9 Suplemen Terbaik Penunjang Kesehatan Otak

9 Suplemen Terbaik Penunjang Kesehatan Otak

9 Suplemen Terbaik Penunjang Kesehatan Otak

Konsumsi beberapa suplemen terbaik untuk menjaga kesehatan otak. (Allan Ajifo/Wikimedia Commons)

Akurasi.id  Otak menjadi salah satu organ tubuh yang memiliki peran penting. Konsumsi beberapa suplemen terbaik untuk penunjang kesehatan otak.

Otak berperan sebagai pusat kendali tubuh dan menyusun sistem saraf pusat. Sistem saraf ini bekerja sama dengan sistem saraf tepi untuk membantu manusia dalam melakukan berbagai kegiatan, mulai dari berjalan, berbicara, bernapas, hingga makan dan minum.

Seperti yang telah diketahui, asupan suplemen vitamin dan nutrisi tertentu membantu tubuh tetap sehat, tak terkecuali pada otak. Asupan tertentu dapat membantu otak tetap sehat.

Berikut beberapa suplemen penunjang kesehatan otak,dilansir dari cnnindonesia.com, Rabu (30/06/2021).

  1. Minyak ikan

Minyak ikan kaya akan asam lemak omega-3. Asam lemak jenis ini memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk meningkatkan kesehatan otak.

Mengutip Healthline, docosahexaenoic acid (DHA) pada minyak ikan, yang merupakan salah satu jenis asam lemak omega-3, berperan penting dalam menjaga struktur dan fungsi otak. DHA menyumbang sekitar 25 persen dari total lemak dan 90 persen dari asam lemak omega-3 yang ditemukan di sel-sel otak.

Asupan DHA telah dikaitkan dengan peningkatan kemampuan berpikir dan memori. DHA juga bermanfaat bagi mereka yang mengalami penurunan fungsi otak ringan.

  1. Resveratrol

Resveratrol merupakan senyawa antioksidan yang terbentuk secara alami di kulit buah seperti anggur, raspberry, dan blueberry.

Asupan resveratrol dapat mencegah kerusakan hipokampus, bagian penting dari otak yang bertugas dalam memori.

  1. Fosfatidilserin

Fosfatidilserin merupakan senyawa lemak yang ditemukan pada otak. Untuk menjaga kesehatan otak, Anda disarankan menambah asupan fosfatidilserin.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi 100 miligram fosfatidilserin tiga kali sehari dapat membantu mengurangi penurunan fungsi otak terkait usia.

Selain itu, orang sehat yang mengonsumsi fosfatidilserin hingga 400 miligram per hari telah terbukti meningkatkan kemampuan berpikir dan memori.

  1. Acetyl-L-carnitine

Acetyl-L-carnitine merupakan asam amino yang diproduksi secara alami di dalam tubuh. Kandungan ini memainkan peran penting dalam metabolisme tubuh, terutama dalam produksi energi.

Konsumsi suplemen acetyl-L-carnitine diklaim dapat membuat Anda lebih waspada, meningkatkan memori, dan memperlambat kehilangan memori terkait usia.

  1. Ginkgo biloba

Ginkgo biloba merupakan suplemen herbal yang begitu populer. Suplemen ini diperkirakan dapat meningkatkan aliran darah ke otak dan meningkatkan fungsi otak seperti fokus serta memori.

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa suplemen ginkgo biloba dapat membantu mengurangi penurunan fungsi otak terkait usia. Studi pada orang paruh bawa menemukan, asupan ginkgo biloba membantu meningkatkan memori dan keterampilan berpikir.

  1. Vitamin B kompleks

Vitamin B kompleks memainkan peran penting untuk kesehatan otak.

Mengutip WebMD, beberapa penelitian menunjukkan, orang yang berisiko tinggi Alzheimer bisa mendapatkan manfaat dari asupan suplemen vitamin D.

  1. L-theanine

L-theanine merupakan asam amino alami yang memiliki potensi untuk meningkatkan kinerja mental, terutama jika dikombinasikan dengan kafein.

Penelitian kecil pada 2019 menemukan, orang yang mengonsumsi teh hijau mengalami peningkatan fungsi otak. Teh hijau sendiri diketahui secara alami mengandung L-theanine dan kafein.

  1. Vitamin E

Antioksidan satu ini bertugas untuk memerangi radikal bebas, termasuk yang dapat merusak otak. Penelitian menemukan, asupan vitamin E dapat memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer.

  1. Kurkumin

Kurkumin, senyawa aktif utama pada kunyit, ditemukan dapat membantu menjaga kesehatan otak.

Studi menemukan, orang yang mengonsumsi kurkumin memiliki kemampuan memori yang lebih baik. Mereka juga memiliki lebih sedikit penumpukan protein abnormal di otak.(*)

Editor: Yusva Alam

 

Studi: Orang yang Berjalan Cepat Lebih Panjang Umur

Studi: Orang yang Berjalan Cepat Lebih Panjang Umur

Studi: Orang yang Berjalan Cepat Lebih Panjang Umur

Jangan buru-buru kesal kalau pasangan Anda berjalan sangat cepat. Menurut studi, orang yang berjalan cepat lebih berumur panjang. (iStockphoto/ VTT Studio)

Akurasi.id  Kesal rasanya kalau pasangan Anda berjalan lebih cepat di depan. Bukan karena buru-buru, tapi karena memang jalannya saja yang cepat. Mereka pasti menderita kalau disuruh jalan perlahan atau menunggu Anda yang jalannya lambat.

Tapi jangan dulu kesal gara-gara ini, pasalnya, menurut penelitian yang diterbitkan dalam dalam Mayo Clinic Journal of Mayo Clinic Proceedings, orang yang berjalan cepat punya umur yang lebih panjang dibanding orang yang berjalan lama.

Dilansir dari cnnindonesia.com, Selasa (29/06/2021), mengutip Newsweek, penelitian dilakukan terhadap 475 ribu peserta penelitian. Para peserta menjawab apakah kecepatan berjalan mereka yang biasa lambat, stabil/rata-rata atau cepat. Para peneliti juga mengukur faktor-faktor termasuk BMI peserta (dihitung dengan membagi berat badan orang dewasa dalam kilogram dengan tinggi badan mereka dalam meter kuadrat), lingkar pinggang mereka, dan persentase lemak tubuh.

Rata-rata, para peserta berusia 58,2 tahun dan memiliki BMI 26,7, menempatkan mereka dalam kategori kelebihan berat badan.

Mereka yang melaporkan kecepatan berjalan cepat memiliki harapan hidup lebih lama di semua tingkat BMI, mulai dari 86,7 hingga 87,8 tahun pada wanita dan 85,2 hingga 86,8 tahun pada pria.

