Tidak Dilarang, Hukum Berhubungan Badan Saat Bulan Ramadhan

Tidak Dilarang, Ini Hukum Berhubungan Badan Saat Bulan Ramadhan

Tidak Dilarang, Hukum Berhubungan Badan Saat Bulan Ramadhan

pexels.com

Hukum berhubungan badan saat bulan Ramadhan menjadi salah satu hal yang biasanya belum diketahui. Umumnya setiap orang muslim menjalankan puasa ketika bulan Ramadhan tiba. Dalam bulan tersebut akan diuji tentang kesabarannya. Dimulai dari menahan rasa lapar dan haus, sampai dengan menahan hawa nafsu.

Lalu, selama puasa di bulan Ramadhan bagaimana ketentuan untuk suami istri dalam bersetubuh? Terlebih pada siang hari dan masih dalam keadaan berpuasa. Untuk itu, bagaimana dengan hukumnya, membatalkan puasa atau tidak?

Inilah Hukum Berhubungan Badan Saat Bulan Ramadhan

Pasutri bersetubuh ketika bulan Ramadhan tetap saja diperbolehkan, bahkan tidak akan membatalkan puasa. Namun hal tersebut jika dilakukannya pada malam hari. Pasutri dapat melakukannya sebelum waktu imsak selesai, sebab setelah itu mereka langsung bersiap-siap untuk melaksanakan sholat subuh.

Perlu anda ketahui pula, bila melakukan hubungan badan pada siang hari ketika masih menjalankan puasa. Hal tersebut bisa membatalkan puasa mereka.

Dalil Tentang Bercampur dengan Istri pada Bulan Suci

Telah dijelaskan pula dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat : 187 yang artinya “Diperbolehkan bagi kalian ketika malam hari (pada bulan Ramadhan) bercampur berhubungan badan dengan istri-istri kalian”.

Untuk penjelasan dari ayat tersebut sama halnya dengan apabila tertidur lalu bermimpi sampai dengan mengeluarkan sperma, maka tidak akan membatalkan puasanya.

Itu juga sama dengan penjelasan hadits berikut ini: Aisyah dan juga Umi Salamah berkata: “Rasulullah pada saat subuh dalam keadaan junub setelah bercampur, bukan akibat dari mimpi, beliau (Rasulullah) tidak membatalkan puasanya atau tidak pula mengqadha’nya.

Selain itu, terdapat juga hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari tentang larangan melakukan hubungan badan suami istri pada siang hari saat melakukan puasa Ramadhan. Isi ataupun kesimpulan dari hadits tersebut diantaranya:

Apabila mampu, memerdekakan seorang hamba (budak). Apabila tidak mampu, dapat melakukan puasa selama dua bulan secara terus-menerus.

Jika tidak mampu berpuasa lagi, bisa juga melakukan sedekah kepada enam puluh orang miskin. Jika masih tidak mampu juga, bisa melakukan sedekah menurut dengan kemampuannya.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai hukum berhubungan badan saat bulan Ramadhan beserta dengan dalil penjelasannya.

Panduan Merayakan Lebaran Sehat di Tengah Pandemi Corona

Panduan Merayakan Lebaran Sehat di Tengah Pandemi Corona

Panduan merayakan lebaran di tengah kondisi seperti saat ini memang perlu dipelajari oleh setiap orang. Sebaiknya tetap disiplin dan mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan arahan pemerintah. Mulai dari menahan diri untuk tidak mudik hingga tindakan konsumtif di tengah keramaian.

Intip Panduan Merayakan Lebaran dengan Aman

Merayakan lebaran di tengah pandemi memang menjadi sebuah tantangan. Banyak hal atau keinginan yang harus ditahan karena keadaan ini. Seperti halnya ritual mudik atau pulang kampung yang biasa dilakukan setiap tahun ketika lebaran.

Lalu menahan diri untuk tidak berbelanja di lokasi ramai sehingga menimbulkan keramaian. Berikut ini beberapa panduan atau tips untuk merayakan hari raya di tengah pandemi.

Menghindari Malam Takbir

Maksud dari menghindari di sini adalah tidak mendatangi kerumunan untuk merayakan kemenangan dengan takbir. Akan tetapi, lebih baik merayakan takbir di rumah bersama dengan keluarga. Masjid di sekitar rumah tentunya menggemakan takbir lewat pengeras suara. Sehingga tetap bisa bertakbir meskipun hanya di rumah.

