanya memiliki reaksi ringan terhadap gigitan, sementara beberapa orang lainnya bisa mengalami reaksi yang lebih kuat, dan bentol yang cukup besar, nyeri, dan kemerahan.

Tanda gigitan nyamuk meliputi:

  • Benjolan bengkak dan kemerahan yang muncul beberapa menit setelah gigitan
  • Benjolan keras, gatal, cokelat kemerahan, atau beberapa benjolan yang muncul sekitar satu hari setelah gigitan
  • Lepuh kecil
  • Bintik-bintik gelap yang terlihat seperti memar

Reaksi yang lebih parah bisa dialami oleh anak-anak, orang dewasa yang digigit oleh spesies nyamuk yang belum pernah mereka temui sebelumnya, orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Tanda reaksi yang parah meliputi area pembengkakan dan kemerahan yang luas, demam ringan, gatal-gatal, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Untuk mengatasi gigitan nyamuk, lakukan ini:

  • Cuci area gigitan dengan sabun dan air
  • Aplikasikan ice pack selama 10 menit untuk mengurangi bengkak dan gatal. Bisa diulangi sesering yang dibutuhkan
  • Aplikasikan campuran air dan baking soda, yang mana ini bisa mengurangi gatal
  • Gunakan obat anti-gatal yang dijual bebas atau krim antihistamin untuk meredakan gatal sesuai petunjuk kemasan
  1. Gigitan kutu kasur 

Bedbug atau kutu kasur mengisap darah dari manusia atau hewan. Mereka bisa tinggal di tempat tidur, furnitur, karpet, pakaian, dan barang-barang lainnya. Kutu kasur paling aktif di malam hari, mengisap darah saat seseorang sedang tidur.

Meskipun jarang berbahaya, tapi gigitan kutu kasur bisa menyebabkan gatal-gatal yang parah. Dalam beberapa kasus, gigitan bisa terinfeksi dan menyebabkan reaksi alergi.

Gigitan kutu kasur sering memerah dan bengkak. Beberapa gigitan mungkin muncul dalam satu garis atau kelompok di area kecil tubuh. Gigitannya cenderung gatal dan bisa menyebabkan sensasi terbakar.

Dilansir Healthline, pada kebanyakan kasus, gigitan kutu kasur bisa membaik dalam waktu 1-2 minggu. Untuk meredakan gejalanya, kamu bisa melakukan ini:

  • Mengaplikasikan krim anti-gatal atau losion calamine ke area gigitan
  • Konsumsi antihistamin oral untuk mengurangi gatal dan sensasi terbakar
  • Gunakan pereda nyeri yang dijual bebas untuk mengatasi bengkak dan nyeri

Pada kasus yang jarang, gigitan kutu kasus bisa menyebabkan reaksi alergi. Bila mengalami reaksi alergi serius, segera cari pertolongan medis.

Kadang gigitan kutu kasur dapat menyebabkan infeksi selulitis. Untuk mengurangi risiko infeksi, bersihkan bekas gigitan dengan sabun dan air dan cobalah untuk tidak menggaruknya.

Pengobatan rumahan yang juga bisa dicoba meliputi:

  • Aplikasikan kompres dingin di area gigitan
  • Aplikasikan campuran baking soda dan air
  • Beberapa jenis minyak esensial

Meski masih butuh penelitian lebih lanjut, tetapi beberapa penelitian menunjukkan kalau minyak kamper, minyak kamomil, atau beberapa jenis minyak esensial lainnya dapat membantu meringankan gigitan serangga.

  1. Gigitan kutu rambut 

Kutu rambut adalah serangga kecil yang memakan darah dari kulit kepala manusia. Anak-anak lebih sering memilikinya karena mereka sering berdekatan atau berkontak dengan teman-temannya. Ini memudahkan kutu rambut berpindah dari satu kepala ke kepala lainnya.

Kutu rambut menyebabkan rasa gatal pada kulit kepala, telinga dan leher setelah mereka bertelur. Setelah telur kutu menetas, mereka mungkin terlihat seperti ketombe.

Dilansir Health, sampo penghilang kutu dan sisir serit bisa membantu menghilangkan kutu rambut. Pastikan juga untuk mencuci seprai dan pakaian dengan air panas.

  1. Gigitan semut api 

Untuk mengidentifikasi sengatan semut api, biasanya akan terlihat bintik merah yang bengkak yang mengembangkan lepuh di bagian atas sengatan. Sengatannya sakit, gatal, dan bisa bertahan hingga seminggu. Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi yang berbahaya terhadap sengatan dan perlu mencari pertolongan medis dengan segera.

Sengatan yang ringan bisa ditangani dengan membersihkan area yang tersengat dengan sabun dan air, lalu tutupi dengan perban. Kompres dingin juga bisa meredakan sakit. Perawatan topikal termasuk krim steroid yang dijual bebas dan antihistamin untuk mengurangi rasa sakit dan gatal.

Dilansir Healthline, pengobatan rumahan lainnya termasuk larutan amonium encer, lidah buaya, atau zat seperti witch hazel. Obat-obatan ini mungkin menawarkan sedikit kelegaan, tetapi tidak ada bukti kuat untuk mendukung penggunaannya.

Sengatan dan bekas gigitan seharusnya akan hilang dalam waktu seminggu. Hindari menggaruknya, karena itu bisa menyebabkan area yang terdampak terinfeksi, yang mana bisa membuat sengatan dan bekas gigitan bertahan lebih lama.

  1. Sengatan lebah 

Sengatan lebah dapat menimbulkan efek ringan hingga mematikan. Efek mematikan dari sengatan lebah dapat terjadi pada orang yang alergi terhadap sengatan lebah, jadi penting untuk mengetahui tanda dan gejala alergi tersebut.

CDC merekomendasikan untuk segera menghilangkan sengat lebah menggunakan kuku, lalu bersihkan area tersebut dengan sabun dan air. Kompres dingin dapat membantu mengurangi pembengkakan. Jika kamu mengalami gejala alergi sengatan lebah seperti kesulitan bernapas dan pembengkakan lidah, segera pergi ke IGD rumah sakit.

Itulah beberapa jenis gigitan serangga dan cara mengatasinya. Jangan panik jika digigit serangga karena dengan penanganan yang tepat dan cepat, maka efek gigitan serangga dapat tertangani dengan baik.  (*)

Editor: Yusva Alam