“Pejalan cepat ditemukan memiliki harapan hidup lebih lama, yang konstan di berbagai tingkat dan indeks adipositas,” tulis penelitian tersebut. Adipositas berarti kelebihan berat badan yang parah atau tidak wajar.

Sementara itu, mereka yang berjalan lambat memiliki harapan hidup yang lebih pendek, terutama mereka yang mengatakan bergerak lambat dan memiliki BMI kurang dari 20 – meskipun dalam kisaran yang sehat dan kurus-. Wanita dalam kelompok ini memiliki harapan hidup rata-rata 72,4 tahun, turun menjadi 64,8 tahun untuk pria.

Tom Yates, penulis utama studi dan profesor aktivitas fisik, perilaku menetap dan kesehatan di University of Leicester, mengatakan para ilmuwan telah menyelidiki secara ekstensif peran kelebihan berat badan pada harapan hidup seseorang selama beberapa dekade terakhir. Studi dari beberapa negara menunjukkan risiko orang yang kelebihan berat badan atau obesitas meninggal lebih rendah jika kebugarannya lebih tinggi.

“Ini berbeda dengan asumsi yang sering dibuat bahwa obesitas memberikan risiko paling besar,” ucap Yates.

“Orang-orang harus sadar akan kecepatan berjalan mereka, dan pejalan kaki yang lambat harus mencoba dan berjalan lebih cepat,” tutup Yates. (*)

Editor: Yusva Alam

 

5 Hal Sepele Penyebab Kecanduan

Beberapa Hal Sepele Penyebab Kecanduan

5 Hal Sepele Penyebab Kecanduan

Menjelajah internet termasuk hal sepele penyebab kecanduan. (pexels.com/Kaboompics.com)

Akurasi.id – Jika membahas seputar “kecanduan“, banyak orang berpikir tentang konsekuensi negatif dan perubahan perilaku yang berasal dari hal-hal negatif, seperti penyalahgunaan narkoba, alkohol, atau perjudian. Namun, ada juga hal sepele penyebab kecanduan.

Meskipun tidak berbahaya, namun beberapa hal dapat menyebabkan kecanduan psikologis yang memicu obsesi atau perilaku yang tidak sehat. Berikut adalah beberapa hal yang tanpa disangka bisa menyebabkan kecanduan, dilansirdari idntimes.com, Senin (28/06/2021).

  1. Mengaplikasikan lip balm

Mengoleskan lip balm adalah sesuatu yang banyak dari kita lakukan tanpa berpikir, utamanya saat cuaca sedang dingin. Tetapi, tidak banyak yang tahu bahwa memakai lip balm sebenarnya bisa menjadi semacam kecanduan psikologis.

Lip balm memang dapat memberikan kelembapan sementara, namun lip balm juga dapat mengganggu pembentukan kelembaban alami dan pergantian sel, yang akhirnya menyebabkan kamu menerapkan lebih banyak lip balm untuk menyeimbangkan efek pengeringan. Kecanduan lip balm memang tidak mengancam nyawa, namun ada cara lain yang bisa kamu lakukan untuk melembapkan bibir daripada menggunakan lip balm secara kompulsif.

  1. Negative self-talk

Dari mengomentari jerawat, warna kulit, berat badan, hingga mengantisipasi hasil terburuk dari suatu situasi, negative self-talk dapat dengan cepat tertanam dalam otak seseorang sejak usia muda. Bagi banyak orang, negative self-talk sudah menyebar sepanjang hidup mereka sehingga dianggap sebagai kebiasaan.

Untuk menghentikan negative self-talk, kamu harus dengan sengaja memantau dialog batin dan mengganti pikiran yang terlalu keras dengan sentimen yang lebih netral atau positif. Membiasakan cara ini bisa menghentikan kebiasaan negative self-talk untuk selamanya.

  1. Obat tetes mata

Pada awalnya, kamu mungkin menggunakan obat tetes mata untuk mengatasi alergi atau mata merah. Namun, seiring waktu, kamu mungkin mulai mengandalkan obat tetes mata untuk mengatasi ketidaknyamanan dan selalu ingin menggunakannya.

Obat tetes mata bekerja karena bahan aktif di dalamnya, seperti tetrahydrozoline, menyempitkan pembuluh darah konjungtiva sehingga tampak lebih kecil, membuat mata terlihat kurang merah. Beberapa orang mungkin meningkatkan frekuensi penggunaan karena obat tetes mata juga memiliki efek rebound.

  1. Menjelajah internet

Jika kamu adalah orang yang menghabiskan banyak waktu di internet, kamu mungkin sebenarnya telah mengalami kecanduan menjelajah internet. Kecanduan internet bahkan dapat memiliki efek yang sama pada otak, seperti kecanduan narkoba dan alkohol.

Sebagai akibatnya, siapa pun yang menderita kecanduan internet dapat menghadapi gejala yang sama dengan kecanduan lainnya, saat mencoba menghindari pemicu kecanduan. Selain itu, kecanduan internet mungkin juga berkaitan dengan depresi.

  1. Olahraga

Olahraga dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam menerapkan gaya hidup sehat. Namun, ternyata olahraga juga bisa menyebabkan kecanduan. Orang yang sudah kecanduan olahraga cenderung merasa bahwa olahraga adalah hal terpenting dalam hidup mereka.

Bagi pecandu olahraga, olahraga juga digunakan sebagai strategi koping untuk mengendalikan emosi. Untuk mengetahui apakah kamu kecanduan olahraga, kamu harus mengevaluasi apakah kamu merasa harus terus meningkatkan olahraga untuk merasa puas, atau mengalami lekas marah atau depresi ketika tiba-tiba mengurangi olahraga.

Ternyata, ada juga hal sepele penyebab kecanduan, yang tanpa disadari bisa membuat ketagihan. Cek lagi, jangan-jangan selama ini ternyata kamu kecanduan hal-hal di atas? (*)

Editor: Yusva Alam

Mau Tau Cara Tingkatkan Kadar Oksigen dalam Darah?

Mau Tau Cara Tingkatkan Kadar Oksigen dalam Darah?

Mau Tau Cara Tingkatkan Kadar Oksigen dalam Darah?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kadar oksigen. (iStockphoto/ gbh007)

Akurasi.id — Kadar oksigen yang rendah dapat memicu masalah kesehatan. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi dan mencegah kekurangan kadar oksigen dalam darah.