Menjaga Jarak Saat Shalat Idul Fitri

Panduan merayakan lebaran selanjutnya adalah menjaga jarak. Seperti hari raya sebelum-sebelumnya. Shalat Idul Fitri biasa dilakukan secara berjamaah, baik itu di masjid maupun tanah lapang. Sebelum mengikuti shalat Idul Fitri, sebaiknya tetap menerapkan protokol kesehatan.

Seperti berwudhu dari rumah, sehingga tidak menimbulkan kerumunan di lokasi. Gunakan masker sesuai dengan standar. Jaga jarak dengan jamaah lain serta gunakan alat ibadah pribadi.

Tidak Berjabat Tangan Langsung

Salah satu media penularan Covid-19 adalah dengan berjabat tangan. Oleh sebab itu, hindari untuk melakukan jabat tangan dengan orang lain. Jabat tangan bisa diganti dengan senyuman dan salam yang berjarak.

Jangan mengobrol terlalu lama yang bisa menyebabkan kerumunan. Selain menjaga diri dan keluarga, mempelajari panduan merayakan lebaran dengan menjaga jarak juga menjadi pemutus penyebaran Covid-19.

Silaturahmi Melalui Media Sosial

Ketika tradisi mudik dilarang, bersilaturahmi dengan keluarga yang jauh atau di kampung halaman bisa memanfaatkan teknologi yang ada saat ini. Salah satunya adalah smartphone.

Manfaatkan aplikasi yang bisa menghubungkan dengan keluarga melalui video call. Sehingga meskipun tidak pulang kampung tetap bisa bersilaturahmi dengan keluarga jauh. Sesuai dengan aturan pemerintah tentang panduan merayakan lebaran.

Waspada! Ini Bahayanya Jika Langsung Tidur Setelah Sahur

 Waspada! Ini Bahayanya Jika Langsung Tidur Setelah Sahur

Selama anda menjalani ibadah puasa, siklus tidur anda pasti akan terganggu. Hal ini karena, anda harus banggun lebih pagi untuk melakukan santap sahur. Biasanya karena didorong rasa kantuk yang sangat. Kemudian, setelah makan sahur anda lebih memilih kembali melanjutkan tidur. Namun, tahukah anda kalau tidur sesudah sahur itu memberikan dampak buruk bagi tubuh. Maka dari itu, anda harus tahu bahayanya jika langsung tidur setelah sahur.

Waspada! Ini Bahayanya Jika Langsung Tidur Setelah Sahur

gulfnews.com

Ketahui Bahayanya Jika Langsung Tidur Setelah Sahur

Sahur merupakan salah satu sunnah dalam untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Manfaat makan sahur sebenarnya untuk membantu memberikan stamina saat anda menjalankan ibadah puasa, dari pagi hingga sore hari. Umat muslim biasanya makan sahur pada saat sepertiga ujung malam. Hal ini tentunya akan mengganggu siklus tidur, sehingga banyak orang yang memilih langsung tidur setelah melakukan santap sahur.

Namun, ternyata ada dampak buruk yang akan timbul bila anda melakukan hal ini. Agar anda tidak lagi melakukan hal tersebut, kami akan berikan informasi mengenai dampak buruk yang akan timbul kalau anda langsung tidur setelah sahur. Berikut diantaranya.

Sakit Tenggorokan

Saat anda langsung tidur setelah sahur, hal itu akan membuat asam lambung anda naik. Jika hal itu terus diulangi maka akan timbul radang tenggorokan.

Gerd

Saat tidur dengan posisi yang salah, akan membuat katup antara lambung dan tenggorokan tidak tertutup dengan sempurna. Sehingga asam lambung dapat dengan mudah naik ke tenggorokan.

Sembelit

Dengan tidur setelah makan akan menghambat pencernaan di dalam perut. Karena, butuh proses pencernaan selan 2-3 untuk dapat mencerna dengan benar.

Berat Badan Naik

Inilah salah satu penyebab, kenapa saat bulan Ramadhan, berat badan malah menjadi naik. Hal ini terjadi karena tubuh lebih banyak menyimpan lemak dibanding dengan yang dibakar. Dengan berpuasa aktivitas fisik akan berkurang sehingga lemak dalam tubuh akan menimbun.