Darah bertugas mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan oksigen dalam darah bisa mengganggu kinerja tubuh. Dilansir dari cnnindonesia, Sabtu 926/06/2021), berikut cara meningkatkan kadar oksigen dalam darah

Saat kekurangan oksigen dalam darah, tubuh biasanya akan memunculkan sejumlah gejala seperti:

– sakit kepala
– sesak napas, paling umum
– detak jantung cepat
– batuk-batuk
– napas ngos-ngosan
– bingung

Secara medis, kadar oksigen dalam darah disebut juga dengan saturasi oksigen. Anda bisa mengukurnya dengan menggunakan alat oxymeter.

Pada orang sehat, saturasi oksigen akan berkisar antara 95-100 persen. Sementara pada orang dengan masalah paru-paru seperti PPOK dan asma, saturasi akan berada di bawahnya.

Kadar oksigen yang rendah atau hipoksemia ditandai dengan tingkat saturasi di kisaran 90-92 persen. Angka ini menandai adanya masalah pada paru-paru dan kebutuhan oksigen tambahan. Di bawah 90 persen, Anda disarankan untuk segera mencari pertolongan medis.

Namun, ada beberapa cara untuk mengatasi dan mencegah kekurangan oksigen dalam darah. Berikut mengutip berbagai sumber.

  1. Buka jendela atau keluar menghirup udara segar

Mengutip WebMD, hal sederhana seperti membuka jendela atau berjalan-jalan sebentar dapat meningkatkan meningkatkan kadar oksigen dalam darah secara keseluruhan.

  1. Berhenti merokok

Setelah dua minggu tak merokok, banyak orang menemukan bahwa sirkulasi dan kadar oksigen secara keseluruhan meningkat secara signifikan. Fungsi paru-paru bahkan bisa meningkat 30 persen dalam waktu singkat.

  1. Memelihara tanaman hias

Tanaman hias telah terbukti membantu memurnikan udara di dalam ruang. Tanaman membantu menghilangkan karbon dioksida dan mengisi kembali tingkat oksigen dalam ruang. Hal ini membuat lebih banyak oksigen bisa diserap ke dalam tubuh.

  1. Latihan pernapasan

Ahli rehabilitasi paru merekomendasikan Anda untuk melakukan latihan pernapasan sederhana untuk menjaga kadar oksigen dalam darah. Misalnya dengan pernapasan bibir mengerucut atau pernapasan diafragma. Pernapasan ini membuka saluran udara dan meningkatkan jumlah oksigen dalam tubuh.

  1. Konsumsi makanan yang memperlancar sirkulasi

Nitrat merupakan senyawa yang mengendurkan pembuluh darah dan dapat meningkatkan suplai oksigen ke dalam tubuh. Mengutip Your Story, Anda dapat menemukannya dalam buah bit, bawang putih, sayuran hijau, buah delima, sayuran silangan, kecambah, daging, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Makanan-makanan di atas dapat membantu memperlancar sirkulasi darah ke seluruh sistem pembuluh darah.

Tak hanya itu, tubuh juga memerlukan asupan folat dan B12 sebagai pembentuk zat besi, yang membawa oksigen dari darah. (*)

Editor: Yusva Alam

8 Cara Tak Mudah Ngantuk Saat Belajar

8 Cara Tak Mudah Ngantuk Saat Belajar

8 Cara Tak Mudah Ngantuk Saat Belajar

Mengantuk menjadi hambatan saat ingin belajar. (courant.com)

Akurasi.id – Karena kelelahan atau kurangnya tidur yang cukup, rasa kantuk yang tiba-tiba muncul, memang suka mengganggu banget, apalagi saat waktu belajar. Wah, sudah pasti bikin kamu gagal fokus.

Kamu pernah atau bahkan sering mengalami mudah ngantuk saat belajar? Tapi bingung cara yang tetap sehat untuk membuatmu terjaga?

Dilansir dari idntimes, Jumat (25/06.2021), tips-tips jitu di bawah ini ampuh lho untuk mengatasi mudah ngantuk saat belajar, kira-kira apa saja ya? Lihat yuk!

  1. Mendengarkan lagu favorit

Yang ini ampuh banget lho untuk ngusir rasa kantuk kamu. Putar lagu favorit mu di sela-sela pembelajaran. Pilih lagu yang energetic agar semangat kamu bisa meningkat kembali.

  1. Peregangan kecil

Salah satu penyebab rasa kantuk yang datang, mungkin karena tubuh kamu kurang gerak. Beristirahatlah sejenak dan mulailah melakukan peregangan sekitar 5-10 menit. Mulai dari kepala sampai kaki, agar otot-otot kamu menjadi lebih relax dan bisa kembali fokus.

  1. Minum kopi

Kopi terbukti ampuh banget untuk mengusir rasa ngantuk. Sambil belajar, kopi bisa jadi teman kamu, agar kantuk dapat segera teratasi. Namun jangan terlalu sering mengkonsumsi minuman ini ya, kamu juga harus tahu batasan-batasannya agar kesehatan mu tetap terjaga.

  1. Pencahayaan yang lebih terang

Apakah cahaya di sekitar tempat belajar mu redup? Jika iya, pindah ke tempat dengan pencahayaan lebih terang bisa kamu lakukan. Namun bagi kamu yang memang menyukai belajar dengan cahaya redup, sebenarnya gak masalah kok. Yang paling penting, cari tempat dan posisi ternyaman mu saat belajar.

  1. Pilih waktu belajar yang tepat

Kalau soal waktu, setiap orang memiliki waktu belajar favorit, baik itu pagi, siang, sore atau bahkan malam hari. Sekarang kamu bisa cari tahu sebenarnya kapan waktu belajar yang sesuai dengan kamu. Hal ini dapat menjadi poin penting, agar kamu dapat fokus saat belajar dan gak ngantuk lagi.

  1. Jangan duduk bersandar

Posisi duduk lebih tegak sangat berpengaruh lho. Hal ini juga bikin kamu gak merasa malas saat belajar. By the way, jangan belajar di tempat tidur ya, alih-alih ingin belajar, rasa kantuk yang mucul malah tambah parah dan jadinya kamu ketiduran deh.

  1. Cuci muka dengan air dingin

Air dingin dapat membuang rasa kantuk mu jauh-jauh. Mata kamu akan lebih segar dan siap untuk kembali fokus belajar. Bisa banget kamu praktikin nih

  1. Makan beberapa permen

Saat mengunyah, otot-otot pada rahang akan bergerak. Dengan melakukannya, tanpa sadar, otak akan lebih berkonsentrasi dan hal ini dapat mengurangi rasa kantuk kamu. Permen dengan rasa manis juga dapat meningkatkan mood kamu agar lebih baik lho. Kalau kamu khawatir dengan efek camilan yang kurang sehat, kamu bisa menggantinya dengan buah atau sayur.