Serangan Jantung

Anda tahu, ternyata seseorang makan berat serta langsung tidur tanpa menunggu proses pencernaan berakhir, memiliki resiko terkena serangan jantung hampir 3 kali lebih meningkatkan tekanan darah semalaman.

Nah, itulah bahayanya jika langsung tidur setelah sahur. Agar terhindar dari hal itu ada baiknya anda melakukan kegiatan yang lebih positif setelah sahur, seperti melakukan ibadah sholat subuh ke masjid, atau berolahraga kecil. Semoga artikel ini dapat membantu dengan baik mengenai masalah kesehatan yang anda cari.

Tips Ngabuburit Puasa Ramadan Saat Pandemi Covid-19

Tips Ngabuburit Puasa Ramadan Saat Pandemi Covid-19

Ada banyak sekali tips ngabuburit puasa Ramadan yang bisa anda lakukan meskipun pandemi Covid-19 masih menyerang. Selain itu, kita juga bisa menjalankan tips puasa dengan benar supaya selalu berkah.

Nah, bagi anda yang bingung bagaimana cara ngabuburit yang tepat, mulai sekarang jangan khawatir lagi. Karena ada banyak cara yang bisa anda lakukan meskipun hanya dari rumah saja.

Tips Ngabuburit Puasa Ramadan yang Seru dan Mengasyikan

Bulan Ramadan 2021 seperti sekarang ini memang cukup berbeda jauh dari tahun 2019 lalu. Karena info Ramadan saat ini ada pandemi yang masih belum hilang.

Sehingga membuat banyak orang harus menjaga jarak masing-masing. Bahkan pemerintah melarang kita untuk tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan.

Jika anda merasa bosan di rumah saja selama Ramadan, banyak cara untuk ngabuburit yang bisa anda lakukan. Bahkan cukup seru dan mengasyikan.

Memasak Makanan Favorit

Tips ngabuburit puasa Ramadan yang pertama adalah memasak menjelang berbuka puasa. Kegiatan ini memang cukup anda lakukan dari rumah saja.

Anda bisa berbagi tugas bersama anggota keluarga untuk memulai memasak. Tentunya cara seperti ini cukup mengasyikkan dan seru.

Menonton Film Religi

Gunakan waktu luang anda bersama keluarga untuk bersantai di ruang makan sambil menunggu berbuka. Caranya dengan menonton berbagai macam film religi.

Tips seperti ini selain hanya menghibur anda juga bisa menambah ilmu tentang agama. Jadi, gunakan waktu sebaik mungkin untuk menghibur diri anda.

Video Call

Sebelum menjelang berbuka puasa, anda bisa melakukan video call bersama teman atau saudara yang berbeda tempat. Gunakan waktu tersebut walau hanya sekedar bercanda gurau.

Atau mungkin biasa dengan menceritakan bagaimana puasa hari ini dan menu berbuka apa. Sambil menunggu buka puasa anda bisa berbincang sambil tersenyum bahagia.

Bermain Game

Anda bisa memanfaatkan berbagai macam game di smartphone sembari menunggu berbuka puasa. Anda juga bisa bermain bersama keluarga supaya lebih seru lagi.

Tips ngabuburit puasa Ramadan seperti ini memang cukup efektif daripada harus keluar rumah. Karena kita harus selalu menjaga jarak dari kerumunan orang.

Butuh Liburan Sehat Ini Tips Aman dan Nyaman Staycation di Masa Pandemi

Butuh Liburan Sehat? Ini Tips Aman dan Nyaman Staycation di Masa Pandemi

Masa pandemi mengharuskan kita untuk stay at home. Meski demikian, anda juga bisa liburan sehat untuk menghilangkan rasa bosan. Liburan sehat bisa anda lakukan dengan memperhatikan tips aman dan nyaman staycation di masa pandemi.

Deretan Tips Aman dan Nyaman Staycation di Masa Pandemi

Dengan tips berikut ini, anda bisa liburan seru namun tetap terjaga kesehatannya selama masa pandemi.

Senantiasa Menjaga Kebersihan Diri

Salah satu tips aman staycation di masa pandemi yaitu selalu menjaga kebersihan diri, seperti menggunakan hand sanitizer. Jangan lupa juga untuk rutin mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.

Jaga Daya Tahan Tubuh

Staycation di masa pandemi akan aman dan nyaman apabila daya tahan tubuh anda baik. Dalam hal ini, anda bisa persiapkan diri dengan selalu mengonsumsi makanan sehat yang kaya nutrisi. Imbangi juga dengan olahraga.

Tak hanya itu, anda juga perlu membawa obat-obatan dan multivitamin. Dengan demikian, stamina tubuh akan tetap fit sepanjang hari.

Masih berkaitan dengan daya tahan tubuh, anda sebaiknya cek terlebih dahulu. Apabila kondisi kesehatan tubuh kurang baik dan tidak memungkinkan untuk bepergian, sebaiknya liburan ditunda dulu.

Patuhi Protokol Kesehatan

Tips nyaman staycation selama masa pandemi lainnya yaitu taat protokol kesehatan. Pastikan anda selalu menggunakan masker di mana saja anda berada. Selain itu, anda juga harus jaga jarak.

Hindari Keramaian

Saat liburan, anda juga perlu mempertimbangkan lokasi wisatanya. Alangkah lebih baik jika anda memilih tempat liburan yang tidak ramai. Sebagaimana yang kita tahu, di masa pandemi ini kita harus menghindari kerumunan.

Tips Saat Menginap

Ketika anda menginap, tak terkecuali di hotel, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan. Hal pertama, saat check in. Anda sebaiknya membawa pulpen sendiri sebab proses check in mengharuskan anda untuk tanda tangan.

Selain itu, anda disarankan untuk membawa peralatan mandi sendiri. Baik itu handuk, pasta gigi, sikat gigi, dan lain sebagainya.

Tips aman dan nyaman staycation di masa pandemi yang tak kalah penting lainnya, anda harus memilih penginapan yang memberlakukan standar kesehatan ketat.

Waspada, ini Kondisi Kesehatan yang Dilarang untuk Berpuasa

Waspada, Ini Kondisi Kesehatan yang Dilarang untuk Berpuasa

Puasa merupakan ibadah yang wajib dilakukan oleh semua umat muslim yang sudah memenuhi persyaratan. Namun ada juga orang yang dilarang untuk berpuasa karena kondisi kesehatannya kurang mendukung. Hal ini dikhawatirkan bisa berakibat fatal karena dipaksa untuk berpuasa.

Inilah Kondisi Kesehatan yang Dilarang untuk Berpuasa

Orang dengan Gangguan Pencernaan Akut

Seseorang yang memiliki gangguan pencernaan akut sebaiknya untuk tidak menjalankan ibadah puasa. Pada dasarnya, puasa memang bisa mengurangi kadar asam lambung dalam tubuh seseorang. Hanya saja, bau makanan bisa memicu kenaikan asam lambung.

Jika penderita sudah mengalami muntah dan keringat dingin, sebaiknya segera melakukan pengobatan rutin. Hal inilah yang mengakibatkan penderita gangguan pencernaan akut tidak diperbolehkan berpuasa.

Vertigo

Ada juga penderita vertigo yang sebaiknya tidak berpuasa. Pasalnya, puasa bisa memicu seseorang mengalami dehidrasi, kelaparan, tidur tidak cukup, dan aktivitas di bawah terik matahari secara langsung. Hal ini akan membuat penyakit vertigo kambuh.

Orang yang menderita vertigo dilarang untuk berpuasa karena membutuhkan istirahat yang cukup. Sakit kepala yang sudah tidak bisa dikendalikan akan semakin parah jika tidak diberi asupan makanan atau obat.

Penderita Gagal Ginjal Kronis

Seseorang yang mengidap penyakit gagal ginjal kronis biasanya harus cuci darah dan menerima donor. Hal ini tidak seharusnya berpuasa karena bisa berisiko tinggi pada kesehatannya.

Orang yang cuci darah cenderung mengalami dehidrasi yang berlebih. Bahkan mengalami hiperviskositas yang bisa merusak fungsi ginjal.

Orang yang Memiliki Gangguan Pernafasan Akut

Ternyata seseorang dengan gangguan pernafasan akut juga tidak diperbolehkan berpuasa. Hal ini seperti penyakit asma atau PPOK yang membutuhkan pengobatan rutin dan tepat waktu. Jika penyakit ini asma ringan boleh berpuasa dan menggunakan inhaler untuk meredakannya.