Jadi, nomor berapa nih yang sering banget kamu lakuin? Kalau memang kamu memiliki problem mengantuk saat belajar, ikuti tips-tips di atas ya! (*)

Editor: Yusva Alam

Kasus Covid-19 Melonjak Lagi, Dokter Sarankan Pakai Double Masker

Kasus Covid-19 Melonjak Lagi, Dokter Sarankan Pakai Double Masker

Kasus Covid-19 Melonjak Lagi, Dokter Sarankan Pakai Double Masker

Masker rangkap atau double mask memberikan proteksi maksimal hingga 85 persen dari ancaman paparan virus corona penyebab Covid-19. (iStockphoto/Kemal Yildirim)

Akurasi.id — Munculnya virus corona penyebab Covid-19 varian Delta membuat setiap orang ingin lebih terlindungi. Salah satu caranya adalah dengan pakai double masker.

Namun, benarkah penggunaan masker rangkap membuat seseorang lebih terlindungi?

Pada dasarnya, masker jadi salah satu cara untuk melindungi diri dari penularan Covid-19. Masker bisa menghalau droplet yang kemungkinan terkontaminasi virus SARS-CoV-2.

Kini, di tengah lonjakan angka kasus, sejumlah pihak menyarankan penggunaan masker rangkap sebagai bentuk perlindungan yang lebih optimal.

Dokter spesialis penyakit dalam, Eric Daniel Tenda menyarankan pakai double masker. Dijelaskannya,  penggunaan double mask bisa memberikan perlindungan optimal dari virus corona.

Penggunaan masker medis memberikan perlindungan sebesar 50-60 persen dari risiko terpapar Covid-19. Jika ditambah dengan masker kain di lapisan luar, maka perlindungan yang diberikan akan semakin besar, yakni 85 persen menurunkan risiko terpapar Covid-19.

“Double mask sangat disarankan, terutama di saat pandemi sekarang di mana varian Delta sudah ada di populasi kita. Double mask dengan masker medis dan masker kain itu dapat meningkatkan proteksi. Efektif bisa sampai 85 persen menurunkan risiko terpapar virus Covid-19,” kata Eric dilansir dari CNNIndonesia.com, Kamis (24/6/2021).

Masker medis harus digunakan secara benar. Masker harus menutupi hidung hingga dagu.

Selain itu, tali masker juga disarankan disilang (knot) agar tak ada celah virus masuk dari samping. Dengan menyilangkan tali masker, maka tak akan ada bagian longgar saat menggunakan masker. Menyilangkan tali masker juga meminimalisasi risiko virus masuk lewat samping tanpa tersaring masker.

“Pakai masker medis yang disimpul talinya supaya tidak ada celah terbuka. Kalau di kedokteran, kami pakai masker bedah yang disimpul supaya tidak terjadi kebocoran dari pinggir,” kata Eric.

Masker Kain Tiga Lapis Tak Disarankan

Eric juga tidak menyarankan penggunaan hanya masker kain tiga lapis saat kasus Covid-19 sedang melonjak. Masker kain memberikan perlindungan paling rendah dibanding masker lainnya.

Penggunaan masker kain dibolehkan jika dipakai untuk bagian luar masker medis. Masker kain juga harus dicuci setelah digunakan dan dijemur di bawah sinar matahari hingga kering.

Masker kain yang dibiarkan basah dalam jangka waktu lama memungkinkan risiko tumbuhnya jamur. Penggunaan yang terlalu lama justru berisiko terkena infeksi jamur.

Penggunaan dua masker ini juga tak disarankan dalam jangka waktu lama. Eric menyarankan penggunaan dua masker maksimal enam jam. Masker kain harus segera dicuci, sementara masker medis harus diganti baru.

“Masker harus diganti setiap enam jam. Apalagi kalau batuk, keringetan, maka masker jadi basah. Maka setidaknya diganti enam jam sekali,” tuturnya. (*)

Editor: Yusva Alam

Waspada, Ini Gejala Stroke Ringan

Waspada, Ini Beberapa Gejala Stroke Ringan

Waspada, Ini Gejala Stroke Ringan

Pusing atau vertigo tiba-tiba yang tak dapat dijelaskan bisa menjadi gejala stroke ringan (pexels.com/Kindel Media)

Akurasi.id – Bicara tentang stroke, ada satu hal yang mungkin tak banyak diketahui, yaitu stroke ringan atau mini-stroke. Kondisi dengan istilah medis transient ischaemic attack (TIA) ini dilabeli “ringan” atau “mini” karena gejalanya hanya berlangsung selama beberapa menit hingga 24 jam sebelum menghilang. Namun, ini merupakan tanda peringatan stroke karena TIA sering menandakan serangan stroke yang sebenarnya dan perlu ditanggapi dengan serius.

Sayangnya, banyak orang yang tidak tahu gejala stroke ringan. Padahal, mengetahui gejalanya bisa membuat seseorang cepat bertindak, mendapat pertolongan, dan mencegah serangan stroke yang diketahui bisa membahayakan nyawa.

Sebagai contoh, sebuah studi besar yang diterbitkan dalam jurnal Neurology tahun 2013, hanya 9 persen orang yang tahu definisi TIA dan gejalanya. Gejala stroke ringan sama dengan stroke pada umumnya, tetapi biasanya gejala hilang dalam waktu 24 jam.

Lewat survei telepon terhadap lebih dari 10.000 orang menemukan bahwa 3,2 persen orang mengalami gejala TIA tetapi tidak pernah menemui dokter tentang gejala tersebut. Di antara mereka yang terdiagnosis TIA, 16 persen menemui dokter lebih dari seminggu setelah mengalami gejala.

Banyak orang yang berpikir kalau gejala-gejala tersebut hilang dengan cepat, sehingga tak perlu dikhawatirkan. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Orang yang pernah mengalami gejala TIA berisiko tinggi mengalami stroke, terutama dalam beberapa hari pertama setelah TIA, dan dokter bisa membantu mereka mengurangi risiko tersebut.

Cuma dokter yang bisa memastikan apakah seseorang mengalami TIA atau stroke. Bila yang dialami adalah stroke, perawatan medis darurat dapat menyelamatkan hidup dan sangat meningkatkan pelang untuk rehabilitasi serta pemulihan yang sukses. Dilansir dari idntimes.com, Rabu (23/06/2021) berikut penjelasan terkait stroke ringan:

  1. Seberapa sering stroke ringan jadi tanda peringatan serangan stroke yang sebenarnya?

TIA disebabkan oleh gumpalan atau penyumbatan di otak. Penyumbatan ini bersifat jangka pendek. Gumpalan atau sumbatan ini biasanya larut dengan sendirinya atau lepas, dan gejalanya biasanya berlangsung dalam waktu yang singkat.

Menurut keterangan dari American Heart Association, statistik menyebut bahwa TIA terjadi sebelum sekitar 12 persen dari semua kasus stroke. Dalam sebuah penelitian, sekitar 12 persen orang yang mengalami gejala stroke ringan meninggal dalam waktu satu tahun.

Risiko mengalami stroke berat paling dalam 90 hari setelah TIA. Sekitar 9 persen hingga 17 persen pasien yang mengalami stroke ringan mengalami stroke dalam waktu 90 hari.

Nah, karena bisa berujung menjadi serangan stroke yang fatal, yuk, kenali apa saja gejala-gejala stroke ringan agar kita bisa cepat bertindak.

  1. Gejala umum stroke ringan yang harus kita ketahui

Berdasarkan laporan dalam jurnal Continuum tahun 2017, gejala TIA bisa berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam, tetapi menurut defisini gejala bisa hilang dalam waktu kurang dari 24 jam. Sebagian besar waktu, serangan stroke ringan berlangsung singkat, hanya beberapa detik atau menit.

Tercatat di sebuah laporan dalam Journal of Mid-Life Health tahun 2016, hingga sepertiga orang yang mengalami stroke ringan akan mengalami stroke berat. Sayangnya, banyak orang yang tidak mencari bantuan medis sehingga berisiko tinggi mengalami stroke.

Gejala stroke ringan dimulai secara tiba-tiba dan bervariasi tergantung pada bagian otak yang terkena. Misalnya, seseorang yang menderita stroke ringan di area otak yang mengontrol gerakan tangan dapat mengalami kesulitan menulis selama beberapa menit atau bahkan beberapa jam.

Seseorang yang mengalami stroke ringan dengan ukuran yang sama di batang otak—area otak yang menyimpan pusat keseimbangan gaya berjalan, kontrol suara, dan gerakan mata—mungkin merasa untuk sementara tidak dapat melanjutkan harinya karena vertigo, kesulitan berbicara, atau penglihatan ganda.

Stroke ringan paling terlihat ketika memengaruhi bagian otak yang mengontrol gerakan dan perasaan di wajah, lengan, atau kaki. Ini dapat memengaruhi kemampuan untuk memahami dan menghasilkan ucapan. Berikut adalah daftar gejala stroke ringan yang paling umum menurut American Stroke Association:

  • Kelemahan di wajah, lengan, dan/atau kaki pada satu sisi tubuh
  • Mati rasa pada wajah, lengan, dan/atau kaki pada satu sisi tubuh
  • Ketidakmampuan untuk memahami bahasa lisan
  • Ketidakmampuan untuk berbicara
  • Pusing atau vertigo yang tidak dapat dijelaskan
  • Kehilangan penglihatan pada satu atau kedua mata
  • Penglihatan kabur atau penglihatan ganda

Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, ada beberapa perbedaan antara stroke dan stroke ringan. Namun, perbedaan utamanya adalah gejala stroke ringan hilang sepenuhnya kurang dari 24 jam, sedangkan stroke meninggalkan gangguan fisik jangka panjang akibat kerusakan permanen pada otak.

  1. Gejala disfasia pada stroke ringan

Orang dengan stroke ringan mungkin untuk sementara tidak bisa berbicara, yang dilaporkan sebagai kesulitan mengingat kata-kata selama mengalami gejala tersebut. Masalah bicara lainnya mungkin termasuk kesulitan dalam mengucapkan kata atau kesulitan memahami kata-kata. Kondisi ini dikenal sebagai disfasia. Dilansir Healthline, disfasia kadang merupakan satu-satunya gejala stroke ringan.

Kesulitan dalam berbicara menunjukkan bahwa penyumbatan atau gumpalan darah yang menyebabkan stroke mini terjadi di belahan otak yang dominan.

  1. Gejala kebutaan sementara pada satu mata pada stroke ringan

Kadang stroke ringan bermanifestasi sebagai gangguan visual tertentu yang dikenal sebagai amaurosis fugax atau kebutaan monokular transien (transient monocular blindness atau TMB).

Pada TMB, penglihatan pada satu mata tiba-tiba menjadi redup atau kabur. Dunia tampak menjadi abu-abu atau objek terlihat buram. Ini bisa berlangsung selama beberapa detik atau menit. Paparan cahaya terang bisa memperparah gejala. Seseorang mungkin tak dapat membaca tulisan di kertas putih.

  1. Siapa saja yang berisiko mengalami stroke ringan?

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan TIA (dan stroke), meliputi:

  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi
  • Hiperlipidemia atau kolesterol tinggi
  • Merokok
  • Diabetes
  • Fibrilasi atrium
  • Konsumsi tinggi minuman beralkohol
  • Pola makan yang buruk (yang tinggi lemak jenuh, lemak trans, dan/atau garam)
  • Fisik yang tidak aktif
  • Kondisi genetik tertentu, seperti anemia sel sabit

Selain itu, menurut penelitian yang dilakukan tahun 2014:

  • Laki-laki lebih mungkin mengalami stroke ringan dibanding perempuan
  • Usia lebih tua juga lebih berisiko dibanding usia yang lebih muda
  • Stroke ringan paling sering dilaporkan pada hari Senin
  1. Pengobatan stroke ringan

Walaupun gejala stroke ringan bisa membaik dengan sendirinya, tetapi ini adalah tanda bahwa seseorang berisiko terkena stroke. Itulah kenapa walaupun gejala stroke ringan sudah hilang, sangat penting untuk segera menemui dokter bila mengalami gejala neurologis.

Kadang, seseorang bisa mengalami stroke dalam waktu 24 jam setelah stroke ringan pertama, dan kadang bisa berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelahnya. Masalahnya, kita tidak dapat memprediksi apakah dan kapan akan mengalami stroke bila pernah mengalami stroke ringan.

Rencana perawatan akan tergantung pada hasil pemeriksaan untuk TIA. Setelah dokter mendengarkan riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan menyeluruh, dokter mungkin akan menjalankan beberapa tes untuk menentukan apakah ada faktor risiko stroke pada pasien, seperti hipertensi, penyakit jantung, penyakit darah, kolesterol tinggi, atau faktor risiko lainnya.

Pengobatan akan disesuaikan untuk menurunkan kemungkinan pasien terkena stroke berdasarkan faktor risiko, dan mungkin termasuk pengobatan dengan obat pengencer darah.