Pasien yang Dirawat di Rumah Sakit

Kondisi terakhir yang tidak diperbolehkan berpuasa adalah seseorang yang sedang sakit dan menjalani rawat inap. Pasalnya, mereka menerima nutrisi dari infus. Selain itu, makan teratur bisa membantu pemulihan agar cepat sembuh.

Ketahui beberapa keadaan yang dilarang untuk berpuasa. Jangan paksakan diri jika memang kondisi kesehatan tidak memungkinkan.

Aktivitas Lansia Cegah Osteoporosis Saat Pandemi, Dijamin Tetap Bugar

Aktivitas Lansia Cegah Osteoporosis Saat Pandemi, Dijamin Tetap Bugar

Tahukah anda, pandemi Covid-19 mempengaruhi kesehatan tubuh kita. Aktivitas lansia untuk cegah osteoporosis selama pandemi pun perlu kita edukasikan.

Dengan adanya pembatasan aktivitas, semua akan kembali kegiatan tubuh yang terbatas. Hanya melakukan dengan lingkup rumah dan serba terbatas.

Hal ini bahkan akan sangat berpengaruh pada usia lanjut. Nah, bagaimana tips tetap bugar untuk para lansia pada masa pandemi Covid-19, simak ulasan di bawah ini.

Inilah Aktivitas Lansia Untuk Cegah Osteoporosis

Berikut ini dapat anda coba secara mudah. Bisa anda lakukan dari rumah dan mematuhi protokoler Covid-19.

Berjemur

Salah satu cara ini dapat anda lakukan di lingkungan rumah. Cukup pada pagi hari sekitar 10-15 menit sudah cukup, asal anda lakukan pada pagi hari. Karena matahari pagi memang baik untuk tubuh, juga akan berpengaruh pada osteoporosis bagi lansia.

Konsumsi Makanan Sehat

Aktivitas lansia cegah osteoporosis yang utama adalah menjaga konsumsi makanan. Hal ini sangat berpengaruh pada tubuh anda.

Jangan lupakan bahwa tubuh anda perlu memenuhi nutrisi, misalnya vitamin D. Karena tulang akan lebih sehat dengan asupan tersebut.

Olahraga Ringan

Dalam menjaga kesehatan tulang anda ini, sebaiknya anda perhatikan dengan baik sejak dini. Tidak harus menunggu lansia untuk sadar akan kesehatan tulang dan tubuh.

Nah, untuk para lansia akan lebih baik jika melakukan peregangan ringan. Jadikan kebiasaan secara rutin, namun jangan memaksa tubuh.

Lakukan pada pagi hari atau sore hari sebentar saja. Namun yang paling penting adalah rutin dalam melaksanakan kebiasaan tersebut.

Hindari Rokok

Aktivitas cegah osteoporosis yang satu ini harus anda pertimbangan. Rokok memang tidak dianjurkan, bahkan untuk anak muda. Kandungan yang ada di dalamnya tidak baik untuk tubuh. Jadi, sebaiknya anda mengurangi kebiasaan yang satu ini.

Dengan menjaga kesehatan tubuh dan tulang, akan membuat hidup lebih nyaman. Kesehatan jadi nomor satu, nikmat yang sangat disyukuri.

Aktivitas lansia untuk cegah osteoporosis yang dapat anda biasakan ini akan mempengaruhi kesehatan jangka panjang. Hal ini merupakan tabungan masa lansia anda.

Makan Mie Instan Setiap Sahur, Aman Kah? Ini Deretan Risikonya

Makan Mie Instan Setiap Sahur, Aman Kah? Ini Deretan Risikonya

Akurasi.id – Makan mie instan setiap sahur memang praktis, karena proses membuatnya cukup mudah dan cepat saji. Meski demikian, kebiasaan ini ternyata memberikan risiko bagi kesehatan tubuh. Sebab mie instan sendiri sebetulnya bukanlah makanan yang sehat.

Pada bulan Ramadhan 2021 seperti sekarang ini, banyak orang yang malas memasak menu makan sahur dan akhirnya konsumsi mie instan untuk menu sahur mereka. Tahukah anda? Makan mie instan saja akan menjadikan tubuh anda tidak memiliki energi yang cukup saat menjalankan ibadah puasa. Mengapa demikian? Ketahui risikonya di bawah ini.