  1. Cara mencegah stroke ringan

Pola makan sehat dengan meningkatkan asupan sayuran dan buah bisa jadi salah satu cara untuk mencegah stroke ringan dan stroke lainnya (freepik.com/pvproductions)

Stroke ringan dan stroke lainnya kadang tidak bisa dicegah. Namun, kita tetap dapat mengambil tindakan pencegahan untuk membantu mencegahnya, seperti:

  • Tidak merokok
  • Hindari asap rokok atau menjari perokok pasif
  • Terapkan pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayuran
  • Jaga berat badan tetap dalam batas sehat
  • Rutin olahraga
  • Batasi atau hindari alkohol
  • Kontrol diabetes
  • Batasi asupan lemak dan kolesterol, khususnya lemak jenuh dan lemak trans
  • Pastikan tekanan darah terkontrol dengan baik
  • Kelola stres dengan baik

Itulah berbagai gejala stroke ringan, mini-stroke, atau transient ischaemic attack yang perlu kita ketahui. Dengan mengenalinya, kita diharapkan bisa lebih waspada dan segera mencari bantuan ketika itu terjadi. Ingat, ini bisa menyelamatkan kita dari serangan stroke sebenarnya yang akibatnya sering kali fatal. (*)

Editor: Yusva Alam

 

5 Kebiasaan Sepele Pemicu Masalah Kesehatan

5 Kebiasaan Sepele Pemicu Masalah Kesehatan

5 Kebiasaan Sepele Pemicu Masalah Kesehatan

Beberapa kebiasaan ini sangat sepele, tapi bisa memicu berbagai masalah kesehatan. (Istockphoto/andresr)

Akurasi.id — Tak cuma merokok, ada beberapa kebiasaan buruk lain yang dikenal berbahaya untuk kesehatan. Beberapa kebiasaan ini sangat sepele, tapi bisa menjadi pemicu masalah kesehatan.
Kesehatan tubuh secara keseluruhan dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari. Apa pun yang Anda lakukan, makan, dan minum bisa memberikan dampaknya terhadap kesehatan.

Dilansir dari cnnindonesia.com, Rabu (23/06/2021) anda pun dapat menghindari pemicu masalah kesehatan tersebut. Belum terlambat untuk memperbaiki kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut dan segera mulai menjalani hidup yang lebih baik.

1. Ngemil saat tidak lapar

Banyak orang punya hasrat ingin mencamil makanan sesuatu, meski perut tidak terasa lapar. Kadang camilan hadir untuk mengusir rasa kantuk.

Namun, kebiasaan ini sesungguhnya tak baik untuk kesehatan. Kebiasaan ini justru dapat menyebabkan makan berlebih, yang pada akhirnya memicu kenaikan berat badan serta meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, dan kondisi kronis lainnya.

Mengutip The Healthy, dengan memperhatikan sinyal lapar dan beralih ke camilan sehat, Anda dapat meningkatkan nutrisi, mengendalikan hasrat, dan menghindari penurunan energi.
“Makanlah karena Anda lapar, bukan karena Anda stres, bosan, marah, dan sedih. Dan selesaikan makanan saat Anda merasa sedikit kenyang, bukan kekenyangan,” ujar ahli gizi Kristin Kirkpatrick.

2. Berjemur tanpa tabir surya

Kanker kulit merupakan salah satu jenis kanker yang harus diwaspadai. Penyebabnya adalah paparan sinar matahari berlebih, yang bisa memicu peradangan dan membentuk sel-sel kanker.
Untuk itu, selaku kenakan tabir surya dengan kandungan SPF saat Anda berada di luar ruangan. Lindungi tubuh Anda dari sengatan sinar matahari dengan topi, kacamata hitam, baju lengan panjang, dan celana panjang.

3. Sarapan saat tidak lapar

Tak ada istilah yang tepat untuk ‘melewatkan sarapan’. Studi di BMJ bahkan menunjukkan bahwa sarapan pagi belum tentu menjadi strategi yang baik untuk menurunkan berat badan. Kebiasaan ini justru diklaim dapat meningkatkan hasrat makan, yang pada ujungnya menambah berat badan Anda.
Untuk itu, Anda disarankan makan saat merasa lapar, termasuk soal sarapan.

4. Sering menggunakan obat painkiller

Jika tak digunakan dengan benar, obat painkiller atau penghilang rasa sakit yang dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan kecanduan opioid.

Efek samping dari NSAID atau obat anti-inflamasi nonsteroid yang dijual bebas bakal berpengaruh ke perut, seperti gangguan pencernaan hingga masalah yang serius seperti pendarahan di usus.

5. Menganggap makanan berlabel ‘nol lemak’ adalah aman

Banyak produsen makanan menggunakan label ‘nol lemak jenuh’ untuk mempromosikan produknya. Namun, Anda tak bisa begitu saja mempercayainya.

Ahli kesehatan, Barry A Franklin mengatakan, pemerintah Amerika Serikat (AS) mengizinkan label tersebut jika produk mengandung kurang dari 0,5 gram per porsi. “Banyak sekali yang mengandung 0,41 atau 0,49 gram lemak trans per porsi. Mengapa? Karena dengan itu, mereka bisa mencantumkan ‘nol lemak’ pada labelnya,” jelas Franklin, mengutip Eat This, Not That.

Padahal, seperti diketahui, Anda disarankan untuk mengonsumsi lemak trans tidak lebih dari 2 gram per hari. (.)

Editor: Yusva Alam

Olahraga hingga Latihan Pernapasan, 4 Tips Sehatkan Paru-paru

Olahraga hingga Latihan Pernapasan, 4 Tips Sehatkan Paru-paru

Olahraga hingga Latihan Pernapasan, 4 Tips Sehatkan Paru-paru

Latihan perapasan salahsatu cara untuk menjaga kesehatan paru-paru. (thinkstock)

Akurasi.id – Paru-paru memiliki fungsi yang sangat vital dalam menyediakan oksigen ke seluruh tubuh. Namun, organ ini cukup rawan mengalami berbagai masalah kesehatan.

Fungsi paru-paru cenderung akan menurun seiring bertambahnya usia. Misalnya, otot diafragma semakin melemah, kemudian elastisitas jaringan di paru-paru juga akan berkurang.

Apabila paru-paru mengalami gangguan, proses pernapasan pun akan menjadi terhambat sehingga suplai oksigen ke seluruh tubuh menjadi terganggu dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Dilansir dari detik.com, Rabu (23/06/2021) ada 4 tips sehatkan paru-paru yang bisa kamu coba, di antaranya sebagai berikut, seperti dikutip dari Healthline.

1. Latihan pernapasan

Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan melatih pernapasan. Kamu dapat mengambil napas dalam-dalam melalui hidung, kemudian keluarkan secara perlahan lewat mulut.

Kemanjuran latihan pernapasan ini pun telah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang telah diterbitkan dalam Indian Journal of Physiology and Pharmacology. Sebanyak 12 sukarelawan dalam penelitian itu melakukan latihan pernapasan selama 2, 5 , dan 10 menit.

Hasilnya, melakukan latihan pernapasan dalam beberapa menit dapat meningkatkan fungsi pada paru-paru.

Berikut langkah-langkah latihan pernapasan.

• Duduklah di suatu tempat yang tenang dan nyaman
• Tarik napas secara perlahan-lahan melalui hidung (hitung 1-2-3-4)
• Kemudian hembuskan napas secara perlahan melalui hidung (hitung 1-2-3-4-5-6-7-8).

2. Jangan merokok

Kebiasaan merokok dapat menyebabkan berbagai macam penyakit pada paru-paru. Beberapa di antaranya adalah asma, PPOK, dan kanker paru.
Setiap kali kamu merokok, ribuan bahan kimia akan masuk ke dalam paru-paru, termasuk nikotin, karbon monoksida, dan tar. Racun ini dapat meningkatkan lendir serta merusak jaringan di paru-paru, sehingga kamu akan menjadi lebih sulit untuk bernapas.

3. Berolahraga

Selain menghindari rokok, berolahraga secara teratur juga sangat penting untuk kesehatan paru-paru. Ketika berolahraga, paru-paru akan bekerja keras untuk memasok oksigen ke seluruh tubuh, sambil mengeluarkan karbon dioksida ke luar tubuh.
Dengan begitu, paru-paru akan menjadi lebih kuat dan sehat. Meski pada akhirnya kamu akan terkena penyakit paru-paru, namun olahraga dapat membantu memperlambat penyakit tersebut untuk berkembang.

4. Hindari polusi udara

Sama halnya seperti asap rokok, paparan polusi udara juga dapat merusak paru-paru. Kamu bisa melakukan beberapa langkah ini untuk menghindari paparan polusi udara, baik di dalam rumah maupun di luar rumah.

• Jadikan rumah sebagai zona bebas rokok
• Bersihkan perabotan rumah setidaknya seminggu sekali
• Buka jendela sesering agar sirkulasi udara di dalam rumah tetap terjaga
• Hindari berolahraga di dekat lalu lintas yang padat
• Menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Lakukanlah beberapa tips sehatkan paru-paru agar kesehatan paru-paru kamu tetap terjaga dengan baik. Apabila kamu memiliki cara lain untuk menyehatkan paru-paru, share di komentar ya. (*)

Editor: Yusva Alam

Serba-serbi Vaksin AstraZeneca dan Sinopharm

Serba-serbi Vaksin AstraZeneca dan Sinopharm

Serba-serbi Vaksin AstraZeneca dan Sinopharm

Ilustrasi penyuntikan vaksin (ANTARA FOTO/Soeren Stache/Pool via REUTERS)

Akurasi.id – Indonesia sudah memulai program vaksinasi sejak Januari 2021 lalu. Setelah berjalan sekitar 5 bulan, program vaksinasi telah mencakup 22 persen dari target 181,5 juta jiwa. Sejauh ini, Indonesia telah menggunakan tiga vaksin utama yaitu CoronaVac dari Sinovac, COVID-19 dari PT Bio Farma, dan vaksin Vaxzevria dari AstraZeneca.

Sementara Indonesia sudah memulai vaksinasi tahap empat untuk warga berusia 18 tahun ke atas, AstraZeneca pun jadi bahan perbincangan. Dalam waktu dekat, vaksin BBIBP-CorV dari Sinopharm juga akan masuk Indonesia untuk digunakan dalam skema vaksin Gotong Royong.

Akan tetapi, belakangan, masyarakat sempat ragu dengan AstraZeneca karena dapat menyebabkan efek samping parah namun hal tersebut bisa disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang Vaksin AstraZeneca dan Sinopharm. Dilansir idntimes.com, Selasa (22/06/2021), berikut apa saja yang perlu kita tahu tentang vaksin AstraZeneca dan Sinopharm?

  1. Kematian pada vaksinasi dengan AstraZeneca

Masyarakat sempat gempar dengan munculnya tiga kasus kematian pasca vaksinasi dengan AstraZeneca. Dijelaskan oleh ketua Komnas KIPI, Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp. A(K), M. Trop Paed., 2 dari tiga kasus tersebut bukan karena vaksin, melainkan karena infeksi COVID-19 dan pneumonia.

Mengutip keterangan tertulis yang diterima IDN Times dari Prof. Zullies Ikawati, PhD. Apt., dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), satu kasus pada Mei 2021 lalu yang melibatkan seorang laki-laki berusia 22 tahun di Buaran, Jakarta Timur, memang tengah diinvestigasi hubungan kausalitasnya dengan AstraZeneca. Autopsi telah dilakukan pada 24 Mei.

Dikarenakan tiga kasus tersebut, masyarakat menjadi sangsi dengan vaksin AstraZeneca. Terlebih, beberapa sumber memberitakan AstraZeneca dapat menyebabkan pembekuan darah atau trombosis hingga berakibat fatal.

  1. Memang ada hubungan kuat antara vaksin AstraZeneca dan trombosis, tetapi kecil kemungkinannya

Hasil evaluasi dari Badan Pengawas Obat Eropa (EMA), memang ada hubungan kausalitas kuat antara kejadian trombosis dengan vaksin AstraZeneca. Namun, Prof. Ikawati menekankan bahwa frekuensinya sangat jarang.

Per tanggal 5 Mei 2021, setelah penggunaan sebanyak 30 juta dosis vaksin AstraZeneca, telah tercatat 262 laporan trombosis dari Eropa, dan dari angka tersebut, 51 dinyatakan meninggal dunia. Jika dihitung, persentasenya amat kecil.

Oleh karena itu, EMA menilai bahwa terlepas dari kemungkinan reaksi trombosis pada vaksin AstraZeneca, manfaatnya masih jauh lebih besar dibandingkan risikonya. Sempat terhenti produksi dan distribusinya, AstraZeneca pun tetap jalan terus.

  1. Kenapa vaksin AstraZeneca bisa bikin trombosis?

Penyebab pastinya masih diinvestigasi. Namun, ada dugaan bahwa reaksi trombosis tersebut dapat dikaitkan dengan platform vaksin AstraZeneca, viral vector dengan Adenovirus. Beberapa penelitian mengungkapkan Adenovirus menghasilkan reaksi aktivasi platelet yang menyebabkan trombosis.

Hal ini ditemukan pada vaksin dengan platform Adenovirus yang sama dengan AstraZeneca, yaitu Johnson&Johnson (J&J). Sebanyak 28 kasus trombosis serius dari 8,7 juta vaksin J&J terjadi per Mei 2021. Sempat dihentikan penggunaannya di AS, J&J sudah kembali digunakan setelah dievaluasi kembali.