Resiko Makan Mie Instan Setiap Sahur

Seperti yang kita ketahui, mie instan menggunakan bahan dasar berupa tepung yang mudah untuk dicerna. Dengan demikian, anda bisa cepat merasa lapar. Selain itu, bahan pengawet yang terkandung di dalamnya tidak baik bagi kesehatan tubuh anda.

Tubuh Akan Kekurangan Gizi

Benarkah konsumsi mie instan membuat tubuh kita kekurangan gizi? Jawabannya benar. Hal ini karena mie instan hanya memiliki kandungan nutrisi berupa karbohidrat. Oleh sebab itu, ketika anda sahur dengan mie instan, maka kebutuhan gizi tubuh anda seperti lemak, vitamin, dan protein tidak bisa terpenuhi.

Tubuh Mudah Kekurangan Cairan

Ternyata mie instan memiliki kadar garam yang cukup tinggi. Dengan demikian, ini akan memberikan efek buruk pada tubuh. Salah satunya adalah tubuh akan lebih mudah mengalami kekurangan cairan. Mengapa demikian?

Sebab garam mempunyai sifat yang bisa menarik cairan. Maka dari itu, saat anda berpuasa akan lebih mudah merasa haus sepanjang hari. Ketika anda merasa semakin haus, tentu ini menjadi pertanda bahwa tubuh anda semakin dehidrasi.

Bila anda mengalami dehidrasi, maka mulut akan terasa kering dan lengket. Selain itu, anda juga lebih mudah merasa lelah dan sakit kepala. Hal yang paling buruk anda bisa sampai tak sadarkan diri.

Bagaimana Jika Terpaksa Makan Mie Instan?

Ahli gizi dr Diana F Suganda, M Kes, SpGK menjelaskan bagaimana bila memang harus makan sahur menggunakan mie instan setiap hari karena kondisi darurat?

Jika terpaksa, maka anda bisa menambahkan berbagai bahan tambahan lain seperti sayuran dan telur. Kedua bahan tambahan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi dalam tubuh anda.

Dengan demikian, anda masih tetap bertenaga saat menjalankan ibadah puasa seharian meski sahur dengan mie instan. Akan tetapi, yang perlu anda ingat adalah jangan makan mie instan setiap sahur. Akan lebih baik bila anda sahur dengan menu makanan yang bisa memenuhi kebutuhan gizi harian anda.

mie instan, menu praktis nan murah, berapa kali batas konsumsi harian?

Mie Instan, Menu Praktis Nan Murah, Berapa Kali Batas Konsumsi Harian?

Akurasi.id – Konsumsi mie instan sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Pasalnya, dengan harga yang murah, rasa enak, serta praktis, sudah bisa membuat perut kenyang.  Namun dibalik rasanya yang lezat ini, mie instan mengandung bahan kimia saat pengawetannya.

Oleh sebab itu, mengkonsumsi mie instan dalam porsi banyak dapat menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh. Karena mie instan mengandung natrium dan MSG yang cukup tinggi.

Namun sebenarnya kita tetap boleh mengkonsumsi mie instan. Tetapi harus membatasi waktu mengkonsuminya. Selain itu, harus diimbangi dengan makan sayur dan buah-buahan lainnya.

Sebenarnya berapa kali batasan mengkonsumsi mie instan tiap harinya? Simak ulasannya berikut ini!

Batasan Konsumsi Mie Instan Tiap Harinya, Sudah Tahukah Anda?

Dalam mie instan kurang mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Oleh sebab itu, anda perlu membatasi konsumsi mie instan. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi gangguan penyakit dalam tubuh.

Mie Instan Dikonsumsi Dalam Dua Kali Seminggu

Berdasarkan dokter ahli kanker rumah sakit Siloam, menyatakan bahwa mengkonsumsi mie instan jangan lebih dari dua kali dalam seminggu.

Oleh sebab itu, apabila dalam sehari sudah mengkonsumsi satu hingga dua mie instan, maka untuk hari selanjutnya harus berhenti mengkonsumsi garam. Karena dalam satu bungkus mie instan sudah mengandung banyak natrium atau garam.