Selain platform vaksin, laporan Prof. Ikawati menduga adanya reaksi imun berlebih terhadap vaksin Adenovirus. Ketika vaksin berikatan dengan platelet, terjadi serangkaian reaksi imun sehingga terjadi trombosis.

Reaksi ini pada dasarnya bisa membaik dengan sendirinya. Namun, reaksi ini juga dapat berakibat fatal. Reaksi imun berlebih ini mirip dengan reaksi heparin-induced thrombocytopenia and thrombosis (HITT or HIT tipe 2) pada pasien terhadap obat antikoagulan heparin. Bukannya mencairkan darah, malah menyebabkan trombosis.

Selain HITT/HIT tipe 2, kejadian ini mirip dengan reaksi syok anafilaksis setelah pemberian antibiotik golongan penisilin. Kejadian ini jarang terjadi dan tidak selalu bisa diprediksi.

  1. Gejala trombosis yang harus diwaspadai

Trombosis akibat vaksin AstraZeneca yang dominan adalah cerebral-venous sinus thrombosis (CVST), terjadi pada pembuluh darah di sekitar kepala. Gejala-gejala umumnya adalah:

  • Sakit kepala hebat
  • Gangguan penglihatan
  • Mual dan muntah
  • Gangguan berbicara
  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Pembengkakan pada kaki
  • Nyeri perut
  • Lebam di bawah kulit.

Jika terdapat gejala-gejala demikian, segera cari bantuan medis. Di Eropa, reaksi ini umumnya terjadi 3 – 14 hari setelah vaksinasi.

Kasus trombosis di Eropa sebagian besar terjadi pada penerima di bawah usia 40 tahun, dan kebanyakan adalah perempuan. Tetapi, jika pada suntikan pertama tak ada reaksi yang fatal, maka AstraZeneca tetap direkomendasikan untuk tetap komplet.

  1. Kenapa AstraZeneca sempat di-suspend?

Sekali lagi, perlu dicatat kalau kejadian fatal yang berhubungan dengan vaksin AstraZeneca amat jarang. Oleh karena itu, tindakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang menahan batch AstraZeneca CTMA457 adalah upaya investigasi agar jawaban transparan. Batch ini pun sudah kembali digunakan.

Kenapa hanya batch CTMA457 yang ditarik, bukan seluruh persediaan AstraZeneca? Analoginya, jika terjadi kecelakaan pesawat, maka yang ditinjau adalah pesawat yang mengalami kecelakaan, bukan menghentikan semua penerbangan sementara masih banyak orang yang membutuhkan.

Hasil investigasi BPOM RI menunjukkan kalau vaksin AstraZeneca dengan batch CTMA457 tidak bermasalah keamanannya, sehingga dapat digunakan lagi. Maka, kejadian KIPI hingga berakibat kematian tersebut bisa dikatakan bukan karena vaksin, melainkan karena faktor respons penerima terhadap vaksin.

  1. Apakah mereka dengan riwayat trombosis boleh menerima vaksin AstraZeneca?

Belum ada penelitian yang mengatakan kalau mereka dengan riwayat penyakit trombosis seperti deep vein thrombosis, stroke, hingga iskemia dapat mengalami trombosis akibat vaksin. Penerima vaksin dengan riwayat HITT/HIT tipe 2 dapat lebih berisiko. Akan tetapi, perlu dicatat kalau kejadian ini sangat jarang!

Namun, untuk lebih berhati-hati, Prof. Ikawati menyarankan mereka dengan riwayat penyakit trombosis atau HITT/HIT tipe 2 untuk mencoba vaksin selain AstraZeneca atau berkonsultasi dengan dokter sebelum menerima vaksinasi.

  1. Efikasi Sinopharm tergolong tinggi

BBIBP-CorV adalah vaksin Sinopharm yang datang dari Tiongkok. Telah menjalani uji klinis tahap ke-3 di berbagai negara, Sinopharm masuk ke dalam daftar Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Vaksin Sinopharm menggunakan platform yang sama dengan Sinovac, yaitu virus yang dimatikan atau inactivated. Saat diujikan di Uni Emirat Arab, efikasi vaksin Sinopharm mencapai 79 persen, dan dapat digunakan mulai dari 18 tahun hingga lansia. Dua dosis vaksin Sinopharm dapat diberikan dalam jeda waktu 21 hari.

  1. Efek samping ringan pada vaksin Sinopharm

Oleh karena memiliki platform yang sama dengan Sinovac, maka profil efek sampingnya pun juga mirip. Prof. Ikawati mencatat frekuensi KIPI vaksin Sinopharm tergolong amat jarang, yaitu 0,01 persen.

Efek samping yang umum dijumpai saat uji klinis pun juga tergolong lokal dan ringan yaitu nyeri atau kemerahan di lokasi suntikan. Efek samping sistemik yang dapat terjadi berupa sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, diare, dan patuk.

Perlu dicatat, efek-efek samping ini dapat segera membaik dan tidak membutuhkan pengobatan.

  1. Siapa yang bisa mendapatkan vaksin Sinopharm

Untuk sementara, WHO merekomendasikan vaksin Sinopharm untuk ibu hamil karena manfaatnya lebih besar dibandingkan risikonya. Ibu hamil disarankan untuk berkonsultasi sebelum mendapatkan vaksin Sinopharm. Hal ini dikarenakan data vaksin dengan ibu hamil masih terbatas.

Untuk ibu menyusui, efektivitas vaksin Sinopharm juga diharapkan serupa seperti halnya pada orang dewasa lainnya. Para ibu tidak harus berhenti menyusui setelah vaksin.

Mereka yang pernah terkena COVID-19 juga disarankan untuk mendapatkan vaksin. Setelah 6 bulan, para penyintas COVID-19 dapat mendapatkan vaksin Sinopharm tanpa harus khawatir kambuhnya gejala. Tetapi, mereka diharapkan menjalani tes PCR terlebih dahulu sebagai konfirmasi.

Mereka yang menderita infeksi human immunodeficiency virus (HIV) lebih berisiko terkena COVID-19. Karena vaksin Sinopharm bersifat non-replikasi, pasien HIV disarankan untuk dapat divaksinasi. Namun, sebelum mendapatkan vaksin, alangkah lebih baiknya mereka berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter.

Individu dengan riwayat anafilaksis terhadap komponen vaksin tidak disarankan untuk menerima vaksin Sinopharm. Selain itu, individu dengan suhu tubuh 38,5 derajat Celcius juga disarankan untuk menunda vaksinasi sampai suhu tubuh kembali normal.

Itulah beberapa penjelasan tentang Vaksin AstraZeneca dan Sinopharm, (*)

Editor: Yusva Alam