Proses Pengolahan Mie Instan Ternyata Sangat Berpengaruh

Sebenarnya semua ini kembali pada tata cara pengolahan mie instan tersebut. Contohnya penggunaan tambahan protein seperti telur. Karena kandungan dalam mie instan dapat dikatakan kurang bergizi.

Sehingga apabila anda menambahkan telur maupun sayur-sayuran, dapat membantu mengisi asupan gizi masuk dalam tubuh.

Selain itu, dalam proses mengolah mie instan agar siap dikonsumsi juga harus memperhatikan air rebusan mie. Sebaiknya setelah mie instan matang, anda harus mencuci dan mengganti air tersebut.

Hal ini karena proses pembuatan mie instan menggunakan lilin. Penggunaan lilin dalam pembuatan mie instan bertujuan agar lebih tahan lama.

Diimbangi Dengan Olahraga

Konsumsi mie instan juga harus diimbangi dengan olahraga yang cukup. Hal ini agar kandungan kimia dalam mie instan bisa keluar melalui keringat yang dihasilkan saat berolahraga.

Picu Pembekuan Darah, Denmark Setop Vaksinasi AstraZeneca, Indonesia Tetap Lanjut

Picu Pembekuan Darah, Denmark Setop Vaksinasi AstraZeneca, Indonesia Tetap Lanjut

Picu Pembekuan Darah, Denmark Setop Vaksinasi AstraZeneca, Indonesia Tetap Lanjut

meski kontroversi, Indonesia masih menggunakan Vaksin AstraZeneca. Kementerian Kesehatan masih menunggu kajian BPOM dan ITAGI. (Ilustrasi)

Picu pembekuan darah, Denmark setop vaksinasi AstraZeneca, Indonesia tetap lanjut. Kementerian Kesehatan masih menunggu kajian vaksin AstraZeneca dari BPOM dan ITAGI.

Akurasi.id, Bontang – Juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi masih menunggu kajian vaksin AstraZeneca dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Hal ini menanggapi penghentian permanen vaksinasi AstraZeneca di Denmark karena memicu pembekuan darah langka.

“Kita tunggu informasi lebih lanjut dari BPOM dan ITAGI ya,” kata Nadia dilansir detikHealth, Kamis (15/4/2021).

Hingga kini, vaksinasi AstraZeneca masih tetap dilanjutkan karena belum ada pencabutan izin penggunaan darurat (EUA) dari BPOM. Terlebih, vaksin AstraZeneca masih digunakan di banyak negara dan masuk kriteria vaksin COVID-19 yang layak digunakan hingga tersertifikasi WHO.

“Penggunaan vaksinasi AstraZeneca sampai saat ini yang kita lakukan, ini belum ada satu pun kasus terkait pembekuan darah. Tentunya BPOM dan juga bersama ITAGI belum mencabut penggunaan darurat daripada vaksin Astrazeneca ini,” jelas Nadia.

Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Prof Hindra Hingky Irawan sebelumnya menjelaskan kejadian pembekuan darah pasca vaksinasi AstraZeneca sangat langka. Efek samping usai vaksinasi AstraZeneca di Indonesia sejauh ini juga masuk dalam kategori ringan.

Namun, ia meminta masyarakat untuk mewaspadai sejumlah gejala yang tak kunjung hilang selama 2 minggu pasca disuntik vaksin AstraZeneca dosis pertama. Apa saja?

“Kalau pusing dikasih obat nggak membaik setelah 2 minggu, terus kalau ada sakit dada atau kesulitan napas, kalau misalnya sakit perut, nyeri tungkai, bengkak di tungkai, itu datang ke dokter untuk diperiksa,” jelas Prof Hindra beberapa waktu lalu.

Saat dihubungi, juru bicara vaksinasi COVID-19 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Ketua ITAGI belum memberikan komentar terkait penghentian vaksinasi AstraZeneca di Denmark hingga berita ini diturunkan.

Isu pembekuan darah tidak hanya menerpa vaksin buatan AstraZeneca. Vaksin COVID-19 Janssen buatan Johnson & Johnson juga mengalami nasib serupa. Amerika Serikat baru-baru ini merekomendasikan penghentian sementara vaksin ini karena diduga terkait pembekuan darah pada beberapa orang yang mendapat suntikan vaksin ini. (*)

Penulis/editor: Rachman Wahid